
"Sebenarnya kemana Raja??"Valo mencoba mengingat sesuatu yang mungkin bisa menunjukkan dimana Raja berada.
"Di CCTV itu sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda Raja keluar dari kamarnya lagi.Tapi kok dia nggak ada??Ohya??aku hampir lupa,teman Nicta tadi kok tahu kalau Nicta ada di kamar hotel bersama Raja?Dan dia juga tahu kalau Nicta dalam pengaruh obat perangsang.Apa Nicta menelfonnya ??Dan aku lihat,dia menendang Raja yang sedang berlari dari dalam kamar itu, kalau Nicta sendiri tidak mungkin bisa tahu.Dia kan kurang siuman...Hemm....Aku akan menanyakan nya dengan baik-baik agar dia bisa memberi petunjuk apa yang terjadi di dalam kamar tersebut "
*
Yas menghentikan laju motornya di depan pintu gerbang rumah Nicta.
"Makasih "ungkap Nicta saat ia sudah turun.
"Ternyata lebih nyaman kalau kamu duduk disini"goda Yas sambil memukul tangki bensin.
"Apa-an sih??"Nicta tidak bisa menutupi wajah merahnya.Tiba-tiba perhatiannya teralih kan oleh sebuah mobil yang berhenti di dekat mereka.Valo turun dari mobil dan menghampiri Keduanya.
"Mau apa lagi dia?"gumam Nicta yang tidak suka dengan kedatangan Valo.
"Maaf mengganggu kalian"
Nicta terpelongo,ia beradu pandang dengan Yas karena tak percaya kalau Valo akan bersikap sopan.
"Aku ingin tahu,apa yang terjadi sebenarnya di dalam kamar itu??Aku yakin kamu tahu kan? karena aku sudah cek CCTV di hotel itu"Valo menatap Yas penuh harap.
"Hotel??kenapa yang dibahas hotel ??"Nicta keheranan.
"Tidak usah perdulikan adikku,,,tolong... ceritakanlah"sambung Valo lagi.Yas menatap Nicta yang kebingungan.
"Pria yang kamu maksud adalah Raja,dibawa pergi oleh sosok wanita cungkring "
"Apa??Kau jangan bercanda,"Valo tersenyum meledek.
"Aku serius, sepertinya dia ada dendam khusus dengan Raja.Karena dia sama sekali tidak menggangu Nicta"
Valo menatap adik tirinya dengan wajah yang tak percaya.Begitu pun Nicta,ia tak kalah bingung dengan apa yang dikatakan oleh Yas.
"Kalau kamu tidak berbohong,coba jelaskan.Lewat mana makhluk yang kamu maksud membawa Raja?karena di CCTV sama sekali tak terlihat Raja keluar setelah kau tendang "
"Dia lewat jendela, merangkak seperti laba-laba yang mengait tubuh Raja seperti Excavator "
"Hah Hah Hahahahahahaha"Valo tidak bisa menahan tawanya,cerita yang diucapkan oleh Yas seperti dongeng menurut nya.
"Kau terlalu banyak berimajinasi anak muda"
"Kamu bertanya,aku menjawab.Tapi kau menganggap aku seorang pendongeng.Ya sudah, carilah Raja sampai ketemu.Kau tidak akan menemukan nya dimana pun.Kecuali,di sarang makhluk itu "
Valo terdiam, ia tidak bisa mempercayai perkataan Yas begitu saja.Tapi raut wajah yang sangat tenang dan sukar ditebak apa isi pikirannya, cenderung orang yang tidak bisa berbohong.
"Apa kamu tahu dimana sarang makhluk yang kamu maksud kan??"
Yas menggeleng,
"Mungkin seseorang dari keluarganya bisa menjelaskan"
Valo tercenung...ini sungguh tidak bisa diterima oleh nalar.
"Aku kok jadi bingung sendiri"tiba-tiba Nicta menimpali.
"Sebenarnya ada apa sih??kan semalam Raja makan malam sama aku,terus dia kemana ??"
"Kau tidak akan bisa mengingatnya,,,"Yas menjawab.
"Kenapa??Apa yang terjadi padaku?"
Kedua mata Yas bergulir menatap Valo, yang memilih bungkam.Nicta pun ikut menatapnya.
"Emmm lebih baik,aku ke rumah Raja untuk bertanya lebih jelas "Valo segera masuk ke dalam mobil nya.
"Kak aku ikut "seru Nicta,tapi Valo pura-pura tidak mendengar.Nicta ingin mengejar, dengan cepat Yas menahan.
"Diam saja disini, tidak usah kemana-mana"
"Tapi aku penasaran kenapa kalian menyebut hotel,aku ke restoran bukan ke hotel"
"Kau tidak tahu jika restoran itu memiliki hotel ?"
Nicta menggeleng.
"Terus kenapa kamu bisa tahu?"tanya Nicta.
"Kamu yang memanggil ku"
"Aku??? memanggil mu??kamu dimana?disana juga?? ngapain ??"
Yas memejamkan matanya,ia berusaha menahan sabar menghadapi otak Nicta yang tak sampai 5wat.
"Kok malah merem sih"
"Ok!!akan aku kasih tahu,tapi kamu harus rileks dulu.Bisa kita masuk ke dalam rumah mu?"
