
"A-a-ada a-a-apa?"Emil tidak mampu melawan tatapan tajam mata Yas yang menukik ke anak matanya.
"Kamu teman dekat Rifka kan?"
Sontak Emil mengangkat wajahnya.Kedua mata mereka beradu.
"Ke-kenapa...ka-kamu tanyakan itu?"
Yas mendekat kan wajahnya membuat Emil semakin gugup.
"Ceritakan apa yang terjadi dengan Rifka?"
Emil menelan saliva, perasaannya bercampur aduk.Antara grogi karena terlalu dekat dengan Yas,dan takut jika sebuah rahasia besar terungkap darinya.
"A-aku ti-tidak tahu..."
"Katakan dengan jujur,atau kamu akan bernasib sama dengan dia"
Emil mengangkat wajahnya ,kini jarak antara mereka hanya berapa CM saja.Hingga Emil bisa merasakan hembusan nafas hangat dari Yas.
"Ja-jangan..."
"Yas..."sebuah suara membuat keduanya menoleh.Emil terhenyak kaget, karena itu adalah Gank Gabriel.Sontak ia menepis tangan Yas dan ingin pergi.Namun Yas lebih cepat mencekal tangannya.
"Kalian sedang apa?"sambung Lucas menyimak adegan tersebut.
"Kau pernah jatuh cinta ?"balas Yas dengan santai,ia tidak perduli dengan riak kekhawatiran di wajah Emil.
"Ooohhh...maaf kalau begitu, kehadiran ku mengganggu kemesraan kalian"
Lucas menatap Emil penuh arti,gadis itu tertunduk takut.
"Bisakah kalian tidak menggangu ku"Timpal Yas datar.
"Emmmm tapi aku sangat ingin sekali bicara dengan mu"bantah Lucas.
"Masalah apa?"
"Tentang kejadian kemarin "
Yas tersenyum
"Apa yang perlu dibicarakan ??"
"Aa...emmmm"Lucas bingung "A...aku melihat apa yang terjadi di dalam ruang BK?"
"Lalu?"
Lucas menelan saliva,baru sekarang ia merasa tertekan oleh seseorang.Matanya menyorot tajam ke arah Emil.Seakan memberikan kode tertentu.
Akan tetapi Emil tak bisa pergi,karena cekalan dipergelangan tangannya begitu kuat.
Yas tersenyum tipis.
"Kenapa kamu begitu ketakutan Luc?"
"Ah tidak Yas...tidak apa-apa"Lucas tersenyum menutupi kegugupannya.
"Ingat Luc...kau tadi bilang,sudah melihat sendiri kejadian didalam ruangan BK bukan?"
"I-i-ya"
"Kalau kamu menyembunyikan sesuatu dariku, Bila terjadi apa-apa dengan mu.Aku tidak bisa menolong mu"
Lucas terdiam,dengan kedua pandangan beradu begitu mendalam.Saat itulah Emil mampu melepaskan diri,gadis itu langsung berlari pergi menjauh.Yas membiarkan saja.
"Apa kamu bisa menceritakan apa yang terjadi kepada Rifka ?"
Lucas mengalihkan perhatiannya,ia benar-benar gugup sekali.Teman-temannya pun tak mampu mengatakan apapun.
"A-aku..aku tahu apa yang terjadi dengan Rifka"Bona mengangkat tangan dengan gemetaran.Semua menoleh ke arah nya.Bona yang berdiri menyorok di pojokan sudah seperti penderita autis.
"Apa yang kamu bicarakan Bon?"hardik Lucas.
"Yah...aku tahu apa yang terjadi dengan Rifka, sangat tahu...Apa kamu ingin tahu ?"
"Jangan dengarkan dia,dia sudah kehilangan akal sehat "Timpal Lucas ingin meyakinkan Yas.Namun Yas justru mendekati Bona.
"Ikut aku"ajak Yas kemudian,Bona mengangguk setuju.Yas melangkah mendahului,dan Bona mengikuti di belakangnya.
Lucas langsung panik,ia memberi kode kepada teman-temannya untuk menghalangi Bona ikut Yas.Mereka mengangguk patuh,akan tetapi baru saja melangkah.Terlihat Yas merangkul bahu Bona, membuat mereka tidak bisa melakukan apa-apa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yas membawa Bona ke aula,disana tempat tersepi untuk saat ini.Hanya ada dia dan Bona saja.
"Sekarang ceritakan apa yang terjadi ?"
Bona mengangguk setuju.
