SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 115



Rombongan sudah sampai ditujuan,Bu guru segera membangunkan murid-muridnya.Nicta mengeliat,ia merenggangkan otot-otot nya.Hingga tanpa disadari pandangannya beradu dengan tatapan Yas yang tengah memperhatikan dirinya.


"Napa liat- liat ?"sungut Nicta,ia membenarkan baju dan mengambil tasnya.Sekali lagi tatapan keduanya bertembung.Nicta merasa ada yang aneh dari tingkah Yas,apa justru yang aneh itu adalah dirinya ??Nicta membersihkan sudut matanya, mengorek lubang hidungnya.Mungkin saja ada kotoran yang menempel.Tapi bersih,apa yang aneh ya?


"Kau kenapa ??"Tak tahan akhirnya Nicta menegur Yas.


Yas tak mengatakan apapun,ia bangkit mengambil tas lalu keluar.


"Aneh..."Gumam Nicta,ia pun memanggul tasnya dan keluar.


*


Para murid laki-laki bekerja sama membangun tenda,sedangkan murid perempuan membuat makanan di dapur.Guru Olahraga turut serta menemani wali kelas.


"Anak-anak disini ada air terjun,jadi kalau mau mandi bisa turun ke sana"seru Guru olahraga.


"Baik Pak..."


Usai istirahat,para murid-murid melanjutkan kegiatan penelitian.Mereka semua terbagi menjadi 8 kelompok,Nicta menjadi satu kelompok dengan Nicky,Yas, Raya,Mario.Mereka diberi tugas untuk melakukan penelitian terhadap tumbuhan yang disebut jamur.Dan bisa sekalian memanennya untuk dimakan bersama.


Penelitian dimulai,mereka berlima mulai masuk hutan.Jamur pertama yang mereka temui adalah jamur kuping.Nicta yang bertugas memanen bersama Raya,sedang Yas dan Nicky membuat laporan hasil penelitian.


Mereka terus semakin masuk ke dalam hutan.


"Eh siapa tuh?"seru Mario.


"Siapa Mar?"Nicky bertanya.


"Ada perempuan lari ke arah sana tuh"


"Mungkin teman kita lah"Terka Raya.


"Kita sudahi saja penelitian kita, rasanya sudah cukup.Ayo kita kembali ke tenda"ujar Yas yang memang merasa ada aura jahat mengintai.Semua setuju!


Diperjalanan pulang,Nicta memperlambat langkahnya agar sejajar dengan Yas yang berada paling belakang.


"Dia mengikutimu"gumam Nicta..


"Jangan diperdulikan"


"Bagaimana kalau mengganggu anak-anak yang lain?"


Yas tak menjawab.


"Apa sebaiknya kamu temui dia?ajak kenalan kek,siapa tahu bisa jadi bini hihihiihi"Nicta tertawa lucu.Yas menjeling sengit


"UPS .. sorry nggak lucu ya"


"Mario,,,Nicky,,,"


Nama yang dipanggil menoleh, yang lain pun ikut menoleh.


"Kamu nggak lupa jalan pulang kan?"


"Nggak"Mario menjawab..


"Bawa yang lain kembali ke tenda,aku dan Nicta ada urusan sebentar"


"Urusan apa? nggak ada nggak ada aku mau pulang "Langkah Nicta tertahan oleh cekalan ditangannya.Yas memberi kode agar semuanya pulang kecuali mereka berdua.Meskipun ragu,tapi mereka tidak bisa membantah.


"Apa-apaan sih kamu??mau ngapain disini ?"


Yas mendekat, melihat hal itu Nicta menarik mundur kakinya.


"Mau apa kamu??hah??jangan macam-macam...atau aku teriak nih"


"Teriak aja,aku udah berusaha bersabar sama kamu,tapi semakin dibiarin kamu semakin menjadi..."


"Emang aku ngapain ??"


"Kamu nggak ingat apa yang kamu lakukan didalam Bus sama aku?"


THUK


Tubuh Nicta mentok ke sebuah pohon,ia pias karena Yas semakin memperpendek jarak diantara mereka.


"Emang aku sama kamu ngapain ??"


"Kamu jangan bohong"


"Serius... emang kita ngapain sih ??"


Yas tak menjawab,ia mempertajam Indra pendengaran nya.Sesuatu yang bergerak mendekati mereka.


"AW.."


"Siapa?"tanya Nicta.Yas bergegas mencari sumber suara dengan diikuti oleh Nicta.


Seorang perempuan muda dan cantik ditemukan duduk di atas tanah sambil memijat tungkai kakinya.


"Eh kenapa Mbak?"tanya Nicta


"Kaki saya terkilir"jawab perempuan itu.


