
Tuuuuuut Tuuuuuut
"Hallo sayang... kemana saja ?kok nggak ngasih kabar,udah nyampe rumah apa belum?"suara manja terdengar dari seberang.Roy melihat istrinya dengan gugup.
"Jamila..."
"Iya sayang..."
"Aku minta maaf...aku ceraikan kamu dengan talak satu "
"Apa??apa maksudmu Mas?? kamu tidak sedang lagi bercanda bukan?"
"Tidak Jamilah... mulai sekarang kau bukan Istriku lagi"
"Kenapa? Apa salahku? kamu nggak main-main kan ?waktu kamu pulang kamu baik-baik aja, kita nggak tengkar Nggak kenapa-napa. Kok tiba-tiba kamu ceraikan aku ??"
"Kita tidak bisa bersama lagi Jamila,aku punya keluarga yang harus lebih aku utamakan "
"Tidak!!! kamu tidak bisa seenaknya begini mas .Apa istri pertamamu sudah tahu hubungan kita?? karena itu kamu ceraikan aku??"
"Aku harus memilih Jamilah...kau harus mengerti itu"
"Kenapa harus aku yang harus mengerti Mas?? kenapa harus aku?? Bukankah kamu sudah bahagia denganku? jadi tinggalkanlah dia dan pulanglah kemari, Aku janji aku akan membahagiakanmu Mas"
"Tidak bisa Jamila ..disini aku punya anak dan cucu"
"Kalau itu yang kamu mau??aku akan berikan anak sebanyak-banyaknya,bukan hanya dua...Dua puluh pun aku sanggup Mas,Asal kamu jangan tinggalkan aku"
Roy melihat istrinya dengan ekor matanya ,ia tahu Seruni dan yang lainnya sedang menguping pembicaraan dia dan Jamila.
"Tidak Jamila...aku sudah menceraikan mu,kita bukan suami istri Sekarang.Maafkan aku"Roy terpaksa mematikan sambungan secara sepihak.Kalau ia meladeni perdebatan antara dirinya dan Jamila.Pasti takkan selesai-selesai.
Roy kembali mendekati istrinya.
"Aku sudah menceraikan dia sayang..."ucapnya lirih.Tak ada komentar,Seruni melangkah masuk ke kamar Ba'im dengan menggendong Reyhan .Anak itu sedari tadi anteng saja dalam gendongan neneknya meskipun mereka bertengkar.Ia pun tetap tidak bergeming saat Bundanya datang.
Barulah disaat semua orang masuk ke kamar Ayahnya, kecuali sang Kakek.Ia mengulurkan kedua tangannya minta digendong kepada sang Bunda.
"Reyhan nggak nakal kan sayang ??"tanya Excel .
"Nggak dong Bun...Reyhan malah diem aja saat Nenek dan Kakek ribut.Kan kata Bunda kalau ada orang tua ngomong nggak boleh ikut-ikutan "
Excel tersenyum tipis.
"Reyhan pinter sekali Ex"
Excel mendekati Seruni ,ia memeluk wanita yang sudah berumur separuh abad itu dengan hangat.
"Yang sabar ya Bun..."ucap Excel lirih.
"Iya sayang... sungguh sangat disayangkan hal ini terjadi saat kamu dan Reyhan datang "
"Jangan begitu Bun... mungkin dengan kehadiran Reyhan ,luka hati Bunda tidak terlalu menyakitkan "
Seruni mengiyakan ucapan Ibu dari cucunya.
___
Jamila belingsatan, berkali-kali ia menghubungi Roy tapi diabaikan.Ia tidak mau diceraikan,ia sudah hidup enak dengan menikah bersama Roy.Meskipun pria itu sudah berumur,tapi itu tidak jadi penghalang bagi Jamila untuk melayaninya.Yang penting ia bisa hidup serba ada,dan tidak perlu susah-susah bekerja serabutan.
Dan kini ia diceraikan,tidak!!dia tidak mau...
"Aku harus pergi menemui Ustadz Faruq,mungkin dia bisa membantu memberikan solusi"
Jamila berkata kepada dirinya sendiri,ia pun bergegas pergi ke rumah Ustadz Faruq dengan menaiki ojek online.
.
.
Setibanya di sana, Jamila ditemui oleh Ustadz Faruq yang ditemani oleh istrinya.Sambil menangis tersedu-sedu,Jamila menceritakan semuanya.
"Kemungkinan Istri pertamanya tahu Ustadz akan pernikahan kami.Dan memberikan suami saya pilihan"
Ustadz Faruq manggut-manggut tanda mengerti.
"Bagaimana Ummi?"Ustadz Faruq meminta pendapat kepada istrinya.
