
Leo mendekati Seruni yang tengah sibuk dengan Lily,ia duduk tepat di sebelah gadisnya.Tapi Seruni buat tak tahu,ia meneruskan percakapannya dengan serius bersama kekasih Qodir.
Leo menyentil tangan Seruni dengan ujung telunjuknya,Seruni menoleh sekilas lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.Sekali lagi Leo menyentil tangan Seruni.
"Apa?"Suara ketus Seruni menciutkan nyali nya.
"Emmmm aaaa emmmm"
Seruni bangkit,mendengus kesal.Ia beralih ke meja Karin.Leo mengejarnya,lalu duduk di samping tempat Seruni berdiri.
"Ada apa sih?"Seruni jengkel,ia hendak pergi lagi namun Leo menahan tangannya.Pria blasteran itu menatap si gadis begitu intens.Seruni ingin melepaskan diri ,tapi cekalan tangan Leo begitu kuat.
"Lepasin"Gadis itu mulai emosi,ia menatap ke sekeliling.Adegan tersebut sudah menjadi tontonan gratis bagi teman-temannya.
Bukan melepaskan tangan Seruni seperti yang diinginkan gadis tersebut,Leo malah membawa Seruni keluar ruangan.Lily hanya mengedikkan bahunya saat Karin dan Qodir justru menatapnya.Kakak Leo tersenyum secara sembunyi-sembunyi.
___
Leo membawa kekasihnya jauh dari keramaian,ia menyandarkan tubuh Seruni ke badan mobilnya.Yah,hanya tempat parkir tempat yang menurutnya aman dari tatapan manusia.
"Kamu cemburu?"Leo sengaja menyanggahkan kedua tangannya yang kekar diantara tubuh Seruni.Sehingga gadis itu terperangkap di tengah-tengah.
"Cemburu sama siapa?"Ketus si gadis tanpa mau beradu pandang dengan Leo.
"Geysa"
"Untuk apa aku cemburu sama dia?Aku sadar diri kok kalau aku bukan orang yang pantas untuk menyaingi Nona Geysa"
Sanggah Seruni menutupi luka dihatinya.Leo meraih tungkai kepala Seruni lalu menariknya dalam lumayan bibir,Seruni mengelak.Ia mendorong tubuh Leo dengan kuat hingga terjajar ke belakang.
"Jangan kau anggap aku akan luluh dengan melayani nafsumu!!!"
Seruni berlari cepat meninggalkan Leo yang terpinga-pinga.Kini ia baru menyadari bahwa Seruni saat ini benar-benar marah.
Geysa yang sengaja mengikuti Leo dan Seruni secara diam-diam merasa punya jalan untuk membalas dendam kepada Seruni.Karena ia sakit hati atas ketidak jujuran Seruni yang menyembunyikan niat jahat Pak Salam dulu.
Meskipun ia sangat membenci Papanya,tapi ia sakit hati sekali melihat kematian Papanya yang tidak wajar.Ia yakin itu pasti ulah Kuntilanak yang dibantu oleh Pak Salam.
Geysa bermonolog,jika Seruni tidak berkomplot untuk balas dendam.Tidak mungkin ia membohongi dirinya.Jadi Geysa sangat yakin, mereka semua sama saja.
Geysa diam-diam kembali ke tempat ia menunggu Leo.Begitu ia melihat Leo,Geysa segera bangkit menghampiri.
"Darimana saja Kak?"Tanya Geysa seolah-olah tidak tahu apa-apa.
"Ah aku habis merokok"Jawab Leo berbohong.
"Ohhh...Ya udah yuk kita berangkat sekarang"Tanpa segan Geysa bergelayut manja di lengan Leo.Leo tersenyum getir,ia melepaskan diri dari tangan Geysa yang melingkar manja.
"Maaf Ya Gey,,,pacar Kakak marah"
"Kakak punya pacar??siapa?"
"I-itu yang tadi ketemu sama kamu"Leo menunjuk ke arah ruangan nya.
"Oh Seruni, jadi Kakak pacaran sama dia?"
Leo mengiyakan.
"Dia kan bekas Kakakku Roy,malah mereka sering berduaan di dalam kamar Kak Roy"
Leo menatap Geysa dengan rasa penasaran.
Geysa mengangguk yakin.
