
Saat Excel masuk ke dalam kamarnya,semua mata memandangnya dengan kasak kusuk yang tak enak di dengar.Namun bukan Excel namanya jika perduli dengan semua itu.Ia menyimpan mukenanya ke dalam lemari lalu mengambil handset dan menutup lubang telinganya dengan menggunakan handset tersebut.Kemudian ia duduk di pojokan sambil membaca buku.
Wanda yang baru saja datang,ia menghampiri Excel.Perlahan Wanda menepuk pundak Excel , membuat Excel mengalihkan perhatiannya dari buku yang ia baca.
"Ada apa ?"Excel mencabut handset yang terpasang.
"Hentikan usahamu mendekati Tuan Muda,itu akan sangat memalukan sekali.Tuan Muda bukan pria yang mudah untuk ditaklukkan"
Excel tersenyum...
"Maaf Kak.. pantang bagiku untuk mundur ataupun menyerah"
"Excel ...ini bukan masalah yang mengharuskanmu untuk tidak boleh menyerah.Tapi ini adalah masalah perasaan.Tuan Muda itu berbeda dari yang lain,aku harap kamu bisa mengerti "
"Aku akan mematahkan semua pendapat mu"tanggap Excel penuh keyakinan.Ia memakai kembali handsetnya dan fokus membaca.
Wanda mengenal nafas panjang disertai gelengan kepala. Ia tidak percaya bahwa Excel adalah seorang gadis yang sangat keras kepala.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya usai salat subuh berjamaah, Excel melihat kelibat Ba'im yang pergi dengan tergesa-gesa menuju ke suatu arah.
"Itu Tuan Muda mau ke mana ?"tanya Excel kepada Wanda.
"Mungkin pulang ,kan itu rumahnya"jawab Wanda sambil mengangkat kepalanya.
"Ohhhh"
Excel tersenyum penuh arti.
___
Excel baru saja mendapatkan jatah sarapan paginya lalu timbullah sesuatu ide di otaknya .Ia pergi ke rumah Muhammad Ibrahim dengan membawa piring yang berisi nasi ditangannya.
"Assalamualaikum..."Seru Excel di teras depan rumah Muhammad Ibrahim.
"Assalamualaikum.."Serunya sekali lagi.
CEKLEK.
Daun pintu terbuka perlahan,Excel mengulas senyum termanisnya menyambut orang yang membukakan pintu untuknya.
Ismail keheranan melihat seorang gadis yang cukup manis berdiri di depan rumahnya dengan membawa piring berisi nasi.
"Maaf... cari siapa ya?"tanya Ismail .
"Tuan Muda"jawab Excel .
"Aku??"Ismail menunjuk diri sendiri.
"Bukan..."Excel menggeleng cepat.
"Oh..Kakakku??"
Excel mengangguk.
"Kak...Kakak!!!ada yang nyariin nih"seru Ismail sambil memperhatikan Excel dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Siapa?"suara Ba'im terdengar mendekat.Excel merasa dadanya bergemuruh dahsyat.Seperti genderang perang yang ditabuh bertalu-talu.
"Kamu??"desis Ba'im begitu tahu siapa yang mencari dirinya.Excel tersenyum...
"Ngapain kamu disini ?"
"Mau sarapan bareng"
"Apa ??"Ba'im kagetnya bukan main, sedangkan Ismail langsung menakup mulutnya dengan tangannya menahan tawa yang siap meledak.Namun Tatapan Kakaknya membuat ia masuk ke dalam dan tertawa lepas disana.
"Emmm Maaf...aku sekarang sedang puasa"Ba'im memberikan alasan yang masuk akal, karena sememangnya dia sedang berpuasa.
"Hah??puasa?tapi kan sekarang belum ramadhan ??kok puasa? emang punya hutang puasa ya?"
"Tidak...tapi aku puasa Daud "
Excel menautkan kedua alisnya..
"Apakah itu hanya alasan ??"
"Tidak"
"Tapi aku merasa bahwa Tuan Muda sedang berbohong"
"Ngapain aku berbohong sama kamu"
Ba'im menghela nafas, kesabarannya seperti sedang diuji.Ia berkacak pinggang karena amarahnya mulai naik.
Tapi mengingat dirinya sedang menjalani puasa,ia pun berusaha meredam emosinya.
"Baiklah...masuk ke dalam "Titah Ba'im pada akhirnya.Excel tersenyum senang,ia pun masuk ke dalam rumah pria itu dengan cepat.
Ba'im mengantar Excel menuju ruang makan,disana sudah duduk mengitar meja makan Seruni,Roy,dan Ismail .
Seruni dan suaminya saling berpandangan satu sama lain.Mereka keheranan melihat ada orang asing yang bersama dengan putra sulungnya.
