
Pak Sofyan, tukang kebun di sekolah ini datang menghampiri.
"Kok ibu masih ngajar?"tanya Pak Sofyan dengan tatapan yang dingin.Namun Bu Sofia membalas dengan senyuman.
"Ini murid baru dikelas music ku...jadi dia sengaja ambil extra waktu untuk mengejar ketinggalannya"
Nada bicara Bu Sofia mendayu-dayu, disertai gerakan tubuh yang gemulai menggoda.Kujang sampai melongok di lantai Menatap pinggul wanita itu.Yas diam-diam menutup mata Kujang menggunakan sobekan kertas.Namun Kujang seperti tak terpengaruh,ia menyingkirkan kertas itu dan tetap menikmati pemandangan yang membinar kan mata.
Pak Sofyan melirik Yas , nampak dengan jelas sekali dia tidak suka dengan Yas.Namun Yas tetap mengulas senyum sebagai sapaan hangat.
"Saya akan segera mengunci ruangan ini Bu,karena Daud sudah tidak ada.Sekarang saya yang bertugas mengganti kannya"
"Oh begitu..ya sudah tunggu dulu ya pak.10 menit lagi,ok?"
Pak Sofyan Tidak menjawab,ia meraih kursi kosong dan duduk disana.
"Kok duduk di situ Pak?"
"Kalau hanya 10 menit saya tunggu "
Bu Sofia mendekat,ia mengelus-elus pundak Pak Sofyan dengan lembut.
"Tunggu lah diluar dulu ya pak"bujuk Bu Sofia.Yas terus memperhatikan bahasa tubuh dua orang itu.Sepertinya memang ada yang tidak beres.
Yas melirik Kujang, hewan astral itu berbaring dengan menopang dagu.Matanya terus mengikuti gerak pinggul **** Bu Sofia.Bibirnya tersengeh lebar.
Yas menghela nafas panjang disertai gelengan kepala.Sepertinya saat ini musim kawin bagi Kujang.
Pak Sofyan kalah oleh Bujuk rayunya Bu Sofia,ia keluar dari kelas meskipun terpaksa.Bu Sofia melambaikan tangannya dengan riak manja menggoda.Lalu ia kembali mendekati Yas dan menundukkan punggung nya.
"Sampai dimana kita tadi?"
"Sampai sudah waktunya pulang Bu"Jawab Yas cepat.
"Loh kok gitu?"Bu Sofia mengerjapkan matanya,Yas bangkit.Ia sudah berada dibatas kesabaran.
"Saya akan datang lagi di kelas selanjutnya "
Yas memasukkan buku-buku ke dalam tas,lalu memanggul nya.
"Eh tapi Bu guru belum selesai loh Yas"
"Saya bisa belajar di rumah Bu, permisi "Yas beranjak,namun Bu Sofia seperti tidak ingin Yas pergi.
"Yas...Yas . tunggu dulu..Yas..."Bu Sofia menghalangi langkah Yas dengan tubuhnya.Membuat anak murid itu sedikit terperanjat.
"Kamu tidak bisa pergi begitu saja tanpa ijin dari Bu guru "
Yas terdiam,sedangkan Bu Sofia bergerak maju dengan pelan.
"Apakah Bu guru tidak menarik perhatian mu?"
Yas mengernyitkan keningnya.
"Apa maksud Bu guru ??"
"Tidak usah naif Yas"Bu Sofia meraih tangan Yas lalu meletakkan di dadanya yang membusung.Refleks Yas menariknya,
"Maaf Bu...Ibu salah paham dengan saya"
"Salah paham?semua siswa yang menjadi murid ku mengatakan hal itu . Tapi setelah mereka ku layani dengan servis yang memuaskan . Akhirnya mereka tidak segan untuk menyentuh bagian mana yang mereka sukai dari ku"
Yas menggeleng lalu menyingkir dan pergi.
"Yas...Yas..."Bu Sofia terus berseru memanggil,namun Yas tak perduli.
*
"Yas Kok pergi sih?"Kujang merengek.
"Kalau kamu mau ?sana!!!"
Kujang menunjuk kan senjatanya.Yas menghela nafas,ia menghentikan langkahnya hendak menegur sikap Kujang.
Tapi tetiba ia tidak sengaja melihat sebuah pergerakan dua manusia dari ruang kelas musik yang baru saja ditinggalkan oleh nya.
