SERUNI

SERUNI
BAB 155 Hari Pengangkatan



Pengangkatan dan perkenalan Excel sebagai wakil PRESDIR RS MITRA MEDICAL tidak lah mengagetkan.Karena sebelum Excel datang pun sudah tersebar isu tersebut.Secara Excel adalah anak pemilik RUMAH SAKIT.Jadi hal itu sudah biasa.


Namun ada juga beberapa yang tidak suka dengan hal itu. Mereka adalah dua anak dari dokter Dirga yang menjabat sebagai dokter spesialis mata dan dokter spesialis penyakit dalam.


Mereka merasa hanya salah satu dari mereka yang pantas menjabat sebagai wakil PRESDIR. Karena meskipun mereka bukan pemilik dari rumah sakit tersebut, Ayah mereka, dokter Dirga adalah ketua dari para dokter di rumah sakit itu.


Dokter Dirga juga adalah dokter yang mempunyai peran penting di dalam kemajuan Rumah Sakit Mitra Medical. Namun karena adik sepupu mereka yang menjadi wakil presiden, mereka merasa kehadiran ayah mereka di rumah sakit itu sudah tidak dibutuhkan lagi. Sehingga mereka menghasut dokter Dirga untuk keluar saja dari Rumah Sakit Mitra Medical.


Tentu saja keinginan itu ditolak mentah-mentah oleh dokter Dirga. Karena keinginannya sedari Dulu bukanlah menjabat sebagai presiden di rumah sakit ini. Melainkan hanya sebagai seorang dokter yang menolong orang sakit.


Dokter Harun dan dokter Rasyid kecewa dengan ayah mereka. Tapi apalah dikata mereka tidak bisa berbuat lebih daripada itu. Ingin resign, tentu itu adalah pilihan sulit. Karena di rumah sakit itu mereka sudah mendapat gaji yang lebih dari cukup.


"Ex... perkenalkan..ini Dokter Syahrul,Dokter spesialis anak"Dokter Dirga memperkenalkan salah satu Dokter kesayangannya.Excel tersenyum sembari mengulurkan tangannya, dokter Syahrul pun menyambut uluran tangan wanita cantik di depannya itu.


"Dia salah satu dokter terbaik di rumah sakit ini .Dia juga seorang duren yang terkenal tampan di sini. Banyak suster-suster cantik yang ingin dekat dengannya"Dokter Dirga menjelaskan tentang siapa Dokter Syahrul.


"Dok Tolong jangan buat saya malu"ujar Dokter Syahrul dengan rona pipi yang merah.


"Tapi itu kenyataan bukan??"dokter Dirga terus saja menggoda.


"Iya tapi sangat memalukan jika seorang dokter cantik dan ternama tahu akan hal itu" Dokter Syahrul melirik wajah Excel yang hanya tersenyum saja.


"Ahhh itu hal biasa"Dokter Dirga menepuk pundak Dokter Syahrul.


"Om..maaf..Ex pamit ke ruangan dulu ya..Banyak hal yang harus dipersiapkan"


"Oh baiklah sayang"jawab Dokter Dirga,Excel menganggukkan kepalanya ke arah Dokter Syahrul sebagai kode pamitan.Si Duren tersenyum dan membalas anggukan itu.


"Sana bantuin "Dokter Dirga menepuk pundak Dokter Syahrul setelah Excel melangkah pergi dan belum jauh.


"Ah iya"Dokter Syahrul mengangguk lalu berlari kecil menyusul langkah Excel .


"Dokter Okta..."seru Dokter Syahrul.Tapi yang dipanggil tak merespon.


"Dok"kini pria tampan berjaz putih ala Dokter itu mensejajari langkah Excel .Excel menoleh..


"Dokter Syahrul manggil saya??"


"Iya..."


"Oh maaf soalnya saya nggak biasa dipanggil dengan nama Okta, tapi ya udah nggak papa cantik juga dipanggil dengan panggilan dokter Okta hehe"


"Yah itu panggilan spesial dari saya"


"Ohya???hahahahaha Dokter Syahrul ada-ada aja"


Keduanya berjalan beriringan menuju ruangan Excel . Dan hal tersebut memancing gosip para suster yang menaruh hati dengan Dokter Syahrul.


"Waaaaahhh..kita jadi nggak punya kesempatan nih"


"Iya saingannya berat"


"Udah cantik ,dokter ternama ,kaya pula.. perfect dah"


"Tapi katanya dia janda anak satu loh, gosipnya sih dia udah janda sebelum kuliah ke Jepang"


"Oh ya?? cocok dong ,,,kan dokter Sahrul juga duda"


"Tapi aku berharap sih mereka nggak cocok"


"Sebenarnya aku juga berharap begitu,,, tapi kita lihat sendiri kan?? Dokter Syahrul yang ngejar-ngejar dokter Okta"


"Mungkin karena sama-sama dokter ya?? Jadi kita para suster nggak dianggap "


Semua suster yang tengah bergosip itu menggangguk sependapat. Hanya satu suster saja yang sedari tadi diam menatap punggung 2 Dokter itu.


___


Usai membantu Excel merapikan ruang kerjanya ,Dokter Syahrul kembali ke ruang pribadinya.


