
Reyhan masuk ke ruangan Ibunya..
"Bunda..."
Excel yang tengah menutup wajahnya bingkas membuka matanya.
"Hey sayang..."
Reyhan berlari kecil menghampiri ibunya lalu melompat duduk di pangkuan.
"Bunda kenapa?"
"Tidak apa-apa sayang..."
"Papa kenapa?"
"Emangnya dia kenapa sayang ??"
"Terlihat kesakitan,dia megang ininya"Reyhan menunjukkan posisi.Excel tersenyum,,,
"Bunda nggak tahu dia kenapa? mungkin nakal"
Reyhan manggut-manggut berusaha mengerti padahal masih bingung.
"Ohya Bun..tadi Reyhan ngobrol banyak sama Kujang"
"Kujang ???"
"Iya... Harimau putih itu"
"Oh..."
"Dia cerita tentang kejadian kenapa Bunda dan Papa berpisah "
Excel terhenyak..
"Kata Kujang,waktu itu Papa sedang diguna-guna.Sama seorang penyihir "
"Diguna-guna ???"
"Yah...tapi Kujang dan buyut datang menolong menghancurkan guna-guna itu"
"Pantas dia tadi mengatakan tidak sadar "
"Kujang bilang,dia berharap setelah ini tidak ada kesalahpahaman lagi..."
Excel menghela nafas panjang,ia mengulas senyum tipis.Rasanya beban berat yang menghimpit dadanya seperti terangkat sudah.
"Ohya Bun...tadi...."Reyhan tidak melanjutkan kalimatnya,ia memandang sekeliling ruangan Ibunya.
"Tadi kenapa sayang ??"
"Kata Kujang itu hantu wanita mau minta tolong sama Bunda"
"Hantu wanita ??"
"Iya... yang buat Bunda Sampek ketakutan dan meluk Papa"
Excel seperti sedang diroasting oleh anaknya sendiri.
"Emm????"
"Reyhan mencium bau kematian yang tak lama terjadi...Dan itu terjadi disini,di rumah sakit ini.Karena itu Reyhan cepat-cepat kembali "
Excel terdiam,ia mencoba mengingat wajah makhluk tersebut yang dipenuhi oleh darah.
"Bunda tak tahu dia siapa?"
"Hem... kalau dia datang lagi,ajak kenalan aja Bunda"
"Apa-an sih,sudah Bunda takut malah disuruh kenalan "gerutu Excel .Reyhan tersenyum..
"Ya sudah minta bantuan Papa aja Bun,kan ada Kujang "
"Ogah!!!"
"Buuuuun"
"Rey... tolong hormati keputusan Bunda"
"Tapi Papa kan nggak salah Bun..."
"Iya mungkin saja itu benar,,,tapi..Bunda sudah terlanjur kecewa Nak"
Reyhan menghela nafas kesal.Tangannya ia lipat di dada.
"Sekarang Reyhan yang kecewa dengan Bunda"
Reyhan melompat turun.
"Rey...."
Reyhan tak mendengarkan seruan Ibunya,ia keluar tanpa menoleh lagi.
Excel menghela nafas panjang,ia bersandar malas ke badan kursi.Kepalanya terasa pening...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Reyhan berjalan perlahan sambil mengendus-endus dinding.Meskipun ia tidak tahu wujud makhluk yang meneror Ibunya tadi.Tapi Reyhan sangat kenal dengan baunya.
Ia terus saja mengendus-endus mencari jejak si Hantu.Sampai akhirnya,ia melihat sosok perempuan yang memunggungi dirinya.Terlihat punggung wanita itu berguncang, seperti tengah menangis.
"Tante... Tante kenapa?"Reyhan melihat ke sekeliling, ternyata di tempat ini sangat jauh dari keramaian.Wanita itu sesenggukan,ia sama sekali tak merespon Pertanyaan Reyhan .
"Tante..."Reyhan memanggil lagi,dan tiba-tiba kepala wanita itu tanggal hingga wajahnya menatap Reyhan secara sungsang. Reyhan yang kaget refleks memukul dan mengenai mulut wanita itu.
"Eh sorry Tante..."Reyhan kaget sendiri karena telah memukul makhluk tersebut.Ia cepat membantu wanita itu membenarkan letak kepalanya.
"Dahh..."Reyhan tersenyum puas.
"Kamu tidak takut ??"
"Takut ??takut sama siapa Tante??"
Reyhan tanpa canggung duduk bersebelahan dengan wanita itu.
"Tante bisa bantu saya nggak ?"
"Bantu apa-an??"
"Saya mencari orang yang baru mati"
Wanita itu terbelalak kaget...
"Stttt jangan berisik,semua pada takut "
"Takut ??takut sama siapa?"
