SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 90



Yas baru saja tiba di rumahnya,Seruni dan Steven belum lagi pulang dari tempat mereka bekerja.Kujang melompat turun mengekori anak Reyhan itu.


"Tumben kamu datang ?"Sapa Yas cuek, tangannya sibuk memainkan kunci sepeda motornya.


"Emang nggak boleh?"


"Aku cuma nanya,siapa yang bilang nggak boleh ?"Yas menghempaskan tubuhnya ke sofa empuk di ruang tamu.Dan seperti sudah menjadi tempat favorit,Kujang naik ke atas meja.


"Aku boring "


"Emang Ayah nggak punya pasien?"


"Ada sih beberapa,tapi bosan"


"Terus ? kalau bosan kamu datang kesini ?"


"Yah...kamu kan sudah dewasa,jadi nggak mungkin bikin ulah yang aneh-aneh"


Yas manggut-manggut tanda mengerti.Deru mobil terdengar dari arah luar.Itu pasti Steven dan Seruni .Karena pagi tadi,mereka berangkat bersama satu mobil.Jadi pasti pulangnya pun sama-sama.


"Aunty dan uncle sudah datang"Yas bangkit,tapi Kujang justru melompat ke belakang tubuh Yas.


"Kau mau kemana ??"


"Sttt aku mau ngumpet,nanti Seruni pasti aneh-aneh sama aku"


Yas geleng-geleng kepala.


"Kalau kamu ngumpet dibalik badanku ya pasti tetap saja ketahuan Kujang "


"Oh iya ya..hehehehe lali aku"


WUSSS


Kujang pun menghilang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Indra masuk ke toilet dengan terburu-buru, langsung aja cussss...


"Ahhhh leganya"


Setelah selesai, Indra mencuci tangannya.Tapi disaat ia ingin mengeringkan tangannya,tisu di wastafel sudah habis.


"Hufff apa sih kelakuan OB di sekolah ini?kok tisu habis dia nggak tahu"Gerutu Indra dongkol.Tiba-tiba seseorang menyodorkan sekotak tisu,Tanpa melihat siapa yang menyodorkan tisu kepadanya.Indra dengan senang hati menerima sekotak tisu tersebut.Ia mengeringkan tangannya,dan matanya terangkat menatap kaca.Tubuhnya kaku,namun lututnya mendadak gemetar.Bayangan dikaca itu tersenyum ke arahnya.Tiba-tiba tubuh Indra sudah lunglai terkapar di lantai.Bayangan dikaca itu terperanjat melihat Indra pingsan.


Pintu disalah satu toilet terbuka,Yas muncul di sebalik nya.Sosok itu berbalik,ia takut dan melambaikan tangannya.


"Aku tidak ngapa-ngapain dia,dia pingsan sendiri.Nyolek aja nggak.. Sumpah!!"


Yas melirik Indra yang pingsan.Lalu bergulir menatap sosok itu.


"Kau tahu kenapa dia pingsan ?"


Sosok itu menggeleng cepat.


"Di tempat seperti ini, cenderung banyak hal yang menakutkan"


"Hah ??? benarkah ?? Maksud mu,dia melihat hantu??"Sosok tersebut melihat ke sekeliling.


"Masak sih ada hantu disini? kalaupun ada sudah pasti aku akan kabur duluan"


Yas menghela nafas panjang...


"Kau siapa?"tanya Yas kemudian.


"Aku Daud.., petugas bersih-bersih di sekolah ini"


Yas mengangguk mengerti, rupanya dialah petugas kebersihan yang ditemukan meninggal pagi tadi.Menurut informasi,Daud meninggal disebabkan terpeleset dan kepalanya membentur lantai hingga tewas.Mayatnya baru ditemukan esok paginya,karena seperti biasa.Daud akan pulang setelah semua siswa siswi di sekolah itu pulang.Karena dia akan mengunci ruangan-ruangan penting di sekolah itu.


"Kau sudah meninggal, pergilah dengan tenang"


Arwah Daud terpelongo..


"Apa yang kamu katakan ??aku masih hidup,aku baru saja membersihkan toilet ini dan memberikan sekotak tisu padanya"Daud menunjuk Indra yang terkapar.Tiba-tiba ia diam mematung melihat Indra.


"Sekarang kamu mengerti kenapa dia pingsan ?"Ujar Yas.Daud tertunduk memandangi tubuhnya sendiri.


"Ja-jadi dia..takut padaku ??"


Yas mengangguk membenarkan.


"Ke-kenapa kamu tidak takut?apa kamu juga sudah mati ?"


Yas menggeleng pelan...


