SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 67



Tiba-tiba daun pintu terbanting,dan muncullah sosok yang sangat Ibu Tito kenal.Dia lah orang kepercayaan Ibu Tito dalam menjalankan tugas rahasia.Biasanya pria ini punya partner,tapi tak apalah.Setidaknya ada seseorang yang bisa menolongnya.


"Nou.. syukurlah..kamu datang datang mau menolong ku kan?"sambut Ibu Tito penuh semangat,akan tetapi ada yang ganjil.Nou hanya menanggapi dengan seringai sinis.Pria itu melangkah melewati pintu dengan mengheret sesuatu.


Ibu Tito yang awalnya lega, mendadak lemas.Tubuhnya hampir roboh kalau tidak menyandar ke dinding.


Ternyata Nou mengheret mayat rekannya yang tersayat-sayat mengerikan.Karena sayatan itu bukanlah sayatan pisau.


"Nou ..apa yang kau lakukan ??Apa kamu membunuh temanmu?"


Nou tak merespon,ia melemparkan mayat itu ke tengah-tengah ruangan.


"Sekarang... kau tinggal pilih,kau mau mati seperti apa?"


Ibu Tito semakin pias memucat, karena ia baru menyadari jika Nou di depannya itu bukanlah Nou yang ia kenal.Suaranya menyerupai seorang perempuan dengan serak mengerikan.


"Apa seperti dia?"Nou menuding mayat rekannya "Dia ku gergaji sedikit demi sedikit hahahaha hingga mampus...Kau tahu bagaimana dia melolong kesakitan ???hahahahaha sangat menyenangkan sekali "


"Atau kamu ingin seperti dia ?"Nou menuding dukun yang sedang sekarat"Ohhh dia belum mati ternyata,kau tahu bagaimana aku menguliti tubuhnya ?Aku bakar dia seperti kambing guling,lalu aku gosok kulitnya yang melepuh itu,hahahahaha Apa kamu ingin merasakan gimana sakitnya?"


Ibu Tito menggeleng lemah..


"Oh.. kenapa tidak mau??Tapi aku tidak perduli,kamu mau atau tidak.."Nou melangkah dengan kaki terseret,ia mengambil deregen yang berisi air cuka.Lalu tanpa belas kasihan ia siram tubuh dukun beranak itu dengan cuka.


Ibu Tito menutup wajahnya,ia tidak mampu melihat pemandangan mengerikan itu.Tubuh sang dukun menggelepar,ia merintih namun suaranya tenggelam oleh tawa Nou yang kerasukan.


Tanpa disadari, ternyata Ibu Tito menangis sesenggukan.Ia ketakutan ,sangat ketakutan.Tetiba ia terhenyak kaget karena Nou menjambak rambutnya.


"Ampun Nou ampun...."


"Kau pikir pria ini mampu menyakitimu?"


Ibu Tito terbelalak,ia baru menyadari jika sebenarnya itu adalah Luna.Dengan sekuat tenaga,Nou mendorong Ibu Tito hingga terjerembab.Dan tepat di samping dukun yang sekarat itu.


Dengan sangat jelas sekali,Ibu Tito menyaksikan si dukun meregang nyawa.


"Hey perempuan iblis, lihat aku"Seru Nou,Ibu Tito menoleh.Ia melihat Nou sudah memegang belati di tangannya,Nou membuka bajunya.Lalu menggaruk perutnya dengan kuat menggunakan belati tersebut.


AAAAKKKKHHH


Nou menjerit kesakitan, rupanya Arwah Luna sudah keluar.Namun Nou Terus saja menggaruk perutnya hingga dagingnya terkelupas.


Suara cekikikan kuntilanak memenuhi ruangan.Ibu Tito gemetaran, keringat dingin mengucur deras.


"Hentikan Nou.... hentikan "


Pria itu tak jua menghentikan garukan diperutnya, hingga perutnya berlobang.


"Nou hentikan "Ibu Tito menangis meratap,ia menutupi wajahnya tak sanggup melihat kondisi Nou yang mengerikan.


"Tooolong Nyo---nya"Nou meneteskan air mata, pisau ditangannya terlepas.Tapi itu semua belum berakhir,arwah Luna menuding Nou.Dan pria itu memasukkan tangannya kebagian perut yang sudah berkunjung.


UWEKKK


Ibu Tito kembali muntah melihat Nou mengeluarkan usus dari dalam perutnya sendiri.Darah segar mencuat di mulut Nou, hingga ia tersedak dan terkapar meregang nyawa.


Ibu Tito pucat pasi,ia gemetar sampai susah untuk bersuara.Tubuhnya menggigil ketakutan.


Arwah Luna cekikikan,ia terbang melayang memenuhi ruangan itu.


