SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 89



Tanpa disadari Dua Jimat milik Yas sudah berputar cepat mengitari dua tungkai kaki Si Bayangan hitam.Makhluk yang berbentuk seperti bayangan itu panik karena tubuhnya seperti tersedot.


"Apa yang kau lakukan hah?"pekiknya


"Memaksa mu kembali ke alam mu"jawab Yas santai,hanya dengan satu telunjuk saja ia sudah bisa mengendalikan dua Jimat yang terkenal hebat itu.


"Kau tidak akan pernah bisa!!!"Jerit sang makhluk lantang.Ia berusaha dengan kuat untuk lepas dari putaran itu.Namun semakin kuat dia melawan,semakin kuat tarikan pada tubuhnya.


KHAAAUUUUMMM


Kujang muncul di saat yang tepat, Makhluk itu kaget dengan kehadiran Kujang.


"Ada yang bisa saya bantu?"


Yas melirik Kujang yang tersengeh menggoda.


"Hemmm bisakah kamu tidak menggoda ku disaat seperti ini Kujang"


Makhluk itu bertambah panik,ia baru menyadari jika lawannya kali ini adalah pemilik Kujang.Harimau yang memiliki julukan dewa perang di alamnya.Karena dia abdi prabu Siliwangi.


"Hey!!!jangan melawan lagi,cepat kembali ke Alammu"Seru Kujang.


"Ampun...saya tidak bisa kembali sebelum mereka menepati perjanjian yang telah disepakati "


Kujang menatap Yas.


"Dia akan kembali jika pemujanya mati"


Yas diam...agak lama.


"Baiklah..."


Ia menggenggam telunjuknya,serta merta dua jimatnya melesat kembali ke lehernya.Bayangan hitam itu tersungkur, mengatur nafas yang memburu karena betapa banyak tenaga yang ia kerahkan untuk melawan dua Jimat sakti itu. Kujang datang menghampiri...


"Selesai kan perjanjian mu,ku beri waktu kau sebelum Mega merah itu muncul.Kau harus kembali,jika tidak??Aku sendiri yang akan menyeret mu"


"Ba-ba-baik "Bayangan hitam itu melesat pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ibu Eny baru saja memetik api kompor untuk membuat kopi yang diminta suaminya.Ia dan suaminya sedang menunggu kabar duka untuk putri mereka semata wayangnya.Dikarenakan ia susah hamil untuk kali ini, dengan terpaksa ia mengorbankan Eny agar tetap bisa menikmati hidup dalam gemerlap harta.


"Ma..."


Ibu Eny tersentap kaget mendengar suara.Ia berbalik tapi tidak ada siapa-siapa.Ibu Eny menengok keluar dapur,mungkin saja Eny sudah pulang.Jika dia pulang berarti makhluk pujaan nya masih belum bereaksi.


"Sayang...Eny..."Serunya membahana,tapi tak ada sahutan.


TIIIIIIIIIIITTTTT


Bunyi air mendidih seperti menghentikan denyut jantungnya.Ia menghela nafas panjang,lalu kembali ke dapur.


Disaat menuangkan air mendidih ke cangkir, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.Ibu Eny kaget sampai air panas didalam teko mengenai tangannya.


"Aawwww!!"Ia refleks menjerit,dan segera membilas dengan air mengalir.Sekali lagi tak ada siapapun di dapur itu selain dirinya sendiri.


"Siapa sih?? iseng banget..."Segera ia mengaduk kopinya,lalu melangkah keluar.Tapi tiba-tiba ujung roknya seperti ada yang menarik.Ibu Eny menoleh,dua bola matanya membulat.Ia melihat sosok bayi yang tengah duduk di lantai menarik ujung roknya.


"Ma.."Bayi itu menyebut Ibu Eny dengan panggilan Ma..Yang membuat Ibu Eny takut, karena bayi itu bukan berbentuk bayi yang lucu.Melainkan bayi yang berkepala monyet sedangkan tubuhnya adalah seperti anak manusia pada umumnya.


Ibu Eny gemetar tidak bisa bergerak,kopi yang dipegangnya jatuh berkecai ke lantai.


"Sayang...ada apa?"Bapaknya Eny datang karena mendengar suara bising dari dapur.Ibu Eny menoleh,ia menunjuk ke lantai tanpa bisa mengatakan apapun.


"Kenapa ?"Bapak Eny menengok ke arah telunjuk istrinya tertuju.Ia menautkan alisnya,lalu berjongkok menarik rok istrinya yang tersangkut.


"Kamu ini manja banget sayang"


"Hah??"Ibu Eny keheranan,ia mencari bayi tadi.Akan tetapi tidak ada apapun disana.


"Ta-ta-tadi..."


"Tadi kenapa ?"Bapak Eny memotong kalimat istrinya yang terbata-bata.


"Masak bikin kopi aja kamu nggak bisa,padahal setiap tumbal akan diambil kamu akan melayani ku sendiri.Karena kita meliburkan semua pembantu rumah kita.Sekarang kok jadi manja gitu...emmm apa jangan-jangan kamu hamil sayang?"


