SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 35



"Pantas kata Suster Ani,Kak Uzma seperti tidak kenal dengan Rumah Sakit"Gumam Seruni ,Reyhan mengangguk setuju.


"Dok... tolong pertemukan saya dengan istri saya "pinta Reyhan memelas, Steven mengangguk


"Baiklah... sebentar saya cek pasien dulu Dok"pamit Steven.


"Silahkan...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Steven membawa Reyhan dan Seruni ke Rumahnya.Baru saja menginjakkan kaki di halaman rumah Steven,Reyhan sudah bisa mencium aroma Kujang.Begitu pun dengan Seruni ,gadis itu menggeretakkan gerahamnya.


"Awas kau Kujang"


Mereka dipersilahkan masuk oleh Steven,dan diminta untuk menunggu di ruang tamu.


"Sebentar aku akan panggilkan dia"


Reyhan mengangguk, sedangkan Seruni sudah tidak perduli.Ia telah menemukan Kujang yang sedang tidur dengan malas di atas sandaran sofa.


"Sekarang kau akan mati Kujang "Gumam Seruni penuh amarah.Yah dia marah karena Kujang tidak kunjung pulang untuk memberikan kabar.Malah dengan santainya ia tidur tanpa perduli perasaan Reyhan .


Seruni melangkah dengan kaki berjinjit penuh hati-hati agar Kujang tidak terbangun.Sebelumnya ia sudah melihat ke sekeliling untuk memastikan tidak ada orang yang melihatnya.Reyhan membiarkan saja adiknya berbuat apa yang ia suka.


Setelah dekat,Seruni melompat untuk menaiki punggung Kujang .


Tapi ternyata Kujang menghilang ,dan yang ditunggangi oleh Seruni hanyalah sandaran sofa.


HEHEHEHEHE


Seruni menoleh ke sumber suara terkekeh.Wajahnya semakin marah padam,


"Nona?? sedang apa kau disitu??"


Seruni terhenyak,Steven menemukan dirinya sedang menunggangi sandaran sofa.


"Uzma "Reyhan terfokus dengan wanita yang berdiri di sisi Steven, wanita itu menatap lurus kepada orang yang bersuara.Alisnya bertaut,pria yang berseru itu berlari kecil menghampiri dan langsung memeluk dirinya.


"Aku sangat merindukanmu sayang"


Sejenak perhatian terfokus kepada dua pasangan suami istri itu.Seruni turun perlahan agar tidak memancing perhatian.


Uzma berusaha melepaskan diri dan mendorong tubuh Reyhan agar berjarak dengannya.


Reyhan terhenyak tak percaya melihat respon istrinya.


"Kau siapa?"


Uzma memperhatikan pria itu dengan telisik penuh waspada.


"Aku suamimu sayang...Reyhan "


"Dok... sebaiknya jangan dipaksakan, perlahan-lahan saja"Steven menyela.


"Kau mengenal nya?"Uzma bertanya.


"Yah...dia Dokter Reyhan , kemungkinan dia suamimu..Ayah dari anakmu"jawab Steven yakin.Uzma menatap Reyhan dengan lekat,pria yang tak dikenalnya itu mampu menggetarkan jiwanya dengan senyumannya.


"Aku tidak ingat...aku tidak ingat apapun"Uzma memicit pelipisnya.


"Sudah... jangan dipaksakan, nanti kau pasti akan ingat dengan sendirinya "Steven mengusap pundak Uzma dengan lembut,Ehhh si Reyhan langsung menepis tangan Steven dan menyela diantara mereka.


"Dia istri ku"tegas Reyhan , Steven tersenyum dan ia pun menarik diri mundur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Caroline berusaha menghubungi Aldo,tapi tak diangkat sama sekali.Ia tidak tahu jika Aldo tidak bisa mengangkat telepon dari Caroline jika didepan Mamanya.


Ny.Rindiani melirik dengan ekor matanya,ia bisa menerka bahwa itu telfon dari Caroline.


"Blokir saja nomornya Al..."ucap Ny.Rindiani cuek.