*


*


"Kok Seruni lama sekali sih Mas?"tanya Uzma ,ia khawatir Yas akan terjaga dari tidurnya jika Seruni belum juga kembali.


"Apa aku masuk aja ya sayang ?"ucap Reyhan .


"Iya deh,tapi jangan lama-lama ya Mas.Aku nggak tahu harus bagaimana kalau Yas bangun nantinya "


"Itu dia Mas"seru Uzma ,Reyhan sigap keluar membantu memasukkan tubuh Tito ke dalam mobil Anggi.


"Kenapa dia?"


"Kesurupan Kak... tolong bawa dia ke rumah sakit.Kamu dan Rasti tolong urus Tito ya...aku mau ngejar arwah Luna"jawab Seruni .


"Kemana Dek?"Reyhan bertanya cepat.


"Nggak tahu Kak,mungkin Kujang tahu"


"Apa aku boleh ikut ?"


"Jangan Kak...Tito butuh bantuan Kakak,nanti kalau Yas bangun juga Kak Uzma bakal butuh Kakak"


"Ya udah... hati-hati ya"


Seruni mengangguk yakin,ia pun berlari kecil masuk kembali ke dalam.Dengan menunggangi Kujang,Seruni mengejar jejak arwah Luna yang membawa Ibunya Tito.


*


*


Angin membanting pintu yang tertutup rapat.Seruni turun dari punggung Kujang dan meluruh masuk.Ia terperanjat melihat pemandangan yang mengerikan, mulutnya tertangkup dengan tangan.


"Tante"Pekik Seruni ,Ibu Tito menoleh perlahan.Ia terlihat menangis serau.


"Apa yang Tante lakukan ??"Seruni tak percaya dengan apa yang ia lihat,Ibu Tito menyayat-nyayat lengannya sendiri.Ia juga menusuk-nusuk pahanya.Sekujur tubuhnya sudah bersimbah darah.


Seruni hendak ingin menepis pisau yang terus saja melukai tubuh Ibu Tito.Namun belum sempat Seruni melakukan niatnya, tubuhnya terdorong hingga ia terjerembab.


"JANGAN IKUT CAMPUR!!"Wajah Ibu Tito kini berubah,kedua matanya membeliak putih.


"Luna...sudah Luna... hentikan semua ini"


Ibu Tito merangkak mendekati Seruni .


"TIDAK!!"


Kujang melangkah masuk,Wajah Ibu Tito berubah panik.Ia menyeret tubuhnya mundur menjauhi Kujang.


"Kujang... tolong lakukan sesuatu "pinta Seruni .Kedua bola mata Kujang bersinar keemasan.Arwah Luna langsung keluar dari tubuh Ibu Tito.Tubuh wanita separuh baya itu terkulai lemas. Seruni sigap menolong,ia berusaha mengangkat tubuh Ibu Tito.


Arwah Luna merasa terancam kehilangan Ibu Tito.Namun ia tidak bisa berbuat banyak karena Kujang tengah memperhatikan dirinya.


"Aku serahkan sisanya padamu Kujang"Ucap Seruni sambil lalu memeluk tubuh Lemah Ibu Tito.Kujang mengangguk,Seruni membawa Ibu Tito keluar dari rumah dukun beranak tersebut.


Kujang melangkah semakin mendekat,Arwah Luna semakin panik.Tapi ia sudah terpojok disudut ruangan.


"Tolong lepaskan aku,aku hanya ingin menghabisi wanita itu.Setelah itu,aku janji akan pergi"


Kujang tetap melangkah mendekat.


"Aku hanya ingin keadilan untuk anakku, yang mereka renggut dari ku.Jika ia terlepas , pasti akan ada Luna-Luna selanjutnya selain aku"


Saat itulah langkah Kujang terhenti.


"Selesaikan lah sekarang, sebelum aku keluar dari tempat ini.Urusanmu harus selesai,dan kembalilah ke Alammu"


Arwah Luna tersenyum,


"Baiklah..."


Seruni meletakkan tubuh Ibu Tito dibawah pohon dengan posisi menyandar.Ia memperhatikan rumah si dukun beranak itu.Menunggu Kujang keluar.Tanpa ia ketahui, sepasang tangan muncul dari dalam pohon mencekik leher Ibu Tito.Perempuan separuh baya itu mengejang tanpa suara.Dan akhirnya tiada dengan mata melotot.


Seruni tersenyum tipis melihat Kujang sudah keluar,ia hendak membopong Ibu Tito lagi untuk menaiki punggung hewan astral itu.


Akan tetapi,Seruni dikagetkan oleh keadaan Ibu Tito yang sudah meregang nyawa.Ia tak percaya jika wanita itu sudah meninggal dunia.