SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 140



BOOMMM..


Mobil itu meledak setelah Ibu Ayu dan Steven berhasil keluar dari dalam mobil.


"Kau hebat juga anak muda"


Ibu Ayu langsung menyerang dengan memanjangkan tangan nya,tapi tak berhasil menyentuh Yas.Perisai dari kecubung telah menjadi benteng yang kuat.


Merasa gagal,Bu Ayu justru menyerang Steven.Ia menarik kerah baju Dokter itu lalu melempar nya ke dalam pekarangan rumah.Lagi-lagi Yas berhasil menahannya, sehingga tubuh Dokter Steven tidak sampai masuk ke dalam.


Yas menurunkan tubuh Dokter Steven secara perlahan,lalu dengan kekuatan kecubung ia menghembuskan angin ke wajah Dokter Steven sehingga ia tersadar dari hipnotis Ibu Ayu.


Ibu Ayu sadar jika ia telah kalah, karena itu ia berniat untuk masuk ke dalam rumah Nicta.Yas tak kehilangan akal,tanpa menyentuh ia berhasil menutup pintu gerbang rumah Nicta dengan rapat.Sehingga Ibu Ayu gagal untuk kabur.


"Anda mau kemana??"


Ibu Ayu kebingungan,ia tersudut.Pada saat itu Kujang datang.


"Baguslah kau datang... Seret dia!!'Yas memberikan perintah, Kujang mengangguk patuh.Ia melompat lalu menggigit ujung kain leher Ibu Ayu.Dan membawanya pergi melewati dimensi lain untuk sampai ke rumah Seruni .


*


*


Nicta membuka matanya perlahan,ia merasa lelah sekali.Malas rasanya untuk bangun.Tapi saat ia sadar Yas tidak ada disisi nya,ia langsung terjaga.


"Yas...."


Ia turun dari tempat tidur,dan berjalan keluar kamar.Suasana sangat sepi sekali,Nicta menuruni anak tangga mencari penghuni rumah Seruni .Tapi tak ada siapapun yang ia temui.Sampai ia melihat seonggok tubuh yang diselimuti kain hitam.


Nicta penasaran,ia perlahan mendekat, membuka kain itu.


AKHHH


Nicta menjerit kuat sampai tubuhnya terjengkang,ia ketakutan, menyeret tubuhnya sekuat tenaga.


"Sayang..."Yas berlari menangkap tubuh Nicta,Tapi Nicta justru melarikan diri dengan panik.


"Nicta..."Yas tak menyerah,sampai ia berhasil menarik tubuh Nicta ke dalam pelukannya.


"Lepasin...lepasin"Nicta berontak,ia menangis dengan tubuh menggigil.


"Tenang sayang...tenang yah...tenang...aku sudah berhasil membunuh Ayu,dan menangkap Ibunya.Sekarang Ibu Ayu ada di halaman samping rumah.Dia diikat ke bambu kuning sebagai penahan kekuatan nya.Kita akan segera menolong Papa...Ok!"


Mendengar hal itu,Nicta mulai tenang.Namun tubuhnya tetap menggigil ketakutan.


"Ayo kita ke kamar,kamu bisa lihat Ibu Ayu dari atas balkon"


Nicta mengangguk setuju,ia berjalan dengan tetap dalam dekapan Yas yang hangat.


Saat Nicta menyaksikan keadaan Ibu Ayu yang tak berdaya,dua bola mata Ibu Ayu menjeling tajam.Nicta berundur,ia masuk ke dalam kamar serta menutup jendela rapat-rapat.


"Kenapa sayang hem??"


"Dia...dia memanggil ku"Nicta menjawab, tubuhnya menggigil.Sepertinya ada rasa trauma yang sangat berat pada dirinya.


"Sayang... jangan kau dengarkan panggilan itu,itu hanya tipuan belaka.Kau harus kuat..Yah"


"Kapan kita akan menjemput Papa??"


"Kita harus menghapus pagar gaib di rumah mu,Atau kita harus bisa melepaskan pengaruh sihir dari para zombie itu"


"Caranya ??"


"Hanya Ibu Ayu yang tahu"


Nicta terlihat kecewa.


"Apa dia akan mengatakan nya??"


"Entahlah..tapi aku akan berusaha menginterogasi nya nanti"


Nicta tertunduk sedih,ia sangat mengkhawatirkan Tuan Mahendra .


*


*


Siang berganti malam,Yas menghampiri Ibu Ayu yang terikat pada bambu kuning yang terpacak mengikat tubuhnya.


Ia menyalurkan kekuatan dua jimat nya untuk sedikit memberi rasa sakit pada Ibu Ayu.


AAKHHHH


Ibu Ayu mengerang kesakitan.


"Bagaimana rasanya menjadi tawanan ??"Yas duduk dengan santai tak jauh dari tempat Ibu Ayu di tahan.


"Apa yang kamu inginkan dariku ??"tanya Ibu Ayu dengan wajah kesakitan.


"Bebaskan para tawanan mu dari pengaruh sihir mu"


Ibu Ayu tersenyum miring.


(Diam-diam Nicta mengintip dari dalam kamarnya)


"Kau jangan main-main dengan ku?"ucap Yas.


