SERUNI

SERUNI
BAB 122 Hari Pertama Masuk Sekolah



Tok tok tok tok


"Excel ..."seru Seruni dari luar kamar anak gadis yang baru saja diijinkan tinggal di rumahnya.


CEKLEK


"Iya Tante..."kepala Excel menyembul lewat celah pintu yang dibukanya sedikit.


"Sekarang waktunya sholat dhuhur,ayo kita ke Musholla.Setelah itu kamu harus sekolah,kamu sudah tahu masuk kelas berapa ?"


Excel menggeleng.


"Ya udah nanti kamu tanya sama pengurus kamarmu, sekarang cepat siap-siap untuk sholat "


"Ok siap Tante "Excel melakukan gerakan hormat kepada Seruni .Ibu dari Muhammad Ibrahim itu hanya tersenyum tipis.


___


Usai sholat dhuhur berjamaah,Excel mencari Wanda untuk tahu dia tentang sekolahnya.


"Ohya ... seragam sekolah mu ada di kamar, kalau masalah kelas? Ustadzah Muna lebih tahu,nanti kamu temui beliau biar diantar ke kelasmu"ujar Wanda menjelaskan.


"Baik Kak... terimakasih ya "


Wanda mengangguk disertai senyuman.


___


Setelah bersiap-siap untuk sekolah,Excel keluar kamar.Dan ternyata Seruni sudah menunggu di depan kamarnya.


"Eh Tante..."


Seruni tersenyum,ia menghampiri Excel , merapikan hijab yang dipakai gadis itu.Excel terkesiap,kedua netranya langsung mengembun.Karena memang sejak kecil ia tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.


Seruni juga merapikan sedikit pakaian yang dipakai Excel .


"Cantik sekali kamu"puji Seruni dengan decak kagum.


"Makasih Tante..."tangan Excel refleks menyusutkan air matanya.


”Kenapa?kok malah nangis ??"Seruni mengusap pipi gebu gadis tersebut.


"Ex nggak pernah ngerasain diperhatiin oleh seorang Ibu ,Tante"Excel menundukkan kepalanya.


"Benarkah ??"seketika Seruni teringat akan dirinya.


"Ya sudah... mulai sekarang anggap saja Tante adalah Ibu kamu"


"Bolehkah itu Tante ??"kedua bola mata Excel berbinar bahagia.Seruni mengangguk yakin.Excel langsung berhambur memeluk Ibu dari Muhammad Ibrahim.Ia menangis dalam pelukan hangat seorang Seruni .


"Makasih Tante .. makasih..."


"Sudah cup cup cup.. nanti cantiknya hilang kalau nangis terus"


Excel tersenyum lalu menghapus sisa-sisa air matanya.


"Gimana kata ketua pengasuhmu?"


"Katanya Excel disuruh datang ke ruangan Ustadzah Muna.Dia nanti yang akan mengantar Excel ke kelas "


"Ya udah,Tante antar kamu menemui ustadzah Muna "


"Makasih Tante ...."


____


Setelah bertemu dengan Ustadzah Muna,Seruni pamit kembali ke rumah.Sedangkan Excel mengikuti Ustadzah Muna menuju kelasnya.


"Nah disini kelas kamu"ucap Ustadzah Muna seraya mengetuk pintu,Excel mendongak memeriksa kelas berapa dia sekarang.Ternyata kelas XI B, syukurlah dia tidak perlu mengulang kelas dari kelas X.


"Assalamualaikum...."sapa Ustadzah Muna setelah membuka daun pintu.


"Wa'alaikum salam"jawab para murid kompak.


"Tuan...ini ada anak baru dari kota"


Dua pasang mata langsung bertemu.


"Tuan Muda..."seru Excel dengan senyuman yang lebar.Ba'im membulatkan matanya dengan sempurna.


Ustadzah Muna membawa Excel mendekat ke hadapan Ba'im .


"Excel ...Tuan Muda ini adalah wali kelas mu,jadi kamu belajar baik-baik ya di kelas "


Excel mengangguk cepat.


"Ya sudah,saya tinggalkan anak baru ini dibawah pengawasan anda Tuan Muda "


Setelah berkata demikian, Ustadzah Muna meminta diri.Ba'im belum bisa berkata apa-apa karena masih shock dengan kedatangan Excel ke kelasnya.


"Sudah sana cepat duduk!!!"hardik Ba'im ketus.


"Emmm apa tidak perkenalan lebih dulu?"tanya Excel .


"Tidak perlu, nanti kamu bisa kenalan sendiri dengan mereka "ketus Ba'im tanpa mau melihat ke arah lawan bicaranya.Ia malah membuka buku pelajaran.


"Ok"Excel melangkah ke bangku kosong,tapi tiba-tiba langkahnya tercekat.Ia mencari bangku kosong lainnya.Lalu duduk di sana.Semua mata menatap ke arahnya , namun Excel tak perduli.


