
Kisah Nayla versi Nayla kepada Muhammad Ibrahim.
"Hari itu pamanku datang dan mengajakku pulang dengan alasan Bibik merindukan diriku.Khumairah pun ikut pulang bersama ku,dan malam nya kami makan malam bersama.Bibik memang sangat terlihat begitu bahagia karena kedatangan ku.Tapi aku tak tahu setelah itu apa yang terjadi.Aku menemukan diriku di kamar dalam keadaan tak berpakaian.Tubuhku sakit terutama dibagian ************.Aku yang terlalu dini untuk mengenal sesuatu yang berbau hormon tidak mencurigai apapun.Aku kembali ke Yayasan berama Khumaira seperti biasa.Hingga suatu hari,aku sakit demam ,aku juga muntah-muntah.Mbak kepala asrama membawa ku ke dokter.Dan aku dinyatakan hamil Tuan Muda.Aku kaget,kok bisa aku hamil.Tidak hanya itu,aku shock melihat foto aku berpose tanpa busana terpampang di MADING.Dan videoku sedang bersama beberapa pria juga tersebar.Aku tidak tahu harus bagaimana? berkali-kali aku katakan aku tidak melakukan itu semua tidak ada yang percaya dengan ku Tuan...hingga aku dikucilkan,aku juga diboikot tidak boleh ikut belajar karena takut memberikan contoh kurang baik kepada anak-anak lainnya.Aku dikeluarkan dari asrama,aku ditempatkan di sel tempat para anak-anak panti dihukum karena melakukan kesalahan.Aku tidak kuat mendapatkan sanksi sosial seperti itu.Belum lagi hinaan yang aku terima.Akhirnya aku kabur dari Yayasan,dan menyendiri di tepian hutan karet "
"Tolong saya Tuan..kalau Tuan percaya pada saya,tolong bantu saya untuk membuktikan bahwa saya benar-benar tidak bersalah.Saya hanya korban Tuan..yang saya sendiri tak tahu siapakah yang sudah menjahati saya"
...****************...
Ba'im masih kebingungan dengan cepatnya Nayla pergi,tapi ia tak bisa menunggu lama karena Ibunya terus mengetuk pintu.Ketika ia sudah membuka daun pintu, KOSONG!!!Tak ada siapapun disana.Padahal baru beberapa detik yang lalu Bundanya masih mengetuk pintu, beliau juga menghilang dengan cepat.
"Ada apa ini?"pikir Ba'im sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Gludak Gluduk gludak Gluduk gludak Gluduk.
Ba'im kaget melihat lemarinya bergerak-gerak seperti ada seseorang di dalam yang ingin keluar.Padahal lemari nya jenis kayu jati yang super tebal dan sangat berat.
Gegas ia mendekati lemari lalu membukanya.Ba'im kaget karena yang melompat keluar adalah KUJANG, senjata pemberian gurunya Ustadz Faruq.
Tubuh Ba'im langsung gemetar,ia memungut senjata sakral itu dengan hati-hati.Lalu dibungkus kembali dengan kain putih dan diletakan dalam kotak kayu kecil berwarna hitam.
Ba'im duduk di bibir kasur setelah ia menutup rapat-rapat lemari pakaian nya.Pikirannya berkecamuk,apa yang sebenarnya terjadi ?? kenapa ada tiga peristiwa yang hampir bersamaan terjadi dengan keanehan.
Apakah ada hubungannya dengan Nayla ??
Sekali lagi Ba'im menggaruk kepalanya yang tidak gatal,ia memutuskan untuk ke kamar mandi ambil wudhu dan melakukan sholat Sunnah agar pikirannya tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Nah tu Bun...Kakak baru keluar setelah bertapa sehari semalam"Goda Ismail .Seruni tersenyum menatap kehadiran Muhammad Ibrahim,putra sulungnya.
"Lagi ghibah in Kakak ya.."ketus Ba'im seraya duduk di sisi adiknya,Ismail cekikikan.
"Kamu kenapa Ba'im ??Apa ada masalah ??"tanya Seruni lembut.
"Tidak Bun...Ayah kemana Bun??"tanya Ba'im saat tidak melihat keberadaan Ayahnya.
