SERUNI

SERUNI
BAB 135 Ba'im Kasmaran??



Abdillah terlihat gelisah,ia seperti duduk di atas bara.


"Ada apa Bang Abdil??Kok kayak gelisah gitu ?"Excel benar-benar menyekat Abdillah.


"Ah nggak apa-apa,hanya saja saya mau ke toilet"Jawab Abdillah menyembunyikan perasaannya.


"Ohhh mau ke toilet...itu disana toiletnya Bang"Excel menunjuk arah Toilet dengan menekan panggilannya terhadap Abdillah. Abdillah tersenyum sopan,ia bangkit Lalu melangkah dengan meliak-liukkan tubuhnya.


"UWEKKKK"Excel meluat sekali.


"Hey kamu apa-apaan sih bilang kita mau nikah? emangnya siapa yang mau nikah sama kamu"Ba'im langsung menegur Excel saat tubuh Abdillah sudah tak terlihat.


"Lalu??Apa ustadz akan menikah dengan pria gemulai itu?"


" Ya nggak lah"bantah Ba'im dengan tegas.


"Apa yang dikatakan Excel itu hanya sebuah peringatan ,kalau kamu akan menikah dengan perempuan bukan dengan laki-laki"Seruni ikut menyampuk.


"Bunda kok malah belain dia sih?"


"Ya karena menurut Bunda Excel nggak salah, yang salah tuh temen kamu. Dia kayaknya suka sama kamu"


"Bun... Abdillah memang gitu,tapi dia normal kok. Abdillah tuh orangnya baik Bun ,dia yang ngerawat aku di saat aku sakit ,mencucikan baju aku, kadang masak untuk aku. dia memang kemayu tapi dia tulen kok dia laki-laki tulen"Ba'im tetap membela sahabatnya.


"Ustadz....semua orang yang ada disini pasti sependapat sama aku, mana ada laki-laki tulen bergelayut manja kayak gitu, sampai kenalan aja nggak mau lepas"tambah Excel .


"Dia itu kangen sama aku,bukan sama aku aja dia kayak gitu.Sama teman-temannya yang lain juga gitu"


"Ya berarti dia penyuka sesama jenis Ustadz "


"Ah sudahlah...jadi ribet semua urusan sejak ada kamu"Ba'im bangkit dari duduknya,ia menyudahi makannya sebelum habis.Dan pergi tanpa kata begitu saja.


Seruni hanya geleng-geleng kepala menanggapi sikap putra sulungnya itu.


"Is...apa kamu juga sependapat sama aku tentang teman Kakakmu itu ?"Excel bertanya dengan suara berbisik,Ismail mengiyakan.


"Is... tolong pantau Kakakmu,Bunda khawatir takut alasannya tidak menikah selama ini bukanlah karena Nayla yang sudah meninggal.Tapi????"Seruni tak sanggup untuk melanjutkan kalimatnya.Karena ia takut untuk menghadapi jika itu adalah kenyataan.


"Baik Bun..."Ismail menjawab dengan tangkas.


"Tante jangan terlalu khawatir,Excel akan menjaga Ustadz"Excel turut ingin menenangkan hati Seruni ,Ibu dua anak itu tersenyum meskipun terlihat dipaksakan.


___


Tanpa mereka sadari, Abdillah menguping semua pembicaraan yang terjadi di meja makan setelah kepergiannya.Ia pun memutuskan untuk keluar menyusul Muhammad Ibrahim melewati pintu belakang.Ia menyiapkan sesuatu untuk mempermulus tujuannya terhadap Muhammad Ibrahim.Dan hal itu juga yang menjadi alasan kenapa ia tidak datang bersama rekan-rekannya kemarin??Ia memilih menemui Ba'im tanpa rekan-rekan seperjuangannya di Kairo.


Abdillah menemukan Ba'im duduk sendiri di taman samping rumahnya.Ia tersenyum simpul, sebelum menemui Ba'im tak lupa ia mengoleskan sesuatu ke telapak tangannya. Setelah itu ,dengan langkah mantap iya mendekati pria yang sudah lama ia sukai.


"Ba'im ...kok ada disini sih???Aku kan jadi nggak suka kalau sendirian di dalam menemui keluargamu"Rengek Abdillah manja,ia tanpa segan duduk menempel tanpa ada jarak dengan Ba'im .Ia juga menggenggam erat tangan Ba'im sembari mengelus-elus nya.


Hembusan angin dingin terasa membelenggu tubuh Ba'im .Ia merasa perasaannya tak nyaman,namun tatapan mata Abdillah begitu menenangkan dirinya.


"Ba'im ...kita jalan-jalan yuk..."rayuan Abdillah seperti menghipnotis,Ba'im mengangguk tanpa sembarang bantahan.Ia pun bangkit, mengambil kunci mobil yang ia simpan di laci bawah tv di ruang tamu.Dan tanpa pamit,Ba'im pergi jalan-jalan bersama Abdillah.