(Ibu Ayu menghidu kehadiran Nicta,ia tahu gadis itu sedang memperhatikan nya)


"Aku sudah kalah,tenaga ku sudah terkuras habis.Apalagi aku ditahan di tiang bambu kuning ini,aku semakin lemah dan hampir mati"


"Mustahil jika tidak ada cara untuk membebaskan mereka"


"Ada...aku tidak bilang kalau tidak ada cara,tapi hanya sosok Kunyang yang bisa melakukan itu.Itupun kalau kamu menemukan mereka dan mereka mau membantu mu.Karena terus terang,hidupku sudah diambang Kematian"


Yas terdiam...


Ibu Ayu tertawa mengejek...


"Kau lucu sekali dengan mimik muka yang tegang seperti itu.Kamu sangat putus asa ya??karena tidak bisa menyelamatkan Ayah mertuamu...Kasiaann ckckck "


Yas begitu marah,ia bangkit menendang meja di sampingnya lalu pergi.Keluarga Yas yang menunggu langsung menyambut kedatangan Yas.


"Gimana ??"tanya Seruni .Yas menggeleng lemah.


"Entahlah Aunty,aku tidak tahu bagaimana cara merayunya?"


"Tadi dia bilang apa?"Uzma menyambung.


"Dia sudah tidak punya kekuatan lagi untuk membuka pagar gaib itu dan menyadarkan mereka yang terhipnotis.Hanya sosok Kunyang lain yang bisa "Yas menjelaskan.


"Gila ..apa kita harus mengumpulkan para Kunyang untuk melakukan itu"Pekik Seruni .Putri bergidik ngeri.Sedangkan Reyhan memperhatikan dari jauh Ibu Ayu yang mengeliat kesakitan.


"Sudahlah..kita biarkan saja malam ini dia begitu.Mungkin besok dia menyerah dan mau membantu"usul Steven.Semua mengangguk setuju.


*


*


Nicta keluar dari kamar dengan mengendap-endap.Entah kenapa malam ini Yas Tidur dengan lelapnya ?mungkin karena kelelahan akibat pertarungan itu yang menguras banyak sekali tenaga dalamnya.


Ia menemui Ibu Ayu yang merintih kesakitan, suaranya parau hampir tak terdengar.


"Nyonya..."seru Nicta dengan suara pelan,Ibu Ayu membuka matanya perlahan.Ia tersenyum penuh misteri.


"Apakah kamu datang untuk meminta hal yang sama ??"


Nicta mengangguk ragu.


"Maafkan aku anakku,aku tidak bisa membantu mu...hanya kamu yang bisa melakukan itu "


"Aku??"Nicta menunjuk dirinya sendiri.Ibu Ayu mengiyakan.


"Karena itulah kenapa hanya kamu yang bisa masuk ke dalam istana itu sebagai diri mu sendiri ?"


"Ba-bagaimana caranya ??"


Ibu Ayu tersenyum..


"Bunuh lah aku sebagai penebus dosa"


"Aku tidak bisa membunuh mu sebelum Papa ku diselamatkan "jawab Nicta.


"Setelah kau membunuh'ku,kau bisa menyelematkan Papamu.Tapi ingat...bukan mudah untuk membunuh ku"


Nicta menautkan kedua alisnya...


"Bunuh lah aku disaat kepalaku terlepas dari badanku.Hancurkan jantung ku,dan makanlah...maka kau akan bisa menyelamatkan Papamu"


Nicta meringis ngeri...memakan jantung ??


"Tidak perlu jijik ataupun takut,jika sungguh-sungguh ingin menolong Papa mu.Kalau kau terlambat, selamanya dia akan menjadi Zombie "


Nicta menggeleng-gelengkan kepalanya.Ibu Ayu tersenyum simpul.Tapi dalam beberapa detik kemudian,wajahnya mengeras.Matanya merah, cahaya merah seperti api memancar dari leher nya.Nicta begitu terpana menyaksikan nya.


Tiba-tiba kepala Ibu Ayu terlepas,namun ia tidak terbang tinggi.Hanya berputar-putar mengelilingi tubuhnya.


HIIIIIIIII HIIIIIIIIIII


Dia bola mata Nicta mengikuti gerak Kepala Ibu Ayu.Ia bingung,apa yang harus ia lakukan ??Tapi ini adalah jalan keluar untuk menyelamatkan Ayah nya.


Dengan tangan gemetar,Nicta Mengangkat tangannya.Dan secara tak disangka,kepala Ibu Ayu menghampiri tangan Nicta.Ia seolah-olah menyerahkan diri.


Nicta meringis saat menyentuh sesuatu yang lembut namun berdegup.Ia meremas benda tersebut hingga meletup.Nicta menangis dalam kengerian, tangannya gemetar turun.Seonggok daging penuh darah segar dan berbau anyir kini berada dalam genggaman nya.


Dengan tubuh menggigil Nicta perlahan membuka mulutnya lebar-lebar.Ia memasukkan semua jantung yang sudah hancur itu kedalam rongga mulutnya.


Bau amis menyeruak memenuhi hidungnya,Nicta mau muntah tapi ia menutup mulutnya rapat-rapat.Hingga semua daging itu tertelan habis.


AAKKHHHHHH


Nicta menjerit kuat, merasakan sakit tiada Tara di bagian lehernya.Yas yang tertidur terkejut mendengar jeritan istrinya.Ia langsung berlari ke balkon.


"NICTAAAA!!"Yas menjerit histeris,tak sadar ia melompat dari atas Balkon langsung mendarat ke tanah