SERUNI

SERUNI
BAB 85 Hampir Saja



Bagas meletakkan tubuh istrinya dengan hati-hati.Punggungnya belum menegak dengan sempurna,Utari sudah menarik lengannya.Membuat ia berbalik menghadap kekasih gelapnya itu.


"Ada apa??"


"Kamu menyusul Bunga??tega kamu ya sama aku... ninggalin aku dan enak-enakan pergi dengan Bunga"Utari memukul dada bidang milik Bagas .


"Yang enak-enakan siapa ?aku menyusulnya karena dia makek duit di kartu kredit itu sangat banyak.Dan itu ia lakukan transaksi di Rumah Sakit"


"Di Rumah Sakit ??untuk apa?"


"Aku belum sempat bertanya sama dia, karena dia marah sama aku sebab aku dianggap ikut campur urusan dia.Dan lagi dia kepergok bersama pria lain yang tidak aku kenal "


"Hah???"Utari terbelalak, matanya bergulir memperhatikan Bunga yang terlihat sedang tidur."Nggak nyangka ya,,, Bunga bisa juga punya selingkuhan"Utari tersenyum kecut.


Bagas berkacak pinggang memperhatikan istrinya.


"Tapi aku tidak yakin Bunga punya selingkuhan , Apalagi di Kota Tasik ?dia kan nggak pernah pergi kemana-mana "


"Kamu membela kesalahannya ??"Utari mulai curiga.


"Bukan gitu...tapi..."


"Sudahlah...ayo kita keluar "Utari menarik lengan Bagas ,namun Pria itu justru melepaskan diri.Utari membeliak lebar,ia tidak menyangka kalau Bagas akan menolak.


"Kamu apa-apaan sayang ??kamu menolak ajakan aku??"


"Maafkan aku,aku harus menunggu dia sadar.Karena ada sesuatu yang harus aku tanyakan padanya "Bagas memberikan alasan.


"Ya kan bisa tanya nanti,aku lapar loh sayang nungguin kamu dari tadi"


"Emang kamu belum makan??"


"Kamu kan tahu aku nggak bisa makan tanpa ditemani oleh kamu sayang "Jawab Utari meyakinkan.Bagas diam tidak segera memberi tanggapan.


Sedangkan Seruni diam-diam mencibir ucapan Utari yang mengatakan tidak bisa makan tanpa Bagas .


"Baiklah...ayo aku temani"Akhirnya Bagas mengalah,Utari dengan girangnya menggelayut manja di lengan kekasihnya.


CEKLEK...


Suara pintu tertutup rapat,Seruni membuka sebelah matanya.Mengintip kedua orang itu, ternyata benar mereka sudah pergi.


Ia beringsut duduk, menghela nafas lega karena sudah terbebas dari pantauan dua orang itu.


Seruni melihat jiwa Bunga yang senyam-senyum,jiwa itu berputar-putar seperti tengah berdansa.


"Hemmm...lagi bahagia ya??"Sindir Seruni .Jiwa Bunga mengangguk , senyuman tak lekang dari bibirnya.


"Makasih ya udah buat suamiku mencium ku untuk yang pertama kali "


Seruni mengangguk pelan,ia merasa kasian sekali dengan nasib Bunga.Jika itu adalah ciuman pertamanya dengan Bagas , berarti selama ini dia tidak pernah disentuh oleh pria itu.


"Apakah sumpah mu sudah terwujud?"Tanya Seruni.Jiwa Bunga menggeleng,


"Belum,,,tapi sudah hampir mendekati"


"Memang apa sumpahmu?"


"Nanti kamu akan tahu sendiri "Jiwa Bunga tersenyum lalu melenyapkan diri.Seruni menghela nafas panjang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sayang..."


"Hem.."Jawab Bagas pendek,Utari bergelayut manja di lengan pria itu.Mereka berdua sudah selesai makan siang bersama,Dan akan kembali ke kamar mereka masing-masing dengan menaiki lift.


"Kamu Istirahat di kamar aku aja ya"


"Loh??kenapa??"


"Masak kamu mau sekamar sama Bunga?"


"Kan emang udah biasa gitu sayang"


"Tapi ini di hotel sayang, suasananya berbeda dengan di Rumah"


"Kamu nggak percaya sama aku?"


"Bukan nggak percaya,tapi aku takut"


"Ok... kalau kamu mau tidur sekamar sama Bunga,tapi kamu harus menemani aku dulu ya sayang.Aku pengen kamu menemani aku sampai aku terlelap" Utari mulai memasang perangkap.Bagas tidak segera menjawab,ia terlihat berpikir sejenak.


