SERUNI

SERUNI
BAB 49 Serangan Tantri



Kejadian itu dilihat langsung oleh arwah Tantri,ia berang dan melesat mengejar Seruni yang berlari ke arah toilet.


Seruni merapikan pakaiannya,ia membasahi sedikit wajahnya agar lebih tenang.Beberapa kali ia menghembuskan nafas panjang.Tiba-tiba ada sesuatu yang mencekal lehernya dan mendorong kuat tubuh Seruni ke dinding.Seruni kesulitan bernafas,ia berusaha melepaskan cengkraman yang tak kasat mata.Namun tak berhasil,tubuhnya terangkat ke atas.Kini nampak oleh nya arwah Tantri dengan mata merah menyala penuh amarah.Seruni berusaha mencari sesuatu yang bisa ia gapai,tapi kosong.


Diluar dugaan muncullah hantu yang bersahabat dengan nya,ia mengibas Arwah Tantri sehingga cengkramannya ke leher Seruni terlepas.Tubuh Seruni terjelopoh ke lantai,ia menarik nafas sebanyak-banyaknya.Wajahnya yang memucat sudah berdarah kembali.


Seruni menyaksikan pertarungan antara dua makhluk astral itu.Mereka saling menghantam dan menyerang.Hingga akhirnya Hantu sahabat Seruni tak berdaya dibawah pijakan Tantri.


Seruni ingin menolong,namun tangan Tantri memanjang dan hendak mencengkram leher Seruni lagi.Sebuah kibasan angin kuat menepis tangan Tantri.Arwah Tantri terkesiap,saat itulah arwah Ibu Seruni muncul.Matanya menyorot tajam, Tantri ingin melawan namun belum sempat ia menyerang angin kuat menghantamnya ke dinding.Hingga sakit menyerang dadanya, Tantri tahu hantu yang baru saja datang bukanlah tandingan nya.Ia segera menghilang kan diri berubah menjadi asap mengepul berbau anyir.


Hantu sahabat Seruni pun pergi,meninggalkan gadis itu yang duduk melantai dengan pandangan yang begitu tak percaya bahwa yang dilihatnya adalah arwah Ibunya.


Arwah sang Ibu tersenyum,dan pergi melenyapkan diri.Seruni memperhatikan ke sekeliling.Mencari kemana Ibunya pergi?


"Ibu...."Seru Seruni"Ibuuuu"Suara gadis itu parau menyesakkan dada.Ia memang sangat merindukan ibunya.Seruni menutup wajahnya dengan kedua tangannya.Ia menangis terisak-isak.


Leo yang penasaran karena Seruni lumayan lama di kamar mandi sengaja menyusul ke kamar mandi.Dari arah luar sayup-sayup ia mendengar suara isakan tangis Seruni.


"Seruni"Pria itu langsung meluruh masuk ke dalam toilet wanita karena terlalu khawatir akan keadaan Seruni.


Ia melihat gadis itu duduk melantai dengan wajah tertutup.Ia segera menghampiri dan merangkul bahu Seruni.


"Seruni,,,"Leo menarik gadis itu dalam pelukannya"Maafkan aku"Lirih pria itu lemah.


___


Roy sudah menyiapkan semua yang dia perlukan untuk membalas dendam.Tinggal menunggu waktu saja Sherly masuk jebakannya.


"Tumben pulang awal,biasanya suka meringkuk di kantor dari pada di Rumah"Tanya Sherly begitu ia masuk kamar.Roy tak bergeming,ia fokus memperhatikan layar ponsel.


Ia tahu Sherly datang tidak sendiri,ada seseorang yang berdiam diri di dalam mobilnya.Rencana Sherly gagal untuk bermadu kasih dengan Rafa selingkuhan nya.Karena melihat mobil Roy terparkir di halaman.Terpaksa Rafa berdiam di Mobil Sherly lebih dulu.


Sherly memoles wajahnya yang tak luntur,itu hanya gerak mengecoh karena ia sendiri bingung bagaimana nantinya.Kalau ia pamit keluar lagi takut Roy akan bertanya mau kemana?.Tapi kalau bertahan lebih lama disini bagaimana dengan Rafa?


"Aku keluar dulu,ada barang tertinggal"Sherly mencoba pergi dengan satu alasan yang tak masuk akal.Roy tetap bungkam,tak ada respon membuat Sherly lebih tenang.Karena tak perlu ia menciptakan alasan yang tak berarti.


Sherly pergi lagi bersama Rafa,Roy memperhatikan dari balik CCTV.Istrinya belum menyadari bahwa dirumah itu banyak CCTV, termasuk di dalam mobil Sherly.


