
Roy menginjakkan kakinya di rumah yang lama tak disambanginya.Banyak sekali kenangan di rumah itu,sehingga membuatnya mematung di teras rumah.
Terutama kenangan pertama kali bertemu dengan Seruni,gadis lugu nan jelita itu telah berhasil menjadi penghuni tetap dihatinya.
"Kak Roy"Suara Geysa membuyarkan angan.Roy segera membalikkan badannya,ia tersenyum kepada adiknya itu.
"Kak....benarkah Kak Leo telah menjadi korban penculikan?"
Roy sedikit kecewa dengan adiknya,ia pikir Geysa keluar untuk menyambut kedatangannya.Tapi malah bertanya tentang Leo.
"Tahu darimana?"tanya Roy sembari melangkah masuk ke dalam rumahnya.
"Masuk berita di televisi"Jawab Geysa berusaha mensejajari langkah Kakaknya.
Cepet juga...pikir Roy.
"Kakak mau ngapain kesini??"
"Kakak akan tinggal disini"Jawab Roy melangkahkan kakinya menaiki anak tangga.Gerakan Geysa terhenti...
"Kakak akan bercerai dengan Kak Sherly?"
Roy menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah Geysa,ia mengangguk pelan.
"Apakah karena Seruni?"
Roy menggeleng pelan
"Ada atau tidak adanya Seruni ,Kakak akan tetap bercerai dengan Sherly"
"Lalu masalah hutang?gimana?"Geysa sedikit cemas.
"Dari awal tidak pernah ada hutang antara Papa dan Tuan Hendrie.Ini hanya rekayasa "
"Apa?!"Geysa membulat kan kedua bola matanya"Jadi Kak Sherly dan Papanya menipu kita?"
Roy mengangguk yakin.
"Kurang ajar,,,jahat bener Kak Sherly"
"Kamu jangan ikut campur,cukup sekedar tahu saja.Karena Kakak sudah punya rencana untuk menghancurkan keluarga mereka sampai ke akar-akarnya"
Roy berbalik lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar pribadinya yang telah lama tak ditinggali.
Geysa terdiam,ia tengah mengira-ngira apa itu rencana sang Kakak?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari-hari berlalu dengan sebuah penantian,Seruni sangat berharap sekali akan mendengar kabar tentang Leo.Bukan masalah rindu atau semacamnya,tapi lebih kepada rasa takut akan Riris mencelakai pria itu.
Kini perusahaan Leo sudah ditutup sementara oleh Lyli,Kakak dari Leo itu sangat trauma.Ia masih dalam proses penenangan diri dengan ditemani oleh Qodir.
Saat hari menjelang siang,Seruni menyibukkan diri menyiram bunga yang ditanam oleh si pemilik kost.Pada saat itu Roy datang menemui Seruni.
"Apa Tuan datang kemari membawa kabar tentang Pak Bos?"Tanya Seruni ketika ia berjalan beriringan dengan Roy menuju teras.Roy tidak segera menjawab ,ia duduk di kursi terlebih dahulu.
"Rupanya kau masih sangat mengkhawatirkannya"Pria itu terlihat tenang,tapi hatinya remuk sekali.
"Bukan begitu Tuan,saya takut Riris akan mencelakainya"Jawab Seruni jujur.
"Kemungkinan tidak,karena saya mendapat kabar bahwa polisi menemukan jejak mereka.Katanya mereka sudah terdaftar menikah sehari setelah hilangnya Leo.Dan kemungkinan mereka berdua telah pergi keluar negeri.Polisi menemukan daftar paspor atas nama Riris sudah pergi beberapa hari yang lalu menuju SWISS.Tapi dia bersisian dengan penumpang atas nama Papanya Leo.Padahal Om Baya sudah meninggal dunia"
"Apa mungkin?"Seruni menggantung kalimatnya.
"Tepat sekali!!Riris yang merupakan ahli di bidang pembuatan wajah tiruan memoles wajah Leo menjadi Om Baya"
"Tapi kenapa Pak Bos mau dibuat begitu?"Seruni jadi sangat penasaran.
"Aku belum tahu pasti akan hal itu,polisi masih menyelidiki kasus ini"
"Kamu sekarang kerja dimana?"sambung Roy.Seruni menjawab dengan gelengan kepala.
"Kamu mau kerja denganku?"
"Kalau saya kerja dengan Tuan sama aja saya cari masalah,bukan cari rejeki"
"Kok gitu?"
