SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 120



Yas menghentikan laju motornya,ia mengusap punggung Nicta dengan lembut.


"Sudah sampai..."


"Hem???kok cepet amat"


Yas tidak menjawab, ia diam tak bergeming.Nicta mengeliat, ia pun turun dari atas sepeda motor.Tubuhnya masih limbung..


"Aku antar kamu ke dalam"


"Jangan...Papa ada dirumah,Nanti dia sedih liat aku sama kamu"


"Kenapa ??"


"Aku...aku mau dijodohkan "


"Sama pria tadi"


"Pria tadi???kamu ketemu dia?? dimana ??Apa yang dia katakan padamu??"


"Sudahlah cepet masuk,udara disini sangat dingin "


"Emmmm aku peluk kamu lagi "Nicta memeluk manja tubuh gagah itu"Kenapa ya??aku merasakan getaran panas dibawah perut ku??kamu tahu itu apa?"


Yas menggeleng...


"Itu yang kayak biji kerang"


Yas menahan tawanya dengan membuang muka.


"Ihhhh ketawa... berarti tahu ya??kau tahu dari siapa?Hem?tahu dari siapa??liat punya siapa hayo"


"Sudah cepat masuk, kalau aku tidak tahan?kau yang rugi "


"Aku mau...aku mau"Nicta merengek manja..


"Udah sana masuk"


"Hem"ia merengut kesal,tubuh panasnya terus bergelora.Tapi ia patuh juga dengan perintah Yas,dalam hati pria dingin ini ada keinginan untuk mengobati rasa dahaga si gadis.Namun ia mencoba menahan diri karena tidak ingin melanggar aturan.


"Tolong...Buatlah dia tertidur pulas, hingga melupakan keinginan nya"Yas mengirim dua Jimat nya untuk mengantar Nicta dalam peraduan.


*


*


Cahaya Sang Mentari pagi menyeruak menembus disela-sela jendela.Nicta mengeliat dikarenakan merasa silau dimatanya.Ia mengerutkan keningnya , menatap ke sekeliling kamar.


"Jam berapa ini?"


"Cepat lah mandi,nanti kita bisa terlambat.Sudah jam 5.30.."sahut Eny.Nicta mengangguk malas,ia pun turun melantai masuk ke kamar mandi.


_


"Pagi Pa..."Nicta menghampiri Tuan Mahendra ,Mencium pipinya lalu duduk di sampingnya.


"Bagaimana acara makan malam semalam ?"


"Emmmm"Nicta berusaha mengingat apa yang ia lakukan semalam.


"Menyenangkan,Raja memesan semua makanan kesukaan ku Pa..Aku makan banyak semalam"


"Ohya??bagus lah"Tuan Mahendra nampak bahagia.


"Pulang jam berapa ?"


"Pulang ?? jam berapa ya??"Nicta tidak bisa mengingat apapun kecuali saat ia makan.


"Aku pulang jam berapa Ya En?"


"Emmm nggak tahu, yang jelas sih lumayan malam lah.Soalnya aku nggak tahu kamu datang,aku sudah tidur"Eny menjawab sambil melahap roti.


"Sampai lupa waktu ya"Goda Tuan Mahendra ,Nicta nyengir kuda.


Tiba-tiba Valo datang dan duduk tanpa mengucapkan salam.Ia sangat sibuk dengan ponselnya.


"Val...kamu kenapa ??kok panik gitu??"sapa Tuan Mahendra .


"Ini Pa...Raja,aku telfon nggak diangkat-angkat "


"Mungkin masih tidur ,karena semalam dia pulang kayaknya kemaleman deh"Tuan Mahendra melirik nakal ke arah putrinya.


"Masalahnya semalam dia nggak pulang Pa kata sopirnya.."


"Masak sih??emang kemana dia?"


Valo menatap Nicta dengan sinis,ingin sekali ia menginterogasi Nicta.Tapi ia takut keceplosan tentang apa yang ia lakukan dengan Raja kepada Nicta semalam.


"Pa... Nicta berangkat ke sekolah dulu ya "


"Iya sayang.. hati-hati ya"


Nicta mencium pipi dan tangan Tuan Mahendra ,lalu keluar beriringan dengan Eny.Sesampainya di luar,Nicta melihat Yas sudah berdiri dengan menunggang motornya di depan gerbang yang terbuka.Ia melambaikan tangan ke arah Nicta.Membuat gadis itu terhenyak kaget, ia celingukan kebelakang.Tak ada siapa-siapa kecuali dirinya.


