
"Sayang....."Reyhan langsung berhambur memeluk istrinya.Uzma tersenyum, keduanya saling berpelukan begitu erat.
(Si baby di dalam perut memeluk tubuh dengan santai sambil menghisap jempol)
"Akhirnya kamu bisa ingat lagi sama aku sayang "
Uzma tersebut tipis.
"Maafkan aku..."
Reyhan mencium kening istrinya lembut.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan sayang... yang penting kamu sudah ingat semuanya"
Uzma mengangguk pelan, tiba-tiba senyumnya memudar.
"Kenapa sayang ?"Reyhan membelai anak rambut istrinya.
"Apa kamu melapor ke polisi ?"
Reyhan diam ,lalu dengan ragu menggeleng.
"Kenapa ?-kenapa kamu tidak melapor ke polisi ?? kalau aku tidak dibawa oleh Stev ke rumah sakit mu,kamu tidak akan pernah menemukan aku?"
"Aku...aku ragu sayang untuk melapor ke polisi ?"
"Kenapa??Apa karena Livia pelakunya ?"
Reyhan terdiam..
"Kamu tidak rela perempuan jahanam itu masuk penjara ?"
"Bukan tidak rela sayang...hanya saja..."
"Hanya kamu masih mencintai nya?"potong Uzma cepat,rasa cemburu sudah menyakiti hatinya.
"Sayang kamu kok gitu sih ?"
"Lalu ?aku harus bilang apa kepada suami yang tidak berani memberikan keadilan untuk istrinya ?"
"Bukan begitu sayang...aku sudah memasrahkan kamu untuk dijaga Kujang "
"Lalu ??Apa khodam mu itu mengatakan aku dimana ??kemana kamu harus mencari ku?"
Reyhan tersudut,ia tidak bisa menjawab.
"Tidak bukan ??Aku capek Mas...kamu hanya percaya dunia gaibmu,dan tidak pernah melakukan sesuatu di dunia nyata"
"Sayang...kamu jangan gitu dong"
"Kamu tidak pernah mencintai ku Mas..."
"Aku sangat mencintaimu sayang..."
Uzma menggeleng pelan...
(Si baby yang mulai tenang panik kembali)
"Tidak ada yang bisa kamu lakukan untuk orang yang kamu cintai..."
Reyhan menggigit bibir bawahnya.
"Aku----aku .. minta cerai Mas"
Reyhan terhenyak kaget,
(Si Baby menggeleng cepat,ia langsung bertindak menendang-nendang dinding rahim.Dan berlari berputar-putar)
"Aduh..."Uzma meringis kesakitan.
"Kenapa sayang...?"Reyhan refleks merangkul istrinya ,namun Uzma mengelak.
"Jangan sentuh aku!!"Pekik Uzma ,
(Si baby melotot,ia pun bertindak dengan cara lain.Kepalanya disundul-sundulkan ke lubang rahim)
"Aduh"Uzma makin kesakitan.
"Sayang... tunggu sebentar"Reyhan berlari keluar untuk mencari Steven.Namun yang dicari tak kunjung ketemu.
"Uhhhh sayang...kamu kenapa menendang begitu??..sakit sayang"Uzma mengelus perutnya dengan lembut.
"Kamu tidak suka Mama marah sama Papa?Mama kesel sama Papa, karena dia tidak mencari kita.Dia tidak mau lapor polisi, mungkin dia tahu bahwa pelakunya adalah Livia.Jadi dia tidak melaporkan ke polisi dan membiarkan kita menjadi korban "Uzma bicara sendiri sambil mengelus perutnya.
(Si Baby mulai tenang)
*
"Aduh...kalian kemana aja sih?"Reyhan mengeluh saat ia menemukan Steven dan Seruni"Aku cari-cari dari tadi"
"Uzma ...Uzma kesakitan".
Steven langsung berlari menuju ke ruang pemeriksaan dimana Uzma ditangani disana.Ia diikuti oleh Reyhan dan Seruni .
Begitu pintu dibuka, Steven heran melihat Uzma sudah merapikan diri seperti hendak pergi.
"Mau kemana ?"tanya Steven.
"Eh Dokter Stev...saya..."kalimat Uzma tertahan begitu melihat Reyhan dan Seruni muncul di balik punggung Steven.
"Kak Uzma ... Katanya kesakitan ?"tanya Seruni .
"Ah udah baikan kok"
"Lah ini mau kemana ?"tanya Seruni lagi.
"Mau pulang "
"Kemana ??"
Uzma tak menjawab, ia menatap suaminya.Reyhan melangkah mendekat..
