SERUNI

SERUNI
BAB 88 FLASH BACK



"Bunga..."


Ny Sasti gegas menghampiri.


"Darimana saja kamu sayang??hemmm??"Emosi tadi yang meluap-luap sirna seketika, berganti sebuah kasih sayang yang penuh ketulusan.


"Dari Bandara Ma"jawab Seruni menunjukkan wajah keluguan,padahal dalam hati bersorak senang.


"Katanya kamu menghilang ??terus kata Utari di Jakarta pun sama kamu juga menghilang "


Seruni mengalihkan perhatiannya kepada Utari .


"Kok dia tahu Ma??"


"Mungkin Bagas yang cerita,jadi benar kamu pas di Jakarta menghilang ??terus sama Bagas ditemukan dan kamu sedang bersama laki-laki lain??"Ny Sasti begitu hati-hati mengucapkan kalimatnya.


Seruni mengalihkan pandangannya ke sosok Bagas ,ia mengekspresikan wajah datar saja untuk mendalami perannya.


"Sayang...kok diam?? jelasin dong sama Mama biar Mama tidak salah paham"


Seruni menyunggingkan senyuman.


"Pasti dia cerita juga kalau aku habisin uang banyak untuk pria itu??"Lirikan tajam menukik ke wajah Bagas .Ny Sasti juga melihat putranya.


"Apa itu semua benar sayang ??"Ny Sasti masih ingin sebuah kepastian.Seruni mengangguk pelan membuat Ny Sasti menautkan kedua alisnya.


"Ma-mama nggak tahu harus bilang apa?tapi pasti Bunga punya alasannya bukan??bisakah tolong jelaskan sama Mama sayang "


Seruni menatap Bagas dan Utari secara bergantian.


"Ma..aku dikhianati bertahun-tahun tapi aku diam,dan ketika aku bertingkah sejengkal saja,mereka sudah berkoar-koar kemana-mana.Kalau Mama ada diposisi aku?Apa yang akan Mama lakukan ??"


Ny Sasti tersentap, wajahnya merah menahan malu.Ia mengalihkan pandangannya kepada putranya,rasa marah tertumpu disana.


"Aku tidak Selingkuh Ma..pria itu memang sangat berarti buatku,tapi hanya sebatas hubungan persaudaraan.Mereka butuh uang untuk biaya pengobatan istrinya.Jadi aku membantunya sebisa ku, apakah yang aku lakukan salah Ma?-"Sambung Seruni .


"Ah... tidak sayang..tidak...Mama percaya kamu tidak akan melakukan hal sehina itu.Berbeda dengan anak Mama, sudah tahu ia beristri.Masih saja mencintai seorang wanita tak berguna "JawabNy Sasti sekaligus menyindir posisi Utari .


Utari yang semula terlihat senang,kini berubah dengan wajah yang menekuk.Ia melirik Bagas dengan ekor matanya mengharapkan pembelaan,tapi pria itu hanya diam.


"Ya sudah Ma...Bunga mau ke kamar dulu"Seruni pamit.Karena tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang aneh yang ia rasakan.


"Baiklah sayang,kamu istirahatlah dulu.Pasti kamu sangat capek sekali "


Seruni mengiyakan,ia bergegas melangkah terburu-buru naik ke atas loteng.Bagas pun menyusul nya ,pria itu sangat penasaran pergi kemana tadi istrinya itu.


"Masih Ngapain kamu disini ?? pulanglah...kamu kan juga punya rumah"Sergah Ny Sasti membuat Utari tersentap.Ia pun pamit pulang dengan wajah tertunduk karena malu.


Saat Seruni masuk kamar,Bagas juga hendak masuk.


"Tolong tinggalkan aku sendiri"Seruni dengan cepat mencegah Bagas untuk masuk.


"Tapi ...."


"Aku mohon..."mata Seruni memancarkan keinginan untuk dikabulkan.Bagas pun mengalah,ia tidak jadi masuk ke dalam kamar mengikuti istrinya.


Seruni menutup rapat pintu kamarnya,lalu mengunci dengan kunci dobel.Ia gegas naik ke atas tilam, memeriksa kuku-kukunya ya terasa perih bergetar.


Seruni menarik kukunya itu,dan ternyata kukunya mengelupas dari kulitnya.Seruni terperangah kaget,hal itu tidak hanya terjadi pada satu jari.Namun semua jari jemarinya mengelupaskan kukunya.


"Kenapa dengan ku ini??apa yang terjadi ???"


"Jangan panik"Sebuah suara menjawab membuat Seruni mendongak.Jiwa Bunga ada didepannya.


"Gimana aku nggak panik,lihat ini"Seruni menyodorkan ke sepuluh jarinya.


"Kamu harus ingat, bahwa sebenarnya aku sudah mati.Waktumu hanya 49hari,jika kamu belum bisa menyanggupi permintaan ku?kamu tidak akan bisa menggunakan jantungku"


Seruni terbelalak.


"Kenapa kamu tidak mengatakan itu dari awal?"


"Aku lupa"


"Lupa ???kamu sudah gila Bunga...hal sepenting itu kamu bisa lupa"


"Aku memang pelupa orangnya"Jiwa Bunga berucap seperti tidak bersalah.Seruni menghela nafas kesal,ia bangkit dari duduknya lalu mengambil seletip untuk membalut jari jemarinya yang sudah tak berkuku.


Jiwa Bunga mengangguk.


"Emang apa sih sumpah mu??"


