SERUNI

SERUNI
BAB 59 Misteri Rumah Riris



"Tuan"


Seruni langsung memeluk Roy dan menangis dalam pelukan.


"Seruni"Roy penuh rasa ragu untuk membalas pelukan gadis itu,bukan apa?rasa bagai mimpi tiba-tiba Seruni muncul dari balik tembok yang baru saja terbuka dan secara otomatis tertutup kembali.


"Uni..."Suara gemetar Pak Salam membuat gadis itu melepaskan pelukannya.Roy baru saja akan memeluk Seruni,jadi gagal karena Seruni beralih merangkul sang Bapak.Gadis itu menangis semakin menjadi-jadi.


___


Riris yang baru saja terjaga,sangat berang begitu tahu gadis tawanannya lepas.Ia segera berlari menyusul,namun langkahnya tercegat saat tahu diluar tembok ada orang lain.Ia begitu jelas mendengar tangisan Seruni meskipun pintu tembok itu sudah tertutup kembali dengan rapat.


Riris kembali dengan perasaan marah,ia mengepalkan tangannya kuat-kuat.Ia juga membanting pintu saat kembali ke kamar rahasia miliknya.Tangannya menarik rantai yang mengikat kaki Leo dengan kasar.Membuat tubuh pria itu terseret beberapa langkah.Riris membalikkan tubuh Leo,lalu duduk di atas perutnya.


"Berani-beraninya kamu membebaskan gadis itu"Riris mencengkram kuat rahang kokoh milik Leo,pria itu tersenyum sinis.Membuat Riris semakin naik darah,ia mencampakkan wajah Leo lalu bangkit dan menginjak-injak perut pria itu tanpa ampun.


Leo menjerit kesakitan,Riris justru tertawa penuh kepuasan.


"Rasakan ini rasakaaaaannnn hahahahaha"


Riris duduk melepas lelah setelah puas menginjak tubuh Leo dengan sekuat tenaga.Nafasnya ngos-ngosan,ia menyeringai melihat Leo merintih kesakitan.


"Padahal aku ingin menyiksa gadis itu terlebih dahulu sebelum membunuhnya,tapi kamu membuat dia terlepas"


Leo tersentap,ia tidak menyangka bahwa Riris mempunyai niat sebegitu jahatnya.Apakah dia psikopat?


"Sepertinya dia akan kembali untuk membebaskan mu sayang"Riris mengangkat sebelah bibirnya,ia bangkit lalu mengambil belati yang disimpannya di dalam tas ransel miliknya.Ia mengheret tubuh Leo tepat di bawah tubuh Ayahnya yang bergelantung.


"Buka matamu sayang,dan perhatikan ini baik-baik"


Dengan sadisnya Riris menggorok leher Tuan Baya.Darah segar menyembur kemana-mana,juga mengenai wajah Leo yang berada di bawahnya.Tuan Baya mengeluarkan suara seperti babi,matanya mendelik, mulutnya menganga.Tubuhnya menggelepar-gelepar,Riris tertawa puas.Sedangkan Leo menangis meraung-raung melihat kematian sang Ayah.


"Aku akan membunuhmu RIS,aku akan membunuhmu wanita iblis"Seru Leo disertai teriakan mengenaskan.Riris semakin tertawa puas mendengar sumpah serapah yang diucapkan Leo.


___


Sementara diluar sana,Roy kehilangan akal untuk membuka tembok itu kembali.


"Bagaimana Tuan?"Tanya Seruni.


"Tadi kamu bukanya gimana?"Roy balik bertanya.


"Didalam sana ada tombol,tapi disini tidak ada"Seruni meraba-raba dinding disekitar.


"Polisinya kapan datangnya sih Tuan,kok lama amat"Seruni sudah mulai tak sabar.


"Sabarlah,baru 5menit yang lalu kita telfon"Jawab Roy


"Ya tapi nyawa Pak Bos terancam Tuan,kalau Riris bangun bisa-bisa dia bunuh Pak Bos karena udah bantu saya kabur"


Roy melihat rasa khawatir di wajah Seruni,diam-diam hatinya berdenyut sakit.