___


Kedua manusia sesama jenis itu begitu sangat intim sekali, Abdillah tak pernah melepaskan genggamannya.Begitu pun dengan Ba'im , justru ia lebih erat mencengkram buku-buku jemari milik Abdillah yang lentik.


Tak cukup sampai disitu saja, Abdillah dengan sengaja menambahkan ramuan cinta ke dalam minuman Ba'im ,saat pria itu pamit pergi ke toilet.


Ia memang sudah menyiapkan semuanya untuk menjerat Ba'im dalam rengkuhannya.Minyak pengasih dan bubuk bunga Lawang sudah lolos menjarah jiwa Muhammad Ibrahim.


Sampai pada saat keduanya akan berpisah, karena Ba'im mengantarkan Abdillah ke hotel tempat dia menginap.(Disini Abdillah asli orang Jogja) dengan agresifnya Abdillah mencium Ba'im.Dan bodohnya,Ba'im hanya tersenyum tipis.


"Besok kita jumpa lagi ya?"


Ba'im mengiyakan, Abdillah melambaikan tangan selayaknya seorang gadis dengan kekasihnya.Lalu ia keluar dari dalam mobil.Untuk Kesekian kalinya, Abdillah melambaikan tangan sambil lalu ia mengecup jauh.Ba'im juga melakukan hal yang sama, setelah sesaat kemudian ia melajukan mobilnya keluar dari area hotel tempat Abdillah menginap.


____


"Kamu nggak belajar Ex, sebentar lagi ujian kenaikan kelas loh"sapa Ismail sambil meletakkan beberapa buku dan pen di atas meja.


"Ohhh iya"hanya itu tanggapan Excel tanpa menoleh.Ia terus sibuk mencocokkan nada dengan jenis vocalnya.


"Kamu enteng banget kayak udah pinter sekali"


"Bukan enteng gitu,tapi emang aku nggak pernah belajar.Kayak udah emang terlahir pinter akunya...heeee"Excel nyengir.


"Sombongnya...."


"Tapi ada sih yang sama sekali nggak aku ngerti "


"Apa?"


"Bahasa Arab...begok banget aku karena sama sekali tak mengerti bacaannya "


Ismail tertawa lucu dengan ocehan Excel .


"Ya udah...ayo kita belajar,aku ajari sampai bisa"


"Nggak ah...aku mau belajar sama ustadz aja,dia kan wali kelas ku"tolak Excel .


"Idih bilang aja kamu mau deketan terus sama dia"


"Heeeee"Excel menampakkan deretan giginya yang rapi.


"Kamu kenapa sih sampai segitunya sama Kakakku?Padahal kamu cantik loh,pasti gampang banget buatmu untuk mendapatkan laki-laki yang bisa mencintai kamu"


Excel nyengir...


"Kamu lucu ya...Kamu gampang bilang gitu sama aku, padahal kamu sendiri nggak suka sama aku kan?"Ucapan Excel mampu menelak Ismail ,pria yang seumuran dengan Excel tersipu.


"Itu kan sebelum aku kenal baik sam kamu,maaf deh...."Ismail mengungkapkan penyesalannya.


"Nggak apa-apa kok..."


"Tapi sekarang aku suka loh sama kamu,suka banget malah....kamu tuh cewek tangguh yang susah ditebak.Aku pikir dulu kamu tu cewek gampangan"


"Aku yah kalau udah pengen sesuatu,aku pasti akan berusaha untuk mendapatkannya.Tapi dengan cara sportif tentunya "


"Termasuk cinta Kakakku?"Terka Ismail .Excel mengangguk...


"Sampai segitunya,,,,"


Excel hanya tersenyum tipis.


Mobil Pajero sport hitam berhenti tepat di depan mereka.Membuat perhatian keduanya teralihkan.


Muhammad Ibrahim keluar dari dalam mobil dengan telfon menempel di telinga.


"Iya ini aku baru sampai"


Suara manja Ba'im terdengar jelas,ia melewati begitu saja dua manusia yang memperhatikannya.Excel sampai mencondongkan tubuhnya separuh pintu untuk melihat punggung Ba'im yang sama sekali tak menyapanya.


"Kayak orang lagi kasmaran aja"gumam Excel .


"Hihihihi ada orang cemburu nih"goda Ismail.


"Apa-an sih???...tapi aku nggak yakin secepat itu Ustadz punya pacar, kecuali kalau itu sama si bencong "


"Maksudmu Kakakku pacaran sama laki-laki lemes yang tadi pagi itu?"


Excel mengangguk yakin.


"Ah nggak mungkin,aku tahu Kakakku... meskipun dia dingin sama perempuan dia masih normal kok"


"Tapi aku yakin sekali Is..dia tuh nggak punya best friend perempuan kecuali aku"Bantah Excel tetap kekeuh dengan pendapatnya.Ismail tercenung,Apa yang katakan itu benar ?sejak Nayla meninggal, Kakaknya hanya akrab dengan Excel meskipun selalu tengkar.