SERUNI

SERUNI
BAB 50 Idaman Geysa



Angin kencang menerjang tubuh Seruni sampai ia terjengkang.Leo segera keluar dari dalam mobilnya.Ia menolong Seruni dan membantunya bangun.


"Kamu tidak apa-apa?"Leo nampak cemas.Seruni menggeleng pelan.Angin kencang kembali menerjang,Leo segera merangkul tubuh Seruni untuk melindungi gadis itu.


AAAAAAAAAAKKKKK


Pekikan kuat membuat keduanya terpaksa menutup telinga.


"Dia marah"Bisik Seruni.Leo mengiyakan


"Aku akan melindungi mu"Ucap Leo.


AKHHHHHH


Pekikan seperti kesakitan mengherankan keduanya.Apa yang terjadi?Angin ****** beliung mengitari dua manusia tersebut.Leo mengajak Seruni masuk ke dalam mobil.Seruni menyetujui,keduanya masuk lewat pintu yang sama.Leo merangkul tubuh Seruni sebagai tindakan untuk melindungi Seruni dari serangan berikutnya.


Sesaat setelahnya ****** beliung itu lenyap dalam pekatnya malam.Seruni merenggangkan diri membuat jarak antara ia dan atasannya.Leo terdiam cukup lama,ia seperti tengah memikirkan sesuatu yang rumit.


"Pak Bos Ok?"Tanya Seruni.


Leo menggeleng pelan.


"Aku hanya tak habis pikir dengan semua ini?Yang aku tahu Tantri adalah sosok gadis pendiam dan penyayang.Kalau dia benar telah bersekutu dengan syetan untuk membunuh Ivanka,jadi semua sikap baiknya adalah ilusi"


"Padahal aku mati-matian membelanya di depan orang tuaku"


"Tidak usah menyesal Bos,toh dia sudah meninggal"


"Kenapa ia tega melakukan ini padaku?"Leo tetap tenggelam dalam angannya.Seruni menghela nafas, diperhatikannya wajah si Bos.Baru sadar Seruni kalau si Bos lumayan ganteng.Dia juga baru ingat ucapan hantu Ivanka,kemungkinan Bos nya suka padanya.Buktinya tadi dia menciumi nya.Seruni jadi senyam-senyum sendiri.


Leo menyadari,ia menoleh sehingga Tatapan keduanya bertembung.


"Kamu menertawakan diriku?"


Seruni menggeleng cepat


"Terus kenapa senyam-senyum melihat ku?"


Seruni jadi punya ide nakal agar Bosnya berhenti menyesali keadaan.Ia mendekat, dibelainya pipi Leo dengan lembut.Lalu ia ******* bibir pria itu.Leo terbeliak,tapi sesaat kemudian ia menikmati juga ciuman itu.


"Bos jangan pikirkan lagi tentang Tantri ya"Bisik Seruni setelah ia melepaskan ciumannya.Leo mengangguk sambil tersenyum.


"Tapi kamu harus janji?"


"Janji apa?"Tanya Seruni.


"Kamu adalah milikku sekarang,bukan Roy lagi"


Seruni terdiam,hatinya bergemuruh saat mendengar nama Roy.Tapi mungkin ini saatnya Seruni belajar menerima orang lain dihatinya.


"Mau kan?"Sambung Leo.


"Saya tidak bisa memaksakan hati,tapi saya akan membiarkan semua berjalan seperti semestinya"


Leo tersenyum sembari mengangguk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sherly duduk di atas toilet sambil menunggu hasil testpack yang ia lakukan sendiri.Sebenarnya ia belum merasakan tanda-tanda kehamilan,tapi tidak ada salahnya coba dicek dulu.Karena ia tak sabar untuk hamil,meskipun bukan hasil dari pernikahannya.


Selang satu menit,ia melihat hasil testpack nya dengan perasaan tak karuan.Garis dia membuat senyumannya tersungging.Ia berjingkrak-jingkrak kesenangan.Segera ia berlari keluar menghampiri suaminya.


"Sayang aku hamil"Ia menyerahkan alat testpack nya dengan wajah berbinar bahagia.Roy hanya melihat sepintas lalu fokus menonton tv yg tersedia di kamarnya.


Senyum Sherly perlahan memudar.


"Yah..aku selingkuh.Seperti yang kamu pikirkan"Sherly menghempaskan tubuhnya ke atas tilam.Ia duduk tak jauh dari suaminya.


"Tapi selamanya aku tidak akan hamil jika aku menunggu kamu melakukannya padaku.Ini semua demi kamu juga sayang"Sherly berusaha meyakinkan suaminya meskipun Roy bersikap acuh.


