SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 66



"Sepertinya Luna sangat marah mendengar jawaban Tante"Seruni memprovokasi.Ibu Tito kaget,ia tidak percaya dengan benda-benda mustahil seperti itu.


"Hanya figura jatuh,kau langsung menghubungkan dengan perempuan itu.Ck ckcck sangat kekanak-kanakan sekali"Sanggah Ibu Tito meskipun hatinya ngeri juga jika itu benar.


"Jika bukan karena Luna,lantas kenapa figura itu jatuh Tante?"sambung Anggi.


"Ya bisa jadi ada tikus,atau angin... Semuanya bisa terjadi sesuai logika bukan?"jawab Ibu Tito percaya diri.


HEMMMMMMM


"Benar... Benar sekali Tante..."


Semua kaget mendengar suara Tito yang berbeda.Serau dan serak tapi terdengar seperti suara perempuan.


"To..."Sang Ibu memanggil anaknya,tapi Tito tak bergeming.Tangannya kaku dengan jemari melengkung.Kepala tertunduk miring.


"To..."Seruni turut memanggil Tito.Tapi pria itu tetap diam.Seruni saling beradu pandang dengan dua temannya.


Kretek kretek


Suara tulang patah terdengar bersamaan dengan terangkatnya wajah Tito.Tapi aneh,Kedua pupil mata Tito menghitam dan besar.Wajahnya pun keluar urat-urat yang berwarna hitam.Ia menyeringai menatap Ibunya.Sang Ibu panik,ia menarik kakinya mundur dengan gemetaran.


Namun Tito justru menyambar tubuh sang Ibu hingga tertindih ke atas sofa.Ibu Tito meringis kesakitan, meskipun Sofanya sangat empuk.Tapi jika dibanting keras akan sakit juga.


Tito menjulurkan lidahnya, menjilati pipi sang Ibu disertai seringai.


"Ti-To..."Ibu Tito memejamkan matanya rapat-rapat,ia ngeri sendiri melihat perubahan anaknya.


"Tante....mana anakku?"


"Aku tidak tahu...aku tidak tahu"Ibu Tito menarik wajahnya menjauhi wajah pucat berurat hitam anaknya.


"Bukankah Tante yang membunuh anakku ?Hah??"


Anggi dan Rasti serta Seruni saling memberikan kode.Lalu mereka secara bersamaan menahan tubuh Tito.


Pria kesurupan itu terlihat kaget,namun dengan sekuat tenaga ia melepaskan diri dari penahanan tiga sahabatnya.


"Kalian jangan ikut campur!!'Hardik Tito dengan suara garang, membuat tiga sekawan itu terperanjat.


"Ini urusan ku dengan pembunuh anakku, sekarang akan ku buat dia mati ditangan anaknya sendiri"


"Tolong lepaskan aku Tito...iling nak iling cah Bagus. .ini ibumu"seru Ibu Tito mengharap kesadaran putranya.


"Ibu??? Apakah pantas kau dipanggil Ibu?sedangkan kamu telah membunuh cucumu sendiri"


"Ibu terpaksa To...ini hanya salah paham saja ya Nak ya... tolong lepaskan Ibu"sahut Ibu Tito dengan tangan menyatu di atas wajahnya.


"Hahahahaha salah paham kau bilang ???Apa yang salah paham hah???"


"Itu belum tentu anakmu To...."


Wajah Tito yang pucat menghitam tercengang.Hatinya yang telah dirasuki arwah Luna terasa sakit.Perlahan tubuhnya melayang ke udara dan menempel di plafon rumah.Ia merangkak terbalik merapat ke tiang penyangga.


"Kau sungguh Jahat!!!Jadi kau pikir anak itu bukan cucu mu??"


Ibu Tito tergopoh-gopoh duduk dilantai, bersembunyi di balik sofa.


Arwah Luna yang berada dalam tubuh Tito menangis sesenggukan.


"Kau memang wanita iblis,akan ku bunuh kau sekarang juga"


Tito melompat hendak menyerang Ibunya.Bersamaan dengan itu, Kujang yang dipanggil Seruni muncul.Ia melompat dari arah yang berlawanan,lalu menyergap roh Luna. Membuat tubuh Tito yang tengah melompat langsung terjelopoh ke lantai.


"Lepaskan!! lepaskan aku!!"Arwah Luna yang ditahan Kujang ke dinding meronta-ronta.Sedangkan Rasti dan Anggi bertindak menolong Tito.