Ibu Eny menggeleng cepat.Ia sangat yakin dengan apa yang ia lihat baru saja bukanlah ilusi.


"Tok tok tok tok"suara pintu diketuk terdengar lantang.


"Hemm pasti itu adalah polisi yang memberi tahu kan tentang kecelakaan Eny"Bapak Eny sudah bisa menebak.Ia pun gegas keluar diikuti oleh istrinya di belakang.


KRETEK..


Pintu dibuka,Bapak Eny heran karena ia tidak menemukan siapa-siapa di luar.


"Ada apa?"


"Aku takut.."


"Takut apa?"


"Kenapa kita belum mendapatkan kabar tentang kematian Eny?"


"Kamu sabar aja... mungkin polisi masih melakukan otopsi "


"Tapi ini aneh"


"Aneh kenapa sih sayang?"Bapak Eny membelai lembut rambut istrinya.


"Aku merasa ada sesuatu hal yang salah"Ibu Eny mengucurkan keringat dingin di keningnya.


"Apanya yang salah ??kamu jangan ngadi-ngadi deh...kita tunggu saja kabar kematian Eny.Ok"


Ibu Eny tak merespon, Bapak Eny merangkul bahu istrinya lalu dibawa kembali masuk ke dalam.


Saat berjalan beriringan, tiba-tiba kaki Bapak Eny tersandung sesuatu.Ia menoleh, tubuhnya refleks melompat ke atas kursi.Ibu Eny pun tersentak kaget,namun ia hanya bisa menarik diri menyandar ke dinding.


Sosok bayi berbulu yang tak memakai apa-apa tertawa cekikikan.


"Ma...Pa ."ucap bayi itu diikuti tawa sumringah.


Belum lagi hilang ke terkejutan mereka, tiba-tiba muncul lagi sosok bayi berkepala monyet merangkak mendekat.Dan muncul lagi bayi berekor ular berjalan tertatih-tatih sambil menyeru kepada mereka.


Keduanya ketakutan, semakin lama bayi-bayi aneh semakin bermunculan.


BRAK


Pintu terbuka lebar,lalu muncullah sosok bayangan hitam besar masuk.Ibu Eny gemetaran meluruh ke lantai,Begitu pula dengan suaminya.Keduanya menyatukan kedua tangannya di atas kepala lalu bersujud di lantai.


"Kheeemmm sambutlah kehadiran anak-anak kalian yang sudah kalian persembahkan kepada ku"


Pasangan suami istri itu mendongak dan saling berpandangan satu sama lain dari jarak yang tak seberapa jauh.


"Ampun Tuan...ada maksud semua ini ?"Tanya Bapak Eny.


"Kalian telah melakukan kesalahan fatal,aku tidak bisa membunuh anak kalian"


"Kenapa?"


"Kalian tidak punya hak untuk bertanya, yang jelas sekarang kalian yang harus menyerahkan jiwa kalian sendiri untukku"


Kedua pasangan suami istri itu tidak bisa menyembunyikan kekagetannya.


"Ampun Tuan... kenapa bisa jadi begini ??Eny putri kami Tuan,putri kandung kami "


"Ini bukan masalah dia anakmu atau bukan,tapi dia memiliki pelindung yang tidak bisa aku sepelekan.Sekarang bersiaplah "


"Tolong jangan Tuan"Bapak Eny langsung bersujud mencium lantai.


"Jangan bunuh saya, sebagai gantinya ambillah istri saya "


"A-apa ???kamu mau menumbalkan aku?"Ibu Eny tak percaya jika suaminya akan melakukan itu.


"Maafkan aku sayang...aku terpaksa "


"Hahahahahahahah"Makhluk itu tertawa lepas.


"Kau pikir aku akan memberikan pilihan??"


Keduanya terkesiap... Sosok bayangan hitam itu memetikkan jemarinya.Tanpa mereka sadari selang gas di dapur sudah bocor dan dengan cepat gas itu meruap ke seluruh ruangan.Salah satu bayi yang berekor ular mengambil pemantik api di meja lalu menyalakan api.


BOOOM


Lolongan suara minta tolong terdengar mengegerkan kawasan perumahan elit tersebut.Eny yang baru saja turun dari dalam taxi,kaget melihat rumahnya dilalap si jago merah.


"Mama...Papa"Eny ingin berlari ke halaman rumah namun ditahan oleh beberapa tetangga yang menyaksikan kebakaran itu.


"Tenang En.. tenang..."


"Orang tua ku ada di dalam"Eny menangis dengan disertai rintihan.


"Yang sabar ya..."Tetangga Eny memeluk Eny dengan erat.Eny menangis meraung-raung memanggil kedua orang tuanya yang sudah menjadi arang.


Yas duduk di atas sepeda motornya menyaksikan kejadian itu, Kujang berdiri di boncengan dengan kedua tangannya melingkar di pundak Yas.Ia hanya geleng-geleng kepala menyaksikan kobaran api.


"CK CK CK MANUSIA MANUSIA..."