Pak Sofyan mendorong tubuh Bu Sofia hingga menyandar ke dinding.Lalu ia menempelkan tubuhnya ke tubuh bohai milik Bu Sofia.Dan dengan penuh birahi tangannya menggerayangi dan bibirnya melahap bibir wanita itu.
_
"Hey..."
Daud menepuk pundak Yas membuat Yas sedikit terkejut.
"Kamu lihat apaan?? kok sampai nggak berkedip begitu"
Kujang mentoel tangan Daud, membuat Daud menunduk .Seperti biasa ia ketakutan melihat Kujang dan langsung melompat ke tiang penyangga koridor sekolah.
"Cepat singkirkan hewan peliharaan mu itu"pekik Daud.
"SSSTTTTTTTT"
Yas dan Kujang kompak meletakkan jari telunjuknya di bibir.Daud mengernyitkan keningnya.Yas dan Kujang juga kompak menunjuk ke satu titik arah.
Daud menoleh, memperhatikan tempat yang ditunjuk oleh Yas dan Kujang.Tubuh Daud melorot pelan dan kemudian ia terpacak mematung di tempat.
Bayangan kejadian sebelum ia mati pun terpangpang dengan jelas seperti layar monitor.
"Me- mereka..."Daud gemetaran.
"Kenapa dengan mereka ?"tanya Yas.
"Mereka yang telah membunuh ku"
Yas terperanjat
"Dua orang itu ?? kenapa mereka membunuh mu?"
"Kemarin di jam yang sama seperti sekarang ini ,aku berniat pergi ke kamar mandi setelah mengunci semua ruangan di sekolah ini. Tapi tiba-tiba aku melihat mereka sedang melakukan hal mesum di kamar mandi.Aku terkejut,Pak Sofyan dan Bu Sofia segera menghentikan aktivitasnya. Karena aku terlalu ketakutan, Aku segera mundur dan pergi . Akan tetapi Bu Sofia memanggilku dan menahan langkah ku.Ia merayuku dengan liarnya, membawa aku masuk kembali ke dalam kamar mandi. Aku yang masih tidak tahu tentang kehangatan seorang perempuan, langsung tergoda saat ia melancarkan aksinya .Hingga tidak kusadari bahwa Pak Sofyan telah memukul ku dengan tongkat bisbol dari belakang"
"Aku tidak langsung mati saat itu,aku masih sedikit sadar dan cukup mendengar percakapan mereka.Mereka bilang kalau sampai aku buka mulut tentang perlakuan yang tidak senonoh itu.Rumah tangga mereka pasti akan hancur "
"Maksud mu, mereka sama-sama memiliki pasangan ??"
Daud mengiyakan pertanyaan dari Yas.
"Aku tidak peduli dengan keluarga mereka akan seperti apa ? Tapi kasus pembunuhanmu harus terungkap"
"Bagaimana caranya ?mereka pasti sudah menghapus bukti-bukti kejahatan mereka"
"Aku akan pikir kan itu nanti, sekarang kalian tunggu saja disini.Aku akan bergerak sendiri,kalau kalian ikut? pasti akan berisik dan ketahuan"
"KAMI KAN TIDAK TERLIHAT "
Begitu kompak Daud dan Kujang menjawab argumen dari Yas.Hingga membuat Yas menepuk jidatnya.
"Sorry sorry aku lupa...ya sudah"
Yas melompat ke semak-semak ,lalu merangkak mendekati ruang kelas musik yang baru saja ia tinggalkan.Dan dengan hati-hati ia berjongkok merapatkan tubuhnya ke dinding.
Daud dan Kujang mengikuti, menirukan gerakan Yas.Mereka juga merapatkan tubuhnya ke dinding di belakang punggung Yas.
Yas perlahan menengok melalui jendela kaca.Dua pasangan mesum masih beraktivitas malah semakin panas.Yas merogoh ponselnya,tapi di dalam sakunya tak ada benda yang dicarinya.Yas kaget,ia pun menoleh.Rupanya Kujang sudah lebih dulu menggunakan ponsel miliknya untuk merekam.Itu pun dengan bantuan Daud.
HUFFFFF
Yas berusaha menahan emosi dengan tarikan nafas yang mendalam.Lalu ia merebut ponselnya dengan paksa.Kujang ingin membantah namun Yas lebih dulu memberi kode agar mereka diam.Kemudian Yas melanjutkan rencana nya untuk merekam adegan panas itu.Tapi ternyata dua orang itu sudah menghilang.
Yas mengedarkan pandangannya...