
Seperti hari sebelumnya,semua tim berkumpul.Tapi kali ini bedanya,Seruni dan dua teman yang tidak ikut juga diminta berkumpul.
"Seruni...Aku mau tanya,kenapa semalam kamu pulang terlambat?"Tanya Leo.Sontak Seruni kaget,ia melirik tak senang ke arah dua teman kerjanya itu.Mereka terlihat cemas,tapi Seruni juga bingung harus jawab apa.
"Aaa-emmmm"Seruni tak enak hati sendiri.
"Aku sudah cek CCTV,mereka berdua keluar sebelum jam makan siang dan kembali hanya untuk absen di Pos satpam"Sambung Leo.
Seruni kaget,jadi mereka balik tapi hanya untuk absen??
"Apa kalian membully Seruni?"Leo menatap penuh selidik ke arah dua karyawan itu.Mereka tertunduk tidak bisa menjawab.
"Baiklah, cepat kemasi barang-barang kalian lalu tinggalkan tempat ini"Titah Leo tegas.
"Bos jangan pecat kami"Keduanya meluruh bersimpuh di hadapan Leo.
"Aku sudah memberikan kesempatan kalian untuk jujur,tapi kalian memilih diam.Jadi ini pilihan ku.Cepat pergi sebelum ku panggil satpam"Ancam Leo tanpa Sudi memandang kedua karyawannya yang berlutut di bawah kakinya.
Dengan rasa sesal,kedua karyawan itu pergi dari tempat kerja mereka.Seruni jadi serba salah,ia khawatir takut mereka menyangka bahwa ia yang mengadu.
Semua tim sudah berangkat ke tempat mereka ditugaskan.Hanya Leo yang masih diam di Kantor.Ia mendatangi Seruni yang terlihat sibuk di meja kerjanya.
"Aku sudah melihat hasil kerja mu,dan aku rasa kamu cukup pintar untuk seorang gadis yang hanya lulusan SMA "
Seruni diam,tapi ia tersenyum sembunyi-sembunyi.Ternyata hantu itu pintar juga hehehehehe.
"Emmmm kamu bisa sendirian disini?"
"Bisa Bos"Jawab Seruni tegas.
Lebih nyaman sendiri Bos,apalagi punya teman yang bisa diandalkan heheheehe
"Kamu sudah sarapan belum?"
"Sudah"
Leo diam sesaat,ada sesuatu yang membuatnya tak ingin pergi.
"Kenapa Bos?"Tanya Seruni heran melihat ekspresi atasannya itu.
"Emmmm jangan panggil aku Bos lah,hanya kamu yang membuat aku tak nyaman"
(Tak nyaman??ohhh Mungkin karena hanya aku yang memanggilnya Bos) pikir Seruni.
"Baik Pak"Jawab Seruni pada akhirnya.
"Pak??Emang aku setua itu ya??perasaan aku dan kamu hanya selisih beberapa tahun saja"
(Loh???terus??)Seruni jadi berpikir sendiri.
"Kalo bisa panggil Leo,atau Mas gitu"
"Hah???"Seruni terpelongo.Ia menakup mulutnya menahan tawa.
"Kenapa?"
"Aneh lah Pak,panggilan Mas itu kan untuk seorang yang sangat dekat.Kayak sama suami gitu"
"Ya sudah anggap aja begitu"Celutuk Leo.
"Anggap aja begitu apanya?"
"Ahh sudahlah...susah ngomong sama orang dablek kayak kamu"Leo melangkah pergi meninggalkan Seruni yang terheran-heran.
Gadis itu geleng-geleng kepala seraya duduk di kursi kebesarannya.Hari ini dia tidak banyak kerjaan karena sudah diselesaikan malam tadi sama si Kunti.Jadi rileks dikit lah.
____
Seruni duduk bersandar dengan santai, matanya terpejam nyaman.Ia terlelap tak berapa lama kemudian.
Di bawah alam sadarnya, Seruni bertemu dengan Roy.Pria itu menghampiri lalu merengkuhnya erat.Seruni pun membalas pelukan itu dengan perasaan rindu yang menggebu.
Kedua tangan kekar pria itu membingkai wajah Seruni.Menariknya perlahan jatuh dalam ******* bibir yang memanas.
Roy menciumi gadisnya dengan gairah yang dahsyat.Membuat Seruni mendesah tak karuan.
