SERUNI

SERUNI
BAB 167 Janji



Dokter Syahrul menyandarkan tubuhnya ke daun pintu yang baru saja ia tutup rapat.


HUFFFFF


Ia menghela nafas panjang, senyuman tersungging.Segera ia memakai kembali pakaiannya.Tiba-tiba ia menyadari bahwa handycam miliknya tertinggal di ruangan Dokter Okta.


"Kep4rat!!!ini semua gara-gara pria itu"Dokter Syahrul menendang udara kosong.Ia kesal sekali, gara-gara ketakutan melihat kemarahan Ba'im .Dokter Syahrul sampai melupakan handycamnya.Mau kembali,ia takut Ba'im masih berada di sana.Bisa-bisa wajah tampannya hancur digebukin.


"Begini saja wajahku sudah hancur, apalagi sampai aku kembali"Dokter Syahrul memeriksa wajahnya sendiri di cermin.


.


.


.


Ba'im melihat semua yang dilakukan oleh Dokter Syahrul kepada Excel .Bagaimana dia menciumi Excel dengan brutalnya.Tapi sayang, ternyata belum lagi ia memasukkan burungnya.Ba'im sudah mendobrak pintu.Dokter Syahrul cepat menutup tirai.


Ba'im meremas Handycam ditangannya dengan kuat.Kalaulah itu adalah telur?? pasti sudah hancur tak berbentuk.


Ba'im menatap wajah Excel yang dalam keadaan tidak sadarkan diri itu.Ia membelai rambut Excel dengan lembut.


"Excel ...."tiba-tiba terdengar suara bersamaan dengan terbukanya daun pintu.Dokter Dirga tercengang melihat Ba'im ada disana.Ia juga melihat Excel masih terbalut kain gorden dan tertidur pulas.


"A-apa yang terjadi ???aku dengar Excel ??"Dokter Dirga menggantung kalimatnya.Ba'im tak menjawab, ia turun dari atas katil. Memberikan ruang agar Dokter Dirga menghampiri Excel .


Benar!!! Dokter Dirga mendekati ponakannya itu,ia memeriksa keadaan Excel .


"Dia pingsan apa tidur ??"


"Dokter bisa membedakannya sendiri bukan ??"Jawab Ba'im ketus.


"Ex... Excel...Ex"Dokter Dirga menepuk-nepuk pipi Excel ,supaya wanita itu terjaga.Tapi tetap saja tak ada reaksi.


"Apa yang sebenarnya terjadi ??Aku dengar Excel dan Dokter Syahrul kepergok melakukan hubungan intim ?Apa itu benar ??"


"Ada dimana keparat itu?"Bukan menjawab,Ba'im justru balik bertanya dengan wajah merah padam.


"Aku tidak tahu ada dimana dia?? Mungkin diruangan nya"


"Pertemukan saya dengannya"


Dokter Dirga merasa akan terjadi hal yang tidak baik setelah ini.


"Tolong jangan buat keributan,ini Rumah Sakit"


"Saya tidak perduli Dok...saya hanya ingin bertemu dia"


"Iya..saya juga ingin menemuinya.Tapi bagaimana dengan Excel ??kalau sampai Papanya dengar kabar ini,pasti semua tidak akan selamat "


"Dokter tenang saja,Excel belum sempat diapa-apakan "


"Apa?-"Dokter Dirga terpana,ia menerima sesuatu dari tangan Ba'im .Sorot matanya seakan bertanya apa ini-?-


"Lihatlah sendiri Dok"ucap Ba'im .Dokter Dirga pun mem- play video yang ada di Handycam itu.


"Kurang ajar!!!"


Tanpa berkata lebih banyak lagi Dokter Dirga keluar dari ruangan Excel .Ba'im segera mengikuti,ia pun sudah mengunci pintu ruangan Excel .Karena wanita itu masih belum sadar diri juga.


BRAKKKK


Dokter Dirga menendang pintu ruang kerja Dokter Syahrul .Pria itu belingsatan,ia bangun dengan wajah pucat seperti kapas.


"Dok...


BHUK


Belum sempat ia melanjutkan kalimatnya,Ba'im sudah lebih dulu melompat dan menghantam wajahnya.Tubuh Dokter Syahrul terkapar di lantai,Ba'im mendudukinya.Menyudutkan Dokter Syahrul diantara dua kakinya.


"Ma-maaf ka-kami sa-sama-sama mau..."


BHUK


BHUK


"Apa kau bilang ??? sama-sama mau???kau pikir Excel wanita rendahan yang mau dengan laki-laki bajin9an seperti kamu?hah??"


