SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 133



Saat Nicta dan Yas masuk ke dalam kelas, suasana kelas mendadak senyap.Nicta menangkap tatapan kurang menyenangkan dari teman-temannya.


Tapi buat seperti biasa saja, sedangkan Yas justru memperlambat langkahnya.Ia menatap dengan tajam semua mata yang nampak berbeda.


Langkahnya terhenti di meja Ayu,ia memperhatikan Ayu yang melempar senyuman kepadanya.


"Hay Yas...kemana aja kemarin ??kenapa absen ?? Sakit ya?"


Nicta merasa tak nyaman,ia takut Yas akan kepincut dengan wanita itu.


"Hentikan omong kosong mu itu"


Gerak tubuh Nicta yang hendak mau menarik Yas untuk duduk sontak terhenti karena mendengar ucapan Yas.


"Aku tahu siapa kamu??jangan pancing emosi ku,,,kau melampaui batas mu"


Dua mata itu beradu sengit, Diam-diam Ayu menjentikkan jarinya.


"HEY YAS... DUDUK KAU!!!JANGAN MENTANG-MENTANG KAU DISEGANI,KAU SEENAKNYA DISINI!"Nicky berseru lantang sambil berdiri.


"IYA CEPAT DUDUK, NGAPAIN KAMU GANGGU AYU..AYU SEKARANG TUAN KAMI"tambah Mario ikut emosi.Semua pada berdiri menuding ke arah Yas,Nicta sendiri bingung kenapa bisa jadi seperti ini ??Ada apa ini ?? ternyata mereka bukan hanya membenci dirinya, melainkan Yas juga.


Yas tetap tenang,ia menegakkan punggungnya perlahan.


BRAK....WUZZZZ


Yas menggebrak meja, bersamaan dengan itu angin berhembus seperti gelombang tsunami yang menghantam mereka yang mengintimidasi Yas.Tubuh teman-teman sekelas terjungkal ke belakang,tapi tidak dengan Nicta dan Ayu.Nicta menundukkan kepalanya takut ia kenapa-napa, sedangkan Ayu diam tak bergeming.


"Eh...aku Kenapa ??"Raya heran dirinya berada dilantai,semua keadaan yang sama terjadi dialami oleh mereka yang terjungkal ke lantai.Mereka bingung keadaan kelas yang mendadak berantakan.


"Apa ada gempa ya?"tanya Nicky,Ayu memperhatikan semua teman-temannya.Ia cukup gerun melihat situasi ini, rupanya Yas bukanlah orang sembarangan.Ia bangkit dari duduknya lalu pergi keluar kelas.Beruntung wali kelas XI A belum hadir.Kalau tidak pasti bakal lain ceritanya.


Yas menghampiri Nicta,


"Kamu tidak apa-apa ??"


Nicta menggeleng..


"Apa yang sebenarnya terjadi ??"


Yas tersenyum tipis.


"Nanti aku cerita, yang penting sekarang semua sudah kembali normal"


Nicta mengangguk setuju.


*


"Kurang ajar... Rupanya Yas bukan orang sembarangan.Aku sudah kecolongan..."Ayu berbicara di depan cermin seolah ia bicara dengan bayangan nya sendiri.


"Aku harus bermain cantik dan lebih berhati-hati lagi...Aku harus mendapatkan apa yang aku mau"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ayu pulang lebih dulu,selain harus memberi tahu Ibunya.Ia juga takut untuk bertembung mata dengan Yas.Entah kenapa ia sangat takut kali ini, ?setelah melihat bagaimana cara Yas menyadarkan teman-temannya dari pengaruh hipnotis nya.Itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang berkemampuan tinggi.


"Ibu...."Ayu langsung membuka pintu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.Tubuh Ayu mematung melihat apa yang Ibunya tengah dikerjakan.Ia sedang mengeluarkan isi perut seorang pria tua,gemuk dan botak.


"Apa??kenapa kau sudah pulang ?? biasanya masih jam 1 siang"Ibu Ayu tetap tenang melanjutkan pekerjaannya.


"Aaa emmm Ayu pulang duluan Bu"


"Kenapa??"


"Apa Ibu ingat dengan pria yang aku suka bernama Yas?"


"Ya Terus ?"ibu Ayu memotong kalimat sambil sibuk membelah hati pria itu dengan pisau daging yang dipegangnya.