"Luna.... hentikan semua ini,jangan kau persulit rohmu untuk mencapai kesempurnaan dengan sebuah dendam.Apapun yang Ibunya Tito lakukan,semua itu akan ada balasannya"Seru Seruni lantang.


GRRRRRRRRR


"Kamu memang pintar ngomong Run...Karena kamu belum merasakan apa yang aku rasakan.Kamu enak, tidak pernah dipandang rendah oleh orang lain.Karena hidup mu penuh dengan kehormatan.Sedangkan aku??kau dengar sendiri wanita iblis itu bilang apa ?Anak yang aku kandung bukanlah anak dari Tito?Dia pikir aku ini perempuan murahan "


"Kau sendiri yang bilang kan Lun ,jika dia adalah wanita iblis.Apakah ada kata-kata yang baik dari seorang wanita iblis ??Kecuali itu adalah bujuk rayuan.Jadi kamu tidak usah perdulikan ocehan dari seorang iblis.Yang penting kamu bisa hidup tenang dan bahagia disana"Seruni tidak menyerah untuk membujuk Luna.


Arwah Luna yang masih dalam penahanan Kujang berseringai sinis.


"Bagaimana aku bisa bahagia,anak yang menjadi mimpi ku dan Tito sudah direnggut paksa tanpa perasaan ??Bagaimana aku bisa hidup tenang,jika orang yang tega menyuruh mengubur ku hidup-hidup masih menghirup udara bebas ??"


"Aku akan mengurus masalah yang disini, Ibunya Tito akan mendapatkan hukuman yang pantas atas perbuatannya "Seruni mengucapkan janji, Ibunya Tito membeliakkan matanya mendengar hal itu.


"Aku tidak mau dipenjara...enak aja, yang salah kan perempuan murahan itu.Kenapa harus aku yang dihukum ?"


Sang Ibu mencari jalan untuk kabur.Tapi gerak-geriknya disadari oleh Anggi.


"Eh dia mau kabur"seru Anggi yang langsung memancing perhatian semuanya termasuk Kujang.Saat itulah Luna melepaskan diri dan melesat menyambar tubuh wanita separuh baya itu.


"AAAAKKKKHHH tolong... tolong..."Ibunya Tito menjerit minta tolong saat tubuhnya melayang ke udara dengan mengherankan.Ia melesat cepat,karena Luna tidak mau ditahan oleh Kujang lagi.


"Arwah Luna membawa kabur Ibunya Tito"seru Rasti.


"Sudah biarkan saja, sekarang kita tolong Tito dulu"ujar Seruni ,kedua sahabatnya setuju.Mereka mencoba menyadarkan Tito yang masih belum sadarkan diri.


*


*


"Lepaskan aku.... lepaskan wanita murahan..."Ibunya Tito terus menjerit walaupun ia tidak yakin akan ada orang yang mendengar suaranya.Ia terus saja meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari cengkraman makhluk yang tak terlihat itu.


Namun Luna terus saja membawa Ibu Tito ke suatu tempat.Sesampainya ditempat yang dituju,Luna melemparkan tubuh Ibu Tito sampai terguling-guling.


Ibu Tito meringis kesakitan sambil memegang punggungnya.Ia terperangah begitu menyadari dimana dia berada saat ini.Apalagi melihat penampakan yang mengerikan.Mayat dukun yang telah mengaborsi Luna dikuliti sampai habis.Bola matanya pun hampir terlepas separuh ,dan bagian isi perutnya menjuntai keluar dikerubungi belatung.


UWEEEK UWEKKKK


Ibu Tito tak tahan,ia muntah-muntah sampai terkuras habis isi perutnya.


Suara erangan mengagetkan nya, sampai tak sengaja air yang hampir termuntah tertelan kembali.Ibu Tito mencari sumber suara,namun sama sekali tak menemukan wujud siapapun kecuali si dukun beranak itu.Setelah diperhatikan,ternyata dukun itu masih hidup.Karena Ibu Tito melihat dadanya sedikit bergerak naik turun.


"Ka-kau masih hidup??"Gemetar lutut wanita paruh baya itu,ia berundur sampai bersandar ke dinding bambu.


"Toooooo...Loooooong"


Ibu Tito menakup mulutnya yang menganga,benar!Dukun itu masih hidup dalam keadaan mengerikan sekali.