"Nggak tahu mereka ngapain,yang jelas mereka dulu sangat intim"
Leo jadi tersulut api cemburu.Dia terngiang-ngiang ucapan Seruni yang baru saja gadis itu ucapkan.Seolah-olah Seruni adalah gadis baik-baik,eh belum tentu ia masih gadis?Leo mulai meragukannya.
Tanpa sepatah kata Leo melangkah pergi meninggalkan Geysa yang tersenyum licik.Langkah pria itu panjang dan cepat, menerobos pintu masuk ruangan kerja tim-nya.Ia mencekal lengan Seruni dengan kasar lalu menariknya keluar.
Kali ini Qodir sangat khawatir,ia bisa melihat api kemarahan di mata Leo.Ia ingin menyusul tapi dihalangi oleh Lily.
"Biarkan saja sayang,kita tidak boleh ikut campur urusan mereka"
"Ta-tapi"
Lily menarik tangan Qodir agar Kekasihnya kembali duduk di kursinya.
___
Leo menarik paksa Seruni masuk ke dalam mobilnya.Lalu ia membawa gadis itu menuju apartemen miliknya.Seruni berusaha melepaskan diri,namun Leo sudah diperbudak oleh rasa cemburu.Ia mengheret Seruni tanpa perduli dengan rayuan gadis itu untuk minta dilepaskan.
Dengan kasar,Leo melempar tubuh ramping Seruni ke atas tilam.Ia membuka jasnya,lalu kemejanya.Ia juga menanggalkan celananya.
Seruni panik,ia ingin lari tapi tertangkap oleh Leo dan dibantingnya lagi tubuhnya ke atas tilam.
Meskipun kasur nya sangat empuk dan tidak melukainya,namun bantingan yang keras membuat Seruni pusing.Ia kehilangan banyak tenaga,maka saat Leo menaiki tubuhnya ia tidak punya kekuatan untuk melawan.
Leo menyeringai
"Sama aku kamu jual mahal,tapi sama Roy kamu hidangkan secara sukarela.Sekarang kamu akan rasakan yang mana yang paling bisa memuaskan dirimu"
Leo menarik kemeja Seruni hingga koyak,Seruni tidak bisa berbuat banyak selain menangis.
"Jangan takut sayang,aku takkan melukaimu.Tapi aku akan membuat mu melayang-layang"Bisik Leo penuh birahi.
Ia mencium leher Seruni dengan kasar,dan????
BHUKK AKHH
Leo terlempar kuat ke dinding kamarnya.Lalu tubuhnya yang sudah tak berbusana meluruh ke lantai yang dingin.Punggungnya terasa sakit,kemungkinan mengalami patah tulang.Pria itu meringis,melihat Seruni berlari ketakutan keluar dari kamarnya.Leo ingin memanggil,namun sakit di punggungnya membuat suaranya tertahan.
Seruni terus berlari,ia tidak sadar bahwa barang-barangnya tertinggal di kantor Roy tadi.
Begitu melihat tukang ojek online,Seruni memanggilnya.Si tukang ojek menghampiri.
"To-tolong bang... tolong saya"Seruni memohon dengan wajah berlinang air mata.Si tukang ojek mengamati keadaan gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kepala.Penampilan yang acak-acakan dan baju yang robek meyakinkan dirinya bahwa gadis itu adalah korban pemerkosaan.
"Neng mau kemana?"Tanya si tukang ojek simpati.
"Kemana aja asal saya dari tempat ini Bang"Jawab Seruni sesenggukan.
"Baiklah,cepat naik Neng"Titah si tukang ojek.
Seruni dengan cepat membonceng di belakang.Ia masih sempat melihat ke arah bangunan yang menjulang.Dimana salah satunya adalah apartemen milik Leo.Laki-laki yang baru saja akan merogolnya.
Dalam perjalanan pelariannya, Seruni bermonolog.Kemungkinan Ibunya yang membanting tubuh Leo hingga ia bisa melarikan diri.
Apakah saat ini Leo tengah di bantai oleh arwah Ibunya??
Meskipun Seruni kecewa oleh sikap Leo,namun ia tidak bisa untuk tidak khawatir kepada pria yang baru-baru ini mengisi kekosongan hatinya.Tapi Seruni bisa apa?Gadis itu ingin pergi sejauh yang ia bisa.Sehingga ia tidak bertemu lagi dengan pria yang hampir merenggut kegadisannya.