
Hari ini adalah hari ulang tahun Yas yang ke 12 Tahun,ia juga sudah duduk di bangku sekolah menengah pertama.Seperti biasa Seruni akan merayakan ulang tahun Yas hanya bertiga saja.Itu karena permintaan Yas untuk tidak meramaikan hari ulang tahunnya.Karena menurut Yas,percuma jika orang tuanya tidak dapat menghangatkan suasana.
"Yas mau minta apa sama aunty ?"Seruni merangkul bahu Yas penuh kasih.Yas menggeleng,
"Makasih ya Aunty, karena sudah sayang sama Yas selama ini.Uncle juga... makasih banyak"ungkap Yas terlihat sangat tegar.
"Aunty dan uncle yang seharusnya berterima kasih sama Yas.Jika tanpa kehadiran Yas, kehidupan kami berdua tidak akan berarti apapun"Jawab Steven,Seruni mengiyakan ucapan suaminya.
Yas diam,saat itulah ponselnya berdering.Seperti biasa, orang tuanya hanya akan menelepon melalui VC saja.
"Assalamualaikum anak Ayah"sapa Reyhan,Yas tersenyum dan menjawab salam Ayahnya dengan hanya gerakan bibir.
"Selamat ulang tahun ya sayang..."
"Selamat ulang tahun Yas..."Uzma menimpali,kini layar ponsel Yas penuh dengan dua wajah orang tuanya.Terlihat Putri melompat-lompat ingin melihat Kakaknya.
"Yas mau hadiah apa dari Ayah?"tanya Reyhan ,
"Kalau dari Bunda mau hadiah apa?"sambung Uzma .
"Jaga kesehatan Ayah dan Bunda disana"Yas menjawab dengan nada tenang meskipun ada sakit terbersit di hatinya.
Reyhan dan Uzma tercekat, keduanya saling berpandangan satu sama lain.
"Kak Yas...I Miss you"Seru Putri dengan lambaian tangan dari jarak yang agak jauh.Yas tersenyum melihat tingkah adiknya.Seruni merengkuh pundak Yas dengan hangat.Ia seolah memahami apa yang dirasakan oleh bocah itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Putri masuk ke dalam mobil,ia melambaikan tangan kepada Ibunya untuk pergi ke sekolah.
"Pak Bim..."
"Iya Non..."Pak Bimo menjawab panggilan dari Putri Kirana.
"Bisakah Pak Bim Anter Putri ke rumah Kak Yas?"
"Ke rumah Den Yas?tapi itu jauh Non"
"Ya.. Putri tahu,kalau Deket Putri tinggal jalan kaki aja kan?"
"Tapi Non kan harus sekolah "
"Bolos dulu aja... gampang kan"
"Nanti kalau ketahuan,Pak Bimo yang akan dimarahi Non sama Ibu"
"Jangan sampai ketahuan Dong"
"Aduh gimana nih?Pak Bimo nggak berani Non"
"Pak Bim...hari ini ulang tahun Kak Yas...aku ingin ngasih kejutan buat dia"
"Emmm Non ngomong dulu gih sama Bapak atau Ibu"
"Ah Pak Bim... nggak asyik deh...Kalau ngomong sama Ayah atau Bunda,pasti nggak bakalan di ijinin.Sudah tahu kan kalau mereka melarang Kak Yas nyentuh Putri"
"Iya tapi Pak Bim takut Non.."
"Ya udah... Putri naik taxi online aja"
"Jangan Non bahaya"
"Ah kalau nggak berani mencoba nggak akan tahu hasilnya Pak Bim..."
"Jangan nekat Non... kalau ada apa-apa gimana?"
"Ya nasib"jawab Putri enteng tanpa beban.Pak Bimo bingung sendiri menghadapi anak majikannya itu.
"Ya udah Pak Bim Anter,tapi langsung segera pulang ya Non"
Putri tersenyum senang...
"Makasih ya Pak Bim"
"Iya Non"
*
*
Pak Bimo mencari alamat sekolah Yas melalui Google maps.
"Ini sekolahnya Non?"
Putri menengok keluar.
"Non... Tunggu dulu,saya parkir mobilnya dulu"
"Ya udah cepetan..."
HUFFFFF Pak Bimo menghela nafas menghadapi sikap Putri.
"Non hati-hati"seru Pak Bimo,Putri tersenyum sambil mengangkat ibu jarinya.Ia melangkah penuh semangat masuk ke dalam kawasan sekolah.
"Cari siapa dek?"sapa satpam sekolah.
"Cari Kakakku Yas..."jawab Putri berani.
"Yas??"
"Iya...dia masih kelas 1 SMP"
"Emmmm"satpam manggut-manggut"Ya udah aku telfon ke ruang guru dulu ya?"