"Sayang kamu yakin sudah nggak apa-apa ?"
Uzma tak menjawab...
"Sayang... jangan marah terus dooong..Aku minta maaf...tapi sungguh aku sama sekali tidak bermaksud seperti dugaan mu"
Uzma tetap tak bergeming.
"Kenapa Kak?"Seruni jadi penasaran.
"Uzma ...Uzma mengira aku tidak lapor kepada polisi karena tidak mencintainya tidak peduli dengannya ,dan lebih memilih untuk melindungi Livia. Dan menyangka Aku mencintai Livia"
"Maksudnya pelaku yang menculik Kakak Uzma itu Kak Livia ,dan kakak tahu itu?"Seruni begitu shock mendengarnya.
"Bukannya tahu tapi... aku menduga kalau itu Livia yang melakukannya "
"Terus... apa ini alasannya kenapa Kakak menolak untuk melapor polisi?"
"Sekarang kamu tahu apa yang aku rasakan kan Run?"Timpal Uzma ,Seruni menggeleng pelan,ia sungguh sulit untuk percaya.
"Kamu tega Kak...Kamu sudah tahu pelakunya dan karena itu Kak Livia kamu tidak mau melaporkan ke polisi... gimana kalau sampai Kak Uzma meninggal karena kejahatan Kak Livia ?apa Kakak akan tetap memaafkan Kak Livia ?"
"Run... bu-bukan be-gi-gitu "Reyhan jadi semakin tersudut.
"Bukan begitu apanya Kak?? ini udah jelas loh, aku udah berapa kali minta sama kakak untuk lapor polisi dan mencari Kak uzma. Tapi kakak hanya diam saja. Aku pikir Kakak udah shock banget dan tidak tahu harus berbuat apa . Tapi ternyata karena kakak tahu bahwa itu pelakunya adalah Kak Livia .Kenapa Nggak Kakak sekalian bunuh aja tuh Kak Uzma dan suaminya Kak Livia biar puas Kakak bisa bercinta lagi dengan Kak Livia "Seruni menengking kuat.
"Run.... Aku melakukan ini bukan karena aku mencintai Livia"Reyhan membela diri.
"Lalu karena apa Kakak melindungi perempuan itu ?"
"Karena bukti tidak cukup kuat untuk menuduh Livia ,Aku sudah datang menemuinya di Apartemennya.Tapi Livia punya Alibi,dan dia juga dilindungi oleh suaminya.Saat aku meminta Livia untuk mengaku, suaminya justru menuduhku menjadikan itu sebagai alasan agar aku bisa bertemu dengan Livia"
"Tapi kalau sekarang Uzma mau melaporkan hal ini kepada polisi ,aku dukung. Karena kita sudah punya bukti yang kuat"
"Benar itu...Jika Dokter Reyhan main tuduh tanpa bukti,dia bisa terkena pidana atas pencemaran nama baik.Dan hal itu bisa berimbas pada karirnya "Steven buka suara.
Seruni dan Uzma saling berpandangan.
"Sayang... Maafkan aku, aku mencarimu Sayang bukan aku tidak mencarimu. Memang saat aku bertanya pada satpam yang menjaga pintu masuk kompleks, dia memang mengatakan Kalau Livia datang . Tapi dia tidak melihatmu pergi bersama Livia. Buktinya kurang kuat jika aku langsung menuduh kamu Ternyata diculik oleh Livia"
Uzma mulai meredam emosinya.
"Jangan marah lagi ya...Aku juga sudah berkali-kali memanggil Kujang.Tapi dia juga menghilang, rupanya dia tidak pernah meninggalkan mu.Sampai di panggil olehku pun dia tidak perduli "
Uzma tetap bungkam...
"Ya udah... kalau kamu mau pulang ?ayo kita pulang"ajak Reyhan .
"Pulang kemana?"refleks Seruni bertanya.
"Ke Rumah la Dek ..ke rumah kita"
"Sekarang ??"
"Iya ...masak bulan depan "
Steven celingukan,ia jadi bingung sendiri tiba-tiba Reyhan dan yang lainnya sudah mau pulang.
"Emmmm Dokter...aaaa bisa tidak Seruni tetap tinggal disini sementara waktu"Steven mendadak gugup.
"Mau apa tinggal disini ?"tanya Reyhan heran.
"Anu Kak...eee aku bantuin dia menghandle masalah perusahaannya.Dan kebetulan Perusahaan miliknya ada hubungan sama Rumah Sakit Mitra Medical"Seruni menjelaskan,tapi tetap terasa aneh bagi Reyhan .