
"Reyhan..."Ba'im langsung memanggil Reyhan begitu menemukan bocah itu duduk di lantai.Reyhan menoleh, belum sempat ia bangun Ba'im sudah meluruh memeluknya.
"Anakku..."Ba'im menciumi pundak,leher dan wajah anak itu secara merata.Ia tak dapat membendung air mata bahagianya karena telah bertemu dengan anak yang ditunggu-tunggunya selama ini.
Ba'im membingkai wajah Reyhan penuh kasih.
"Sayang...ini Papa..."ucap Ba'im karena melihat wajah anaknya yang diam tanpa ekspresi.
"Kenapa Nak??Apa Ibumu tidak mengatakan bahwa Reyhan punya Papa?"
Reyhan menggeleng pelan.
"Bunda selalu menjadikan cerita kalian sebagai dongeng ku"
Ba'im mendongak menatap Ismail penuh tanda tanya.
"Lalu kenapa Reyhan tidak suka bertemu dengan Papa??"
Reyhan menundukkan wajahnya.
"Karena Bunda masih belum bersedia bertemu dengan Papa"
Ba'im mengangguk mengerti,ia bangkit dengan menggendong tubuh Reyhan .
"Baiklah jika memang itu yang Bunda katakan, biar Rehan saja yang ketemu dengan papa"
Reyhan tersenyum tipis.
Ba'im dan Ismail membawa Reyhan keluar, dengan instruksi dari Reyhan sendiri agar tidak membawa Reyhan Keluar dari kawasan Rumah Sakit.Jadi Ba'im hanya mengajak Reyhan makan di restoran cepat saji yang disediakan Rumah Sakit.
Ketiganya bercanda ria, celotehan Reyhan banyak mengundang tawa.Ismail menyusutkan air matanya,ia tidak menyangka bahwa sekarang dia adalah seorang Paman.Ba'im pun tidak ada bedanya,ia tertawa lepas sambil menangis karena sekarang anaknya ada di depan matanya.
"Kata Bunda,Bunda selalu melindungi Papa ya??karena Papa tidak bisa bela diri, Papa bisanya cuma marah-marah nggak jelas sama Bunda.Apa itu benar ??"
"Hahahaha Bunda bilang begitu ??"
Reyhan mengangguk.
"Rey...itu memang benar,Paman yang jadi saksinya "Timpal Ismail .
"Hehehe jadi semua itu benar ???"
"Terus apa lagi yang Bunda ceritakan tentang Papa?"
"Emmm katanya Papa Galak,tapi kalau bunda diemin malah suka cari perhatian "
"Hahahaha benar-benar...itu benar sekali "Ismail semakin mengejek Kakaknya.
"Tapi...Apa Bunda pernah mengatakan kalau dia rindu Papa??"
Reyhan dengan polosnya menggeleng.
"Rindu itu terlihat Pa dari mata Bunda, meskipun Bunda tidak pernah mengatakannya"
Ba'im tersenyum tipis.
"Pa... boleh kah aku bertanya ??"
"Tanya apa sayang ??"
"Apa yang Papa lakukan sehingga membuat Bunda belum mau bertemu dengan Papa??Apakah Papa menyakiti hatinya ??"
Ba'im tercekat,ia tidak bisa mengatakan apapun kepada anak sekecil Reyhan .
"Rey..."Ismail mengusap pipi anak itu.
"Bunda dan Papa salah paham, sehingga mereka bertengkar dan memilih untuk berpisah.Padahal mereka masih saling sayang loh"
"Begitukah ??"
Ba'im mengiyakan pertanyaan anaknya.
___
Excel baru saja menyelesaikan jadwal cek pasien,ia ingin segera menemui putranya.Tapi sebelum itu ia ingin membelikan makanan untuk Reyhan .
Belum sempat ia masuk ke dalam restoran cepat saji itu.Langkahnya tiba-tiba tertahan, pemandangan yang ditangkap oleh Indra penglihatannya membuat sebak dadanya.
Ternyata Ba'im sudah menemukan Reyhan ,mereka bercengkrama dengan begitu hangat.
Excel mundur beberapa langkah, tanpa ia sengaja telah menabrak Dokter Syahrul yang berada di belakangnya.Pria itu memang sengaja mengikuti Excel saat melihat Excel menuju restoran.
"Oh Dokter..."
Excel kaget,ia segera melepaskan diri dari rengkuhan Dokter Syahrul dan berlari menjauh dari tempat itu.
Reyhan menghirup udara panjang...
"Bunda??"tanya Ba'im ,ia menatap ke sekeliling.
"Dimana Bunda ??"
Sekali lagi Reyhan menghirup udara panjang.
"Sudah pergi,baru saja Reyhan mencium parfum Bunda.Tapi sekarang udah hilang"
Ba'im terpana, begitupun dengan Ismail .Mereka tahu jika itu adalah kemampuan Excel sedari dulu.
