
Seruni dan Reyhan baru saja sampai di halaman rumah sakit.Seorang perawat langsung datang menghampiri mereka.
"Dok... kedatangan anda sudah ditunggu di Aula utama"
Reyhan menjawab dengan anggukan,ia melangkah panjang sejajar dengan adiknya.Saat mereka sudah tiba di depan pintu Aula, seorang perawat yang menjaga pintu masuk membukakan pintu untuk mereka dan mempersilahkan masuk.
"Nah...ini mereka sudah hadir, sambutlah kedatangan dua ponakan saya.DRS REYHAN OKTA IBRAHIM Dan adik kecilnya Seruni Oktavia Putri"
Reyhan dan Seruni membungkukkan badannya memberikan hormat kepada para Dokter senior.
"Merekalah anak-anak dari Drs Excel Oktavia, pemilik sah dari Rumah Sakit Mitra Medical.Kalau kalian mengira pemilik Rumah Sakit ini adalah saya?itu salah besar "
Pengakuan Dokter Harun langsung mengundang tawa para Dokter yang berada di seluruh Aula.Terkecuali Aldo,yah dia turut hadir dalam pertemuan itu dengan ditemani oleh Ibunya.Ibu dan anak itu kaget dengan pengakuan Dokter Harun.Padahal baru saja mereka secara resmi meminta untuk mengikat tali pertunangan dengan putri bungsu Dokter Harun yaitu Riya.
"Tuh kan ..apa Aldo bilang Mam? pemilik Mitra Medical bukan Dokter Harun"Bisik Aldo namun cukup didengar oleh Steven yang berada dua kursi di depan mereka.
"Sstttt"Ny.Rindiani meminta Aldo untuk diam.Karena disana mereka tidak duduk sendiri.
"Mari Dokter Reyhan perkenalkan dirimu,karena banyak dari mereka mengira akulah pemilik Rumah Sakit ini"Sambung Dokter Harun.Reyhan tersenyum,ia pun mendekati Pamannya yang berdiri di atas podium.Sedangkan Seruni duduk di kursi kosong di barisan tepi.
Dokter Harun mundur dan memberikan podium itu untuk ponakannya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..."Semua menjawab kompak walau hanya sebuah dengungan.
"Perkenalkan saya Reyhan dan itu adik saya Seruni . Tentang siapa saya dan anak siapa saya ?tak perlulah dijelaskan,karena tadi Paman saya sudah menjelaskannya secara gamblang.Kalau saya menjelaskannya lagi,takut disangka sombong hehehehe"
Semua ikut tertawa.
"Tentang perihal siapa pemilik Rumah Sakit ini tidak lah juga penting .Karena Rumah Sakit ini sudah berjalan dengan baik dibawah dedikasi Paman saya.Saya tidak mau apa-apa, yang penting Rumah Sakit Mitra Medical bertambah maju dan sukses dalam melayani masyarakat luas"
Tepuk tangan bergemuruh menanggapi ucapan Reyhan .
"Dari dulu kan Emang begini konsepnya,Atuk saya membuat Rumah Sakit.Dan Atuk Dirga yang mengurusnya.Begitu pun saat ini,saya yang punya.Paman saya yang ngurus,nanti bagi hasil hahahahaha"
Semua ikut tertawa..
*
*
Diluar sana,Uzma menunggu Steven diruang tunggu dengan sabar.Tadi dia sempat diajak masuk oleh Stev,tapi Uzma menolak.
Tanpa Uzma sadari,Suster Ani sedang memperhatikan dirinya.Dia belum tahu jika Uzma istri dari Dokter Reyhan tengah hilang.Yang membuat suster Ani heran adalah,kenapa Uzma ada diruang tunggu ??kenapa tidak tinggal di ruang suaminya?Kan lebih nyaman.
Tak berapa lama kemudian, seorang pria dengan memakai almamater Dokter menghampiri Uzma . Wanita itu tersenyum menyambut kedatangan Steven.Sang pria mengulurkan tangannya dan disambut dengan hangat lalu keduanya beriringan berjalan keluar dari Rumah Sakit.
"Siapa dia?kenapa menggandeng tangan istri Dokter Reyhan ??"Suster Ani sampai menguntit kedua orang itu untuk memastikan.
"Benar,itu istri Dokter Reyhan ...dan dia dalam keadaan hamil??Ada apa ini??Apa perlu aku melaporkan hal ini kepada Dokter Reyhan ??Aaahhh nanti aku dikira ikut campur urusan rumah tangga orang lagi...Tapi.... kalau ternyata istri Dokter Reyhan selingkuh ??gimana dong ??"