"Nanti Sherly pasti cemburu buta sama saya"
Roy tersenyum tipis
"Kamu tenang aja,aku udah keluar dari perusahaan Sherly kok"
"Hah? yang bener Tuan?"Seruni seperti kurang yakin.Roy mengangguk pasti.
"Kok bisa?"
"Tak lama lagi aku akan bercerai dengan dia"
"Terus Tuan menawarkan pekerjaan dengan saya dimana?kerja apa?"
"Membantuku mengolah yayasan almarhum Mama,disana kurang tenaga.Jadi aku mau mengajak kamu kerja disana.Tempat tinggal sudah disediakan,makan juga sudah disediakan.Kamu hanya merawat para anak-anak yatim dan mengajarinya berbagai macam pelajaran"
"Waaahhh mau saya Tuan"Seruni menjawab dengan begitu antusias.Roy tersenyum
"Baiklah,kamu siap-siap ya...besok pagi aku jemput kamu.Ok!!"
Seruni mengangguk pasti.
____
Riris baru saja menyuapi Leo makan.Kini pria yang dulu gagah perkasa,sudah tak berdaya diatas kursi roda.Itu dikarenakan Riris memberikannya obat yang mengakibatkan kelumpuhan.
Gadis spikopat itu termotivasi kepada sebuah film Hollywood yang mengisahkan tentang seorang ibu yang tega membuat anaknya yang normal menjadi lumpuh demi menghasilkan uang.
Hal itu kini ia lakukan kepada Leo agar pria pujaan hatinya itu tidak lari darinya.Leo sangat menderita,namun untuk bicara saja ia tidak bisa.Terkadang ia menangis tanpa suara,hanya air mata yang bergulir perlahan.
"Kau menangis sayang??kenapa??apa masakan aku tidak enak??Padahal ini kan daging sapi sayang bukan daging tikus...Apa kamu ingin mencoba daging tikus?"Riris mengangkat dagu Leo dengan bringas.Kedua bola mata Leo menyiratkan ketakutan.Riris menyeringai sinis.
"Nikmatilah kehidupan kita berdua sayang,kamu akan aku buat sangat bahagia.Tanpa bekerja kamu akan aku layani bak seorang Raja.Tak apa biar aku yang mengais rezeki,asal kamu tetap tenang di atas kursi roda ini ok?"
Dengan lembutnya Riris mengusap pipi Leo.Leo berdecih dalam hati,kebencian semakin membuak dalam dirinya.Jika ia bisa bebas nanti, sangat dipastikan Leo akan membunuh Riris dengan keji.
...----------------...
Seruni dan Pak Salam sudah bersiap-siap menunggu jemputan dari Roy.Mereka berdua sangat senang akhirnya mereka akan tinggal di tempat yang aman.
Tak berapa lama mobil Roy sudah tiba,Seruni menjinjing tas yang berisi pakaiannya dan pakaian Bapaknya mendekati mobil tersebut.Roy keluar dari dalam mobil,ia menyuguhkan senyuman hangat melihat Seruni dan Pak Salam yang sudah menyambutnya.
"Kita langsung pergi nih?"Roy mengambil alih tas yang dijinjing Seruni lalu memasukkannya ke dalam mobil.Menyusul Pak Salam masuk ke dalam.
"Emang Tuan masih mau ngapain?"Tanya Seruni .
"Yah siapa tahu masih mau akad nikah dulu"Seloroh Roy disertai derai tawa.Seruni merengut,ia hendak masuk menyusul Bapaknya ke dalam mobil.
"Uni didepan aja yah,temenin aku.Aku sering ngantuk kalau nggak ada temennya di samping"Ucapan Roy berhasil menghentikan niat Seruni yang akan naik ke dalam mobil.Gadis itu melihat Bapaknya,seolah meminta ijin.Pak Salam mengangguk pelan.
Roy tersenyum senang,Seruni pun masuk ke dalam mobil dibagian depan setelah Roy membukakan pintu untuknya.
Perlahan Roy melajukan mobilnya meninggalkan kompleks perumahan indekost itu.
"Nanti setelah aku menyelesaikan semua masalah disini,aku akan tinggal disana juga.Mau fokus ngurus yayasan itu agar jauh lebih berkembang"Ucap Roy sambil sibuk mengemudi.Seruni mengangguk setuju.
"Dan kamu mau kan menikah denganku???"