"D..d...Dok"Dokter Syahrul mengulurkan tangannya seolah meminta pertolongan kepada Dokter Dirga yang berdiri menonton.


"Kami punya bukti nya Sahrul...kau sengaja ingin menjebak keponakan ku bukan??"Dokter Dirga menunjukkan handycam yang ada ditangannya.Dokter Syahrul membeliak lebar diantara mata yang sudah membiru.


"Menyesal aku pernah ingin menjodohkan mu dengan Excel ,ku pikir dengan mengenal Ayahmu dengan baik.Kita akan menjadi keluarga.Tapi ternyata,sifatku berbeda dengan Ayahmu.Pasti dia akan sangat malu sekali jika tahu hal ini..."


"Buatlah surat pengunduran dirimu,aku tidak tega mengecewakan Ayahmu jika ku pecat kamu.Dan pergilah sekarang juga, sebelum Kakakku mendengar hal ini"


"Ayo Nak... jangan terlalu lama kita meninggalkan Excel , kasihan dia"Dokter Dirga mengajak Ba'im keluar.Ba'im bangun,ia menghempaskan Cengkramannya.Lalu pergi mengikuti Dokter Dirga.


Dokter Syahrul bangkit,ia meringis kesakitan.Wajahnya jauh lebih buruk dari sebelumnya.Ia hanya mampu mengepalkan tangannya karena kesal .Semua rencananya gagal total.


___


(Tolong jaga Excel , sepertinya dia memang lebih tepat bersamamu.Jika bukan karena kamu datang tepat waktu.Kemungkinan besar semua yang direncanakan oleh Sahrul akan berjalan dengan baik.Ia pasti menginginkan posisi tertinggi dengan mengikat Excel )


Ba'im terngiang-ngiang akan ucapan Dokter Dirga yang baru saja diucapkan padanya.Ditatapnya Excel yang masih belum sadarkan diri.Tiba-tiba dia punya ide untuk membuat wanita itu tidak berkutik lagi dan akan segera menikah dengannya.


Ba'im melucuti semua pakaiannya.Ia menyusup ke dalam Gorden yang menyelimuti tubuh Excel .Di katil kecil itu mereka tidur berdua.Ba'im menciumi pundak wanita itu.Menciumi lehernya,Excel bergerak.Ia mengeliat,Ba'im terus saja menyerangnya dengan ciuman diarea tertentu.Excel merespon,ia melenguh,kedua bola matanya terbuka.


Melihat Ba'im berada di atas tubuhnya, tersungging senyuman tipis.


Ba'im terus melakukan gencaran hebat, hingga terdengar denyitan akibat gesekan kaki katil ke lantai keramik.Keduanya saling melenguh, mendesah tak karuan.Hingga akhirnya Ba'im lunglai di atas tubuh sintal itu.


Excel mengecup kening Ba'im , yang merebahkan kepalanya dibawah dagunya.Ba'im tersenyum,ia semakin merapatkan matanya.


"Kenapa melakukan ini padaku ??"tanya Excel .


"Aku rindu..."Ba'im semakin mempererat pelukannya.


"Apa hanya sebatas ini yang akan kamu lakukan ??"


Ba'im mengangkat wajahnya, keduanya saling bertatapan begitu dekat.


"Ayo kita menikah "


Excel tersenyum mendengar ajakan yang dinantikannya.


"Apakah kamu akan memperlakukan aku seperti dulu lagi?"


Ba'im menggeleng cepat.


"Aku bersumpah!! tidak akan melakukan hal itu lagi ,jika aku melanggar sumpahku?? maka lebih baik aku mati"


Excel meletakkan telunjuknya di bibir pria itu.Ia menggeleng pelan...


"Jangan katakan itu...jika kamu mati,aku takut tidak sanggup menghadapi.Lebih baik kau menyakiti ku berkali-kali,dari pada aku harus sakit karena tidak bisa melihat mu lagi"


Ba'im tersenyum tipis...


"Yah sayang...lebih baik kita berjanji untuk sehidup semati ,karena aku juga takkan sanggup bila harus hidup tanpamu.Enam tahun sudah sangat menyiksaku sayang,,,apalagi selamanya aku tanpamu"


Kedua netra Excel mengembun,dengan lembut Ba'im menghisap air mata itu.Dan mengecup kelopak mata wanita yang sangat dicintainya.


"Kita pulang...kita jemput anak kita..."


Excel mengangguk setuju,ia benar-benar tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya sebelum itu.