
Dokter Syahrul mengepalkan tangannya,ia sangat tidak terima jika wanita incarannya berada dalam pelukan orang lain.Karena itu,ia pergi untuk memperburuk keadaan.
.
.
Excel mendorong tubuh Ba'im dan menciptakan jarak diantara mereka.Ba'im diam tak melawan, senyumannya tetap tersungging.
PLAK
Tiba-tiba sebuah tamparan mendarat di pipinya.Ba'im memejamkan matanya, menahan perih di pipinya.Ia angkat wajahnya..
PLAK
Satu tamparan keras mendarat kembali.Ba'im tetap diam..
PLAK
Tiga kali sudah,namun Excel tak mendapatkan respon yang berarti.Ia segan juga, badannya berbalik namun Ba'im menahannya agar ia tetap menghadapnya.
"Kau tahu aku paling tidak suka jika kamu memalingkan wajah saat kita bicara"
"Aku tidak ingin bicara"ketus Excel.
"Aku ingin bicara!"
"Bicara apa?? tidak ada yang harus kita bicarakan lagi"
"Ada!!! Banyak yang harus kita bicarakan "
"Sudah terlambat Ustadz Muhammad Ibrahim, sudah 6 tahun batas waktu yang telah terlewatkan"
"Bagaimana aku bisa bicara ?di saat itu kamu meninggalkanku"
"Aku tidak meninggalkan kamu Ustadz ,kau yang tidak menginginkan aku"
Excel menekan ucapannya disertai tekanan jari telunjuknya ke dada Muhammad Ibrahim.
"Aku minta maaf Ex... sungguh itu di luar kesadaranku"
"Apa?? di luar kesadaran?? Jadi maksud kamu ,,,kamu ceraikan aku ??itu ngelindur??"
"Ex... Bukan begitu, Tolong percayalah padaku.."
Excel berpaling,, ia menarik kursinya untuk duduk. Namun Ba'im dengan cepat mengambil alih kursi tersebut dan duduk di atasnya .Excel kesal, tapi tanpa disangka Ba'im justru menarik tubuhnya dan membuat ia duduk di pangkuan.
"Lepaskan!!"Excel berontak,Ba'im bukan melepaskan.Ia justru melingkarkan tangannya di pinggang Excel .
"Jangan kurang ajar Ustadz!!! aku bisa teriak"
"Teriak saja... silahkan!! toh tadi banyak kok saksi mata yang melihat kamu meluk aku"
Excel benar-benar dibuat marah,tapi Ba'im malah kebalikannya.
TOK TOK TOK TOK
"Ex... Excel!!!"
Suara gedoran pintu dan teriakan membuat Excel kaget serta heran. Ba'im pun tak jauh berbeda keduanya saling bertatapan.
"Cepat buka pintunya"Ba'im menurunkan tubuh Excel ,ia pun bangkit tapi sambil lalu ia hampirkan sebuah ciuman di pipi Excel .Ibu dari Reyhan serta merta membeliakkan bola matanya.
"Cepat!!!kok malah diam"
Kesal sekali Excel dibuatnya, seenaknya nyium, seperti tak bersalah. Tapi terpaksa juga Excel menghampiri pintu dan membukanya.
"Om..."Excel kaget melihat Dokter Dirga dan beberapa Dokter lainnya termasuk dua sepupunya ada diluar pintu.
"Mana laki-laki itu?? katanya kamu memasukkan pria ke dalam ruangan dengan berpelukan??"Hardik Dokter Dirga dengan amarah yang meluap-luap.
Excel membeliak lebar, ia menatap mereka satu persatu.Mencari siapa kiranya yang telah mengadu.
"Ex!!!jawab!!!"Bentak Dokter Dirga,dia memang sangat tegas jika ada dokter yang melakukan kesalahan.Tidak memandang dia siapa,kalau salah tetap ia hukum.
"Masuk aja ke dalam Pa,pasti laki-lakinya masih ada di dalam. Kan tadi masih terkunci"Dokter Harun mengompori Ayahnya.Dokter Dirga menelan ucapan anaknya bulat-bulat.Ia menerobos masuk ke ruangan kerja Excel , diikuti oleh yang lain.Mereka sama-sama memiliki niat tersembunyi jika Excel ditemukan melakukan kesalahan fatal.
Ba'im sudah menunggu di dalam,ia tersenyum sembari membungkukkan badannya menyambut kedatangan Dokter Dirga.
"I-ini..."Dokter Dirga menautkan kedua alisnya, berusaha mengingat wajah yang begitu familiar baginya.