"Tadi selepas sholat subuh berjamaah di musholla,ia diajak ustadz Fajar untuk menyambut kedatangan Ustadz Faruq dari Mekah.Kan gurumu itu sedang melakukan ibadah haji tahun ini"
"Ohhhhh"Ba'im manggut-manggut tanda mengerti.
"Ohya...Ismail cerita sama Bunda, katanya kamu baru saja putus cinta ??"
"Hah??"Ba'im terpelongo, matanya bergulir menatap adiknya yang menutupi mulutnya menahan tawa.
"Kamu nih ya?? kecil-kecil udah pinter ngegosip...kenapa nggak sekalian jadi presenter TV aja??"
"Habisnya Kakak kemarin setelah menerima sesuatu dari gadis itu, langsung bertapa sehari semalam.Apa namanya kalau bukan putus cinta ??"Ismail membela diri.Ba'im menjewer telinga adiknya karena gemas.
"Aduh aduuuh sakit Kak...Bun tolong..."
"Ba'im ..."
Ba'im melepas tangannya setelah namanya disebut oleh sang Ibu.Seruni hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dua putranya itu.
"Kalau ini Bunda dengar sendiri dari Ustadzah Muna, Katanya dulu kamu pernah dekat dengan seorang gadis di Panti yang bernama Nayla ?"
" Dan sekarang setelah tahu Nayla sudah meninggal kamu dekat lagi dengan gadis lain??siapa dia?"
"Apa????"Ba'im kaget bukan kepalang,pisau kecil yang digenggamnya jatuh ke lantai.
"Kok??? ekspresi kamu kaget gitu??"Seruni heran melihat raut wajah putra sulungnya.
"Apa jangan-jangan Kakak nggak tahu kalau Nayla meninggal Bun?"Terka Ismail .Ba'im menatap adiknya dengan gamang.Ia merasa bahwa mungkin itu hanya candaan adiknya,tapi kenapa wajah Ibunya seperti sedang tidak bercanda dengan adiknya ??
"Ba'im ..."
"Ba'im ke kamar dulu ya Bun... kepala Ba'im tiba-tiba sakit "Muhammad Ibrahim memijit pelipisnya.Seruni menjawab dengan anggukan kepala.
Ba'im bangkit lalu pergi meninggalkan meja makan ,belum lagi ia sampai di kamarnya.Ia merasakan sesuatu keluar dari hidungnya.Ba'im menyeka lubang hidungnya menggunakan punggung tangannya.Ternyata ada darah segar mengalir,,,,
"Astaghfirullah..."
Ba'im gegas mempercepat langkahnya masuk ke dalam kamar.Ia mengambil tisu lalu mengelap lubang hidungnya hingga darah itu bersih.
"Hemmmm"ia menghela nafas panjang,ada sesak menyakiti rongga dadanya.Perlahan pria itu merebahkan tubuhnya, rasanya ia butuh istirahat barang beberapa saat.
...----------------...
Samar-samar terdengar suara adzan berkumandang,Ba'im membuka matanya perlahan.Ia melihat jam di dinding,,,,
"Astaghfirullah..."Ia terperanjat kaget karena jam sudah menunjukkan hampir pukul 3 sore.Berarti dia sudah melewatkan sholat dhuhur.
Segera pria itu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Lalu bersiap untuk sholat ashar berjamaah di Musholla.
Saat tengah khusyuk beribadah,ia teringat kembali kata-kata Ibunya.
(Dan sekarang setelah tahu Nayla sudah meninggal kamu dekat lagi dengan gadis lain??siapa dia?")
"Astaghfirullah..."Ba'im menggeleng-gelengkan kepalanya.Sulit baginya untuk percaya ??
___
Usai sholat,Ba'im keluar dari Musholla.Ia ingin langsung pulang,tak ada semangat untuk bermain di Taman.
"Assalamualaikum.."Sebuah seruan menghentikan langkahnya.Ba'im menoleh ke belakang, terlihat kHumairah tersenyum ke arahnya.
Khumaira semakin melangkah mendekat dengan senyuman yang tak lekang.
"kHumairah..."
"Iya Tuan..."
"Emmmmm Apakah kamu mau menikah dengan ku???"
"Apa?"kedua bola mata kHumairah membulat.Ia tidak percaya jika secepat itu Ba'im melamarnya.
"Ke-kenapa diam???apa kamu tidak mau??"