SERUNI

SERUNI
BAB 138 Serangan Telak Dari Kujang



Kedua bola mata gadis itu membulat ,ia terpaku untuk beberapa saat.Dengan gugup tapi rasa penasarannya sangat kuat,Excel mendekat.Ia meraih bungkusan itu,dan dengan gerak cepat Excel membukanya.


"Hah???"mulutnya menganga tak percaya, ternyata yang keluar dari bungkusan Itu adalah sebuah belati yang berbentuk aneh. Sungguh jauh dari ekspektasi,Excel menyangka bahwa di dalam bungkusan hitam itu adalah ular atau hewan sejenisnya.Tapi ternyata hanya sebuah belati melengkung yang mempunyai dua sisi ujung meruncing tajam.


Dengan entengnya Excel memungut belati tersebut yang tergeletak di lantai. Suara auman seekor harimau mengagetkan Excel . Belati di tangan ia buang cepat.


Tatapan khawatir, takut ,dan cemas mengelilingi sekitar.Tapi tidak ia temukan apapun yang mengkhawatirkan.


Untuk kesekian kalinya Excel memungut belati itu, dan kali ini auman harimau semakin membahana kuat.Excel ingin membungkus kembali belati tersebut. Namun aneh belati itu justru melekat kuat di tangan Excel. Gadis tersebut panik ,ia mengibas-ngibas tangannya berharap belati tersebut akan terlepas.Tapi semua tak berguna, justru Excel merasakan sebuah kekuatan aneh menariknya ke bawah.Seperti memaksa si gadis untuk duduk.


"Berikan aku darah"


Suara parau dan berat terdengar membahana.Excel terkesiap, apalagi ini????.


"Berikan aku darah"


Sekali lagi suara itu terdengar ,namun kali ini disertai suara harimau yang mengaung.


"Darah??? Darah apa?? Darah putih atau darah merah??"Excel masih sempat membodohi.


"Berikan aku darah "


Sekali lagi suara tak berwujud itu terdengar.


"Aku tak punya darah, darahku pahit, darahku sedikit"


"Cepat goreskan aku ke telunjukmu!!! aku hanya butuh setetes darahmu"


"Oh setetes ??? ngomong dong..."


Dengan santainya Excel menurut, ia menggores ujung jarinya menggunakan Kujang. Serta merta Kujang melompat dan berdiri tegak di atas lantai dengan ujung mata pisau menempel di dasar. Untuk kesekian kalinya Excel terpana. Apalagi dengan jelas Gadis itu melihat harimau putih keluar dari benda yang menurutnya aneh.Excel menarik tubuhnya mundur Ia terus mundur sampai menyandar ke dinding.


Harimau putih mengaung ia melompat ke arah Excel . Excel merasa bahwa harimau itu akan menerkamnya, Dia menutupi wajahnya dengan lengannya. Tapi ternyata harimau putih itu melompat menembus dinding.


Excel terpelongo, aroma wewangian yang khas menembus penciumannya. Mengapa tidak ?semua itu dikarenakan harimau putih menembus dinding sambil lalu menyentuh tubuh Excel .


Excel masih terlihat bingung ia memperhatikan keris pusaka Kujang berdiri tegak.Tubuhnya merangkak mendekat, memperhatikan dengan seksama benda tersebut.


"Apakah ini yang dinamakan pusaka?"gumam Excel .Ia tak berani menyentuh benda yang jika diperhatikan dengan seksama mengeluarkan cahaya merah berpadu dengan semburat putih.


"Jadi selama ini yang aku lihat adalah harimau putih itu jelmaan dari benda ini???Yah aku yakin sekali tadi harimau putih itu keluar dari benda ini..."


"Dan ini adalah milik Ustadz...Kenapa dia ingin keluar dari lemari ya??? Apakah sesuatu terjadi kepada Ustadz ???"


____


Ba'im begitu menikmati sarapannya bersama dengan Abdillah.Dan itu terjadi di kamar hotel yang disewa oleh Abdillah sendiri.Tentu saja pria lekong itu sudah merencanakan sesuatu,makanan yang telah ia taburi bubuk Lawang pengasih sudah tertelan oleh Ba'im dengan mudah karena suapannya.


Ia juga ingin menikmati kemesraan dengan Ba'im saat ini juga tanpa gangguan dari siapapun.


