SERUNI

SERUNI
BAB 121 Pindah



"Kamu harus patuh dengan peraturan di rumah ini"


"Asalkan tidak ada larangan aku mencintai nya, semua tidak masalah bagiku Tante"Excel begitu semangat sekali.


"Bagus, sekarang kembali lah ke kamar mu.Ambil semua barang-barang mu dan pindahkan semua kesini.Kamu bisa tidur di kamar khusus tamu,tepat disebelah kamar Ba'im "Seruni menunjuk ke arah belakang punggungnya.


"Baik Tante..."dengan semangat 45,Excel bangkit lalu berlari kecil keluar dari rumah itu.Ia terlihat girang sekali.


"Bunda apa-apaan sih ?kenapa malah nyuruh dia tinggal di rumah ini ?"Komplain Ba'im setelah gadis itu pergi.


"Emang kenapa ?? itung-itung Bunda mau membantu orang tuanya mendisiplinkan anak itu,lagian juga kan dia mau tinggal di asrama ini karena punya alasan yang kuat"


"Maksud Bunda..Ba'im adalah alasan kuat itu?"


"Yah...selama dia punya alasan untuk melakukan sesuatu,Bunda yakin dia bisa berubah menjadi lebih baik.Lagian kan Bunda tidak punya anak perempuan,jadi apa salahnya kita menjaga dia secara eksklusif.Iya kan Mas?"Seruni meminta pembelaan diri dari suaminya.


"Yah benar..."Roy pun mau tidak mau harus mendukung istrinya, karena ia melihat istrinya sedang merencanakan sesuatu.


Ba'im menghela nafas kesal, ia pun memilih pergi untuk tidak semakin kesal saja.Sedangkan Ismail sejak tadi hanya senyam-senyum saja.


"Sayang...apa yang sedang kamu rencanakan sebenarnya ?"tanya Roy saat putra sulungnya sudah pergi.


"Apa kamu tadi tidak melihat Mas ?bahwa anak kita mau berdebat panjang sama Gadis itu . Padahal kamu kan tahu sendiri?sejak kejadian antara dia dengan Khumaira,anak kita menjadi sangat pendiam. Jadi mungkin dengan kehadiran gadis itu bisa mengubah Putra kita menjadi seperti dulu lagi"


Roy manggut-manggut tanda mengerti.


"Tapi kayaknya cewek itu seumuran denganku deh Bun"Timpal Ismail .


"Ya nggak cocok aja sama Kakak,masak sampek selisih 10 tahun sih umurnya "


Seruni dan Roy saling bertatapan satu sama lain.


"Lalu cocoknya sama kamu gitu?"goda Seruni.


"Apa-apaan sih Bun..."Ismail bersungut-sungut namun pipinya merona merah.Ia bangkit lalu meninggalkan meja makan tanpa kata.


Roy hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak bungsunya itu, yang memang cenderung cepat tersinggung.


____


Wanda yang sedang sibuk menulis jadwal untuk anak didiknya di Kamar B nomor 2, keheranan melihat Excel yang datang-datang berjalan sambil berjingkat-jingkat.Ia pun bernyanyi-nyanyi kecil,sambil senyum-senyum pula.


"Kesambet setan mana nih anak?"Wanda bermonolog sendiri.


Excel mengambil kopernya,lalu mengemasi barang-barangnya.Bertambah heranlah si Wanda.


"Kamu mau kemana ??mau pulang ??"


Excel menggeleng sambil tersenyum, dari wajahnya Wanda bisa menebak bahwa Excel lagi bahagia sekali.


"Lalu kenapa kamu mengemasi barang-barang mu?"


"Aku mau pindah Kak"


"Pindah kemana ??"


"Ke rumah Tuan Muda "


Sontak yang mendengar hal itu menoleh kaget ke arah Excel .


"Maksud mu?"?Wanda masih belum bisa mencerna dengan baik.


"Tadi aku mau ngajak tuan muda sarapan, tapi katanya dia puasa . Terus dia malah nyuruh aku masuk ke dalam rumahnya buat sarapan sama keluarganya di sana .Aku diperkenalkan diri sama keluarganya tuan muda ,aku juga mengatakan Yang sejujurnya kalau aku suka sama dia. Terus tiba-tiba ibunya tuan muda meminta aku untuk tinggal di rumahnya saja dengan syarat aku harus patuh sama peraturan di rumah itu"


"Hah-?-serius??"Wanda masih tak percaya.Excel mengangguk pasti.