"Biar saya bantu "Yas berjongkok, perempuan itu menyodorkan kakinya dan sengaja menyibak kain sampir yang ia gunakan.Agar kulit kakinya yang mulus Terlihat menggoda.Dengan keahliannya,Yas menekan tulang kaki yang terkilir hingga terdengar bunyi tulang bergemeletuk.


"AW.."perempuan itu menjerit,Nicta hanya menyimak adegan itu tanpa merasakan apapun.


"Anda mau kemana ?"tanya Yas.


"Saya mau pulang"


"Tinggal dimana disini ?"Nicta turut ingin tahu.


"Disana,,, sebelah Jamaika "ia menunjuk satu titik arah.


"Emang Mbak bisa pulang sendiri dengan keadaan seperti ini ?"Sambung Nicta lagi.


"Dia bisa"balas Yas cepat.


"AA ah I-iya saya bisa ...lagi pula sudah tidak sakit lagi"


Yas bangkit...


"Ayo sayang kita pulang"


Nicta tersentak mendengar Yas menyebut nya apa?Tapi ia seperti orang bodoh yang menurut saja saat Yas menarik tangan nya untuk pergi.


Tenda sudah terlihat,namun Yas sama sekali tidak melepaskan tangan Nicta.Sedangkan perempuan yang mengikuti mereka terus saja memperhatikan dari semak-semak.


*


Malam semakin larut, Nicta merasa kantong kemih nya penuh.Ia bangun untuk membuang hajat.Karena sudah tak tahan,Nicta tidak pergi ke sungai.Ia duduk di balik pohon yang tak jauh dari tenda.


CSSSSSSSS


Lega rasanya, tiba-tiba sebuah suara aneh terdengar sangat dekat.Nicta mendongak,ia melihat rambut menjuntai panjang merangkak turun dari atas pohon.Dan sosok itu melompat tepat di depan Nicta.


Karena masih dalam posisi jongkok,Nicta hanya bisa beringsut mundur.Sedangkan Makhluk itu menjeling mangsanya penuh nafsu,Lidahnya melet panjang meliuk-liuk.Nicta menahan nafas,ia tidak tahu harus bagaimana ?mau kabur,apa masih sempat dengan posisi seperti ini.Celana belum terpasang.


Sekali lagi Nicta dikejutkan oleh seseorang yang melompat tepat di depannya, seorang pria menghantam Makhluk itu.Alhasil makhluk yang tak tahu apa namanya, terpelanting menjerit seperti seekor anjing.


KAING KAING KAING


Rupanya itu adalah Yas,ia membantu Nicta untuk bangun.Karena memang kulit Nicta seputih susu,jadi bisa terlihat meskipun dalam kegelapan.


Nicta baru menyadari,ia segera menarik cel4n4nya.Sekali lagi Yas dibuat berdebar tak menentu.Sejenak suasana diantara keduanya menjadi gugup.


"A-a-aku ke ... dalam dulu"dengan gugup Nicta berucap.


"Hem..."Hanya itu yang tertangkap oleh Indra pendengaran Nicta.Sang gadis melompat cepat lari ke dalam tenda.


Ia terduduk dengan memeluk tubuh,


"Kenapa dengan diriku sih?? lihat makhluk seram tadi perasaan jantung ku normal-normal aja.Kenapa menghadapi Yas jadi begini ??Apa aku sudah gila??"Nicta memukul kepalanya sendiri.Lalu menepuk dadanya.


"Aku tidak boleh dekat-dekat dengannya lagi,bahaya nih.Jantungku lama-lama akan terserang penyakit "


*


*


Esok paginya,usai sarapan bersama.Para murid bersiap-siap untuk kembali ke sekolah.Mereka duduk di kursi yang sama seperti saat mereka berangkat.Bedanya, keadaan Nicta dan Yas sedikit canggung.


Nicta merasa kursinya sangat panas,ia duduk dengan gelisah.Putar kanan,putar kiri semua posisi tidak nyaman baginya.


Yas melirik sekilas, lekukan pangkal paha si gadis mengingat kejadian semalam.Yas langsung membuang muka.


Setelah beberapa saat kemudian,Nicta akhirnya tertidur pulas.Kepalanya jatuh ke bahu Yas.Tapi Yas sudah siap sedia,Tas ranselnya ia peluk.Jadi tidak perlu khawatir lagi.


"Emmmm Yas..."


Yas terhenyak,ia menoleh.Rupanya Nicta mengigau.


"Mulai sekarang, jangan deket-deket aku ya... Jantung ku ... pasti akan berdetak lebih cepat,kau jauh-jauh saja dari aku..Oke?"


"Kamu tidak tahu jika jantung mu..adalah milik Nabila"


Yas menghela nafas pelan,ia biarkan saja Nicta mengigau semaunya.