"Sudah lama Lo sayang,kita nggak pernah pergi berdua seperti ini.Sangat bebas, tidak perlu takut dengan pandangan orang sekitar.Dan pasti kamu akan menemani aku sampai terlelap bukan??"


Bagas mengulum senyum.


"Baiklah.."akhirnya ia setuju,Utari sangat girang sekali.Kali ini ia tidak mau kehilangan kesempatan lagi.Akan ia buat Bagas jatuh dalam pelukannya.


___


Bagas duduk menyandar di hulu tilam, menunggu Utari yang katanya lagi kebelet pipis.Pria itu menyibukkan diri dengan bermain ponselnya.


Terdengar pintu kamar mandi terbuka,Bagas mengangkat wajahnya.Ia terpana melihat Utari memakai lingerie merah menyala, melangkah gontai naik ke atas perbaringan.Gadis itu tersenyum menggoda, merangkak diantara kaki Bagas .Pria itu seperti terhipnotis, jakunnya bergerak turun naik.


Utari menyatukan ujung hidungnya dengan hidung Bagas ,pria itu tetap diam.Melihat incarannya sudah tak berdaya,gadis itu mendahului ******* bibir Bagas .


Sebagai pria normal,ia pun mudah terhanyut oleh kehangatan itu.Utari mendominasi permainan, setelah bergumul dalam pagutan bibir.Ia turun menciumi leher Bagas ,Bagas mendesah tak karuan.Tangannya mencengkram kuat sprei dibawahnya.


Kedua tangan Utari begitu lincah membuka kemeja pria tersebut,Bagas terlihat pasrah.Ia benar-benar sangat terbuai dengan permainan gadis itu.


___


"Bangun...bangun....."Desauan angin merasuki rongga rungu.Seruni yang baru saja terlelap, membuka matanya pelan.Ia melihat jiwa Bunga ada disampingnya.


"Banguuunnn"


"Kenapa ??ada apa??"Ia mengucek-ngucek matanya seraya beringsut duduk.


"Bagas mau diperkosa"


"Hah???Sama siapa ???"Kedua bola mata Seruni seperti ingin melompat keluar.


"Sama Utari "


Seruni menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Masak cewek merkosa cowok ??"Gumamnya.


"Udah ayo cepetan, sebelum kejadian"Jiwa Bunga memaksa.


"Iya iya..."dengan terpaksa Seruni menuruti kemauan jiwa Bunga.Ia keluar mencari kamar yang disewa oleh Utari .


"Tuh disana"Tunjuk jiwa Bunga.Seruni mempercepat langkahnya,lalu tanpa basa-basi ia menggedor-gedor pintu dari luar.


"Wey... keluar kau bajingan"Seru Seruni lantang.


Utari yang tengah menjilati senjata milik Bagas jadi terhenti.


"Keluar kalian,atau aku panggil semua orang biar bisa liat kelakuan menjijikkan kalian!!! cepat keluar!!!"


Bagas langsung menarik celananya dan turun dari tempat tidur .Tak lupa ia memakai kancing bajunya.Senjata yang awalnya mengeras kini layu dengan serta merta.


Utari terpelongo melihat kepergian Bagas yang tanpa mengucapkan apa-apa.Ia belum sempat menghentikan langkah kekasihnya, daun pintu sudah dibuka oleh Bagas .


Seruni yang hendak menggedor pintu lagi, langsung tercekat melihat Bagas muncul.Pria itu menarik tangan Seruni menjauh dari kamar Utari .Ia membawa Seruni masuk ke dalam kamar sewanya.


"Kamu apa-apaan sih Bunga??main gedar-gedor pintu kamar orang ??"


"Lah kamu yang ngapain di kamar Utari ?"


"Ya...ya.. nggak ngapa-ngapain"Bagas menjawab dengan gugup.


"Hem.. ketahuan kalau bohong "Seruni melengos duduk di bibir kasur.


"Kita kan sudah janji untuk tidak ikut campur urusan masing-masing"Bagas mencari tempat aman.


"Yang ingkar janji siapa duluan ?"Balas Seruni .


"Ta-ta-tapi aku hanya ingin tahu kamu kemana?Dan ternyata kamu sama seorang pria,pakek bayarin apa gitu Sampek ngeluarin uang buat cowok itu"Bagas berkacak pinggang.


"Itu kan uangku hak aku..iya kan??"


"Iya benar,,,tapi bukan berarti kamu kasih sama cowok lain"


"Dia bukan cowok lain,,,dia Seseorang yang berarti buat aku"


"A-a-apa??!!!"Bagas merasakan gemuruh didadanya.