SERUNI

SERUNI
BAB 96 Ternyata??



"Bunda..."


Seruni menoleh ke arah suara, begitupun dengan Ustadzah Muna.Ba'im berlari kecil menghampiri Ibunya,namun tiba-tiba ia terhenti.Tatapan matanya bertembung dengan tatapan tajam Ismi .


Seruni dan Ustadzah Muna jadi heran melihat kedua anak tersebut.Mereka seakan berperang dengan tatapan tajam.


"Ba'im ..."Seruni seolah mengalihkan perhatian putranya.Ba'im mendongak dan tersenyum...


"Bunda ,,,adek nangis nyari Bunda"Ba'im menjelaskan kedatangannya.


"Oh baiklah...mari Ustadzah..."Seruni langsung pamit.


"Silahkan Nyonya..."


Ismi mengekori kepergian Ibu dan itu dengan tatapan yang tajam.Ustadzah Muna saja enggan untuk berlama-lama dengan anak misterius itu.


Setelah Ismi kembali sendiri,ia menutup buku yang ia baca.Pikirannya bermain sendiri dalam otaknya.Kebencian yang tertanam sejak ia kecil bergolak.Apalagi disaat ia teringat bagaimana ia dan Ibunya hidup terlunta-lunta.


Kata Maaf sudah tak ada dihatinya,setakat ini...Ismi sudah berhasil membunuh Kakeknya beserta keluarganya.Hanya tersisa keluarga Roy saja.Setelah itu ia akan kembali hidup bersama seseorang yang selama ini menjaganya ditepian desa berbatasan dengan hutan.Disana lah Ismi dibesarkan..


___


Seruni berjalan-jalan di pagi hari,ia sengaja ingin menemui Pak Satpam yang menjaga pos disaat Ismi ditemukan.


"Assalamualaikum..."sapa Seruni saat ia tiba di pos penjagaan.


"Wa'alaikum salam...eh Nyonya"Pak Satpam yang terkantuk-kantuk langsung segar seketika.Ia bangun menyambut kedatangan sang majikan.


"Bapak udah sarapan ??"tanya Seruni lembut.


"Sudah Nya..."


Seruni tersenyum melihat tingkah canggung sang satpam.


"Pak saya mau tanya...Apa benar Bapak menemukan anak gadis kecil disini tempo hari ??"


Pak satpam tak segera menjawab ,ia mengernyitkan keningnya dengan mata mengerjap cepat.Sepertinya ia berusaha mengingat kejadian itu.


"Emmm anak gadis kecil???Oh yang memakai baju hitam itu ya Nyonya ??"


Seruni mengangguk pasti.


"Iya Nya,,, emang nya kenapa Nyonya ??apa saya melakukan kesalahan??"


"Tidak Pak...saya hanya ingin tahu bagaimana keadaan dia saat Bapak menemukannya ?apa Bapak melihat dia bersama seseorang ??"


"Tidak Nyonya..karena saat itu sudah malam dan hujan juga...dia datang berteduh,saya tanya mau kemana ?dia hanya menggeleng... katanya dia tidak punya tujuan, Ibunya sudah lama. Sedangkan ayahnya tidak tahu ada di mana?"


"Saya merasa kasihan Nyonya, makanya saya serahkan dia kepada Ustadzah Muna keesokan harinya"


Seruni manggut-manggut menyimak cerita sang satpam.Tidak ada petunjuk apapun tentang Ismi, sungguh sangat misterius.


Tiba-tiba ponsel Seruni yang digenggamnya berdering.Seruni segera menekan tombol hijau.


"Hallo..."


"Sayang kamu ada dimana ?"


"Di Pos satpam Mas"


"Cepat pulang ya...aku bawa guru Ustadz Fajar ke rumah"


"Oh baiklah..."


Keduanya sama-sama memutuskan talian.


"Pak Terimakasih ya...saya pulang dulu.."Seruni pamit.


"Iya sama-sama "


___


Ustadz Faruq melakukan sholat Dhuha sekaligus sholat sunah lainnya sebanyak 41 raka'at.Ini bertujuan untuk lebih mengetahui secara detail masalah yang menimpa keluarga Roy.Dan menyibak tabir hitam yang menjadi pertanyaan mereka.


Setelah selesai,ia menemui keluarga Roy yang sudah menunggu di ruang tamu.Disana juga ada Ustadz Fajar menemani.


"Ini adalah dendam kesumat seseorang dari masa lalu Tuan..."


"Masa lalu saya??"Roy berpandangan dengan istrinya.Ustadz Faruq mengangguk...


