
"Kok Malah bengong sih??"
"Ah..iya dia sudah pergi"jawab Reyhan agak kikuk.
"Jangan dikasih dong,cegah gitu "
"Dia udah menghilang gimana caranya ?"
"Coba panggil..."
"Aku nggak bisa "
"Kok nggak bisa?"
"Ya emang nggak bisa"
Seruni geleng-geleng kepala lalu pergi masuk ke dalam diam-diam.
HUFFFF
Uzma membuang nafas kasar sambil berkacak pinggang.
_
_
Ummi Kalsum merapal mantra,ia mengharapkan wangsit untuk bisa mendapatkan petunjuk tentang apa yang harus ia lakukan.
Sebuah baskom berisi air sumber asli dan ditaburi bunga tujuh rupa ditiupnya setelah bacaan mantra selesai.
Dan dengan jelas sekali,ia melihat sosok Uzma disana.Ummi Kalsum menautkan alisnya, berpikir bagaimana caranya bisa mengambil barang pusaka itu dari tubuh gadis itu.
"Gadis itu memiliki perisai yang tangguh,entah dari tubuhnya sendiri dan juga dari pendampingnya.Hemmmm aku harus bagaimana ??"
_
_
_
"Siapakah gerangan orang yang sangat menginginkan Jimat ini ya?sampai tega membuat Kak Izma meninggal "
Uzma menggigit tangannya sambil berjalan mondar-mandir di dalam kamar.Reyhan yang sebelumnya sudah berhasrat,jadi tidak bersemangat.Ia capek mata melihat istrinya dari tadi tidak berhenti mondar-mandir kesana kemari.
Akhirnya ia putus untuk tidur diam-diam dan membiarkan istrinya berpikir sendiri.
Otak Uzma buntu,ia berhenti diikuti helaan nafas.Kedua bola matanya menangkap sosok tubuh suaminya yang mendengkur halus.Barulah Uzma ingat tentang sebelum ia sampai ke rumah.Tangannya menepuk jidatnya sendiri.
Perlahan Uzma naik ke atas kasur,,ia belai lembut pucuk kepala suaminya.Dan dengan penuh kasih ia cium keningnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi menyapa,Aroma masakan menusuk hidung.Menyadarkan Reyhan dalam keterlenaan.Ia membuka matanya perlahan,Uzma sudah duduk di sisinya dengan sepiring nasi goreng buatannya.Senyumnya tersungging..
"Sayang..."Reyhan beringsut duduk."Ngapain repot-repot sampai bawa kesini ?hem??Aku kan tinggal dibangunin aja sayang "
"Jadi nggak mau nih?"Uzma terlihat Kecewa.
"Ah mau dong... masak nggak mau"Reyhan menjawab cepat.
Tanpa berkata apa-apa lagi,Uzma menyendokkan nasi lalu menyuapi suaminya.Reyhan hanya melahap ,mengunyah sambil menatap istrinya yang diam seribu bahasa.
"Sayang...kamu kenapa sih ?dingin banget sama aku?"
Uzma tetap bungkam.
"Aku suamimu loh sayang,jangan didiemin kayak gitu"
Uzma memutar bola matanya ke atas..
"Lalu aku harus gimana ?"
"Ya ngobrol gitu"
"Kamu tahu sendiri kan ?kita bukan seakrab itu "
"Terus??"
"Adakah kita saling mengenal sebelum menikah ??Tidak bukan...kita sama-sama orang asing, yang tiba-tiba menikah.Ditambah lagi banyaknya masalah yang kamu ciptakan.Aku bingung aku harus gimana ??"
"Dan lagi,,,sejak dulu aku mengimpikan bahwa aku akan menikah dengan orang yang aku cintai dan mencintai ku"
Reyhan terdiam,nasi yang siap ditelan seperti tersekat.Dengan pelan-pelan Reyhan menelan nasi itu ditambah dengan setenggak air putih.
"Ok..."
Uzma ingin menyuapi suaminya kembali namun Reyhan menolak.
"Jadi maksud perkataan mu,kamu tidak mencintai ku.Dan masih belum menerima pernikahan ini ??"
Uzma tak menjawab pertanyaan suaminya.Hanya menatapnya dengan sorot yang sulit diartikan.Reyhan menyeret tubuhnya turun dari atas perbaringan.Lalu berjalan menuju kamar mandi.Uzma tetap bungkam menatap punggung suaminya.Namun pikirannya bergejolak.
Uzma merasa serba salah dan menyalahkan diri sendiri.Untuk mencairkan suasana,Uzma memiliki ide.