Tiba-tiba Ba'im melihat Kujang menampakkan diri.Tak pernah sekalipun sejak Kujang diserahkan kepada dirinya, menampakkan diri tanpa dipanggil.


Abdillah yang tidak menyadari itu mengangkat sendoknya untuk memberikan suapan terakhirnya.


Ia heran melihat mimik wajah yang tegang seperti melihat sesuatu.Namun ia tak menemukan apapun yang aneh.


"Ba'im ...."seru Abdillah ingin menyadarkan Ba'im .Namun pria itu tak merespon, Harimau putih jelmaan Kujang melompat menerkam tubuh Ba'im .


Alhasil tubuh Ba'im yang tengah duduk di kursi yang menjadi fasilitas hotel terjungkal ke belakang.


"Ba'im .."Pekik Abdillah.Ia panik, piring yang dipegangnya ia letakkan di atas meja dan segera ia menolong Ba'im yang terlihat kesakitan.


Andi membantu Ba'im bangun, sedangkan si Ba'im meringis kesakitan karena kepalanya terbentur lantai.


"Kamu nggak apa-apa sayang??"


Tubuh Ba'im dipapah menuju bibir kasur,Ba'im memijit tengkuknya.Ia masih tak habis pikir kenapa Kujang menyerangnya.


"Aku ambilkan air dulu ya..."


Ba'im hanya menjawab dengan anggukan lemah.Abdillah segera mengambil air putih yang sudah tersedia di meja.


Tiba-tiba Ba'im merasa perutnya di ubek-ubek.Ia gegas pergi ke toilet,dan disana ia memuntahkan semua makanannya.


"Ba'im ...kamu kenapa ??"Abdillah meletakkan kembali gelas yang berisi air putih itu, tentunya dengan campuran bubuk Lawang pengasih.Ia menyusul Ba'im , namun belum sempat ia masuk langkahnya terhenti.Pria Lekong itu melihat seekor harimau putih berdiri di belakang tubuh Ba'im dan melihat sangar ke arahnya.


"Ba....Ba...Ba'im "gemetar lutut Abdillah melihat Kujang, harimau itu mengaung dengan menegakkan tubuhnya.Itu pertanda Kujang siap perang.


Abdillah mundur, tenggorokannya tiba-tiba mengering.Kujang melangkah maju,ia terus memukul mundur Abdillah dengan saka yang dibawanya.Saka Pengasih...


Sekali lagi Harimau putih mengaung,kali ini lebih dahsyat.Suara yang ditimbulkan mengakibatkan gempa yang hanya Abdillah yang merasakannya.


Pria Lekong itu panik,ia seperti bola pingpong yang dilempar kesana kemari akibat guncangan gempa.


"Tolong.... tolong...ampun... ampuni saya...ampun..."Pekik Abdillah dengan suara bergetar,ia sudah tidak tahan dengan guncangan hebat itu.


Harimau putih duduk dengan punggung tegak,dan guncangan itu serta merta terhenti.Tubuh Abdillah terjelopoh ke lantai, nafasnya ngos-ngosan dengan keringat dingin meleleh dimana-mana.


Sekali lagi Harimau putih mengaum...


"Iya..iya...aku pergi..."Abdillah merangkak untuk pergi, karena tubuhnya sendiri sudah tak kuat berdiri.


Sementara Ba'im sendiri sudah lemah tak bertenaga.Dikarenakan ia memuntahkan seluruh isi dalam perutnya sampai keluar cairan hitam yang pahit dirasa di pangkal lidah.


Namun ia masih bisa bertahan untuk keluar dari kamar mandi.


"Eh.... kamar siapa ini??"Ba'im kaget karena tak mengenal dimana ia berada kini.Pandangannya menyapu ke sekitar,tapi rasa pusing membuatnya memutuskan untuk pergi saja.Ia merasa ada perintah di hatinya untuk pulang.


Abdillah yang berdiri di tempat yang tersembunyi memperhatikan kepergian Ba'im di lobby hotel.Dengan sangat jelas Abdillah melihat harimau putih yang menyerangnya mengekori Ba'im dari belakang.


"Ternyata Ba'im memiliki khodam..."gumam Abdillah.Ia tak berani untuk melanjutkan aksinya, lebih baik dia pergi daripada binasa.