Suster Ani bingung sendiri,ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Setelah mempertimbangkan semuanya, akhirnya Suster Ani memilih untuk bertanya saja.Dari pada menggiring pada opini yang tidak benar,lebih baik bertanya saja.
Suster Ani masuk kembali ke dalam,ia mencari keberadaan Dokter Reyhan .
"Dok"Seru Suster Ani begitu melihat Dokter Reyhan sedang bercanda dengan beberapa Dokter senior.Disampingnya juga ada adiknya, Seruni.
Mendengar seruan sebuah suara yang dikenalnya,Reyhan mengalihkan perhatiannya.Ia melihat Suster Ani yang menjadi asisten pribadinya datang menghampiri dari arah berlawanan.
"Ada apa Sus?"tanya Reyhan ,
"Aaaaa emmmmm"Suster Ani bingung karena disekeliling Dokter tampan itu ada beberapa Dokter ternama sedang berbincang.Rasanya tidak etis jika ia bertanya masalah pribadi saat ini.
"Ah... tidak ada apa-apa Dok...Biar nanti saja"jawab Suster Ani gugup "Maaf ya Dok sudah mengganggu,saya permisi dulu"
Reyhan merasa heran dengan sikap suster Ani,ia memandang adiknya yang juga tengah melempar pandangan ke arahnya.Kemudian Reyhan memberi kode kepada Seruni untuk mengikuti Suster Ani,karena ia curiga pasti ada hal penting yang ingin perawat itu katakan kepadanya.
"Sus...Suster..."Seru Seruni setelah ia berhasil menyusul langkah Suster Ani.Perawat itu menoleh..
"Suster tadi ada masalah apa yang ingin disampaikan kepada Kakak saya? boleh saya tahu ??"
"Aaaaa emmmmm gimana ya??"Suster Ani jadi ciut juga,ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Katakan saja Sus...tidak apa-apa,karena ini juga perintah Kakak saya"Seruni berusaha mengambil kepercayaan dari Suster Ani agar mau mengatakan apa yang ingin ia sampaikan.
"Emmm gimana ya Non,saya juga nggak enak kalau ngomong masalah ini ? soalnya...ini masalah pribadi"
"Tapi kalau saya tahu nggak apa-apa kan?"bujuk Seruni lagi.
"Emmmm iya sih... nggak apa-apa..."
"Ya udah... tolong sampaikan sama saya saja,nanti saya yang akan menyampaikan kepada Kakak saya"
"Emmmm baiklah...saya...saya...mau tanya tentang...emmm istri Dokter"
"Mau tanya apa?"
"Emmm apa Dokter dan istrinya... berpisah ??"
"Berpisah ?? nggak tuh...kenapa suster bisa beropini begitu?Apa ada gosip seperti itu di Rumah Sakit ini?"
"Nggak bukan gosip"Suster Ani melambaikan tangannya"Tadi ..itu...saya... melihat istri Dokter bersama pria lain "
"Apa?!!"Seruni kaget bukan main,kedua bola matanya membulat sempurna.
"I-iya...tadi dia menggandeng seorang Dokter,perutnya besar lagi... kalau saya perhatikan itu bukan Dokter disini.Mungkin Dokter yang juga ikut pertemuan di Aula hari ini"
"Oh ho-oh...saya paham... terimakasih ya Sus atas pemberitahuannya"Seruni pamit lalu berlari kecil kembali ke tempat Kakaknya.
Ia tidak mengatakan secara terang-terangan, justru Seruni membisikkan kabar itu agar tidak ada orang yang tahu perihal masalah ini.
"Benarkah ??"Reyhan tak kalah terkejutnya.Seruni mengangguk yakin.
"Ayo ikut aku "tanpa mengatakan apa-apa atau pun pamit,Reyhan langsung berlari cepat.Untuk memastikan, ia bertanya dulu kepada Suster Ani.
Suster Ani membenarkan apa yang dikabarkan oleh Seruni .
"Apa Suster yakin?"
"Sangat yakin Dok...saya mengikuti mereka sampai mereka masuk ke dalam mobil"
"Apa Suster tidak mengenal pria yang bersamanya ??"
Suster Ani menggeleng...
"Kenapa Dok??Apa?? istri Dokter selingkuh ??"
Reyhan menggeleng lemah...
"Bukan Sus...Kak Uzma hilang...dia diculik orang"Seruni menjelaskan agar Suster Ani tidak salah paham.
"Apa?? diculik ??tapi kok dia kayak tidak kenal dengan tempat ini?"
"Maksud Suster??"tanya Seruni heran dengan argumen Suster Ani