"Pembunuhnya "
Reyhan tercengang...
"Kamu nanti bisa dibunuh juga, karena dia sangat kejam... Apalagi kamu masih kecil??"
Reyhan menarik nafas dalam-dalam.
"Apa Tante juga dibunuh sama dia??"
Wanita itu mengangguk...
"Kenapa??karena apa??"
"Kau masih kecil untuk tahu, yang jelas dia sangat kejam"
"Tapi orang yang baru mati itu mendatangi Bunda,dia minta tolong sama Bunda"
"Berani sekali dia"gumam si wanita.
"Jadi Reyhan pengen tahu apa yang harus ditolong ??"
"Sekali lagi aku katakan,kamu masih kecil.Ini terlalu bahaya.Sudah sana pergi "
"Tapi Tante ??"
"Sudah pergi sana"
Reyhan terlihat kecewa,ia pun bangkit dan melangkah pergi.Wanita itu kembali menangis seperginya Reyhan .
___
"Dokter Okta..."
Seruan yang sangat Excel kenali tak membuat wanita itu menghentikan langkahnya.Ia terus melangkah memanjang.
"Dok..."
Tiba-tiba saja sosok yang tak ingin Excel temui sudah berhenti di depannya.Mau tidak mau,Excel pun menghentikan langkahnya.
"Ada apa Dokter Syahrul ??"tanya Excel tanpa senyuman.Ia benar-benar muak dengan pria itu.
"Selamat ya Dok . karena operasinya berjalan lancar "pria itu mengulurkan tangannya.Excel sangat malas sekali untuk bersalaman dengan pria itu.Ia tetap saja menyimpan tangannya di dalam saku baju almamaternya.
"Ah.."Dokter Syahrul malu bercampur kecewa,ia menarik kembali tangannya.
"Tidak usah basa-basi dengan saya Dokter Syahrul , karena saya tidak suka berpura-pura baik dengan orang yang menjengkelkan hati saya"
"Maksud Dokter???"Dokter Syahrul menautkan kedua alisnya.Excel tersenyum miring...
"Perlukah saya jelaskan bahwa andalah yang mengadukan hal yang tidak benar kepada Om Dirga"
Dokter Syahrul mati kutu,ia tak percaya Excel bisa tahu tentang hal itu.Excel mendekat,ia membisikkan sesuatu kepada Dokter Syahrul .
"Jaga posisi anda baik-baik Dokter Syahrul ,jika saya mau?saya bisa pecat anda dengan senarai hitam.Anda tahu siapa saya bukan??"
Wajah Dokter Syahrul mengeras,ia sampai tidak bisa berkutik.Excel meninggalkan Dokter Syahrul begitu saja.Ia sudah terlampau kesal dengan pria itu.
Dari satu tempat tak terlihat,ada senyum mengerikan tersungging.Ia bersorak bahagia dalam hal melihat kejadian tersebut.
___
"Kak..."Dokter Rasyid memanggil Kakaknya yang baru saja keluar dari ruang operasi.Dokter Harun berbalik,ia menunggu adiknya sampai.
"Kak aku dengar operasinya sukses ??"
Dokter Harun mengiyakan tanpa senyuman.
"Katanya lagi banyak plot twist yang dilakukan oleh Excel sehingga membuat para Dokter lainnya kagum sama dia"
"Yah itu benar "jawaban Dokter Harun sangat tidak bersemangat.
"Hemmmm akan semakin sulit kita menjatuhkannya"Dokter Rasyid mendesah panjang.
"Memang...karena ternyata Excel bukan Dokter calang-calang yang bisa kita remehkan"
"Jadi...kita akan menghadapi banyak kesulitan nantinya "
Dokter Harun diam,ia masih terngiang-ngiang ucapan Ayahnya baru saja.
(Jangan membahayakan nyawa pasien hanya karena egomu yang tidak mau tersaingi oleh Excel .Kau seorang Dokter, prioritas utama adalah keselamatan pasien.Jika kamu melanggar itu semua.Kau tidak pantas berpakaian ini")
"Kak..."
Dokter Harun tersentap..
"Kok malah melamun sih ??"
"Aku tidak mau membahas tentang Excel ,dan lebih baik kau jangan ganggu dia..."
"Kenapa Kak??
"Lakukan saja apa yang ku perintahkan,jangan banyak tanya'Dokter Harun kesal sendiri dengan adiknya yang agak lembab.Ia meninggalkan Dokter Rasyid yang masih terpinga-pinga.
"Apa yang terjadi sampai Kakakku bisa begitu ya??Apa kekuatan dan kemampuan Excel memang yang terbaik???"Dokter Rasyid bertanya kepada diri sendiri.