Putri mengiyakan. Satpam tersebut meraih interkom lalu melakukan panggilan.
"Dek .. silahkan masuk ya..Kakakmu sedang ada kegiatan olahraga.Kamu bisa tunggu di ruang guru"ucap satpam itu selesai berkomunikasi dengan seorang dewan guru.
"Terimakasih..."Putri berjalan sambil melompat riang.Tapi mendadak ia teringat ucapan pak satpam tadi,kalau Kakaknya sedang ada kegiatan olahraga.Timbullah ide ,Putri tidak pergi ke ruang guru.Melainkan langsung mencari tempat Kakaknya berada.
Setelah bertanya-tanya kebeberapa siswa yang lalu lalang,barulah Putri menemukan dimana Kakaknya.
Putri berdecak kagum melihat Yas yang sedang bertanding basket.Dengan kaos oblong ,tubuh kurus namun berotot.Keringat bercucuran di wajah dan bagian tubuhnya yang lain.Menambah kesan ketampanan Kakaknya tersebut.
Meskipun masih bocil,Yas memang terlihat sangat menawan.Apalagi banyak para siswi yang menyerukan namanya.
Saat Yas mendribble bola,tak sengaja ia melihat keberadaan Putri adiknya.Yas terlihat kaget,ia pun berjalan ke tepi lapangan.Setelah ijin kepada gurunya,ia keluar dari lapangan untuk menemui adiknya.
"Putri...kamu sama siapa kesini?"Yas Terlihat kaget dan tak percaya.
"Surprise... Selamat ulang tahun Kakak"Putri ingin memeluk Kakaknya,namun Yas segera menghindar.
"Jangan dekat dengan ku Put,kau tahu kan?Bunda pasti akan marah,Dan aku yakin kamu kesini tidak ijin dengan Bunda kan?"
"Putri kangen Kakak"Jawab Putri dengan wajah tertunduk, tangannya saling berkaitan dengan jemari yang lain.
"Putri bisa vc kan?"
"Ya beda lah kak...sama ketemu langsung gini"
"Ya udah... sekarang kan udah ketemu...cepat pulang gih...kalau guru kamu tahu kamu bolos,dia pasti akan telfon Bunda"
"Putri cuma kangen sama Kakak"
Yas tersenyum tipis,ia terharu dengan sikap adiknya itu.
"Makasih dek...tapi Kakak nggak mau kamu dimarahi Bunda gara-gara ini"
"Kak...kemarin guru kesenian Putri itu kan orang India .Jadi dia sedikit menceritakan tentang tradisi di India, kebetulan hari ini adalah hari raki yaitu hari persaudaraan. Dimana seorang adik akan membuatkan gelang raki untuk kakaknya. Kemarin guruku itu ngajarin buat gelang raki. Dan pas sekali hari raki bersamaan dengan hari ulang tahun Kakak. Sekalian aku ingin mengikatkan gelang ini sama kakak sebagai hadiah ulang tahun dari aku"
Yas menahan sebak yang diselimuti oleh senyuman.
"Ya udah...biar Kakak yang pasang sendiri "Yas ingin mengambil gelang itu,namun Putri menariknya.
"Nggak boleh Kak ,harus aku yang ngiketin gelang ini sama kakak"
"Tapi kamu nggak boleh nyentuh aku put"
Putri tersenyum manis,ia merogoh tasnya.
"Putri bisa pakai ini"dengan riangnya Putri menunjukkan sarung tangan yang sengaja ia bawa dengan ide kanak-kanaknya.Yas tersenyum tipis,Putri pun sama.Ia memakai sarung tangan tersebut,lalu melingkarkan gelang raki buatannya ke pergelangan tangan Yas.
"Makasih ya dek"Yas sangat bahagia sekali.Putri tak menjawab,ia merasa pusing sekali.
"Dek...Dek..."Yas panik.
"Ah aku nggak apa-apa Kak...aku bisa tahan kok"Putri terlihat menahan sakit di kepalanya.
"Ya udah...ayo cepat ke mobil "
Putri mengangguk,ia pun melangkah pergi dengan di ekori oleh Yas.Tapi Putri seperti Limpung,ia berjalan sedikit terseok.Diam-diam Yas menggunakan kekuatannya untuk menahan tubuh adiknya agar tetap tegak.
Putri dapat merasakan tubuhnya ringan,namun pusing di kepalanya semakin menjadi.
Pak Bimo langsung menyambut Putri,ia merangkul anak majikannya dan dibantu masuk ke dalam mobil.
"Cepat bawa pulang Putri Pak"
"Iya den...mari"Pak Bimo pamit,Yas menjawab dengan anggukan.