SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 135



Hari ini entah kenapa Luna dan Lana maunya gendong terus sama Nicta? Keduanya sama-sama tidak mau lepas dari Nicta.Saat tidur pun, meskipun diletakkan secara hati-hati.Tetap saja mereka akan menangis, membuat semuanya kebingungan.


"Tumben seperti ini ?"Keluh Seruni ,ia merasa tak nyaman dengan Gadis itu karena ulah kedua anaknya.Nicta hanya tersenyum sungkan, sedangkan Yas berusaha membantu tapi Luna dan Lana justru menangis keras.


Nicta melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul 7, perasaannya tak enak.Ia khawatir Tuan Mahendra sudah pulang.


Tiba-tiba Kujang muncul dari balik dinding , mereka berjalan perlahan mendekati Nicta dan si kembar.


"Lebih baik kau jangan pulang Nicta"ucap Kujang.


Nicta tak enak hati jika ia membantah,karena disana ada Seruni .Ia hanya menatap Yas , berharap pria itu akan membelanya.


"Rumah mu sudah dikuasai kekuatan jahat,jika kamu memaksa pulang.Dikhawatirkan mereka akan mencelakai mu"


Yas dan Nicta saling berpandangan satu sama lain.


"Maksud mu apa Kujang ?"Tanya Seruni .


"Dua Kunyang Ibu dan Anak telah berhasil memperdaya Ayah nya Nicta.Sekarang mereka sudah menguasai semuanya,si Anak Kunyang begitu membenci Nicta karena Yas mencintai nya.Jika kamu pulang sama saja kamu mengantarkan nyawa"


"Dua Kunyang ???siapa??"


"Ayu dan Ibunya "sahut Yas.


"Kau tahu ??"


Yas mengiyakan,


"Karena itu aku memaksa mu untuk menikah,agar aku bisa senantiasa melindungi mu"


"Kalian menikah ??"pekik Seruni tak percaya, Nicta menundukkan kepalanya.Ia takut sekali Seruni akan murka karena mereka menikah secara diam-diam.


"Maafkan Yas Aunty...Yas tidak punya cara lain untuk melindungi orang yang Yas sayang"


"Dan kamu tidak mengatakan apapun kepadaku??Kau anggap aku Apa Yas??"


Kepala Yas merunduk perlahan.


"Kalian ya ....dari tadi tidak ada satupun yang memberi tahu ku??Aku membesarkan mu Yas seperti anak ku sendiri.Tapi ini balasannya ??"


Seruni mengomel sambil mondar-mandir.Kedua pasangan muda itu tak mampu bergerak sedikitpun.Sedangkan Kujang justru mengajak pasangan nya tutup telinga dengan tiarap diatas lantai.


"Entah apa alasan mu hingga tega kamu mengenyampingkan diriku?? mentang-mentang kau sudah besar,merasa sudah dewasa, hingga tidak perduli kau dengan pendapatku. Kau mengambil tindakan sendiri, kau menikah dengan pilihan kamu sendiri, kamu tidak pernah bertanya apapun padaku .Meskipun aku seperti ini Yas, Aku ini orang tuamu, aku bibimu, aku Tantemu aku saudara satu-satunya Ayahmu"


"Sekarang apa yang mau kau katakan hah??"Seruni berhenti melangkah tepat di depan Yas dengan berkacak pinggang.


"Ampuni Yas Aunty, tolong restui kami"Yas menjawab tanpa berani mengangkat kepalanya.


Seruni menatap keduanya bergantian.


"Ok!!Nicta tidur sama Lana dan Luna,kamu tidur di kamar mu sendiri"


Refleks Yas Mengangkat wajahnya.


"Aunty ???"


"Apa??dia masih kecil Yas...jangan macam-macam kamu"


"Tapi dia kan istri Yas Aunty"


"Ohhh jadi kau buru-buru menikahinya karena kau sudah kepengen hah??"


Nicta merasa wajahnya memanas,ia malu sekali.


"AA...aaa.eeee tidak Aunty"Yas jadi gugup,


"Ya udah kalau nggak...patuhi aturan Aunty.."


Terpaksa Yas mengangguk setuju.


"Hemm... Kujang...."Seruni melipat tangan di dada memanggil Kujang.


"Kujang!!!"Sekali lagi dia memanggil karena tak ada sahutan.


"Kemana Kujang ??"Seruni melangkahkan kakinya untuk mencari Kujang,eh yang dicari malah asyik dengerin musik pakek airpods berdua-duaan.