"Tapi kita masih satu tim kerja Ma..jadi nggak mungkin Aldo blokir nomor Caroline "


"Suruh sekretaris kamu yang menjadi penghubung antara kamu dan Caroline jika memang ada yang perlu dibicarakan.Pokoknya Mama nggak mau kamu ada hubungan apa-apa lagi dengan Caroline.Kalau perlu pecat saja dia"


"Mama...kok Sampek segitunya sih benci sama Caroline "


"Mama masih tidak bisa terima dengan penghinaan Mereka.Mentang-mentang akan menjadikan Steven menantu, sombong nya minta ampun.Aku jadi penasaran,apa langkah Steven selanjutnya setelah tahu perselingkuhan Caroline ?Dan bagaimana orang tua nya yang sombong itu menghadapi semuanya hahahaha jadi merasa bahagia sekali aku walau hanya sebuah andaian"


"Pasti ada sesuatu "


___


Setibanya di kantor usai mengantar Mamanya ke rumah,Aldo langsung menuju ruang kerja Caroline.


"Al..."desis Caroline begitu melihat pria itu masuk.


"Maafkan aku Car...aku tidak bisa mengangkat telepon dari mu saat ada Mama"ujar Aldo jujur, Caroline tersenyum namun air matanya mengalir perlahan.Ia meluruh kepelukan Aldo.Ia meluahkan kepedihannya dalam pelukan hangat selingkuhannya itu.


"Steven benar-benar tidak bisa memaafkan aku Al...dia sudah memberikan keputusan final"


Aldo membelai lembut rambut Caroline yang sebenarnya sangat ia cintai.


"Aku bilang apa?aku tahu karakter Steven gimana ?"


Caroline mengangkat wajahnya


"Lalu aku harus gimana ??aku tidak bisa terima keputusan ini"


"Kau harus akur dengan takdir,aku mencintaimu Car..."


"Tapi Mamamu tidak menyukai ku"


"Yah aku tahu....kamu harus sabar dulu yah,aku janji tidak akan pernah meninggalkan mu"


Caroline menundukkan pandangannya,ia bingung.Mau diterima?dia sama sekali tidak mencintai Aldo.Cintanya hanya untuk Stev saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Steven mempersilahkan Reyhan untuk menemani Uzma di kamar.Ia memberikan ruang untuk keduanya, mungkin bisa membantu memulihkan ingatan Uzma .


Setelah Reyhan dan Uzma naik ke lantai atas,Seruni memilih untuk keluar saja.Selain segan,ia juga malu karena tadi kepergok menunggangi sandaran sofa.


"Eh..Nona... tunggu"Steven berseru membuat langkah Seruni terhenti.Namun ia tak berani menoleh.


"Anda mau kemana?"tanya Steven setelah mensejajari Seruni .Gadis itu tidak menjawab,bukan tanpa alasan.Seruni melihat Kujang berjalan di depannya dengan buntut yang dibuat megal-megol.


"Ayooo tangkap aku..."goda Kujang.Seruni menggeretakkan gerahamnya.


"Nona..."


"Ah iya...aaa anu...tadi nanyak apa?"Seruni gelagapan sendiri.Steven lagi-lagi hanya tersenyum.


"Anda mau kemana ?"


"Aaaaa saya mau keluar,mau cari makan.Tadi belum sempat makan siang"jawab Seruni seadanya.


"Ohhh kalau begitu mari saya temani, sekalian saya kan tunjukkan restoran-restoran yang menyajikan makanan yang enak-enak "


"Emmm ok"Seruni mengangguk setuju.Mereka pun berjalan beriringan keluar dari rumah Steven.


____


"Kak Reyhan lagi ngapain ya?"iseng-iseng Seruni bertanya tentang Kakaknya disela suapan makannya.


"Emmmm mungkin kangen-kangenan"Celutuk Steven,Seruni tergelak.


"Makasih ya Dok,udah nolongin Kakak ipar ku.Kalau bukan Dokter yang nolong,mungkin kami tidak akan bisa menemukannya "


Steven mengangguk pelan.


"Tapi kenapa Dokter Reyhan tidak melapor ke polisi? padahal saya sudah membuka situs berita kehilangan baru-baru ini yang terjadi.Tapi sama sekali tidak menemukan laporan kehilangan istri Dokter Reyhan "


Hemmmmm


Seruni menghela nafas panjang


"Saya tidak tahu Dok,apa alasan Kakak saya tidak mau lapor polisi ?Saya juga mencadangkan demikian,tapi apa karena yakin atau terlalu kuatnya ikatan mereka.Jadi Kak Reyhan hanya mengandalkan insting "


Steven manggut-manggut


"Ternyata masih ada ya cinta yang mempunyai ikatan yang sangat kuat"


Seruni bisa merasakan perubahan raut wajah lawan bicaranya.


"Kenapa Dok??apa Dokter pernah dikecewakan oleh Cinta?-"tanya Seruni . Steven tersenyum,ada helaan pelan terhembus.