"Rahasia..."


"Kalau dirahasiakan mana aku bisa tahu"


"Sumpahku tidak perlu ku beri tahu,agar semua berjalan seperti biasanya.Tak apalah,kau jangan pikirkan sumpahku.Kau fokus saja pada siapa pelaku yang telah mendorong ku"


"Benarkah ???"


Jiwa Bunga mengangguk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Buku-buku jari Utari mencengkram kuat steering mobil,ia sangat marah sekali karena telah dipermalukan oleh Bunga.


Padahal niatnya kesini untuk menjatuhkan maruah sepupunya itu, dengan kasus perselingkuhan.Tapi ternyata ??justru dirinya yang dipermalukan oleh Bunga.


"Bunga sudah banyak berubah sejak ia hidup kembali,apa dia kembali untuk balas dendam kepada ku??"Utari berucap kepada dirinya sendiri.


FLASH BACK


Saat itu Bunga sangat senang karena akan makan siang bersama dengan suaminya, meskipun itu adalah ajakan dari ibu mertuanya.Tapi makan bersama suaminya adalah hal indah yang ingin dilakukannya.


Karena meskipun sudah menikah,Bagas sangat menjaga jarak dengannya.Bagas secara terang-terangan mengatakan bahwa ia tidak mencintai Bunga.Justru ia jatuh cinta kepada Utari , sepupu Bunga.


Namun Bunga tidak perduli,gadis itu dengan naifnya mengatakan bahwa perasaan seseorang bisa berubah jika dicintai dengan tulus.


Bunga sosok yang ceria,manja,dan selalu positif thinking.Meskipun ia diperlakukan tidak adil oleh Utari ,dia tidak pernah membenci Utari .


Dan siang itu Utari menunggu Bunga diluar kamar,ia sakit hati karena jadwal makan siangnya bersama Bagas terganggu karena permintaan Ny Sasti yang meminta Bagas untuk makan siang bersama dengannya dan juga istrinya.


Bunga yang semula tersenyum riang, mendadak sayu melihat Utari di depan kamarnya.


"Utari ...kamu disini ??"


Utari tersenyum kecut.


"Senang sekali ya bisa makan siang bersama Bagas ??"


"Aaa...iii-ini Mama yang nyuruh "


"Bohong!!!"Bentar Utari .


"Ini pasti karena kamu yang mau kan??kamu nyuruh Tante untuk mengajak Bagas makan siang bukan???"


"Ti-tidak Utari...aku juga tidak tahu "Bunga gemetaran,ia merasa ngeri melihat kemarahan sepupunya itu.


"Jangan munafik deh...kenapa sih kamu nggak bisa liat aku bahagia ???aku dan Mas Bagas itu saling mencintai Bunga...tapi kamu dengan tidak tahu malu memaksa Mas Bagas untuk menikah dengan mu,karena kamu merasa lebih berkuasa di banding aku?? sehingga kamu bisa seenaknya dengan perasaan seseorang "


"Tidak Utari ...bukan begitu ceritanya,Kakek tahu bahwa aku menyukai Bagas,karena dia juga suka sama Bagas jadi dia pun menjodohkan kami.Aku sama sekali tidak pernah meminta untuk dijodohkan dengan Bagas"Dengan polosnya Bunga mengatakan alasannya.


"Itu sama aja bod0h!!!Kakek begitu menyayangi mu,dia sangat memanjakan mu dari pada cucu-cucunya yang lain.Karena itu dia menjodohkan mu dengan Bagas .Ia sama sekali tidak pernah perduli dengan ku,padahal aku sudah menjelaskan kepada kakek bahwa Bagas itu kekasihku,tapi apa??Kakek tak pernah menghiraukan perkataan ku"


Bunga terdiam,ia benar-benar tidak tahu menahu soal itu.


"Sekarang Kakek sudah tiada, kenapa kamu tidak dibawanya sekalian??kenapa kamu masih bisa hidup?hah??"


"Apa maksudmu Tari??"Bunga merasa ada yang janggal dengan ucapan sepupunya itu.


"Yah!!!aku yang telah membuat Kakek celaka sampai dia meninggal dunia.Aku pikir, dengan matinya dia,kamu dan Bagas bisa berpisah.Tapi kamu tetap enggan untuk berpisah dari Bagas"


Bunga menakup mulutnya,ia benar-benar tidak bisa percaya bahwa Utari yang merekayasa kejadian yang merenggut nyawa Kakek mereka.


"Tidak ada jalan lain,aku akan membunuhmu juga"


Bunga kaget mendapat serangan dari Utari ,ia mencekik Bunga dengan sekuat tenaganya.Bunga berusaha melepaskan diri dan berjalan mundur.Namun cekikan itu semakin kuat menekan urat lehernya.


Saat keduanya bergulat, tanpa sengaja kaki Bunga tergelincir di anak tangga.Sehingga membuat tubuhnya menggelinding ke bawah.


Utari panik...tapi ia cepat berpikir cerdas.Segera ia menuruni anak tangga, menghapus jejak tangannya di leher Bunga.Lalu pergi ke ruang mesin CCTV,disana Utari menghapus semua file video yang ada.Lalu merusak sistem nya, dengan begitu tidak ada bukti kalau ia yang telah menyerang Bunga.


Setelah semua selesai, dengan tak berperasaan Utari meninggalkan tubuh Bunga yang tergeletak di lantai.Dengan harapan Bunga mati sebelum ada yang menolongnya.