"Dia dikucilkan oleh keluarganya ,dengan membawa kandungan yang sudah hampir melahirkan.Sakit hati membuatnya bekerja sama dengan syetan, menganugerahkan anaknya yang masih didalam perut sebagai pengikut syetan"


"Bayi perempuan itu menjadi bayi terbaik untuk sang Iblis untuk menjadi wadah tempatnya menabur kebencian.Satu persatu keluarganya di bunuh dengan ilmu hitam.Dan sekarang tinggal keluarga Tuan yang menjadi incaran"


"Maaf Ustadz..."Roy memotong kalimat Ustadz Faruq"Saya masih belum bisa tahu siapa orang yang menjadi masa lalu saya?". Ustadz Faruq tersenyum.


"Dia pernah menjadi seseorang yang halal bagi Tuan"


Untuk kesekian kalinya dua pasangan suami istri itu saling berpandangan.


"SHERLY ???"Roy dan Seruni mengucapkan sebuah nama hampir bersamaan.


"Apakah Ismi anak Sherly ??"Seruni bertanya.Roy menggeleng tidak tahu.


"Kenapa Sherly bisa dendam kepada saya ustadz ??Padahal kami berpisah dengan cara baik-baik ?"


Ustadz Faruq tidak lantas langsung menjawab,ia termenung sesaat.


"Disaat hati tersakiti,disana syetan datang menghasut untuk membenci.Siapa saja yang menyebabkan hal yang terjadi adalah alasan dia untuk membenci "


Roy diam,ia masih tidak mengerti kenapa bisa mantan istrinya itu dendam padanya?Padahal jika disimak penyebab mereka berpisah pun karena kesalahan dari Sherly sendiri.


"Aku harus menemui Ismi Mas"Seruni beranjak,namun ditahan dengan cepat oleh Roy.


"Nanti kita temui dia sama-sama sayang"Tukas Roy.


"Sebaiknya jika masalah ini akan diselesaikan, tolong ungsikan anak bungsu kalian"


"Kenapa Ustadz ??"Roy dan Seruni hampir bersamaan bertanya.


"Karena diantara kalian,dia yang paling lemah.Kalau anak sulung kalian,dia mempunyai penjaga khusus sepertinya "


"Apakah dia akan benar-benar akan mencelakai anak sekecil Ismail ??"Roy seperti kurang yakin.


"Mas.. kemarin Ismail sudah hampir tergencet lemari.Masak kamu nggak percaya sih ??"Seruni berargumen..


"Aku pikir itu hanya kebetulan sayang, mungkin ada gempa atau apa??"


"Mas ....lemari itu berat loh.Gempa perlu kekuatan diatas 5 untuk merobohkannya.Gempa segitu besar tekanannya pasti aku bisa merasakannya Mas"Seruni mulai emosi dengan suaminya.


"Iya ...iya sayang..maafin aku"


"Pokoknya aku akan pergi dari rumah ini bersama anak-anak,kamu selesaikan masalah dendam ini Mas"Seruni bangkit dan mengambil Ismail dari gendongan Mbok Indun.


"Sayang... jangan gitu dong"


Seruni tak perduli,ia meraih tangan Ba'im untuk dibawa masuk ke dalam.Namun Ba'im menahan tangan Ibunya sehingga membuat Seruni terhenyak tak percaya.


"Ba'im ...kita harus pergi dulu nak..demi keselamatan Ba'im dan adek Ismail "


Ba'im menggeleng pelan...


"Kita harus lawan iblis itu Bunda...jangan takut,ada ALLAH...Ayah tidak akan bisa jika sendiri,kita harus bersama-sama Bunda"


Seruni menelan saliva, tenggorokannya terasa kering mendengar ucapan lugu putra sulungnya.Roy tersenyum penuh syukur,karena putranya bisa memahami tanpa dijelaskan.


"Tapi jika Ismail diungsikan,dia tetap butuh aku Mas.."Seruni mengutarakan isi hatinya.


"Ba'im akan menjaga adek Bunda"ucap Ba'im yakin.


"Sebaiknya kalian tidur bersama dalam satu kamar, biasanya teluh cenderung menyerang saat malam tiba"Ustadz Faruq memberi usulan.


"Saya takut juga kalau tidur sendirian Nyonya"Timpal Mbok Indun.


"Ya sudah mulai nanti malam kita akan tidur bersama dalam satu kamar"Roy menanggapi.


"Tapi kita harus panggil Ismi Mas,kita tanyakan kepadanya secara langsung"ucap Seruni.Roy mengangguk setuju!!