SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 46



"Maafkan aku Sayang...maafkan aku"


Aldo seperti tak mengindahkan seruan Ibunya.Ia justru menangis dalam pelukannya terhadap Makhluk bertubuh dingin tersebut.


"Aldo... sadar Aldo..."Ny.Rindiani menarik lengan putranya,namun Makhluk tersebut menepis tangan Ny.Rindiani hingga mengakibatkan tubuh wanita separuh baya itu terhempas beberapa meter.


Aldo seperti kehilangan kesadaran,ia diam saja melihat Ibunya meringis kesakitan.


"Aldo...anakmu..."Arwah Caroline mengusap perutnya.Aldo tersenyum menatap perut yang mulai dikerubungi oleh belatung.


"Kamu mau ikut aku??kita bisa hidup bersama di duniaku tanpa gangguan siapapun"


Aldo mengangguk tanpa ragu.


"Aldo jangan... jangan Aldo... Pergilah kau setan... jangan ganggu anakku"Ny.Rindiani memekik histeris.


Arwah Caroline menyeringai,ia menarik tangan Aldo yang melangkah mengikuti dengan tatapan kosong.


"Aldo... jangan Al... jangan"Ny.Rindiani tak sanggup untuk bangun,ia menyeret tubuhnya dengan merangkak.Tapi semua terlambat,Aldo terus saja mengikuti arwah Caroline yang melayang tak menapak tanah.Ia naik ke pagar balkon dan....


BHUK


AAAAAAAAAAKKKKK


Ny.Rindiani menjerit histeris,tubuh Aldo terjun bebas menghantam bumi.


"Aldooooo"Ny.Rindiani merintih,ia merambat dan berusaha berdiri dengan berpegangan ke pagar balkon.


Tubuh Aldo sudah tergenang darah, disisa-sisa nafasnya ia melihat Caroline melambaikan tangan ke arahnya.Aldo tersenyum lalu meregang nyawa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Seruni..."


Uzma bangkit dari duduknya begitu melihat adik iparnya muncul.Gadis manis itu tersenyum sembari mendekat.


"Kak Uzma lagi ngapain ?"tanya Seruni .


"Lagi ngerajut baju calon baby, lucu kan?"Uzma menunjuk kan hasil rajutannya.


Seruni mengiyakan..


"Kamu kenapa ??"sambung Uzma .Seruni menggeleng perlahan.


"Aku ke kamar dulu ya Kak"Pamit Seruni ,Uzma mengiyakan.Matanya mengekori langkah adik iparnya yang menaiki anak tangga.


Ia curiga pasti ada sesuatu yang terjadi.


___


"Kenapa sayang ??? Seruni pulang ?"Reyhan kurang yakin dengan kabar yang diberitakan oleh istrinya melalui telepon.


"Iya... kelihatannya ada sesuatu yang terjadi "Jawab Uzma dari seberang.Reyhan terdiam, ia berpikir sejenak.


"Aku akan tanyakan kepada dokter Steven untuk mengetahui lebih jelas "


Uzma mengangguk setuju meskipun suaminya tidak melihatnya langsung.Talian pun terputus,,,Reyhan langsung menghubungi No Steven.Tapi ternyata nomor Steven tidak aktif.Reyhan semakin kuat dengan dugaannya bahwa ada sesuatu yang tidak diharapkan telah terjadi.


___


Seruni menscroll layar ponselnya..hanya matanya yang menatap layar,tapi pikirannya tidaklah disana.


Di dalam hatinya tersimpan harapan bahwa Steven akan menghubunginya. Tapi harapan itu terlalu menyakitkan, dikarenakan tidak ada Steven menghubungi dirinya.


Seruni menghela nafas berat,ia capek menunggu.Ia berbalik dan terlentang dengan tatapan menerawang ke atas.


"Kenapa lah percintaanku sesakit ini ?apakah ini karma?karma dari Kakakku sendiri "


HEMMMMMMM


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sejak kejadian kematian Caroline, Steven menyibukkan dirinya dengan pekerjaan.Ia berusaha melupakan kejadian saat ia dan Caroline bertemu untuk terakhir kalinya.


Kata-kata Caroline terngiang-ngiang selalu, membuat Steven ketakutan dan cenderung menyalahkan diri sendiri.


Karena tak ingin ada yang menggangu kesibukan nya dan memecah konsentrasi nya . Steven memilih untuk menonaktifkan ponselnya.Ia pun juga jarang pulang ke rumah.


Steven lebih banyak tinggal di klinik dengan segala kesibukannya.Sampai-sampai Steven terlelap di kursi kerjanya.