"Iya ..itu Dok, yang tadi melakukan hal mesum dengan Dokter Okta"Dokter Syahrul mendahului jawaban dari Excel .
"Oh ternyata dia yang mengadu"ucap Excel dalam hati.
"Dokter masih ingat saya?"sapa Ba'im tanpa ada rasa gugup.
"Yah...saya suami Excel "
Semua terkejut mendengarnya,Excel pun sama.Ia tak percaya jika Ba'im masih memperkenalkan diri sebagai suaminya.
"Suami???Loh??bukannya Dokter Okta itu janda?"Ucap Dokter Syahrul shock sekali.
"Kabarnya mungkin iya, karena sudah lama kami terpisah.Tapi buktinya ???kami masih bersama"
Dokter Dirga jadi malu sendiri,ia menundukkan wajahnya.
"Maafkan Om ya Ex..."Dokter Dirga menepuk pundak keponakannya itu.Excel tersenyum disertai anggukan kepala.
"Ya sudah silahkan, lanjutkan pertemuan kalian...Kalau perlu kamu bisa pulang duluan, nggak apa-apa"
Dokter Dirga keluar dari ruangan Excel dengan wajah tertunduk.Harun dan Rasyid pun malu sendiri.Sedangkan Dokter Syahrul tidak bisa berbuat banyak kecuali mengekor di belakang.
"Kau apa-apaan sih?? seenaknya bilang suami" Excel mengungkapkan ketidak sukaannya setelah ia menutup pintunya kembali.
"Hanya itu jawaban yang pas sayang"
"Alasan!!udah sana pergi"Excel mengusir Ba'im keluar,ia berlalu hendak duduk.Namun lagi-lagi Ba'im menarik tangan gadis itu lalu menekan tubuh Excel ke meja.
"Aku masih merindukanmu..."Ba'im mendekatkan wajahnya hingga deru nafas wanita itu bisa dihirup nya.
"Kita sudah bukan suami istri lagi"jawab Excel kikuk.Ba'im tersenyum...
"Aku akan menikahi mu untuk kesekian kalinya,dan kali ini aku akan meresmikannya"
"Aku tidak mau!"Excel memalingkan wajahnya,Ba'im mencengkram rahangnya hingga membuat wajahnya berpaling Kembali.
"Benar kamu tidak mau ?"
Keduanya bertatapan begitu intens.Ba'im semakin mendekat,ingin merasakan kembali kelembutan bibir wanita itu.
NAMUN...
Buhk...
"Auuuu"Ba'im meringis kesakitan , tangannya menggenggam barang dibawah selangkangannya.Sampai ia gigit bibir bawahnya karena menahan ngilu yang tiada Tara.
Excel menarik sebelah sudut bibirnya.Ia terlihat puas sekali.
"Sekarang, keluar dari ruanganku.Sebelum ku potong burung mu"
Ba'im meringis kesakitan,ia menatap tajam Excel dengan mata menyipit.
"Aku akan membalasmu"ucap Ba'im .Excel mencebikkan bibirnya.
Akhirnya Ba'im memutuskan keluar.
"Aku keluar bukannya takut ya..."
Bola mata Excel berputar ke atas,ia segera menutup pintu saat kaki Ba'im baru saja keluar dari batas garis pintu.
"Hu..udah punya anak masih saja mau perang"gerutu Ba'im .
"Sakit banget lagi..."Ba'im menggosok-gosok barangnya.
"Semoga nggak impoten,mana pas tegang-tegangnya malah di seruduk.Sabar-sabar....nanti pasti dia mau kok Tong"Ba'im bicara sendiri tanpa berhenti mengusap barangnya yang terasa ngilu.
Reyhan yang baru saja datang bersama Ismail keheranan melihat Papanya mengusap-usap bagian bawah perutnya.
"Papa kenapa ??"
Ba'im terkejut,ia segera menyudahi aktivitas tangannya yang sedang menenangkan si NTONG.
"Ah...Papa nggak apa-apa, Reyhan habis dari mana??"
"Keluar sama Kujang dan Om Is"jawab Reyhan jujur.Ia masih belum mengerti jika Kujang sebenarnya tidak bisa terlihat oleh sembarangan orang.Termasuk Ismail .
"Oohhh ya sudah,temui Ibumu ya..."
"Papa mau kemana ??"
"Emmm Papa pulang dulu"
"Tapi nanti Papa kesini lagi kan??"
"Insyaallah...ya udah Papa pulang dulu ya"
Reyhan menjawab dengan anggukan kepala.