"Jika benar Roy telah menjatuhkan talak ?maka saat ini kamu berada dalam masa iddah. Dan di masa iddah itu ,kamu dilarang keluar rumah ataupun ke mana-mana . Tidak boleh tampil cantik, tampil mempesona di hadapan laki-laki lain . Dan kamu bisa melakukan masa iddah itu di rumah kamu atau di rumah suami kamu"istri Ustadz Faruq menjelaskan.
"Jadi saya bisa tinggal di rumah suami saya Ustadzah ?"
Jamila tersenyum lebar,ia cepat-cepat meminta diri untuk pergi ke rumah Roy saat itu juga.
___
Excel menemani Seruni bercengkrama di dalam kamar Ba'im . Sedangkan Reyhan ikut Ayahnya keliling Yayasan.
Banyak hal yang diceritakan Excel yang membuat Seruni sedikit melupakan kesedihannya.Sedangkan Roy, duduk sendiri di kamarnya sambil menghisap nikotin.Ia stres sekali.
TOK TOK TOK TOK...
"Tuan Ada tamu mencari Tuan... namanya Jamila"seru ART nya dari luar kamar.Roy tersentap,ia langsung bangkit setelah menekan puntung rokoknya ke dalam asbak.
"Siapa Mbok?"Tanya Roy ingin memastikan sekali lagi.
"Namanya Jamila"
Roy langsung berlari menuruni anak tangga,Excel yang mendengar suara si Mbok juga ikut keluar.
"Ada apa Ex?"tanya Seruni .
"Ada wanita yang bernama Jamila datang Bun..."jawab Excel .
Seruni bingkas bangun,dengan berpegangan kepada Excel ia berjalan cepat keluar rumah.
"Jamilah..."desis Roy masih tak percaya.Jamila bangkit dari duduknya dan langsung berlari memeluk Roy.
"Mas... jangan tinggalkan aku"rengek Jamila masih meminta simpati.Roy berusaha melerai pelukan yang semakin erat itu.
"Ohhh sudah berani datang kemari rupanya "seru Seruni membuat Roy kelabakan.Dengan kasar ia menepis pelukan Jamila.
"Mbak...tolonglah... tolong jangan buat saya kehilangan suami saya..saya sangat mencintai Mas Roy"
Roy terperanjat,berani juga Jamila mengatakan hal itu kepada istrinya.
"Aku sudah menyuruh dia pergi,tapi dia justru menceraikanmu..."
"Iya...kalau dia disuruh pergi pasti milih si Mbak . Meskipun Mbak sendiri sudah tua dan tidak mampu melayani Mas Roy.Kan yang punya rumah ini Keluarga Mas Roy"
Roy membeliakkan matanya.
"Ohhhh jadi begitu Mas??Ya udah aku yang akan angkat kaki dari rumah ini"
"Sayang... sayang...sayang..jangan gitu..."Roy bersikap cepat menghalangi gerak tubuh Seruni .
"Jangan terprovokasi oleh dia,dia sekarang bukan siapa-siapa aku.Kamu dengar sendiri kan,tadi dia sudah ku ceraikan"
"Hey... perempuan!!kamu dengar sendiri Ayah bilang apa??kamu sudah dice-rai-kan!!!paham?!"Excel ikut bicara karena gemas dengan ucapan Jamila tadi.
"Iya ..tapi kata Ustadz Faruq,wanita yang diceraikan punya masa iddah.Dan masa Iddah itu sangat bagus dilakukan di rumah suami.Jadi aku mau melakukan masa iddah itu disini"
Semua terperangah mendengar kalimat yang diucapkan Jamilah.Mereka saling berpandangan satu sama lain.
"Jadi ini ada sangkut pautnya dengan Ustadz Faruq ??"gumam Seruni .
"Sayang...di-dia cuma menghalalkan kami saja"kilah Roy.
"Ya itu sama aja Mas seperti mendukung.Padahal dia dituakan oleh kita,tapi bukan menghalangi kamu melakukan itu.Justru menikahkan kalian berdua ??begitu??"
"Sayang....i-itu atas permohonan ku, beliau sudah melarang kok"
"Jadi kamu maksa ceritanya ???"
Roy tercekat...
"Serba salah..."Pikirnya.
"Jawab!!!kenapa diam?!!"bentak Seruni .
"Maaass..."Jamila memanggil lirih.Roy semakin pias,ia memutar kepalanya ragu-ragu ke arah datangnya suara.
Tanpa diduga Excel bertindak,ia menarik Jamila lalu menyeretnya keluar.
"Eh eh eh eh... apa-apaan ini ?Mas tolong... tolong Mas..."Jamila melambai-lambai,Roy tercekat.Ia dilema, langkah kakinya maju mundur.
"Sana tolong istri tersayang mu"Seruni dengan santai menyaksikan bagaimana Excel menyeret madunya dengan kasar.
"Sayang...jangan gitu dong,nanti kalau Jamila lapor polisi,kita juga yang repot"
Seruni mengangkat dagunya dengan tangan terlipat di dada.