"Gimana sayang?sekarang kita kemana?"Tanya Rafa.


"Aku bingung kita kemana?mau ke hotel aku takut ketemu relasi bisnis Papa.Mangkanya aku lebih berani di rumah"


"Ya udah dimobil ajah ya...punyaku udah siap tempur nih"


Sherly tersenyum penuh arti ,ia mengangguk kemudian.Istri Roy itu mencari tempat aman dulu,yang sepi dan tak ada mobil lalu lalang.Setelah ketemu ,ia menepikan mobilnya.Belum lagi mesin mobil di matikan,Rafa sudah menyerang duluan.Ia tarik tubuh Sherly sampai terlentang.Punggung Sherly terangkat karena ada Tuas transmisi yang menjanggal.Membuat Rafa menyerang bagian inti dengan mudah.


Sherly dibuat kewalahan,ia pun seperti diserang membabi buta karena tak dapat bergerak nyaman.


Mobil Sherly bergoyang mengikuti irama hantaman demi hantaman yang dilakukan Rafa.Roy menyaksikan itu semua dengan senyuman.Ia mengabadikan momen menjijikkan itu.


___


Seruni di antar pulang oleh Leo lagi.Meskipun Seruni menolak Leo tak perduli.


"Pak,,,saya boleh nanyak?"Tanya Seruni dalam perjalanan pulang.


"Silahkan"Jawab Leo dengan senyuman.


"Siapa nama karyawan Bapak yang meninggal dengan penyakit yang aneh?"


"Penyakit yang aneh??"


"He-em"Seruni mengangguk.Leo berusaha menebak siapakah yang dimaksud oleh Seruni.


"Apa dia pintar?"


"Yah dia karyawan andalanku.Dia memang meninggal dengan tragis,tapi semua tidak bisa tahu apa sebabnya?"


"Pak Bos tahu nggak kalau sebenarnya dia di santet??"


"Santet??"Leo menautkan kedua alisnya.Seruni mengangguk yakin.


"Kamu tahu dari mana?"


"Dia yang cerita"


"Kalau benar dia disantet?siapa orang yang tega melakukannya?"


"Tantri"


CIIIIIIITTTTT


Leo menginjak rem seketika.Bunyi gesekan ban mobil dan aspal memecah rungu.


"Kau sembarangan bicara"Leo mulai naik emosi.


"Pak Bos bisa memutar kembali memori lama,apakah Tantri tidak pernah mengungkapkan kecemburuan nya kepada Ivanka? Saya sebenarnya malas untuk membahas ini,tapi tadi Tantri menyerang saya"


"Menyerang kamu??kenapa?"


"Mungkin dia melihat kita yang pas berciuman itu"


Leo diam membisu,ia seperti tidak bisa menerima kenyataan yang diungkapkan oleh Seruni.


"Lihat ini"Seruni memamerkan lehernya yang ada bekas cekikan yang menghitam"Ini perbuatan Tantri.Sudah jadi Syetan masih saja cemburu.Memang mengsyetan dia"Umpat Seruni kesal.Karena sampai sekarang bekas cekikan arwah Tantri sangatlah sakit.


Leo terdiam, hal ini sangat sulit untuk dipercaya.Tapi tidak mungkin Seruni membohonginya. Jika benar Tantri melakukan sesuatu tindak kejahatan? Apakah selama ini kebaikannya kepada Leo adalah hanya sebuah tipu muslihat?


"Pak Bos..."


Leo tersentak mendengar panggilan dari Seruni.


"Kita pacaran aja yuk?"


"Hah???"Leo bengong.


"Iya kita pacaran aja yuk?"Seruni mengulang permintaannya.


"Kamu serius?"


Seruni mengangguk yakin.


"Mau nggak?"Sambungnya lagi.Leo masih tak percaya dengan apa yang diucapkan gadis itu.Tak ada respon Seruni malah mendekatkan wajahnya dengan gerak cepat mencium pipi Leo.Spontan saja pipi pria blasteran itu bersemu merah.


BRUK


Seekor burung gagak hitam menabrak cermin kaca mobil bagian depan sampai mati.Leo terbelalak kaget.


"Hemmm apa Pak Bos masih belum percaya?"Gumam Seruni.Gadis itu keluar dari dalam mobil.


"Hey Tantri,sini kalau berani?jangan main petak umpet kalau kamu memang tidak suka aku dekat dengan Pak Bos"Seruni berteriak lantang sambil berkacak pinggang.


"Ayo sini,,,,emang kamu pikir aku takut hah??"