*


Dalam ruangan tak bertepi , Steven melihat almarhum Ibunya mendatangi.Wanita itu begitu bersinar dengan senyuman yang mengembang.


"Mama"seru Steven begitu bahagia.


"Bagaimana kabar mu Nak?"Ibu Steven membelai lembut pipi putranya.


"Aku---a-a-aku"Steven tak dapat mengatakan apa yang ingin ia sampaikan.Tenggorokannya tercekat,dan ia langsung menangis saat Ibunya memeluk.


"Sabar sayang.... Steven adalah anak Mama yang kuat kan"


"Mama juga rindu Nak,Mama selalu hadir di sisi Stev.Hanya saja Stev tidak tahu kan?"


Steven merenggangkan pelukannya.


"Benarkah ??"


Ibunya mengangguk perlahan.


"Dan Mama bawa seseorang untuk mu"


Steven mengernyitkan keningnya, seolah-olah bertanya siapakah yang dimaksud Ibunya?


"Stev..."


Pria yang dipanggil menoleh,kedua matanya membulat.


"Caroline..."


Caroline tersenyum tipis, Steven menatap lekat wajah manis gadis yang pernah ia cintai itu.


"Maafkan aku Car... seandainya aku menuruti kemauan mu,kamu pasti tidak akan melakukan bunuh diri.Aku sangat menyesal Car... maafkan aku..."


Caroline tersenyum tipis.


"Tidak Stev...kamu tidak salah,apa yang kamu lakukan itu sudah benar.Jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri.Aku yang seharusnya minta maaf padamu Stev, karena sudah terlalu banyak menyakiti hati mu.Maafkan aku ya..."


Steven mengangguk penuh rasa haru.


"Sekarang...temui lah gadis itu Nak...dia sudah menunggu mu"Sambung Ibu Steven.


"Gadis???"


Steven langsung terjaga karena mendengar suara ketukan pintu dari luar ruang kerjanya.Ia agak merasa pusing sekali.


"Emmm masuk"seru Steven.Ia membersihkan sudut matanya dari kotoran.


"Dok..."Seorang suster masuk,


"Ada yang ingin bertemu dengan Dokter "


"Siapa?"tanya Steven ingin tahu.Bersamaan dengan itu,Ny Laura masuk.


"Stev..."


"Tante..."Steven beranjak.Ny Laura tersenyum lalu menghampiri.


"Silahkan duduk Tante "dengan sopan Steven mempersilahkan tamunya untuk duduk.


"Makasih "Ny Laura pun duduk berhadapan dengan Steven.


"Ada apa Tante datang ke klinik ?tak biasanya begitu, kecuali dulu kalau sekedar ingin menjemput Caroline"tanya Steven setelah ia kembali duduk.


"Tante mau minta maaf sama kamu atas semua perbuatan Caroline "


"Tidak apa-apa Tante,saya sudah maafin kok"


"Kamu tahu nggak, kalau Aldo meninggal semalam "


"Apa??? yang bener Tan???kok nggak ada yang kasih tahu aku"


"Tante sudah berkali-kali nelfon,tapi ponselmu tidak aktif "


Steven baru ingat jika ia me silent ponselnya sendiri.


"Maafin Stev Tan...emang kalau boleh tahu,Aldo meninggal karena apa?"


"Bunuh diri dari atas balkon kamar Ny.Rindiani"


"Bunuh diri ??"Steven semakin kaget.Ny Laura mengangguk membenarkan.


"Kok bisa??"


Ny Laura mengedikkan bahunya.


"Dan Ibunya sudah kayak orang gila, menjerit-jerit kesana kemari.Memannggil nama Aldo.ALDO JANGAN...JANGAN IKUT AL..."Dengan lihainya Ny Laura menirukan gaya bicara Ny.Rindiani.


"Aku harus segera ke sana Tan... pasti ini adalah pukulan terberat bagi Tante Rindiani"


"Aku sebenarnya kasian sama dia,tapi dia gak mau dikasihani,ya udah... kematian Caroline pasti juga karena tekanan dari nya yang tidak mau menjadikan Caroline sebagai menantu"


"Tolong jangan membicarakan sesuatu yang akan menjadi fitnah Tante "celah Steven.


"Itu benar Stev...kamu tuh jangan terlalu baik sama dia.Dia itu jahat, jahat banget "


Steven menghela nafas kesal.


"Ya udah,Stev mau berangkat sekarang Tan ke rumah Tante Rindiani.Kalau Tante mau ikut?ayo bareng saya"Steven begitu pandai mengalihkan pembicaraan.


"Tidak Stev makasih,Tante sangat alergi sama orang gila "Celutuk Ny Laura