
Valo mendatangi perusahaan PT KASTAPURA untuk bertemu dengan Raja.Akan tetapi ia hanya bisa bertemu dengan Tuan Rakhes Ayahnya Raja.
"Hey Valo...Apa kabar ??"Tuan Rakhes berjabat tangan dengan erat disertai tepukan di bahu Valo.
"Baik Om...Raja mana Om?Dari pagi tadi saya telfon tapi tidak diangkat.Padahal hari ini kami akan ada penandatanganan kontrak bersama Om"
"Raja??Bukankah kemarin dia ada bersamamu?"
"Iya Om...tapi semalam kita berpisah,Raja pergi dating bersama adik saya Om,Nicta!!"
"Nicta???Oh ya Ayahmu pernah mengatakan jika dia ingin Raja dan Nicta bisa disatukan.Kalau Om ok ok saja...."
"Iya Om...tapi masalahnya Raja kemana?"
"Ah kau seperti tidak mengenal dia saja,Raja ini memang pintar ,dia cerdas , bijak ,tapi dia malas bangun pagi.Mungkin saat ini dia masih ngorok"
Valo mendengar kan sebuah pujian,tapi ia justru menangkap sesuatu yang menunjukkan ketidak pedulian.
"Coba saja kamu telfon dia lagi"sambung Tuan Rakhes lagi.Valo mengiyakan,ia mencoba menelpon Raja sekali lagi.
"Hallo..."Terdengar suara seorang wanita menjawab dari seberang.Valo sedikit lega...
"Tu kan benar"Ujar Tuan Rakhes yang mengira Raja yang telah mengangkat telfon.
"Ya Hallo...Raja mana?"jawab Valo kemudian.
"Raja??Oh apakah pemilik ponsel ini bernama Raja??dia semalam boking hotel,tapi dia sudah pergi dan meninggalkan ponselnya di kamar.Silahkan anda ambil ponselnya di meja resepsionis..Ok"
TUUUUUUT
Sambungan terputus secara sepihak.Valo belum sempat mengatakan apapun.
"Gimana?"Tuan Rakhes bertanya,"Dia sudah bangun kan?"
"Emmm Raja ketinggalan ponselnya Om,jadi saya akan menjemputnya dulu"
"Oh ok ok...salam untuk Ayahmu ya..."
"Baik Om"
Valo bergegas pergi untuk menjemput ponsel sahabatnya.
*
"Apa mbak nggak tahu kemana pemilik ponsel ini??"Valo bertanya kepada petugas resepsionis hotel.
"Nggak Mas...saat kami akan membersihkan kamar,sudah tidak ada orang didalam"
Valo manggut-manggut mendengar penjelasan petugas resepsionis.
"Emmm boleh saya cek CCTV ??"
"Oh kalau itu bukan wewenang saya Mas, sebaiknya anda menemui direktur kami"
"Emm baiklah...tolong pertemukan saya dengan direktur anda sekarang"
"Baik... tunggu sebentar"petugas resepsionis mengangkat ganggang interkom lalu melakukan panggilan.
Setelah dengan persetujuan dari pihak hotel, akhirnya Valo diijinkan memeriksa CCTV yang merekam suasana di luar kamar tempat Raja menginap bersama Nicta.
Valo menautkan kedua alisnya,ia meminta untuk memperbesar gambar agar lebih jelas.Disana Valo menemukan Raja berlari keluar kamar,tapi kemudian ditendang oleh seorang pria yang baru datang hingga memaksa Raja masuk kembali ke dalam kamar.Pria itu turut masuk dan menutup pintu.
Setelah beberapa saat kemudian,pria itu keluar dengan menggendong Nicta di punggung nya.Valo membulat kan matanya,ia terus menunggu Raja keluar.Tapi sampai satu jam video di putar.Tidak ada tanda-tanda Raja keluar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Guru sedang menulis rumus di papan tulis, sedangkan Yas memperhatikan Nicta yang digoda oleh Nicky.
"Sttt"Nicta meletakkan jari telunjuknya di bibir,meminta agar Nicky diam.Tapi tetap saja Nicky menggoda Nicta.Tapi Yas sama sekali tidak melihat Nicta kesal atau jengkel,justru Nicta hanya tersenyum saja.
