
Izma sudah selesai dimakamkan dengan penuh khidmat ,Seruni pun hadir karena ia juga melayat ke keluarga Kenzo.Kenzo tidak bisa diselamatkan.
"Kak...aku mau ikut menghantar jenazah Kenzo ya"pamit Seruni ,Reyhan mengiyakan.
"Emmm aku mau pulang "Uzma bersuara.
"Ayok!!"Reyhan setuju,ia meraih tangan Uzma .Tapi gadis itu mematung.Membuat Reyhan keheranan.
"Aku mau pulang ke Yogya"
"Loh??kan kamu istri aku, ngapain pulang ke Yogya ?"
"Tapi kan kamu nikahi aku karena nggak sengaja"
"Iya...tapi kamu sah istri aku loh"
"Terus maumu gimana ??"
"Ya kita lanjut.."jawab Reyhan enteng.
"Ta-ta-tapi kan, ujung-ujungnya juga bakal cerai"
Reyhan tercenung,ia menggaruk kepalanya sendiri.
"Udahlah kita pikirkan itu belakangan, yang jelas nggak mungkin aku cerai sama kamu dalam waktu nikah yang tidak sampai satu hari "
"Berapa lama?"
"Emmmmmm lihat saja nanti "
"Tapi kamu masih ingat janji kamu kan?"
Reyhan mengernyitkan keningnya,janji yang mana??ia lupa.
"HAYYO...KEMAKAN JANJI SENDIRI"Tiba-tiba Kujang datang menggoda.
"Ahhh iya...aku janji tidak akan berbuat macam-macam sama dia"
"Iya aku nggak akan lupa janji ku"
Barulah Uzma mengikuti langkah Reyhan .Tapi beberapa langkah ke depan ia berhenti, hidungnya mengendus seperti anjing.
"Kenapa Uzma?ada apa??"
"Kau punya khodam ya??"
Reyhan terpana ,ia melirik dengan ekor matanya ke arah Kujang yang memang mengikuti mereka.
"Ka-kamu bisa melihat mereka?"
Uzma menggeleng
",Izma yang bisa.Matanya sangat tajam,aku hanya bisa mencium baunya.Kecuali Makhluk yang sengaja ingin menampakkan diri padaku,baru aku bisa lihat "
"Ohhhh "Reyhan mengangguk mengerti.
"Jadi kamu punya khodam ??"
"Iya...dia turun temurun dari keluarga ku"
"Kenapa bisa kamu terkecoh,?? seharusnya dia memberi tahumu kalau aku tidak memakai jimat itu "
"Dia tidak memberi tahuku, justru dia yang menyuruh aku menikahi mu"
"Hah???kok bisa??"
Reyhan hanya mengangkat kedua bahunya.
"Ayo kita pulang...aku capek banget.Dari semalam nggak istirahat "ajak Reyhan ,Uzma mengangguk setuju.
___
Reyhan merebahkan tubuhnya ke atas kasur, sedangkan Uzma sibuk di dapur.Entah Reyhan tidak tahu gadis itu mau apa?
Saat sudah mulai terlena, sebuah sentuhan membangun kan Reyhan .Pria itu terjaga dan melihat Uzma berdiri tak jauh dari nya.
"Ada apa ?"tanya Reyhan dengan malas.
"Bangunlah sebentar"Reyhan merasa heran, tapi ia pun bangun meskipun malas sekali.
Ternyata Uzma membawa baskom berisi air hangat,ia memasukkan kedua kaki Reyhan ke dalam baskom tersebut.Lalu mencuci kaki Reyhan sambil memijit nya.
Reyhan tersenyum, ternyata begini rasanya kalau punya istri.
"Siapa yang mengajari mu mijit?"tanya Reyhan .Uzma menggeleng.
"Aku melakukannya saat merawat nenek "
"Orang tuamu?"
"Aku yatim piatu , orang tuaku meninggal saat terjadi letusan gunung Merapi"
"Ohhh... Bagaimana ceritanya kamu dan Izma bisa tinggal berjauhan ??"
"Dia diadopsi oleh keluarga yang tinggal disini,dan aku tetap di kampung menemani Nenek.Dan saat Izma pindah itulah jimat pemberian Nenek hilang satu.Aku pikir jimat itu pergi karena tidak mau aku jaga.Tapi ternyata,Izma yang mengambil nya"
"Hilang satu?? berarti kamu memiliki jimat lebih dari satu ?"
Uzma mengangguk.
"Nenek memberiku dua jimat untuk aku jaga.Dia memang meminta ku untuk tidak memberi tahu hal itu kepada Izma.Mungkin Nenek tahu jika Izma akan menggunakan dalam hal yang kurang baik"
"Satunya apa?"
Reyhan tersentak,ia mengalihkan pandangannya kepada Kujang yang tersenyum kepadanya.Konon kecubung adalah pemberian sunan Kalijaga kepada Nyai Roro kidul.
"Dari mana nenekmu mendapat dua benda pusaka itu ?"