"Ternyata dia bukan pria sembarangan Bu,dia punya kekuatan hebat.Sekali gebrak dia bisa menyadarkan teman-teman ku yang dalam pengaruh hipnotis ku"Ayu duduk di kursi disebelah pria yang sudah tak bernyawa itu.


"Hemmmm rupanya dia pria yang berilmu...Kau harus hati-hati Ayu"


"Aku semakin tertantang untuk mendapatkan nya Bu"


"Jangan gila kamu,kamu masih masuk tingkat 4 sudah mau macam-macam "


"Tapi Ibu bisa membantu ku kan?"


Ibu Ayu terdiam menatap putrinya yang keras kepala itu.


"Apa rencanamu ??"


"Aku ingin masuk dalam kehidupan wanita yang menjadi kekasih nya,setidaknya kita bisa masuk jalur dalam untuk bisa mendapatkan nya.Karena sepertinya,Yas hanya luluh dengan gadis itu"


"Hemmmm jadi kau ingin memukul kelemahan pria itu??"


"Tepat sekali Ibu..."Ayu menjawab dengan penuh semangat.


"Baik Bu"Ayu bangkit masuk ke dalam kamar nya untuk ganti baju, kemudian membantu Ibunya mengurus tubuh pria tua itu.


*


*


"Sayang...kita ke rumah mu saja ya"ucap Nicta saat ia sudah mau pulang bersama dengan Yas.


"Hah?"refleks Yas menghentikan langkahnya.


"Tenang saja,Tantemu sudah ngasih ijin kok"Nicta seperti bisa membaca apa yang sedang dipikirkan oleh Yas.


"Maksud mu,kamu udah pernah ke rumah ??"


"Iya kemarin,emang Tante nggak ngomong ??"


"Aku belum sempat ketemu Tante sih??"


"Ya udah yuk.."


"Tapi kenapa harus di rumah ku sih sayang?"Yas tetap tak setuju.


"Aku sambil mau jagain si Kembar "


"Emang dia mau??"


"Mau kok, kemarin aku nemenin si kembar sampai bobok"


"Serius ??"Yas nampak kurang percaya,Nicta mengangguk yakin.Akhirnya Yas menyerah, terserah nanti lah kalau dia mendapatkan teguran dari Auntynya.


*


Ayu dan Ibunya kini sudah berdiri di depan rumah Nicta.Mereka takjub melihat rumah berlantai dua yang begitu besar dan megah.


TUT TUT


Suara klakson mobil mengagetkan keduanya, mereka segera membalikkan badannya.Rupanya Eny sudah pulang dari sekolah,ia turun dari mobil karena melihat orang asing di depan rumah.


"Maaf..cari siapa ya???"Tanya Eny,Ayu tersenyum.Ia mendekat lalu melakukan hipnotis pada mata Eny.Kilauan mata merah itu membuat Eny langsung kuyu.


"Mana Nicta ??"Tanya Ayu.Eny menggeleng..


"Kau siapa?"Ayu melanjutkan interograsi nya.


"Aku Eny, temannya tinggal disini "


"Dirumah ini,siapa aja yang tinggal ??"


"Aku,Nicta,Tuan Mahendra ,dan beberapa bodyguard "


Ibu Ayu begitu takjub, berarti memang orang kaya.


"Ibunya Nicta kemana?"sambung Ibunya Ayu.


"Sudah meninggal"


"UPS"kedua Ibu dan anak itu tertawa girang.


"Jadi Ayahnya Nicta sekarang duda?"


Eny menjawab dengan anggukan.Ibu Ayu bertepuk tangan karena senang.


"Apakah sekarang Ayahnya Nicta ada?"


Eny menggeleng..


"Dia pergi keluar negeri seperti biasa"


Ibu Ayu tampak kurang senang.


"Lalu kapan dia datang ?"


"Tidak pasti kapan dia datang?"


Dua Ibu dan anak itu terlihat kecewa.


"Ya sudah nanti beritahu kami kalau dia sudah datang "


Eny mengangguk seperti orang bod0h.


"Yuk sayang kita pulang dulu"ajak Ibunya,Ayu menjawab dengan anggukan.Mereka pergi sambil bersenandung kecil bersama.Tampak bahagia sekali.


Eny masuk ke dalam rumah Nicta seperti biasa.Terlihat tidak terjadi apa-apa.Supir yang baru saja menjemputnya ke sekolah merasa heran.Tak ada sapaan hangat yang dilontarkan oleh Eny seperti biasanya.