"Aku masih manusia tulen "Yas melangkah ke cermin, merapikan pakaiannya dan juga rambutnya.


"Ihhh masak hantu takut hantu"cibir Daud,Yas menanggapi dengan senyuman tipis.Ia membasahi sedikit tangannya,lalu memercikkan air itu ke wajah Indra.Indra kelabakan,ia langsung bangun dan duduk . Tangannya sibuk mengucek matanya.


"Ah ah aku dimana?"Wajahnya terlihat bingung, ketika ia mendongak bukan hanya wajah Yas yang ia lihat.Namun penampakan Daud yang melongo memperhatikan dirinya.


"Ahhh"Indra pingsan lagi.Yas kaget, seketika itu ia menoleh.Daud tersengeh tanpa rasa bersalah.


"Ngapain kamu nengok-nengok?"


"Hanya memastikan saja, ternyata benar dia takut sama aku hehehehehe"


"Hadooooh..."


Mau tak mau Yas harus menggendong tubuh Indra ke UKS.Sedangkan Daud terus saja seleweran di sekeliling Yas.


"Yas..."Emil berlari menghampiri pria yang sudah bertahta di hatinya itu.Yas menoleh..


"Siapa dia?"Emil terlihat panik karena Yas menggendong seseorang.Yas mengedikkan bahunya.Emil memperhatikan wajah yang terbaring di atas katil,


"Oh..dia anak kelas XI kayaknya,kenapa dia?"


"Pingsan di toilet"


"Loh kok bisa?"


"Anemia mungkin..."Jawab Yas sekenanya.


Pada saat itu Nicta tiba-tiba masuk juga Ke dalam UKS.


"Yas..."


Yang dipanggil satu orang,dua orang menoleh ditambah satu lagi yang bukan manusia.


"Aku cari kamu kemana-mana"


"Ada apa?"


"Tadi pagi sebelum ke sekolah,aku mampir ke rumah Eny.Ternyata rumahnya sudah hangus dilahap api,Eny sendiri katanya masih di TPU mengurus jenazah orang tuanya.Nanti pulang sekolah kita kesana yuk"


"Siapa dia Yas?"Tanya Emil terlihat kurang suka dengan kehadiran Nicta.


"Kenalin...aku Nicta,teman sekelas Yas"Nicta segera memperkenalkan diri sebelum pria itu menjawab.Emil tidak segera menerima uluran tangan Nicta,ia menatap Yas seolah mempertanyakan siapakah gadis itu bagi Yas?Namun balasan tatapan Yas tak dapat diartikan oleh Emil.Karena Yas hanya menarik sudut bibirnya tipis.


"Waaah sepertinya kau menjadi rebutan dua wanita ini"Daud yang tak terlihat oleh Nicta dan Emil memperhatikan satu persatu dua gadis itu.


"Seandainya aku bisa seperti mu, pasti aku tidak akan mati dengan sangat menyedihkan seperti ini"


Merasa diabaikan,Nicta menarik tangan nya.


"Sebaiknya kalian Keluar dulu,aku akan menemani siswa ini sambil menunggu guru perawat datang"ujar Yas kemudian.


"Tapi nanti jadi ya?kita ke tempat Eny, kasihan dia...dia sudah menjadi yatim sekarang Yas"


"Emmmm..."


"Eny siapa lagi Yas?"potong Emil cepat.


"Kamu kok kepo amat sih?"ucap Nicta mulai berang.


"Emang salah aku nanya?"balas Emil.


"Ngapain nanyak-nanyak,kalau dijawab aja dicuekin "


"Aku nanyak sama Yas,bukan sama kamu "


"Terus kalau aku yang jawab?apa itu masalah ?"


"Aku nggak kenal sama kamu,jadi jangan sok kenal"


"Sombong..."


Yas melangkah keluar tanpa kata..


"YASSSS!


Dua gadis itu berseru hampir bersamaan, mereka menoleh dengan tatapan kurang suka.Sedangkan Daud bertepuk tangan karena girangnya menikmati pemandangan itu.


"Yas kamu mau kemana?"Emil mensejajari langkah Yas,Begitu pun dengan Nicta.Mereka mengapit pria yang mereka sukai itu.


"Kenapa kalian Keluar?bukankah tadi aku sudah menyuruh kalian Keluar ?tapi tak diindahkan.Sekarang aku keluar, kalian juga ikut keluar ?"


Emil dan Nicta sama-sama terlihat kurang nyaman.


"Kalian tunggu disini,kasihan siswa itu sendirian.."Tegas Yas yang membuat langkah kedua gadis itu mengkaku.Tapi Yas tak perduli,ia pergi tanpa menunggu Jawaban persetujuan diantara mereka.