
Reyhan turut menoleh,ia melihat Uzma melihat ke arah mereka.
"Siapa dia Rey??baru kali ini kamu membawa seorang perempuan murahan ke rumahmu.Biasanya hanya aku wanita yang bisa berada di rumah mu selain adikmu.Siapa dia Rey ??kenapa kamu sampai membawanya ke rumah ini?Dan dia??dia tidur di ranjang mu?Kau sudah gila Rey...kau sudah gila"Livia terlihat histeris.
"Liv...jangan berprasangka buruk dulu, dia..."
"Dia siapa??"
Reyhan yang ingin menjelaskan dipotong cepat oleh Livia .Hati wanita itu tidak terima dengan keberadaan seorang wanita di kamar Reyhan .Reyhan tidak pernah seperti itu sebelumnya.Hanya dia wanita lain selain Seruni yang bisa berada di rumah ini.Dan wanita asing itu,bukan hanya di rumah,tapi di Kamar Reyhan .
"Kamu jahat Rey,kamu jahat...kamu sudah mencabik-cabik hatiku..."
"Liv...kamu harus tenang,kamu jangan terbawa emosi"
"Bagaimana aku bisa tenang Rey? Bagaimana ??Tidak ada seorang pun yang perduli dengan perasaan ku,tidak ada seorang pun yang perduli dengan inginku.Termasuk kamu!! orang yang ku harapkan bisa memberi ku sedikit semangat hidup,malah tidur seranjang dengan wanita lain"
Reyhan memejamkan matanya,ia mengatur nafas agar tetap slow.
"Apa yang harus aku lakukan Liv??kamu tahu kan?kita cuma temenan,dari dulu kamu adalah sahabat ku.Apa yang bisa aku lakukan ??Aku tidak punya hak mutlak atas jodoh mu,siapa yang akan menikahi mu?"
"Tapi hanya kamu yang bisa memberikan aku semangat Rey,ok...tak apa jika memang hatimu tak sama dengan hatiku,aku tidak bisa memaksa itu.Tapi kamu punya kendali penuh atas hatiku Rey,tenangkan aku dengan kehangatan mu,tenangkan aku dengan gairah mu.Tidak mengapa jika aku harus menikah dengan orang lain,tapi aku ingin tetap bersamamu Rey, merasakan kehangatan seperti sebelumnya"
Reyhan terdiam....
"Jadi kamu ingin menjalin sebuah perselingkuhan ?? Persahabatan yang kita bina akan menjadi sebuah hubungan terlarang ??"
"Bukankah kamu yang pertama kali memberikan aku kehangatan, bagaimana caranya bercinta? bagaimana caranya bercumbu ??"
"Yah!!benar!! memang aku yang mengawali nya,tapi itu hanya caraku menjelaskan padamu bahwa wanita-wanita yang bercumbu dengan ku sama sekali tidak ada bedanya dengan yang aku lakukan padamu.Aku tidak punya perasaan apapun,sama ketika aku bercumbu dengan mu.Itu hanya penjelasan agar kamu tidak cemburu buta Liv..biar kamu tahu apa artinya mereka bagiku"
"Tapi kenapa sekarang kamu menolak ku??Apa karena dia??"Livia menuding ke arah Uzma yang sejak tadi diam seribu bahasa.
"Apakah karena wanita yang naik ke atas ranjangmu itu?"
"Dia istri ku Liv"
Livia terhenyak...
"Apa???hahahahaha istri??"Livia tertawa aneh.
"Kamu pikir aku percaya ??"
Reyhan berbalik,ia mengambil buku nikah yang ia letakkan di atas nakas.
"Ini..."Reyhan menyerahkan buku nikah tersebut.
Livia membuka kedua buku yang berbeda warna itu,ia memperhatikan dengan seksama.
"Nggak...kamu pasti boong,baru beberapa hari yang lalu kamu bilang sama aku,belum menemukan seorang wanita yang bisa membuat hatimu jatuh cinta.Tapi tiba-tiba sekarang kamu sudah nikah??kamu pikir aku akan percaya ?kamu pikir dengan begitu perasaan ku akan mati kepadamu Rey?Tidak Rey...tidak...kamu tidak perlu melakukan ini semua hanya untuk membuat cinta ku pupus,kamu tidak perlu melakukan hal itu!!"