"Ok!!Ayo"Ajak Nicta ,Yas masuk dengan menuntun sepeda motornya .Ia memarkir motornya tepat di depan teras rumah Nicta.Lalu keduanya masuk ke dalam.
"Rumah mu nggak ada orang ??"
"Hanya beberapa pembantu,dan asisten.Papa sering pergi ke luar negeri,kemarin dia ada di rumah..Pagi tadi sudah berangkat lagi"Nicta menjelaskan,ia mempersilahkan Yas untuk duduk.
"Aku tidak akan cerita,tapi kamu yang akan mengingat nya sendiri...Pejamkan matamu!"
"Mau ngapain ??"
"Pejamkan saja"
Nicta ragu, tapi ia patuh juga.Yas mengusap wajah Nicta dengan satu usapan.Nicta rebah, bayangan kejadian semalam seperti flim hitam putih yang muncul di kelopak matanya.
Ekspresi wajah Nicta berubah-ubah, kadang mengernyit alis,kadang bergidik ngeri,kadang seperti memberontak,dan terakhir Ekspresi nya lain..ia menggigit bibirnya, tangannya mengepal kuat, disertai ******* kenikmatan.Yas senyam-senyum saja...
"Emmm lagi lagi...kok berhenti sih"Nicta merengek manja,Yas berdiri ia mendekati Nicta yang seperti hanyut dalam mimpi.Dengan sekali usap Nicta langsung terjaga.Ia kaget melihat Yas berdiri di depan nya.
"Ka-kamu nga-ngapain??"ia gugup dan salting.Yas menyanggah kan kedua tangannya ke kedua sisi kursi sofa yang ditempati oleh Nicta.Membuat gadis itu seperti terperangkap di tengah-tengah.
"Ya-Yas..."Nicta benar-benar sangat grogi, tubuhnya memias hangat.
"Bukankah kamu mau lagi?"
"Hah??"wajah Nicta mendongak hingga dua Tatapan bertemu.
"A-ah nggak kok...siapa yang bilang?"Pandangan Nicta turun ke lantai,tak mampu ia melawan mata yang mendebarkan jantungnya secara brutal.
"Barusan kamu sendiri yang ngomong,kenapa berhenti ?dan kamu mau lagi?"Nicta semakin malu.
"Nic... Nicta..."terdengar seruan dari luar yang mendekat.
Eny baru saja masuk dan memergoki Nicta yang sedang bersama Yas dalam posisi seperti itu.Eny refleks menutup mataππ
"Aku nggak liat apa-apa..aku nggak liat..suwer βοΈβοΈ"
Yas menegakkan punggungnya,ia kembali duduk.
"Apa-apaan sih En??wong kita nggak ngapa-ngapain"
"Ya udah lanjut aja...maaf aku nggak tahu...Bay"Eny berlari masuk ke dalam meninggalkan kedua sejoli itu.
"Hemm Eny ada-ada saja deh"
Yas bersikap santai dan cuek...
"Sekarang kamu tahu,?? kalau kamu adalah milikku "
"Aaa...emmmm...aku...aku mau ambil minum dulu yah"Nicta bangkit tapi ditahan oleh Yas.
"Tidak usah.. duduk saja"
"Aku haus..."Nicta memberikan alasan,Yas memperhatikan ke arah dalam rumah.
"Tidak bisakah pembantu rumah mu yang mengambil kannya"
"I-iya bisa...hanya saja mereka tidak tahu minuman kesukaan ku"lagi-lagi Nicta mencari alasan.
"Ya sudah...biar aku yang buatkan minuman kesukaan mu"Yas bangkit dari duduknya.
"Eh jangan "Nicta cepat mencegah"Mereka saja tidak tahu, apalagi kamu"
"Ya sama kamu dong,kasih tahu aja cara buatnya "
Nicta terpelongo, ia diam tak berkutik.
"Kenapa bengong ??"tegur Yas disertai senyuman yang membuat Nicta semakin kelimpungan.
"Ah...aku..aku .."Nicta gemetar hingga ia hampir jatuh,untung saja tangannya menahan ke badan kursi.
"Kamu tidak apa-apa ??"
"Stop!!βββ"Nicta menghentikan gerakan Yas yang hendak mendekati nya.
"Tolong jangan terlalu dekat dengan ku...aku mohon"
"Kenapa??"
"Aku lemas,aku tidak kuat"
Wajah Yas langsung berubah.Apakah hal itu juga bisa terjadi kepada Nicta??
"Aku...aku lemes banget, jantung ku??Dag dug dag dug dag dug...rasanya ia mau melompat keluar.Apa seperti ini perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta ??"
Yas tersenyum tipis,ia lega..ternyata Nicta lemas bukan karena kekuatan nya.Yas meraih tangan Nicta,lalu menariknya hingga jatuh kepelukan nya.
"Kau rasakan degupan jantung ku,,,"
Yas menempelkan kepala Nicta ke dadanya.
"Bukankah seirama dengan degup jantung mu?"
Nicta mengangguk.
"Jangan jauh-jauh dari ku ya..."
Nicta sekali lagi mengangguk,ia diam-diam tersenyum bahagia.