Kujang melihat sepasang kaki berdiri di depan wajahnya,ia mendongak dan melihat Seruni sudah berkacak pinggang dengan mata melotot.


"Heee"


"Aku memanggilmu Kujang"


"Ohya ada apa Tuan putri Seruni yang cantik nan jelita "


"Cepat periksa ke rumah Nicta... bagaimana keadaan disana??"


"Kita sudah tidak bisa kesana lagi...hanya di depan pagar saja"


Nicta tersentap begitupun dengan Yas.


"Kenapa?"tanya Seruni .


"Mereka membuat pagar,siapapun yang memiliki khodam dan Jimat tidak akan bisa masuk ke dalam rumah itu.Kecuali Nicta... karena dia tidak memiliki semua itu"


"Lalu bagaimana dengan Papa?"Akhirnya Nicta menyuarakan kekhawatiran nya.


"Dia dalam pengaruh hipnotis mereka"Kujang menjawab.


"Yas bagaimana ini??"


*


Yaps


Benar kata Kujang,Ayu dan Ibunya sudah tahu jika Yas memiliki kekuatan dari dua Jimat sakti miliknya.Jadi Ibu Ayu memutuskan untuk membuat pagar agar Yas tidak bisa masuk ke dalam rumah itu kecuali Nicta.


Mereka memerlukan Darah segar seorang gadis perawan, diantara penghuni rumah itu hanya Eny yang seorang gadis perawan.


Dengan tanpa belas kasih mereka menu suk kema-luan Eny menggunakan tangan mereka,untuk mengambil dar4h segar selaput dara.Eny yang berada dibawah alam sadar hanya pasrah tanpa berontak.


Setelah darah itu mereka dapatkan,mereka teteskan ke dalam segelas air yang sudah dicampur dengan berbagai macam ramuan.Termasuk air ludah mereka.Setelah itu air itu mereka siram secara merata mengelilingi halaman rumah mewah itu.Ayu nampak senang, tidak rugi mereka pindah dari Samarinda ke Ciamis.Ternyata disini mereka lebih mudah mendapatkan mangsa karena masyarakat disini belum begitu mengenal mereka,bangsa Kunyang.


"Kemana gadis manja itu Bu??kenapa tidak pulang-pulang?"Ayu memperhatikan halaman rumah berharap Nicta akan segera datang.Karena ia tak sabar untuk membuat kejutan.


"Hemmm pria itu sudah mengikat gadis itu dengan tali suci "Ibu Ayu bergumam sendiri.


"Tali suci ?? maksud Ibu mereka menikah ??"


Ibu Ayu mengangguk.


"Hisy.. padahal aku yang ingin menikmati keperjakaan nya terlebih dahulu untuk semakin menyempurnakan ilmu ku"


"Hemm dia lebih dari kita...tapi tenang saja.Begitu gadis itu masuk ke rumah ini,kita pastikan dia tidak akan keluar lagi kecuali mayat"


Ayu tersenyum senang mendengar ucapan Ibunya.Rasanya tak sabar ingin menikmati daging segar seorang gadis muda yang terawat sempurna.


Eny mengerang kesakitan,ia berjalan tertatih-tatih karena sakit di bagian bawah perutnya.Ayu dan Ibunya datang menghampiri.


"To-long..."Eny mengulurkan tangannya meminta tolong,Ayu dan Ibunya saling berpandangan.


"Apa kamu lapar ???"


"Lapar sekali Bu"jawab Ayu dengan senyuman jahat.


"Hemmm rasanya pasti enak jika kita makan daging manusia yang masih hidup "


"Kita coba ??"Ayu menawarkan,Ibunya langsung mengangguk setuju.


"Pengawal!!!"


"IYA NYONYA!!!"para bodyguard Tuan Mahendra menjawab tegas.


"Baringkan dia"


Dengan patuh mereka menangkap Eny lalu Mengangkatnya ke atas meja.


"Aku mau diapain ??"tanya Eny dengan pandangan kosong.


"Tenang saja manis,ini tidak akan sakit kok..hemmmm"


Ibu Ayu mengambil pisau dapur yang tajam bersama Dua piring.Ia mengikis kulit betis Eny sedikit demi sedikit dan mengunyahnya dengan lahap.Ayu begitu girang karena rasanya sangat enak bagi mereka.


Daging betis sudah habis,mereka naik ke daging paha.Eny hanya meringis kesakitan tanpa berani turun dari atas meja makan.Dar4h segar merembes kemana-mana,tapi mereka tidak perduli.


Tuan Mahendra dan para penghuni rumah yang lain hanya diam mematung dengan pandangan kosong.