
"Kamu lapar nggak?"Tanya Leo.Seruni menoleh sepintas.
"Ya lapar Bos"Jawab Seruni ketus.Ia jengkel sekali dengan atasannya ini.Entahlah pokoknya Seruni merasa kurang sreg dengan orang yang punya temperamen judes dan sombong.
Dulu Roy meskipun dia adalah majikannya,tidaklah sejudes dan sombong seperti Bosnya yang sekarang.Roy malah baik dan romantis.Hihihihi Seruni tidak bisa menahan diri untuk tersenyum bila mengingat akan mantan kekasihnya itu.
"Ngapain senyam-senyum sendiri?hiiiii jangan-jangan kesambet setan penghuni kuburan itu ya?"
"Iya..saya kesambet setannya Tantri"Balas Seruni.
"Kalau kamu Kesambet setannya Tantri?Aku cium kamu"
"Idiiihhh amit amit"Seruni berdecih jijik.
"Eeehhh berani ya kamu gitu sama Bos kamu"
Seruni membeliak,ia memutar kepalanya tidak mau bertembung muka dengan orang disebelahnya.
Leo diam-diam tersenyum melihat tingkah Seruni.Sudah lama ia tidak merasa happy begini.Sejak Tantri meninggalkannya,dunia terasa tiada kebahagiaan untuknya.Tapi setelah ia tahu kebenaran dari semua kepahitan yang ia terima,hatinya lega dan lebih berlapang dada.
Leo memutar steering masuk ke area parkir sebuah restoran.Cacing-cacing di dalam perut nya sudah membunyikan alarm.
"Ayo turun kita makan dulu"
Leo membuka seatbelt dan keluar dari dalam perut mobil.Seruni patuh,ia mengekori langkah Bosnya.
Setelah memesan makanan,keduanya menunggu tanpa sepatah kata.Seruni memperhatikan sekitar hanya untuk menghindar dari saling bertatapan dengan Bos nya.
Entah kenapa ia merasa tengah diperhatikan,tapi ia bersikap SE cool mungkin.Memang sedari tadi mata Leo tak berpindah dari wajah cantik di depannya.Wajah itu teduh dan menenangkan,ada semacam perasaan suka dengan wajah ayu alami itu.
Namun hal itu sedikit terganggu dengan kedatangan weather yang akan menghidangkan makanan.
Melihat makanan yang tersaji,hampir saja air liur menetes.Apalagi aromanya sangat menggoda.Tanpa menunggu aba-aba,setelah membaca doa Seruni langsung mengeksekusi makanan yang dipesannya.Leo sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah gadis itu.
Ahhhh
Seruni bersendawa,ia tersenyum lebar sambil mengusap perutnya yang sudah kenyang.
"Ayok Bos pulang"Ia beranjak,baru beberapa langkah ia berbalik lagi.Menatap Leo yang santai menyantap makanan"Bos belum selesai?"
"Kamu rasa??"Leo menggantung kalimatnya.
"Lelet amat cuma makan sepotong daging begitu"Seruni kembali duduk dengan kesal.
"Memangnya kamu mau kemana kok buru-buru amat"
"Bos,ini udah mau sore.Para staf di kantor mungkin udah pada pulang"
"Nanti aku hantar kamu sampai depan pintu"Leo masih dengan sikap santainya.
"Tapi tas saya ada di kantor"
"Aku akan nelfon Qodir untuk mengantarnya ke tempat tinggal kamu"
Huuuffff Seruni menggerutu dalam hati.Ia tidak suka berlambat- lambat begini.Semua pekerjaan ia selalu lakukan dengan cepat dan tepat.Ia sangat benci bertele-tele.Apalagi soal makan,Seruni neg sekali melihat Leo makan secuil demi secuil.Untung dia Bos,iya kan???
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Leo sudah sampai di tempat tinggal Seruni,Qodir tadi sudah mengirimkan share lock saat ia mengantarkan tas Seruni yang tertinggal.
Leo menghela nafas panjang,ia memperhatikan Seruni yang pulas tertidur.
"Gila nih cewek,tiap mobil jalan dia tidur.Pas nyampek bilang capek...hadoohhhhh"Pria blasteran itu geleng-geleng kepala.Mau dibangunin ada rasa tak tega menyusup di hatinya.Akhirnya ia memutuskan untuk menggendong tubuh gadis itu.
Dengan hati-hati Leo mengangkat tubuh Seruni,ia menutup kembali pintu mobil menggunakan kakinya.Tapi pas tiba di depan kos, Seruni terjaga.Ia kaget dan langsung melompat turun dari rengkuhan Bosnya.Leo Sampek bengong karena saking kaget.
