
"Junaedi adalah tunangan Kak Wanda , mereka akan menikah tahun depan.Itu rencana mereka.Junaedi pria yang baik di mata kami,ia juga bertanggung jawab.Selama ini ia bekerja mencari mahar untuk diberikan kepada keluarga kami.Dan ia juga sudah mulai membangun rumah kecil untuk ia diami bersama Kak Wanda "
"Tapi tempo hari,aku dikejutkan oleh berita pernikahan Junaedi bersama wanita lain.Dan itu terkesan tiba-tiba dan diam-diam.Aku langsung menelpon Kak Wanda .Ia hanya diam lalu berkata Terimakasih dan menutup telpon"
"Aku benar-benar tidak percaya jika Kak Wanda akan ijin pulang, sedangkan kami tidak tahu apa-apa "Aini menjelaskan semua yang ia tahu.
"Antar kan aku ke rumah Junaedi "pinta Excel dengan nada setengah memaksa.
"Untuk apa?"
"Nanti kamu juga akan tahu"Excel bangkit sembari meraih lengan Aini.Keduanya gegas keluar dari rumah keluarga Aini.
Namun di luar, mereka bertembung dengan Ba'im yang baru saja turun dari mobilnya.
"Ustadz ???"Excel mengerutkan keningnya,Ba'im tersenyum ke arahnya.
"Kenapa kamu tidak menunggu ku?"tegur Ba'im saat ia sudah berhadapan dengan Excel .
"Untuk apa??toh Ustadz sendiri tak berminat untuk ikut"
"Siapa bilang ???eh dia siapa?"Ba'im menengok Aini yang berada di sisi belakang Excel .
"Dia Aini,adik sepupu Kak Wanda "
"Ohya ???terus kalian mau kemana ini? terlihat buru-buru sekali?Apa mayat Wanda sudah ditemukan ??"
"Hah??mayat?? Maksud kalian apa?"Aini terlihat terkejut dan panik.
"Ih Ustadz ngomong apa-an sih?"Excel menepis tangan Ba'im ,Ba'im keheranan melihat reaksi Aini.
"Udah yuk Aini..kita naik mobilnya Pak Ustadz agar cepat sampai "Excel menarik lengan Aini,namun gadis itu mematung.
"Kak... katakan dengan jujur,apa yang terjadi dengan Kak Wanda??"
Excel merasa iba melihat raut wajah gadis kecil itu.
"Kami juga tidak tahu, tapi yang jelas Kak Wanda sekarang hilang.Kita harus temui Junaedi,agar kita bisa tahu bagaimana keadaan Kak Wanda ?"
"Tapi kata dia??"Aini menunjuk ke arah Ba'im .
"Maaf aku emang suka bercanda berlebihan dengan Excel ,maaf jika itu membuat mu kurang nyaman "Ba'im segera memahami situasi nya.Excel meyakinkan dengan senyuman kepada Aini.Akhirnya dengan masih merasa ragu,Aini pun mengikuti ajakan Excel untuk masuk ke dalam mobil Muhammad Ibrahim.
____
Dengan petunjuk yang diberikan oleh Aini, akhirnya mereka sampai di rumah Junaedi.Excel memerintahkan kepada Ba'im agar memarkirkan mobilnya agak lewat sedikit.
"Kenapa ??"tanya Ba'im saat ia sudah mematikan mesin mobil.
"Stttt"Excel yang duduk di sebelahnya meletakkan ujung telunjuk nya dibibir.Ia kemudian berbalik memperhatikan rumah yang ditunjuk sebagai rumah Junaedi.
"Itu istri Kak Jun"Aini menunjuk seorang wanita yang dikisar berusia hampir 40tahun.Ia duduk dengan bersilang kaki di teras rumah sambil main handphone.
Tak berapa lama seorang pria muda keluar dengan membawa nampan.Lalu ia meletakkan secangkir kopi dan camilan di depan wanita itu.
"Itu Kak Jun"Seru Aini sembari menunjuk.Excel mengangguk sambil terus memperhatikan kedua pasangan suami istri yang sangat tidak sepadan.Yah sangat terlihat jelas perbedaan umur yang lumayan jauh.
"Ini sangat mustahil kalau Junaedi akan meninggalkan Kak Wanda demi wanita tua itu.Aini...tadi kamu bilang pernikahan mereka mendadak ??"
Aini mengangguk...
"Hemm..."Excel memainkan jemarinya di bibir,ia nampak berpikir keras menerka tentang sesuatu fakta yang belum terlihat.
"Ustadz "tiba-tiba Excel berbalik menghadap Ba'im .Pria itu mengangkat alisnya.
"Ustadz bisa akting nggak ??"
"Akting sakit??"
Ba'im diam,lalu ia pun menuruti perintah Excel . Wajahnya langsung berubah meringis seperti orang yang kesakitan.