"Semudah itu kamu masuk ke dalam keluarga itu?"


"Yah...dimana ada kemauan,disitu pasti ada jalan.Asal kita berusaha dengan keras dan tak mengenal kata putus asa "Excel mengepalkan tangannya dengan penuh semangat.


Wanda menatap teman-temannya yang lain, yang sama-sama tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Excel .


"Ya sudah Kak...aku pergi dulu ya...Bay!"Excel melambaikan tangannya bak seorang model, sambil lalu mengheret kopernya.


Tiba-tiba saat ia akan keluar dari kamar tersebut,Ba'im sudah berada di depannya.Keduanya hampir saja tabrakan.


"Nih ....kamu pasti datang buat jemput aku kan?dan bantuin aku bawa barang-barang aku,iya kan?"


"Jangan mimpi!!!"Ba'im mengambil koper Excel lalu menyepaknya.Excel terpana, matanya membulat sempurna.


"Aku tegaskan sama kamu ya,jangan pernah menginjakkan kaki di rumah ku.Paham!!!"


"Tapi Tante yang meminta ku untuk tinggal"


"Apapun itu...aku tidak mau melihat wajahmu lagi, kalau perlu kamu enyah saja dari sini"


"Tidak!!!aku tidak mau!!!"Excel begitu tegas membantah.


"Kamu memang tidak bisa diatur yah!!"


Excel melengos,ia mengambil kopernya lalu melangkah pergi.


"Hey kamu mau kemana ??"seru Ba'im .


"Ke rumah mu"jawab Excel tanpa menoleh.


Muhammad Ibrahim menghela nafas kesal, ia terpaksa berlari mengejar gadis itu.


Kini Wanda dan teman-temannya percaya bahwa apa yang dikatakan Excel itu benar.Dan ini juga kali pertama mereka melihat Ba'im begitu kesal dengan seseorang.


"Kenapa kamu keras kepala sekali sih??"Ba'im berhasil mensejajari langkah Excel .


"Kalau nggak keras bukan kepala namanya"


Ba'im sampai menganga mendengar jawaban Excel .Ini kali pertama bagi Ba'im menghadapi gadis yang suka membantah seperti Excel .


"Ok!! kalau kamu mau tinggal di rumah ku? nggak apa-apa "


Excel menghentikan langkahnya seketika,ia menoleh ke belakang karena lawan bicaranya berada di belakangnya.


"Tapi ingat, jangan pernah kamu mengusik ku dengan apapun.Anggap saja kamu tak melihat ku"


"Apakah itu peraturan mu?"tanya Excel .


"Ya!!"


"Maaf,aku hanya akan mengikuti peraturan di rumah itu yang dibuat oleh Tante.Kalau peraturan mu sendiri,tidak termasuk dalam persyaratan yang Tante ucapkan"


"Kau...."Ba'im geram sekali, apalagi melihat Excel justru tersenyum kemudian pergi.


"Awas kau ya...akan aku buat kamu tidak betah dirumah ku"Ba'im mengucapkan janji pada dirinya sendiri.


___


Baru masuk halaman,Excel bertemu dengan Ismail .


"Hay Tuan Muda kedua"sapa Excel dengan senyum yang mengembang sempurna.


"Jangan sok akrab deh..."


"Idih...sinis amat,kayak orang lagi PMS aja"


"Eh...aku peringatkan ya,jangan kamu macam-macam di rumah ku.Paham!!"


"Kakak sama adik sama aja"sungut Excel dengan bibir manyun.


"Lagian jadi cewek kok nggak malu ngejar-ngejar cowok"


"Ngapain malu,aku nih kan berusaha ingin mendapatkan sesuatu yang aku mau.Selagi masih dalam batasan normal sah sah aja kan?? ngapain musti malu"


"Capek debat sama cewek senget kayak kamu"


"Aku juga capek debat sama cowok yang nggak bisa ngerti perasaan cewek "balas Excel seraya melanjutkan langkahnya masuk ke rumah keluarga besar Muhammad Ibrahim.


Ismail geleng-geleng kepala menatap punggung gadis yang baru dikenalnya itu.


"Kayaknya bakal banyak prahara di rumahku setelah ini"Gumamnya.