Reyhan menggeretakkan gerahamnya,ia marah namun ditahan.
"Liiiv.. please.. selama ini kamu tahu kan aku tidak pernah berbohong kepadamu. Apalagi soal pernikahan, Aku serius Liv aku sudah menikah"
"TIDAAAK!!!Kamu bohong Rey...kamu bohong...aku akan tanyakan hal ini kepada Dokter Harun, Dokter Ridwan, ataupun kepada Dokter Dirga...Aku akan tanyakan semua kepada ahli keluarga mu, untuk memastikan bahwa kamu benar-benar sudah menikah.Baru aku bisa percaya kalau itu benar"
"Ok!! terserah kamu!!! sekarang kamu cepat pergi dari sini,aku capek!!"Akhirnya Reyhan kehilangan kesabaran,ia menaikkan tone suaranya hingga membuat Livia langsung diam.
Gadis itu tertunduk,ia berbalik dengan langkah gontai dan pergi dari hadapan Reyhan .
Reyhan menghela nafas kasar, tangannya mengusap wajahnya yang gusar.Ia lalu berbalik dan duduk di bibir kasur Disisi Uzma .
Uzma tetap memilih diam,ia takut jika ia bicara akan memperkeruh keadaan.Meskipun ia sendiri merasa ada sesuatu yang perih didadanya,tapi gadis itu tetap tidak berkomentar.
"Maafkan aku"Tiba-tiba suara Reyhan terdengar lirih.
"Aku...aku ..."Reyhan tidak mampu untuk mengatakan apa yang diputuskan otaknya.Lidahnya kelu seperti kram.Tiba-tiba sentuhan hangat mengusap punggungnya,Reyhan menoleh.Uzma mengulas senyum tipis yang menenangkan.
"Semua orang punya masa lalu,dan guru terbaik dalam hidup kita adalah pengalaman.Jadikanlah masa lalumu yang buruk sebagai pembelajaran agar bisa lebih baik ke depannya"
Reyhan terharu,ia langsung merangkul Uzma dalam dekapannya.Gadis itu terhenyak,ia ingin melepaskan diri tapi dekapan Reyhan sangatlah kuat.
"Tolong diamlah sejenak,aku ingin menenangkan diriku dengan memeluk mu"pinta Reyhan yang membuat Uzma terdiam tak berkutik.Reyhan memejamkan matanya,ia merasakan debaran jantungnya seakan senada dengan debaran jantung istrinya.Ia benar-benar merasakan ketenangan,debaran jantung gadis ini seperti debaran jantung Ibunya saat merengkuhnya.
Tak terasa air mata jantannya mengalir perlahan,ia merasakan kehadiran sang Ibu disana.
"Bundaaaaaa...."Reyhan mengucap lirih"aku rinduuu"
Uzma mendengar dengan jelas rintihan pria itu,ia tersentuh.Ternyata pria yang dinikahinya adalah jiwa yang kesepian.Perlahan tangan Uzma mengusap punggung pria yang mendekapnya erat.
Reyhan tersenyum,ia merebahkan tubuhnya dengan tubuh gadis itu perlahan.Uzma terkesiap, ia ingin berontak namun Reyhan cukup kuat.
"Aku tidak akan berbuat apapun kepada mu,aku hanya ingin merasakan dekapan ini diperbaringan.Ibuku selalu memeluk ku saat dia menidurkan aku"ucap Reyhan menjelaskan.Uzma menghentikan rontaan nya,ia pun pasrah mencoba percaya dengan pria itu.Tapi Uzma tahu,jika memang pria itu menginginkan dirinya?Dia tidak punya hak untuk menolak.Karena dia adalah istri sahnya, apapun alasan pernikahan mereka.Mereka adalah sepasang suami istri yang sah Dimata hukum dan agama.
Pada akhirnya keduanya tetap saling berpelukan satu sama lain di atas tilam.Kujang memperhatikan mereka dari atas lemari.Ekornya menjuntai manja sambil bergerak ke kanan dan ke kiri.
Ia ingin tahu seperti apa Reyhan memegang janjinya kepada istrinya.Karena ia tahu,Reyhan sudah mulai jatuh cinta kepada gadis Kecubung.