"Tidur!!"
Ba'im merebahkan kepalanya di bahu Excel disertai suara dengkuran.
"Ya nggak tidur dibahu saya juga lah Ustadz"Excel mendorong jidat Ba'im dengan ujung telunjuknya.Ba'im tersengeh macam kuda.Sedangkan Aini yang menyaksikan itu semua tertawa cekikikan dengan tangan menutupi mulutnya.
"Eh tertawa nih anak"gumam Excel .
"Habis kalian lucu ,, romantis"Seloroh Aini membuat Excel dan Ba'im saling berpandangan.Namun Excel kalah,ia langsung membuang muka karena tidak kuat melawan tatapan dari pria itu.
Ba'im mengusap wajahnya, tiba-tiba ia merasa gerah.
"Apa AC nya rusak ya??,kok panas banget"Ba'im menarik ulur Krah bajunya agar menciptakan angin yang mengurangi kegerahan nya.
"Cepat keluar Ustadz,datangi wanita itu.Dan berpura-puralah mengenalnya"Excel ingin segera mengakhiri dentuman perasaan yang meledak bak kembang api di dalam dadanya.
"Hah??rencanamu apa??"Ba'im masih tidak bisa menerka apa tujuan Excel .
"Saya hanya ingin memastikan saja, bahwa Junaedi bukan mencintai perempuan itu.Dan perempuan itu bukan mencintai Junaedi"
Ba'im menautkan kedua alisnya,Aini pun tak kalah heran.Ia sempat saling pandang dengan Ba'im .
"Aku tidak mengerti kemana jalan arah pikiran mu?"tanya Ba'im .
"Ustadz,aku sangat tidak yakin Junaedi mencintai perempuan itu. Yang aku rasakan Junaedi diguna-guna oleh perempuan itu. Dan perempuan itu juga, dia melakukan itu semua bukan karena ia mencintai Junaedi"
"Kok bisa kakak menilai bahwa mereka tidak saling mencintai?"tanya Aini yang diangguki oleh Ba'im .
"Aini lihat sendiri bukan? Junaedi diperlakukan seperti seorang pembantu oleh istrinya yang baru beberapa hari dinikahi. Biasanya jika kita melihat pengantin baru, pasti akan selalu terlihat romantis, penuh dengan canda Tawa. Tapi ini tidak..dia diperlakukan seperti jongos"
"Sangat mustahil jika Junaedi yang menginginkan pernikahan itu dari hatinya. Karena tidak mungkin kalau Junaedi tidak mencintai ka Wanda ?dia akan sampai membangun rumah untuk mereka berdua. Karena itu aku menilai Junaedi di guna-guna oleh perempuan yang sebenarnya mempunyai maksud tertentu kepada Junaedi sendiri"
"Lalu kenapa kamu minta aku berpura-pura mengenal perempuan itu ? Bagaimana caranya kamu bisa menebak apa yang terjadi sebenarnya jika aku melakukan itu?"tanya Ba'im yang masih ingin tahu lebih detail.
"Ketika Ustad datang kepadanya dan pura-pura mengenalnya, kita lihat respon wanita itu gimana? kalau respon dia cuek berarti perkiraanku salah . Tapi kalau dia merespon sesuai dengan apa yang dipikirkan aku ? berarti perempuan Ini suka dengan seorang perjaka"
"Terus??"tanya Ba'im lagi.
"Dia penganut sekte tertentu yang suka menghisap keperjakaan seorang pria "
"Apa??"Ba'im terbelalak, refleks kedua tangannya menutup selangkangannya.
"Kamu tidak bermaksud memancing perempuan itu dengan keperjakaan ku kan??"Ba'im berseloroh dengan polosnya.
Excel geleng-geleng kepala sambil menghela nafas panjang.Ia tersenyum menahan tawa,lain halnya dengan Aini.Gadis itu cekikikan sampai punggungnya bergetar.
"Sudah-sudah... sekarang Ustadz turun dan lakukan apa yang aku katakan tadi!!"Excel memberi perintah disisa-sisa rasa geli yang masih ada.
Ba'im jadi ragu,ia melihat keluar memperhatikan pasangan suami istri itu yang kini sedang melakukan aktivitas masing-masing.Junaedi sedang sibuk memperbaiki sebuah sepeda motor, sedangkan istrinya masih diposisi yang sama.Bermain ponsel sambil sesekali mengunyah biskuit.
"Sudah sana cepat Ustadz,aku ada disini.Nanti jika ada apa-apa,aku akan langsung meluncur ke sana"
"Bener ya??"
"Iya Ustadz ganteng..."
Ba'im tersenyum,entah kenapa ia merasa malu sendiri jika Excel mengatakan dirinya ganteng? Akhirnya... setelah mengambil nafas dalam-dalam,Ba'im pun turun dari mobilnya.