"Rifka,dia menyukai Lucas sejak awal.Namun karena Lucas tidak sekelas dengannya.Jadi Rifka tidak punya banyak waktu untuk bisa melihat Lucas"
"Saat naik ke kelas XII, barulah ia duduk sekelas dengan Lucas.Dan Rifka yang merupakan murid terpandai dan diangkat menjadi wakil ketua OSIS,jadi mempunyai banyak waktu untuk bisa bersama Lucas"
"Pada suatu hari, Rifka memberanikan diri untuk mengutarakan perasaannya.Dan Lucas tanpa banyak bicara,ia langsung menerima cinta dari Rifka.Aku bisa melihat bagaimana bahagianya Rifka karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan"
"Namun tidak bagi Lucas,ia mengajak Rifka untuk bertemu sepulang sekolah.Rifka pun dengan senang hati menerima ajakan Lucas.Tapi Lucas tidak sendiri,kami semua berkumpul di kelas mengelilingi Rifka.Rifka yang awalnya mengira hanya akan ada dia dan Lucas ,sangat panik karena dialah seorang gadis diantara kami semua"
"Kami semua menggauli Rifka secara bergilir,dan diabadikan dalam bentuk video oleh Lucas"
"Tangisannya tidak kami perdulikan, justru kami semakin bersemangat bergantian mencicipinya"
BHUK
Yas memukul wajah Bona dengan kuat hingga Bona tersungkur ke lantai.
"Kau tahu apa yang telah kalian lakukan ??hah??!!"
Bona mengesat darah yang keluar dari sudut bibirnya.Ia menyeret tubuhnya hingga menyandar ke kaki kursi.
"Aku sadar...aku salah"
"Apa kamu bisa mengendalikan semuanya kesediakala?""
Bona menggeleng ketakutan.Pada saat itu anggota Gank Gabriel masuk ke dalam aula dan mengepung Yas.Salah satu diantara mereka membantu Bona untuk bangun.
Yas hanya memperhatikan mereka dengan tatapan datar.
"Maafkan aku Yas..."Seru Lucas "Bagaimanapun aku harus melindungi nama baikku?"
Yas tersenyum..
"Kau yang berdosa,lalu kau ingin melindungi nama baikmu?Bijak sekali kamu"
"Terserah apa penilaian mu,tapi sekolah ini milik keluarga ku.Jadi aku bisa melakukan apapun yang aku mau"
"Oohh begitu rupanya, sehingga kamu seenaknya menghina cinta Rifka dengan memerintahkan anak buahmu untuk menjadikannya piala bergilir ?"
Lucas tersenyum kecut...
"Apa yang dimiliki Rifka hingga berani mengutarakan cinta kepada ku?Itu sebuah penghinaan untuk ku,kau tahu sendiri bagaimana kondisi rumahnya bukan?"
"Jika memang cinta Rifka tak berarti untuk mu?kenapa kamu menerima nya?Kau tidak berhak menghancurkan masa depannya "
"Orang yang berani menghinaku?maka akan ku buat dia terhina,sehina-hinanya"bantah Lucas membela diri.
"Lalu ???apa yang ingin kamu lakukan padaku sekarang ??"Sambung Yas.
"Karena kamu sudah menolong ku,aku tidak ingin mencelakai mu.Aku hanya ingin meminta kamu bertimbang rasa untuk menghentikan semua yang ingin kamu ketahui tentang Rifka "
"Cukup kamu tahu dari Bona saja, setelah itu tutup telinga "
"Kalau aku tidak mau ?"tanggap Yas.
Lucas terdiam,ia menatap Yas yang juga melawan menatapnya.Anak buah Gank Gabriel mendekat mengepung Yas yang seorang diri.Namun Yas terlihat santai, tatapannya lurus ke manik mata Lucas yang semakin menjauh.
"Apa kalian yakin mau melawan ku?"tanya Yas tanpa mundur sejengkal pun.
"Kami harus tetap melawan mu, meskipun kami tahu kami akan kalah"Jawab salah satu dari mereka.
"Baiklah...."
Yas naik ke atas kursi lalu melompat menghantam wajah yang terdekat,Ia berjungkir melalui punggung lawan dan menyerlah ke tengah kerumunan lawannya.Yas menendang,menangkis, menghindar, memukul tanpa sedikitpun pihak lawan mampu melukai nya.
Sebenarnya Yas bisa saja melawan mereka dengan mudah, menggunakan kekuatan dua Jimatnya.Namun tidak ia lakukan.
Ketika Yas sudah hampir mencapai pintu masuk aula.Semua anak buah Gank Gabriel terkapar di lantai dengan kondisi lebam berbeda-beda tempat.
Kini tinggal ia dan Lucas yang saling berhadapan.Yas mendekat,namun Lucas justru menarik diri mundur dengan kaki gemetar.
"Akan ku pastikan, semua kebenaran akan terkuak"Ucap Yas seraya berlalu pergi.Lucas meluruh ke lantai karena tungkai kakinya tak mampu lagi menopang tubuhnya.Ia benar-benar ketakutan menghadapi musuhnya yang satu ini.