SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 19



Uzma membalikkan tubuhnya cepat ,angin kuat menerpa wajahnya hingga membuat Uzma terjengkang.


"KEMBALIKAN SUSUKKU"


Suara yang sama tanpa wujud seperti menjerit ditelinga.Uzma menutup daun telinga nya.Tiba-tiba cengkraman dingin menjerat tungkai kakinya lalu menyeret tubuhnya.


Uzma menjerit minta tolong....


*


*


*


CIIIIIITTTTT


Reyhan menginjak rem dengan cepat saat seekor kucing melompat ke arah mobilnya.


"HUFFFF hampir saja"Reyhan mengelus dada.


"Kembali Rey... kembali"Reyhan menoleh kebelakang, matanya membulat sempurna.Ia begitu jelas melihat wujud Ibunya.


"Bunda..."


"Cepat kembali Nak..."Excel tersenyum lalu lenyap mengikuti hembusan arah angin.


"Uzma???"


Reyhan cepat mengambil jalur arah pulang.Ia mempercepat laju mobilnya.


*


*


Uzma meringis, kepalanya seperti telah terluka akibat terbentur.


"Kembalikan SUSUKKU Uzma"Tengking suara tak berwujud itu.


"Izma... apakah itu kau??"Pandangan Uzma mengedar,tapi ia tidak bisa melihat penampakan apapun.Tiba-tiba rambut Uzma ketarik ke belakang,dan dengan kejamnya tubuh Uzma diseret hingga menempel ke dinding.


"Tolong.... tolooooooong..."Uzma merasakan sakit yang luar biasa, kulit kepalanya seakan mau lepas dari tempurung kepalanya.


"Tolong... lepaskan aku Izma..."


"KEMBALI KAN SUSUKKU"suara serak menggerunkan terasa sangat dekat.


Akan tetapi tiba-tiba seekor harimau putih mengaum ,menghasilkan hembusan angin panas yang melempar Makhluk itu ke sudut dinding.


Tubuh Uzma jatuh ke lantai ,Reyhan sigap berlari merengkuh istrinya yang lemas.


"Kalian jangan ikut campur!!!"Makhluk yang diselubungi asap hitam itu berteriak lantang.


GGRRRRRRR


Kujang mengeram menampakkan taringnya ,Makhluk tersebut merangkak di atas plafon menjaga jarak dengan Kujang.


"Kuat sekali dia...baru kali ini ada yang bisa bertahan dengan angin api si Kujang "gumam Reyhan . Rasanya tidak aman jika Uzma terus berada di sana.Ia hendak menggendong Uzma untuk dibawa ke tempat yang lebih aman.Tapi ternyata Uzma menolak.


"Aku harus menghadapi Kakakku"


"Tapi Kamu terluka..."


"Tidak apa.... tolong tahan tubuhku agar bisa duduk"pinta Uzma ,Reyhan mengangguk setuju.


Ia menyangga tubuh istrinya agar tidak roboh saat duduk.Rupanya Uzma melakukan semedi, tiba-tiba tubuh Uzma mengeluarkan sinar merah dan keemasan.Dua sinar itu terpancar menjulang tinggi.Lalu keluarlah dua buah benda, dari cahaya merah keluar sebuah batu kecil dan dari cahaya keemasan keluar sekuntum bunga kantil.


Makhluk yang merayap di atas plafon tersenyum lebar.Ia bersiap-siap untuk mengambil benda tersebut,namun sebelum ia sempat melompat.Dua cahaya itu berputar menghasilkan gelombang menghantam Makhluk tersebut.


KAIIINGGG


Jeritan seperti tergencet itu lenyap dalam pusaran.Bersamaan dengan itu, tubuh Uzma lunglai jatuh ke pelukan suaminya.Dua cahaya itu juga kembali masuk ke dalam Tubuh Uzma .


"Sayang... sayang..."Reyhan menepuk pipi istrinya,namun Uzma tetap tak sadarkan diri.


"Bagaimana Ini Kujang??"Reyhan meminta pendapat, sebelum Kujang menjawab.Deringan telfon terdengar...Reyhan segera merogoh ponselnya.Ternyata Dokter Harun menelfon.


"Iya Om?"


"Ada dimana kamu?"


"Di rumah Om"


"Apa kamu libur lagi hari ini?"


"Rey... sekarang kamu punya jadwal operasi,pasien sudah siap,tapi kamu belum juga datang"


"Ah..."Reyhan sampai lupa,"iya Om...aku segera kesana"


"Cepat Rey..."


Sambungan terputus secara sepihak,Reyhan tidak mungkin meninggalkan Uzma dalam keadaan seperti ini di rumah sendirian.Akhirnya ia memutuskan untuk membawa Uzma ikut serta ke Rumah Sakit dalam keadaan pingsan.