"Aku kurang tahu, yang aku tahu Nenek hanyalah juru kunci gunung Merapi "
"Ohhh pantas... apakah kamu sekarang menggantikan tugas beliau ?"
Uzma menggeleng..
"Nenek tidak mengijinkan saat aku akan dicalonkan.Kalau hanya setakat melayani sang juru kunci tidak apa-apa,tapi jika harus menjaga gunung Nenek tidak setuju.Takdirku adalah Keluar dari desa"
Reyhan tersenyum.
"Berarti takdir mu disini "
Uzma mengangkat bola matanya,ia seperti tidak suka dengan celotehan suaminya.
Uzma bangkit menyudahi pijitannya.
"Tidurlah"ucapnya seraya berbalik.
"Kau mau kemana ??"
"Mau meletakkan baskom ini"
"Kau juga harus segera istirahat"
Uzma mengangguk,lalu melangkah keluar.Reyhan berbaring kembali,Hahhhhhhh ia menghela nafas lega.Pijitan itu membuat badan Reyhan lebih rileks.
"Enak ya Jang kalau punya istri"
"Tapi sayang...kemakan janji sendiri hehehehehe"goda Kujang.
"Ih kamu ini"
Kujang terkekeh,ia masuk menembus lemari tempat ia berada.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sekitar jam 4sore, Khusairi datang menjemput Livia . Sebenarnya Livia sangat enggan,tapi Ayahnya memaksa.Ia memang lemah jika Ayahnya yang menyuruh.Akhirnya mau tidak mau,Livia berangkat juga.
Selama dalam perjalanan,Livia tak berbicaralah sepatah kata.Sampai Khusairi berdehem tetap tak mendapatkan respon.Akhirnya pria itu pun ikut diam.
Keduanya tiba di butik tempat Khusairi memesan baju pengantin mereka.Saat Livia diminta mencobanya,dia menolak.
"Itu sudah pas,aku yakin"jawab Livia tegas.
"Kalau dicoba dulu nanti kan tahu yang mana yang kurang bagus"bantah Khusairi.
"Aku tahu tubuhku sendiri,kalau kataku bagus.Ya bagus!!"Livia melawan tatapan pria itu.Khusairi terpaksa mengalah,ia pun setuju dengan keputusan Livia .
"Kita makan malam dulu ya"
"Boleh tidak aku minta antar ke rumah teman, sebentar saja"tiba-tiba Livia menemukan ide gila di otaknya.Khusairi diam, tidak segera menjawab.
"Boleh ya..."Livia memohon dengan wajah memelas.
"Baiklah"
Livia tersenyum lebar,sejak awal berangkat.Baru sekarang Livia tersenyum manis.
"Dia sangat cantik"Gumam Khusairi dalam hati.
*
*
Bangun dari tidur,Reyhan tak menemukan Uzma di sampingnya.Tadi dia langsung tertidur pulas setelah dipijat,dan tidak tahu apakah Uzma kembali ke kamarnya atau tidak ?
Reyhan keluar dari kamarnya, mencari keberadaan istrinya.
"Uzma....Uzma...."seru Reyhan ,namun tak ada jawaban.Ia terus mencari,Dan ternyata Uzma tertidur pulas di atas sofa panjang.
Reyhan tersenyum lega,ia pikir gadis itu sudah kabur.
Dengan hati-hati,Reyhan menggendong tubuh Uzma dan dibawanya ke kamarnya.Setelah merebahkan tubuh Uzma dengan penuh hati-hati pula.Reyhan menyelimuti tubuh gadis itu agar tidak kedinginan.
__
Sedangkan di luar sana,Livia baru saja turun dari mobil Khusairi.Tanpa mengatakan apapun,Livia meninggalkan Khusairi begitu saja.
Pria itu diam,ia bukan tidak tahu kalau rumah itu adalah rumah Dokter muda yang digilai oleh Livia .
Livia masuk mencari sosok tubuh yang dirindukannya.
"Rey... Reyhan...."
Livia berlari kecil menaiki tangga.Ia yakin Reyhan ada dirumahnya.Karena mobil pria itu terparkir rapi di halaman.
"Rey..."
Reyhan mendengar suara Livia ,ia gegas membuka pintu kamarnya.Tak disangka,Livia langsung berhambur memeluk Reyhan dan sedikit mendorong tubuh pria itu masuk.Livia menutup pintu kamar Reyhan menggunakan kakinya.
"Aku sangat merindukanmu Rey..."ucap Livia , tanpa sempat mengelak,bibir Reyhan sudah dalam pagutan gadis itu.
Reyhan melepaskan diri dan mendorong tubuh gadis itu agar menjauh,Livia terpana dengan sikap Reyhan yang menurutnya sangat kasar.
"Liv...kamu apa-apaan ?"
"Kamu yang apa-apaan Rey??bukankah ini hal yang biasa kita lakukan ??Aku hanya merindukan mu..aku..."mata Livia membulat begitu melihat sosok tubuh yang bergerak duduk di atas perbaringan.