"Baiklah,bagaimana pun aku berusaha kamu tetap akan begini.Tetaplah diam seperti itu"Sherly bangkit lalu melangkah pergi keluar kamar.


Roy menarik sebelah bibirnya, tatapannya penuh ancaman.


___


Geysa melangkah mendekati ruang kerja Kakaknya.Ia sengaja datang sekedar ingin melepaskan rindu setelah lama Kakaknya tidak datang berkunjung.


Yah kini Geysa hanya punya Roy sebagai sisa keluarganya.Karena Ny Desi sudah meninggal setahun yang lalu disebabkan tekanan batin memikirkan putra sulungnya.


Dan sejak saat itu,Roy jarang mengunjungi.Hanya saja, Kakaknya tidak pernah melupakan dirinya dalam hal uang jajan.


Baru saja hendak masuk,ia melihat kelibat seseorang yang tidak asing.Geysa mengurungkan niatnya,ia justru mengikuti langkah perempuan yang dikenalinya itu.


"Seruni"Seru Geysa.Seruni langsung menoleh.


"Seharusnya aku yang nanyak,kamu ngapain disini? gangguin Kakakku?"Geysa bertanya dengan sengit.


"Ah tidak Nona,saya kerja disini"


"Kerja??emang orang seperti mu bisa kerja apa di perusahaan besar ini?"


Seruni jadi bingung sendiri musti jawab apa? Dalam hatinya ia meruntuk si Bos karena mengajaknya untuk ikut serta.Meskipun hanya sekedar menemani si Bos.


"Sayang,,,kok lama sekali sih?"Tiba-tiba Leo muncul.Geysa terpana,ia masih ingat dengan Leo salah satu teman Kakaknya yang pernah ia taksir.


"Kak Leo"Desis Geysa.Leo memicingkan matanya,ia menelisik wajah gadis belia yang manis itu"Aku G kak,adiknya Kak Roy"


"Heyyy G"Leo langsung menghampiri dan memeluk gadis itu dengan erat"Lama tidak bertemu dengan mu,sampai pangling aku melihat mu sekarang.Makin cantik saja"


Geysa tersipu malu,Leo begitu memuji kecantikan Geysa sampai lupa kalau ada Seruni yang merenggut tidak suka.


"Sudah kelas berapa sekarang?"


"Aku kuliah kak baru semester dua"


"Waaahh pasti sudah punya pacar"


Geysa menggeleng.


"Ah yang bener?"


"Iya Kak,aku cari yang seperti Kakak nggak ketemu"


"Ih kamu sudah pintar merayu ya"Leo mentoel pipi Geysa gemas.


"Kakak ngapain disini?"


"Kakak kerja,kan aku ditunjuk sama Roy untuk jadi Tim audit disini.Dan itu sudah berlangsung beberapa tahun"


"Ohya???Kok Kak Roy nggak pernah cerita"


"Ya karena kamu tidak pernah bertanya"


Geysa tergelak malu-malu.


"Kak nanti temani aku makan siang ya,aku kangen sama Kakak"Geysa mengapit tangan Leo manja.


"Boleh "


Geysa tersenyum.


"Kamu kesini mau ngapain?"


"Mau ketemu Kak Roy,sudah lama Kak Roy nggak pulang ke rumah"


"Kayaknya Roy nggak ada dech"


"Kemana?"Geysa jadi penasaran.


"Udah dua hari aku nggak lihat dia"


"Masak sih?Apa Kak Roy sakit ya Kak?"


"Entahlah,,,kenapa kamu nggak telfon dia?"


"Nggak aktif Kak"


Keduanya seperti memikirkan hal yang sama.Leo sampai tidak menyadari kalau Seruni sudah masuk mendahului.


"Emmm Kakak sibuk nggak sekarang?"Geysa berusaha mencari kesempatan.


"Nggak begitu sih,kan aku Bos hahahaha"


"Bisa temani Geysa ke rumah Kak Roy.G khawatir takut Kak Roy sakit Kak"


"Emmmmm gimana ya?"Leo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ayo dong Kak ...."Bujuk Geysa setengah memaksa.


"Emmmm baiklah"


Geysa tersenyum lebar.


"Nanti bisa langsung pergi makan siang ya Kak"


"Ok,tunggu sebentar"Leo melepaskan diri dari pegangan tangan Geysa.Ia baru sadar kalau Seruni tadi ada disampingnya.Perasaan Leo jadi tidak enak karena kekasihnya pergi mendahului tanpa berkata apa-apa.