___


Setibanya di rumah sakit ,Uzma masih tak sadarkan diri.Reyhan pun menggendongnya, membawa masuk ke dalam.Semua yang melihat itu jadi panik,mereka pikir Reyhan membawa korban kecelakaan atau apa, yang membutuhkan pertolongan.


"Dok...mari sini Dok"Seorang perawat pria sigap mengambil tandu ambulans.Ia diikuti beberapa suster lainnya.


"Ah tidak usah...ini istri saya lagi ngambek"Jawab Reyhan santai.


Tuk Tuk


Mereka saling berpandangan dengan heran , meloloskan sang Dokter yang terus menggendong istrinya ke dalam ruangannya.


Dengan sangat hati-hati,Reyhan merebahkan tubuh Uzma di atas ranjang periksa di ruangan pribadinya.


"Dok ...."


Suster Ani yang merupakan pengganti Livia menghampiri.Ia melihat dengan jelas bagaimana Reyhan begitu perhatian dengan sosok tubuh yang terkulai di atas perbaringan.


"Iya Sus..ada apa?"


"Ah ini...ada surat ijin cuti yang dikirim oleh suster Livia . Dokter Harun sudah menandatangani nya"


Suster Ani menyerahkan secarik kertas yang terlipat.Reyhan mengambilnya,membuka dan membacanya.Ia mengangguk,lalu menandatanganinya.


"Jadi sekarang suster Ani yang menggantikan suster Livia ?"


"Iya Dok..."


"Bagus!!cepat siapkan peralatan,kita ada jadwal operasi sekarang "


"Baik Dok "jawab suster Ani sigap.Reyhan mengangguk sebagai kode,suster Ani pun keluar untuk menyiapkan semuanya.Sekaligus ia membawa kabar burung tentang apa yang ia lihat tentang sang Dokter tampan dengan gadis yang dibopongnya dari luar sana.


"Kujang...kamu bisa jaga dia selama aku melakukan operasi ?"tanya Reyhan kepada Kujang yang mengikutinya sejak tadi.Kujang mengiyakan.


"Terimakasih..."


...----------------...


Secepat kilat surat ijin cuti itu sampai ke tangan Livia . Karena si Ibu tiri sengaja datang sendiri ke Rumah Sakit untuk mengantar surat tersebut sepagi mungkin,dan menunggu dengan sabar surat itu ditandatangani.


Gemetar tangan Livia melihat Reyhan bertanda tangan disana.Monolog negatif mulai mempengaruhi hatinya.


"Kenapa Reyhan tidak menelfon ku?kenapa dia tidak bertanya masalah percutian ini??Dia dengan senang hati menandatangani nya.Apakah dia mengusir ku secara halus?, Apakah sebenarnya dia sudah membuangku?? tidak tidak tidak"


Livia meremas kuat kertas itu lalu membuangnya sembarangan ke lantai.Ia mengambil tas dan tanpa pamit keluar dari rumahnya.


Livia ingin menemui Reyhan ,ia ingin tahu kenapa Reyhan sangat mudah untuk bertanda tangan disana,tanpa bertanya apapun kepada dirinya.Padahal Reyhan punya nomor telepon Livia.


*


*


Setelah sampai di rumah sakit,Livia langsung menuju ke ruangan Dokter Reyhan .Ia membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.Betapa terkejutnya Livia melihat wanita yang berada di kamar Reyhan kemarin sekarang sedang tidur di ruangan Reyhan .


Emosinya langsung naik,Livia langsung menggertak Uzma .


"Hey bangun... perempuan si4l!! ngapain kamu tidur disini hah?!!"


Uzma tersadar,ia masih mai-mai untuk melihat siapa yang membentaknya.


"Bangun!!"Livia menarik tubuh Uzma memaksanya bangun lalu mendorongnya hingga terjerembab ke lantai.Uzma memegang kepalanya,ia masih keliyengan akibat keluarnya tenaga dalam.Tapi Livia tak perduli,ia menjambak rambut Uzma dengan kuat .


"Entah apa yang kamu berikan kepada Reyhan sehingga Reyhan begitu menyayangi mu.Pasti kamu sudah menjebaknya iya kan??"


"Tolong...sakit..."Uzma mengadu memohon belas kasihan.


"Sakit katamu?hatiku lebih sakit tahu nggak ?!!!"Livia mendorong kepala Uzma dengan kuat hingga terhantuk lantai.Gadis itu meringis,tapi Livia seperti sudah tidak waras.Ia menarik kembali rambut Uzma dan menyeretnya ke dinding.


"Ampun... tolong lepaskan saya..."


"Aku tidak akan melepaskan mu"Livia hendak membentur kan kepala Uzma ke dinding,namun tanpa diduga sebuah tangan menghadang benturan itu terjadi.


Livia kaget,ia refleks melepaskan cengkraman tangannya di rambut Uzma . Langkahnya mundur menjauh.