Ia bangkit lalu menuju lemari pakaian milik suaminya.Dengan semangat ia menyiapkan baju kerja suaminya, lalu meletakkan nya dengan hati-hati di atas tempat tidur.
Tak berapa lama,Reyhan keluar.Ia sudah selesai mandi.Dengan hanya memakai handuk melilit di pinggangnya,ia berjalan santai melewati Uzma yang tercengang.
Namun sikap Reyhan seperti tak ada Uzma disana.Ia mengambil baju yang akan dipakainya di dalam lemari.
"I-ini sudah aku siapkan"seru Uzma canggung.
"Hanya istri ku yang berhak melakukan itu"jawab Reyhan dingin.
DEGH
Uzma merasa dadanya berdenyut sakit.
"A-apa aku menyakiti mu?"
Reyhan menatap Uzma tajam sambil lalu merapikan dasinya.Derap langkah kakinya mendekat, membuat Uzma menarik mundur tubuhnya.Hingga ia tersudut di dinding.
"Kau sendiri yang bilang, sangat mengimpikan pernikahan dimana kamu mencintai suamimu,dan suamimu mencintaimu.Berarti pernikahan kita bukan impian mu,dan kamu sama sekali tidak menerima pernikahan ini"
"Sekarang...aku terserah padamu"
Setelah berucap demikian,Reyhan melangkah keluar dari kamarnya.Uzma terdiam,ia bingung sendiri.Hatinya terasa sakit,dan sudut matanya mengembun.
"Kenapa?? kenapa aku merasa sakit dia mengatakan hal itu?? apakah ini yang ia rasakan saat aku mengatakan kalimat itu tadi??"
Uzma meremas dadanya,sakit itu semakin ia rasakan.
"Tidak !!"
Uzma berlari keluar kamar, berharap Reyhan masih bisa terkejar.
"Mau kemana ?"Seru Seruni saat melihat Uzma berlari melewatinya.
"Mengejar suamiku "jawab Uzma cepat sambil terus berlari.
Tapi sayang, mobil Reyhan sudah tidak ada diparkiran.Uzma terengah-engah dengan kecewa.Ia meruntuk dirinya sendiri atas apa yang terjadi pagi ini.
Seruni datang dari belakang,ia menengok keluar.Mobil Kakaknya sudah tidak ada disana.
"Sepertinya Kakak ku menyukaimu"
Uzma menoleh
"Benarkah ??"
Seruni mengangguk yakin.
"Tapi....aku tidak yakin"
"Kenapa ??"
"Karena ????"
"Pernikahan kalian seperti kecelakaan ?"Seruni menyambung kalimat yang menggantung.Uzma mengiyakan...
"Kamu tahu kan?apa yang penuh misteri di dunia ini ? Jodoh dan maut..Hanya Allah SWT yang tahu.Sekarang kembali ke kita,bisa terima ketentuan Allah atau tidak "
"Aku takut..."
"Takut kenapa?"
"Sejak aku menikah dengan nya, banyak terjadi hal yang membuat aku ragu"
"Masalah Livia ?"
Uzma mengangguk pelan.
"Kak Livia itu setahu aku sahabat Kakakku sejak SMA.Karena mereka sering terlibat pekerjaan sekolah berdua ataupun dengan temannya yang lain"
"Kakak ku memang play boy sih,tapi sebenarnya dia nggak pernah pacaran.Perempuannya aja yang ingin dekat dengan Kakakku,dan Kakakku sendiri kayak nggak nolak gitu mereka pengen Deket dengan Kakak"
"Kakak nggak pernah bilang cinta sama perempuan-perempuan itu.Tapi mereka main nyosor aja"
"Termasuk Livia ?"
"Kalau Kak Livia ..dia itu kayak cinta terpendam sama Kakak ku,entah aku pun tidak bisa berkata apa-apa..Kamu sendiri gimana ?apa kamu menyukai Kakakku ?Atau kamu sendiri takut untuk Kecewa, sehingga kamu bukan hanya melukai perasaan mu.Tapi juga perasaan Kakakku"
Uzma diam,Pelan ia tertunduk.Seruni menepuk pundak Kakak iparnya itu.
"Cinta itu diungkapkan...bukan dipendam.Apalagi kalian sudah halal,jangan sampai kamu menyesal..ok!!"
Seruni melangkah meninggalkan Uzma sendiri yang berkecamuk dengan pikirannya sendiri.
Setelah tak melihat punggung mobil yang dikendarai oleh Seruni ,Uzma pun masuk ke dalam rumah itu.