"Baiklah apa kalian sudah paham tentang apa yang ustad jelaskan? Jadi kalau kalian membersihkan darah haid memang harus menghilangkan dzatnya, bentuknya, sifatnya, seperti dia mempunyai bau amis dan juga dia berwarna merah .Jadi kalian harus menghilangkan itu semua biar benar-benar suci dan bersih"


"Kalau caranya? Kalian pasti tahu sendiri kan, kita bisa pakai sabun, kita bisa pakai deterjen, pewangi, atau pemutih agar sifat-sifat dari darah tersebut bisa hilang dengan sempurna"


"Kalian pasti sudah mengerti kan Bagaimana tata caranya bersuci sesudah haid?"


"Sudah ustadz "jawab beberapa murid kompak.


"Bagus!! Kalian juga pasti sudah tahu niatnya kan?".


Excel mengangkat tangannya tinggi-tinggi, membuat Ba'im menoleh ke arahnya.


"Apa ada yang belum dimengerti?"tanya Ba'im .


"Apakah yang dimaksud tuan muda eh Pak ustadz itu adalah niat ketika kita mandi suci sesudah haid?"


"Iya benar..."


"Emmm saya nggak tahu niatnya gimana Pak ustadz "


"Hah??terus kalau kamu bersesuci gimana?"


"Ya udah tinggal mandi aja dengan niat kalau aku mau membersihkan diri sesudah mengalami haid itu aja"Jawaban Excel mengundang tawa teman-temannya.Sedangkan Ba'im hanya geleng-geleng kepala.Ia pun menulis niat hadast haid di papan tulis.


"Nah sekarang kamu tulis niat ini di bukumu"Ba'im memberikan perintah.Excel mengangkat lagi tangannya tinggi-tinggi.Ba'im menatapnya tak mengerti.


"Pak ustad saya kalau tulisan bahasa Arab nggak tahu cara bacanya gimana? bisa Nggak ditulis menggunakan bahasa Indonesia?"


HUFFFFF


Ba'im menghela nafas panjang.


"Kamu bener-bener nggak tahu Apa pura-pura nggak tahu?"tanya teman Excel yang duduk di samping kirinya.


"Ya emang nggak tahu"jawab Excel .


"Kamu bodoh apa goblok sih?"Balas temannya lagi.


"Emang salah ya kalau aku bertanya karena memang aku nggak tahu, masa kalau aku tahu mau bilang nggak tahu kan gimana?"


"Iya Tapi itu mustahil loh, dari kecil loh dari kita sekolah di madrasah doa ini udah diajarin"


"Hello aku nggak pernah sekolah madrasah ya"bantah Excel .


"Apa??"


"Sudah... sudah... cukup...cukup.... jangan berdebat lagi!!Excel setelah ini jika kamu ada yang tidak dimengerti, kamu bisa tanya aku di rumah oke?"


"Siap!!!"jawab Excel semangat.Ia tidak menyadari jika teman-temannya terkejut mendengar kalimat ustadz nya.


"Kamu tinggal bersama ustadz ??"teman Excel yang duduk di sebelah kanannya bertanya dengan suara yang sengaja dikecilkan.Excel menjawab dengan anggukan.


"Hah??kamu siapanya ustadz ??"teman yang berdebat tadi juga ikut bertanya.


"Calon istrinya"


THUK!!!


Sebuah spidol mendarat sempurna di jidat Excel .


"Aduuuh"Excel menggosok bekas tabrakan spidol dengan jidatnya.


"Di sini tempat untuk belajar bukan tempat duduk bergosip ...paham!!"Ba'im berbicara dengan tegas.


"Paham ustadz "jawab semuanya kompak tapi tidak termasuk Excel .


"Baiklah kita lanjutkan dengan penjelasan tentang najis mughallazah, najis mughalladho adalah najis paling berat di antara dua najis sebelumnya. yaitu najis dari anjing dan babi"


"Seperti contoh jika kita terkena air ludahnya anjing atau babi, tapi kebanyakan kita lebih cenderung terkena air ludahnya anjing seperti kita digigit anjing. Jadi untuk mensucikannya kita harus membasuhnya sebanyak 7 Kali dan salah satu dari ke-7 itu kita diharuskan menggunakan tanah ,seperti lumpur. Tapi kalau kita bersuci di air yang keruh seperti air sungai akibat banjir yang memang keruh bercampur dengan lumpur itu kita tidak perlu menggunakan lumpur lagi"


"Akan tetapi kalau kita hanya tidak sengaja ataupun sengaja menyentuh anjing itu tidak perlu kita bersuci sampai 7 kali . Cukup kita ambil wudhu saja karena ada imam yang mengatakan itu hanya membatalkan wudhu tapi tidak najis, yang najis adalah air liurnya"


"Apa kalian sudah paham??"


"Iya ustadz "jawab muridnya kompak.


"Bagus... Minggu depan di mata pelajaran yang sama, ustadz akan memberikan ujian kecil kepada kalian meliputi tentang tiga najis yang baru saja ustadz jelaskan"


"Baik Ustadz!!!"