Baru saja Ia membuka mantel putih yang dikenakannya, suster Rani tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Ran??"Dokter Syahrul tercengang,suster Rani tanpa basa-basi langsung mendorong tubuh Dokter Syahrul hingga merapat ke dinding.Gadis itu ******* bibir Dokter Syahrul dengan bringas.Dokter Syahrul serta merta langsung mendorong tubuh suster Rani hingga berjarak dengannya.


"Dokter yang apa-apaan? Kenapa dokter seperti ingin mendekati dokter Okta? padahal dokter sudah memiliki aku"


"RAN... kau tahu bukan kita hanya sepasang pemuas nafsu. Bukan kekasih??"


"Apa??"Suster Rani terkejut"Bukankah dokter bilang bahwa dokter menyukaiku?"


"Iya aku memang menyukaimu tapi hanya sebatas suka Bukan Cinta"


PLAK!!!


Pipi Dokter Syahrul langsung memerah karena terkena tamparan keras dari suster Rani.


"Tega kamu ya Dok !!padahal aku sudah serahkan semuanya kepadamu"


"Aku kan tidak minta,,, kamu yang ingin"


Suster Rani mengangkat tangannya ingin menampar Dokter Syahrul lagi. Namun kali ini Dokter Syahrul mencekal tangannya,lalu mengibasnya.


"Sudah cukup Ran... sekarang kamu keluar dari ruangan aku"


"Jangan dokter anggap aku akan diam saja. Aku punya video mesum kita. Jika aku menyebarkan video itu ?maka karir dokter akan hancur"


Suster Rani berbalik setelah mengancam dokter Syahrul. Pria itu kaget bukan kepalang.


"RAN..."seru Dokter Syahrul menghentikan langkah suster Rani yang hendak keluar ruangan.Gadis itu menoleh,ia melihat Dokter Syahrul tersenyum ke arahnya.


"Kemarilah!!!"Dokter Syahrul mengangguk kan kepalanya,ia duduk di atas meja kerjanya.Namun suster Rani diam tak bergeming.


Dokter Syahrul membuka resleting celananya,lalu mengeluarkan senjatanya dari dalam sangkar.


"Kemarilah!!"panggil Dokter Syahrul lagi.Suster Rani pun mendekat, setelah wanita itu berada tepat di depannya.Dokter Syahrul langsung menarik kepala suster Rani dan menenggelamkannya dibawah perutnya.Suster Rani sepertinya sudah tahu apa yang harus ia lakukan.Dengan kelihaiannya,ia membuat Dokter Syahrul mendesah tak karuan.


___


Reyhan merasa bosan di rumah besar ini sendirian.Tak ada teman,hanya si Mbok dan si Mang supir yang menjadi temannya bermain sedari tadi.


Ia tiduran di tepi kolam renang sambil tangannya menjuntai malas masuk ke dalam kolam memainkan gemericik air.


Tiba-tiba mata kecilnya menangkap sesosok anak kecil dengan hanya memakai Pampers berjalan mengendap-endap di samping rumahnya.


Reyhan bangun, ia berlari kecil mengejar anak itu. Ternyata anak itu menghilang masuk menembus dinding.


"Hah???kok bisa ??"


Reyhan memeriksa dinding yang baru saja ditembus oleh anak itu. Ia mengetuk-ngetuk dinding tersebut.


"Keras!!hemmm aku tunggu saja dia disini"Reyhan duduk bersila ditempat yang mana anak kecil tadi menghilang.


Benar saja ,,,tak berapa lama kemudian anak itu keluar dari balik dinding tersebut. Namun ia muncul bukan dengan tangan kosong seperti saat ia masuk. Melainkan membawa buntalan kain putih yang digendongnya di belakang punggung.


"Eh?? kok tadi aku lihat kamu nggak bawa apa-apa, sekarang kamu kok bawa itu? Apa itu?"


Anak tersebut terkejut karena ada yang menyapanya.


"A...ah ini hanya pasir"jawab anak itu sedikit gugup.Reyhan mendekat,ia mengendus buntalan kain putih tersebut.


"Kok bau parfum Bunda?? ini barang-barang punya Bunda ya?"


Anak itu panik,ia pun ingin kabur tapi Reyhan ternyata lebih cepat mencengkram kuat buntalan kain putih itu.


"Lepaskan!!!"Anak itu terlihat marah,tapi Reyhan tak mengalah.Ternyata Anak itu justru melepaskan buntalan tersebut hingga membuat Reyhan yang sekuat tenaga mencengkram jatuh tersungkur ke tanah.


Anak yang tadinya berwajah menggemaskan tiba-tiba mengeram menakutkan,wajahnya pun perlahan berubah.Kepalanya yang gundul membesar, begitupun dengan mata, hidung dan mulutnya.Sedangkan tubuhnya tetap saja kecil.


Ia mencondongkan wajahnya yang mengerikan dengan niatan agar Reyhan takut.Tapi ternyata ????


Tanpa aba-aba tangan kecil Reyhan langsung mencolok mata anak itu dengan dua jarinya.


"Aduh aduh aduh..."Anak itu kesakitan, kepalanya yang membesar kembali ke bentuk awal.Ia sudah tidak bisa melihat jalan,maka dengan kemampuan instingnya ia kabur dari rumah itu.


Yah otomatis pasti nabrak-nabrak.