Yas bangkit,ia menarik kursinya lalu duduk di sisi Nicta.Nicta dan Nicky sama-sama kaget,
"Ngapain disini ??"tanya Nicta dengan suara dipelankan.Yas tak menjawab,ia meletakkan buku pelajaran nya di meja.Alhasil meja sepetak itu menjadi sempit.Nicta bangkit berniat ingin pindah saja,tapi tangan Yas mencekal lengannya.
"Duduk saja"
Nicta Ingin membantah,tapi suaranya tertahan di tenggorokan.Nicky melongo melihat adegan itu.Yas memberi kode agar Nicky berbalik menghadap ke depan saja.Jangan tolah-toleh.Nicky pun membalikkan tubuhnya.
Nicta merasa tak nyaman dengan perubahan sikap Yas.Apalagi tatapannya lain dari biasanya, membuat Nicta bergetar dan tak tahan untuk melawan mata itu.
Saat Nicta makan di kantin pun Yas mencarinya, duduk di depannya hanya untuk memperhatikan saja.
"Kau mau apa sih sebenarnya ??"tanya Nicta mulai kesal.Ia jadi grogi diperhatikan seperti itu oleh Yas saat makan.Lagi-lagi Yas hanya diam,merebut minuman Nicta lalu meminumnya dengan pipet yang sama.
"Eh...kamu nggak jijik minum pakek bekas pipet aku"
"Ngapain jijik, ******* bibirmu saja aku suka"jawab Yas enteng.Nicta terperangah, refleks pipinya terasa memanas.Ia memperhatikan ke sekeliling takut ada yang mendengar ucapan Yas .
"Kamu apa-apaan sih??kalau didengar orang nanti bisa jadi fitnah"
"Itu bukan fitnah,tapi fakta "balas Yas disertai senyuman tipis.
"Gila kamu"Nicta bangkit,seraya membereskan pinggan bekas makanan nya.Yas hanya tersenyum lucu melihat tingkah Nicta yang malu-malu.
*
Pulang sekolah Yas mengajak Nicta pulang bersama.Ia meminta supir yang biasa menjemput Nicta agar pulang lebih dulu.Nicta pun menyetujuinya meskipun hatinya merasa tak nyaman.
Yas hendak menarik gas kopling, tiba-tiba ada seseorang yang menarik Nicta dengan paksa hingga turun dari atas sepeda motornya.
"Eh...eh"Nicta terkejut saat ia ditarik paksa oleh Valo.Tubuh Nicta terjerembab ke tanah.Yas segera turun, menepis tangan Valo serta membantu Nicta bangun.
"Katakan dimana Raja Nic!!'pekik Valo geram.
"Aku nggak tahu Kak"
"Kau .."Valo hendak menarik paksa Nicta namun Yas dengan gagah menghalangi.
"Jangan ikut campur kau"hardik Valo kesal.
"Sebaiknya Anda pergi, sebelum saya bertindak melanjutkan ke Ranah hukum kasus ini.Karena saya tahu, semalam anda sudah berniat jahat terhadap adik anda sendiri"
Valo terkesiap
"Saya bisa membawa Nicta saat ini juga untuk menemui paman saya yang berprofesi sebagai Dokter.Karena meskipun reaksi obatnya sudah hilang,bukan berarti seorang Dokter tidak bisa mendeteksi sisa-sisa toksin di dalam tubuhnya akibat obat itu "
Valo menelan saliva,ia takut juga mendengar ancaman anak ingusan didepan nya saat ini.
"Jangan kau pikir,kau bisa lolos Begitu saja dari incaran ku Nic...Akan ku usut jejak hilangnya Raja,dan kau tidak akan lolos dengan mudah"Ancam Valo sebelum dia pergi.
Nicta memperhatikan punggung kakak tirinya itu sampai masuk ke dalam perut mobil.
"Sebenarnya ada apa sih??Kok Kak Valo marah-marah terus sama aku"Nicta bingung dengan apa yang terjadi.
"Sudah tidak usah dipikirkan, yang penting kamu nggak kenapa-kenapa"Yas mengalihkan perhatian dengan sebuah belaian lembut di anak rambut Nicta.Gadis itu membuang muka, menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.