"Papa..."
"Hem??"Ba'im tersentap kaget.
"Kenapa Papa selalu bawa harimau putih ??"
Ba'im tersenyum..
"Karena dia juga mencari mu Nak"
"Ohya??"
"He-em... namanya Kujang,sahabat Papa...Eh Papa mau nanya,Reyhan bisa bela diri??"
"Iya..biar bisa lindungi Mama,kan Papa nggak bisa bela diri"
Ba'im serta Ismail tertawa lepas.
___
Excel masuk ke dalam ruang kerjanya,dan langsung mengunci pintu dari dalam.Tubuhnya menyandar lemah meluruh ke lantai.Ia tenggelamkan wajahnya diantara lutut yang terpeluk.Isakan tangisnya menggoncang tubuhnya.
Ia sungguh tak kuasa lagi menahan tangis seperti yang ia lakukan selalu.Pria yang masih bertahta di hatinya baru saja berada di depan mata.Rasa rindu yang membelenggu seperti semakin mencekik lehernya.Ia hanya bisa menangis di tempat yang sepi.
"Dooook"
Suara seperti desauan angin menerpa gendang telinga.Excel mengangkat wajahnya perlahan.Ia kaget melihat sosok wanita yang berlumuran darah sampai wajahnya tak dikenali.
Ia mendekati Excel dengan menyeret tubuhnya itu.
"Tolong Dok..."
Excel ingin mundur tapi ia sudah menyandar ke pintu.Tangannya gemetar ingin membuka hendel pintu,tapi ia terlalu takut.
.
.
.
"Bunda..."Reyhan yang baru saja tertawa riang tiba-tiba merasakan sesuatu tentang Ibunya.Ia langsung melompat turun dari tempat ia duduk dan berlari keluar.
Ba'im dan Ismail yang terkejut dengan sikap Reyhan yang tiba-tiba,tidak bisa menahan langkah bocah itu.Mereka pun terpaksa berlari menyusul Reyhan .
"Bundaaaaa"Reyhan menjerit memanggil Ibunya sambil terus berlari.Ia yang masih belum tahu tempat ruangan Ibunya secara spesifik.Jadi dia hanya mengandalkan Indra penciumannya.
Reyhan sempat kebingungan, karena wangi parfum Ibunya sudah samar-samar tercium.Anak itu panik,ia tidak tahu harus ke kanan dan ke kiri.
Sedangkan Excel sudah terjebak dalam cengkeraman sosok wanita itu.
"Dokter... tolong saya..."Rintih Makhluk itu ia sudah menindih tubuh Excel yang gemetaran ketakutan.
Auman harimau putih membimbing langkah Reyhan menuju ruangan Ibunya.
"Bundaaaa"Reyhan menggedor-gedor pintu tapi nihil karena pintu terkunci dari dalam.
"Ex...buka... Excel buka"Ba'im turut mengetuk pintu.
"Kujang...Masuk!!"tiba-tiba Reyhan berseru,si Kujang mengaum.Ia pun melompat masuk menembus dinding.
Makhluk itu langsung menghilang menjadi serpihan api akibat Auman harimau putih.Excel gegas bangun dengan tubuh gemetar,ia membuka pintu dan tanpa ia sadari langsung berhambur memeluk Ba'im .
Excel menangis sejadi-jadinya, wanita itu dari dulu memang pemberani dalam hal melawan manusia.Tapi kalau dengan makhluk astral, meskipun dia bisa melihat tapi jiwa penakutnya nggak ada obatnya.
Ba'im tersenyum,ia membalas pelukan erat wanita yang dirindukannya itu.Reyhan melengos,ia memanggil Kujang untuk mendekat.
"Yuk kita pergi"ajak Reyhan kepada Kujang.Harimau itu malah manggut-manggut aja.Ismail pun turut serta.Ia tidak ingin mengganggu pasangan yang tengah melepaskan rindu.
Beberapa saat kemudian,Excel mulai tenang.Alisnya bertaut heran??
"Siapa yang aku peluk??"
Hidungnya mengendus kembang-kempis.Aroma tubuh yang menggetarkan jiwanya.Dua bola matanya membeliak lebar, kerongkongannya mengering.Tubuhnya pias, tengkuk nya dingin.Ini lebih mengerikan daripada bertemu hantu.Ingin melepaskan diri, tetap saja dia tidak akan mampu menutupi rasa malu.
Ba'im merasakan pelukan Excel melonggar,namun ia tidak melepaskan pelukannya.Dengan ekor matanya ia bisa melihat beberapa orang memperhatikan mereka, karena itu,Ba'im berinisiatif merangkul tubuh wanita itu masuk ke dalam ruangannya Kembali.Lalu Ba'im mengunci pintu dari dalam.