"Silahkan duduk"Ba'im menawarkan tempat duduk.Excel pun duduk di kursi kosong disebelah Ismail .
"Siapa dia Ba'im ?"tanya Roy.
"Mungkin anak baru di yayasan ini Yah"jawab Ba'im ,ia tetap berdiri di samping Ismail .Seruni memperhatikan Excel ,gadis itu hanya tersenyum saja.
"Siapa namamu ?"tanya Seruni.
"Excel Tante .."Excel menjawab dengan tak melepaskan senyumannya.
"Ada keperluan apa datang kesini ?"sambung Seruni.
"Emmm Mau sarapan bareng dia Tante"Excel menunjuk ke arah Ba'im .
Seruni menatap putranya...
"Dia pengen sarapan sama Ba'im Bun,tapi kan Ba'im lagi puasa.Eh dia nggak percaya..."Ba'im menjelaskan.
Kedua bola mata Seruni bergulir menatap Excel .
"Kalau boleh tahu ,sebenarnya kamu siapa? Dari mana ?dan untuk apa ada di sini? maksud tante ya... dia yayasan ini"
"Saya Excel Oktavia Tante, dari kota Tasik.Papa saya Bratasena mengantar saya kesini karena merasa saya susah diatur katanya. Padahal saya anak baik kok Tante, nurut juga, entahlah kenapa Papa saya nggak mau saya berada satu atap dengan dia? Sejak kematian Mama, Papa tidak pernah perduli lagi sama saya Tante"
Ba'im mencebikkan bibirnya.
"Aku percaya kalau kamu memang susah diatur "Ucap Ba'im perlahan namun sangat jelas terdengar.Semua mata langsung terarah padanya.
"Kamu kok ngomong gitu sih Tuan Muda ?aku kan jadi sedih"sahut Excel .
"Ngomong apa-an?"
"Barusan itu,aku dengar kok...dan semua juga pasti denger kalau Tuan Muda bilang aku susah diatur "
"Lah emang iya.. buktinya sekarang kan gimana ?dari semalam loh kamu buat masalah dengan aku,mau minta diajarin ngaji.Padahal sama Alif aja nggak tahu,dan sekarang mau sarapan bareng aku.Udah aku bilang kalau aku lagi puasa,malah ngeyel.Apa namanya kalau bukan susah diatur ??Bapaknya aja nggak sanggup jaga kamu,huh!!!"Ba'im membebel panjang lebar membuat Ibu,Ayah dan adiknya terpana.Karena sejak kejadian bertahun-tahun lalu(perpisahan dengan Nayla)Ba'im menjadi orang yang sedikit bicara dan banyak membaca.
"ITU KARENA AKU SUKA SAMA KAMU!!"Excel berkata sangat lantang, membuat tiga orang yang menyaksikan perdebatan itu mengalihkan perhatiannya kepada Excel .
"Apa??"desis Ba'im .
"Iya... Sebenarnya aku di sini nggak mau ,Aku nggak mau tinggal di asrama . Tapi karena ada kamu Tuan Muda, karena ada kamu !!aku suka sama kamu ,karena itu aku mau tinggal di sini"
"Eh kamu itu seorang perempuan ,punya harga diri dikit kenapa??"Bantah Ba'im .
"Emang salah, kalau aku suka sama kamu tuan muda?"
"Iya nggak salah sih, cuma kan tahu adab dikit, tau etika sedikit, jaga kehormatan kamu sebagai seorang perempuan. Jangan ngejar-ngejar laki-laki kayak begini ,kamu itu terkesan murahan tau nggak?"
BRAK!!!
Excel menggebrak meja mengagetkan semuanya termasuk Ba'im .
"Hey Muhammad Ibrahim, Aku tahu kamu berpendidikan luas dalam soal agama . Dan aku tahu kamu memang memegang prinsip adat istiadat ,tapi aku mau tanya sama kamu! Apa itu murahan namanya Jika mencintai seseorang? murahan seperti apa sih yang kamu maksudkan?Apa aku menawarkan tubuhku padamu ?"
Ba'im terpana,ia sampai kehilangan kata-kata.
"Sudah...sudah...sudah..."Seruni bangkit menengahi perdebatan itu.
"Excel ...tadi kamu bilang suka sama Ba'im ,dan itu yang menjadi alasan kamu untuk tinggal di asrama ini ?"
"Iya Tante..."
"Ok!!Tante izinkan kamu tinggal disini,di rumah ini "
"Bunda??"pekik Ba'im tak percaya.
"Yang bener Tante??"Excel terkesima tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Iya...tapi ada syaratnya"
"Apa itu Tante??"