"Bos mau ngapain?"
"Aaa eeee A-aku"
"Aaa ee A e apa?Bos mau ambil kesempatan ya?"
"Bos mau ambil kesempatan saat saya tengah tidur iya kan?"
Leo mengangkat sebelah bibirnya.
"Dasar otak picik"Leo meninggalkan Seruni begitu saja.Ia membanting pintu mobil dengan kesal.Lalu tancap gas...
"Hemmm emangnya aku cewek apa-an main gotong aja"Gadis itu mendengus dan masuk ke dalam kost-an.
____
Seperti biasa,Seruni mengerjakan tugasnya dengan penuh semangat.Ia tidak akan tolah-toleh kalau sudah berkutat didepan komputer.
Sampai Lily mengetuk meja kerjanya pun ia tak menoleh.Baru setelah beberapa kali diketuk Seruni mengangkat wajahnya.
"Iya Li ada apa?"
"Kita diminta berkumpul,ada miting"Ucap Lily.
"Ohhh ok"Seruni beranjak mengikuti langkah Lily,karena ia belum tahu ruang miting dimana.
Setelah semuanya berkumpul,Leo masuk ke dalam ruangan dengan gaya cool nya.Ada beberapa teman kerjanya saling berbisik membicarakan ketampanan yang dimiliki oleh pria tersebut.Seruni yang mendengar bisikan mereka mencebikkan bibirnya.
"Selamat siang semuanya"Sapa Leo.
"Siang Pak"Jawab para karyawan kompak.
"Saya mengumpulkan kalian adalah untuk membicarakan tentang tugas kita kesekian periode.Kak Lily,dalam bulan ini ada berapa perusahaan yang dijadwalkan dalam audit kita?"
"Emmmm empat,PT ASURANSI JIWASRAYA,PT GOODYEAR.PT JAYA SENTOSA, Dan PT MEKAR BUMI JAYA"Lily menjelaskan secara detail.
"Ok, karena tim audit kita yang diterjunkan hanya 10 orang,jadi aku harus turun tangan dengan mengambil salah satu dari kalian untuk bekerja dengan ku"
Langsung krasak krusuk suara saling berbisik dari bibir-bibir penggoda yang tergila-gila kepada atasan mereka.
"Seruni"
Seruni kaget namanya disebut.
"Kamu ikut dengan ku"
Semua mata tertuju dengan heran ke arah gadis yang baru dua hari kerja itu.
"Sa-saya Bos"Seruni menunjuk batang hidungnya.
"Apa ada nama Seruni lagi disini?"Sahut Leo ketus.Dengan polosnya Seruni menggeleng.
"Ta-tapi Pak,dia kan masih anak baru disini"Bantah seorang wanita yang Seruni belum tahu namanya.
"Justru karena dia masih baru,aku akan langsung mengajari nya sendiri.Ini karena aku menghormati keinginan kakakku yang rela menjamin untuk Seruni"Leo memberikan alasan agar tidak ada yang menghakimi gadis itu.Lily tersenyum tipis.
"Terimakasih Leo"Ucapnya menahan haru,kini ia merasa bahwa adiknya sudah berangsur membaik.
"Sama-sama kak"Balas Leo disertai senyuman.
"Lalu bagaimana untuk sisa tim yang lain Pak?"Tanya seorang wanita lagi.
"Kalian diskusikan dengan Kakak saya,dia yang lebih tahu.Baiklah rapat kita tutup sampai disini dulu"Leo menggerakkan kepalanya sedikit untuk penghormatan,lalu ia melangkah keluar ruangan.
Suasana mendadak bising,ada beberapa pekerja yang mayoritas perempuan melihat Seruni dengan tatapan tidak suka.Bagaimana tidak?Baru dua hari gadis desa itu bekerja,dua kali sudah Atasan mereka meminta untuk bersamanya.
Qodir menyadari hal itu,ia segera menghampiri Seruni bersama dengan Lily.
"Jangan tegang,kalau ada kesulitan kamu tanya aku ya"Qodir berusaha menenangkan sahabatnya yang memang terlihat tegang.Seruni insecure bahwa ia bisa menjalankan tugas dengan baik.Karena ia masih dalam tahap belajar.Seruni hanya mengangguk.
"Kamu tenang aja,aku akan membuat Qodir berada dalam satu time dengan kamu"Tambah Lily.
"Terimakasih Lily"Barulah segurat senyuman tersungging dibibir Seruni.