"Nic...ayo.."Seru Eny yang sudah masuk lebih dulu kedalam mobil.


"Ah iya.. tunggu bentar"Nicta kebingungan karena Yas melambaikan tangan kepadanya.Ia menuruni anak tangga teras untuk menghampiri Yas.


Yas tercenung ia menatap Nicta dengan lekat membuak Nicta jadi canggung.


"Kenapa sih dia??matanya kayak mau menelanjangi ku"Gumam Nicta sedikit salah tingkah.


"Naik!!!"


"Aku nggak punya helm "


Yas mengambil helm yang berada di belakangnya.


"Nih"


Nicta terhenyak


"Kau emang mau jemput aku?"


"Mulai hari ini dan seterusnya aku yang antar kamu kemana aja"


"Hah???"Nicta menganga tak percaya.


"Cepat naik...Nanti kita terlambat "


"ENNN !!!AKU IKUT YAS"


Nicta berseru lantang,Eny menyembul kan kepalanya di cela kaca pintu mobil.


"Ooohh ok"


Nicta naik setelah memakai helmnya.


"Tidak mau didepan ??"goda Yas.


"Hah??"Nicta merasa kalau dia mungkin salah dengar.


"Tidak mau duduk disini ?"Yas menepuk tangki bensin.


"Ngawur... emang aku anak kecil apa?"


Yas tersenyum penuh arti,ia menarik gas kopling lalu melajukan motornya.


*


*


Raja tersadar dari pingsannya,ia terkejut dan bangkit.Ternyata ia tidur diatas tumpukan tulang belulang manusia.


"Aaa..."Ia menjerit panik,tapi tidak bisa pergi kemana-mana karena dia berada di dalam jurang yang dalam.


"Tolooooooong.....ada orang disana??? tolong aku!!!"suara Raja menggema,namun tertelan oleh dinding batu yang menjulang.


"Dimana aku ini?kenapa aku bisa berada disini ??"Raja kebingungan sendiri, berputar-putar mungkin saja ada jalan keluar.


HEMMMMMM


Suara dengkuran menggema,Raja ketakutan...Ia berusaha mundur tapi selalu tergelincir oleh tulang-tulang manusia itu.


"Kau sudah bangun rupanya"Dalam kegelapan nampak bayangan seseorang berjalan anggun,Raja menahan nafas .Setelah dekat barulah ia bisa melihat siapakah gerangan orang itu.


"Gandi???"pekiknya tak percaya.Wanita itu tersenyum manis.


"Rupanya kau masih mengingat ku"Wanita itu melangkah semakin mendekat,tapi Raja terlihat ketakutan.


"Bu..Bukan..kah kau sudah mati?"


"Mati???Hahahahahahaha aku tidak bisa mati Raja...Aku tidak bisa mati,kenapa??kaget???kenapa aku bisa selamat dari kematian yang kau rencana ???"


"Kenapa kamu membawa ku kemari??"


"Karena aku tidak mau menjadi manusia hantu sendirian,aku ingin kamu juga menjadi seperti aku "


"A-apa maksud mu?"


"Jangan pura-pura lupa Raja ???Kau yang menjadi kan aku seperti ini??Manusia hantu...bila pagi menjelang,aku akan menjadi manusia normal.Tapi bila malam menjelang,aku akan menjadi sosok cungkring yang mengerikan.Aku sendiri takut melihat wajahku...Semua ini karena kamu Raja.."


"A-a-aku tidak berbuat apa-apa padamu "Raja mengelak.


"Apa???Kau lupa jika kamu sudah menumbalkan aku?"


"Itu semua kan kemauan kamu yang rela melakukan apa saja demi aku"


"Ohhh jadi itu semua salah ku?padahal sudah ku korbankan apapun demi kamu Raja,apapun??Tapi kamu tidak punya hati nurani sama sekali,malah kamu menumbalkan aku dengan bayi ini,hanya demi keserakahan mu semata"


Raja gemetar melihat perut Gandi yang menganga.Ia hampir muntah karena banyak belatung mengerumuni.


Gandi menundukkan wajahnya melihat isi perutnya sendiri.


"Luka akibat pisau penumbal ternyata semakin membesar..hahahahaha..."Gandi justru tertawa lepas.


"Ka-kau su-sudah mati Gandi"


"Tapi kematian ku tidak sempurna tanpa kematian mu Raja"


"Apa yang akan kamu lakukan padaku Gandi?"Raja ketakutan sekali.