Tiba-tiba Leo datang melemparkan sesuatu ke arah Seruni.
THUK
THUK
"Aduuuhhhh"Seruni langsung mencari tersangka.Ternyata Si Kunti tengah duduk dengan berjuntai kaki di atas almari buku.
"Ohh jadi kamu yang timpuk aku??"
Hihihihihihi
Si Kunti malah cekikikan.
"Habisnya kamu tidur sambil gini..Ahhh Tuan Aahhhh Tuan aaaahhh "Si Kunti seolah-olah menari gaya eksotis dengan membelai lehernya.
Seruni terperangah,Masak sih???
"Kamu ***** ya"
"Bohong kamu!"Seruni berdalih.
"Tuh ada CCTV coba cek"
Refleks Seruni menoleh ke semua penjuru ruangan.Ohya ia baru ingat kalau Leo tadi bilang kalau dia melihat aksi dua karyawan yang pagi tadi di pecat dari CCTV.
"Kamu serius nih?"Seruni mulai panik.Si Kunti mengangguk.Gimana kalau Pak Leo cek CCTV?Bisa malu banget.Seruni menutup wajahnya.
"Eh emang CCTV bisa merekam suara juga"Seruni menurunkan kedua tangannya.Si Kunti mengedikkan bahunya.
"Eh kamu pernah kerja disini ya?Pak Leo memuji hasil kerjamu tadi"
Si Kunti mengangguk sedih.
"Wah pantesan,,,terus kenapa kamu meninggal?"Sambung Seruni.
"Aku sakit parah,dan penyakitku terbilang aneh.Dari sekian banyak Dokter yang menangani sakitku,mereka tidak menemukan sebarang penyakit dalam tubuhku.Sampai suatu hari secara tak sengaja aku bertemu seorang ustadz di rumah sakit.Dia mengejar ku,dan mengatakan bahwa aku diguna-guna.Dengan detail ustadz itu menyebutkan ciri-ciri orang yang menyantet diriku"
"Siapa?"Potong Seruni penasaran.
"Tantri"
"Hah???"Seruni terperangah tak percaya.
"Dia cemburu karena Pak Leo selalu memuji diriku.Aku termasuk karyawan kesayangan Pak Leo"
"Masak sih Tantri melakukan itu semua??tapi dia kan sudah meninggal?"Gumam Seruni.
"Itu semua karmanya,Pak Leo pun diguna-guna sama dia.Sampai Pak Leo bertengkar hebat dengan orang tuanya karena kedua orang tua Pak Leo tidak setuju dengan hubungannya bersama Tantri"
"Apak kegilaan Pak Leo sebelum ini adalah ulah Tantri juga?"
Si Kunti menggeleng perlahan.
"Setelah mengetahui dirinya mengidap kanker tahap akhir, Tantri mulai sadar.Ia kasihan kepada Pak Leo jika sampai Pak Leo gila karena guna-gunanya.Karena itu dia perlahan memberikan obat pelupa kepada Pak Leo dan mencari cara agar Pak Leo membencinya"
"Lalu dia berbohong tentang perjodohannya begitu?"Tebak Seruni.Si Kunti mengangguk.
"Dunia ini penuh misteri yah"
"Aku rasa guna-guna itu mulai pudar,karena Pak Leo sekarang sudah banyak berubah"
"Baguslah"gumam Seruni.
"Pak Leo sepertinya menyukai mu"
Seruni kaget mendengar pernyataan si Kunti baru saja.
"Kamu ya...Sudah jadi syetan masih tukang ngibul"
"Aku serius"Jawab Si Kunti begitu meyakinkan.
"Terus aku harus bilang wow gitu"Seruni melengos pergi.
Tanpa Seruni sadari,Leo memperhatikan dirinya dari dibalik layar ponselnya.Pria blasteran itu mengerutkan keningnya melihat tingkah Seruni.
Seperti semalam,karena ia iseng ngecek CCTV yang terhubung dengan ponselnya.Ia bisa tahu bahwa Seruni masih ada di Kantor.Karena itu juga Leo gegas pergi ke kantor untuk menjemput Seruni.
Kini ia melihat tingkah Seruni yang aneh, seperti tengah bersama dengan Seseorang tapi Leo tidak melihat siapa-siapa.Leo jadi penasaran siapa lagi yang bicara dengan Seruni.Apakah dari alam lain seperti Tantri?