"Atau kita telfon Lyli,dia kan pasti lebih tahu seluk beluk rumah ini Tuan"


"Oh...kenapa aku tidak terfikir ke arah sana ya?"Roy segera merogoh ponselnya untuk menghubungi Lyli.


"Hallo,,,Lyli ini aku Roy.Tolong kamu cepat datang ke rumah orang tua mu,Leo disekap oleh Riris.Yah...cepat ya,aku tunggu disini"


Talian terputus.


"Sebentar lagi Lyli akan datang kemari,kemungkinan Qodir juga ikut"


"Alhamdulillah....semakin banyak orang yang datang,akan semakin cepat kita bisa membuka tembok itu"Seruni cukup bersemangat mendengar kabar tersebut.


___


Masih dalam tangis kepiluan,Leo diheret oleh Riris mendekati sebuah troli.Ia juga mengambil alat suntik yang ia siapkan diatas meja kecil.


"Kamu mau apakan aku?"Leo berontak,namun entah kenapa,ia seperti tidak bertenaga sejak selesai bersetubuh tadi.Karena itu,ia tidak kuasa melawan meskipun hanya kakinya yang dirantai.


Riris tersenyum tipis,ia menyuntikkan cairan yang tak tahu apa itu ke lengan Leo.Mata Leo terpejam,ia menarik nafas dalam-dalam.


"Bagaimana sayang???enak???hahahahaha"


Ternyata Riris menyuntikkan sejenis obat terlarang kedalam tubuh Leo.Kemudian ia mengikat tangan dan kaki Leo menggunakan tali yang tadi mengikat Seruni.Lalu ia masukkan tubuh Leo kedalam kardus besar dan di angkat menggunakan troli barang.


Gadis kejam itu mendorong tubuh Leo keluar dari tempat persembunyiannya.Ia yakin takkan lama lagi polisi pasti akan menemukannya jika tetap bertahan disini.


Riris mengambil jalur ke kanan.Ia sudah paham betul dengan seluk beluk ruang bawah tanah ini.


___


Lyli sudah tiba di rumah orangtuanya, kedatangannya langsung disambut oleh Seruni.


"Lyli,,Pak Bos ada didalam sana,kamu tahu kan cara membuka tembok ini?"


Lyli kebingungan


"Apa kamu yakin tembok itu bisa terbuka?"Tanya Lyli yang langsung membuat Seruni dan Roy saling berpandangan.


"Lyli...ini kan rumah orang tuamu,sejak kecil pasti tinggal disini bukan?"Tanya Roy.Lyli menggeleng pelan.


"Ini bukan rumah ku ataupun rumah Papa dan Mama.Ini rumah Riris,orang tua Riris meninggal saat dia berumur 10tahun.Dan saat itu aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama"


"Jadi setelah kedua orangtuanya meninggal,Riris dirawat oleh Papa dan Mama seperti anak sendiri.Perusahaan yang dikelola oleh Papa juga adalah perusahaan Ayahnya Riris.Jadi biar perusahaan itu bisa terus dikuasai oleh Papa,ia menjodohkan Leo dengan Riris"


"Aku benar-benar tidak menyangka Riris sampai tega melakukan ini kepada Leo"Lyli menceritakan semuanya.


"Jadi ini rumah Riris???pantas dia lebih tahu rahasia rumah ini"Timpal Roy.


"Aku aja nggak tahu Roy kalau tembok itu bisa terbuka,dari dulu aku juga heran dengan rumah ini.Konsepnya gimana?rumah kok nggak ada pintu belakang?Tapi aku selalu memergoki Riris keluar dari belakang rumah,aku pikir Riris main keluar lewat pintu pagar itu"Lyli menunjuk pintu pagar dirumah ini.


"Lyli...didalam sana tidak hanya Pak Bos,tapi Ayah kamu juga disekap disana,juga Ibu kamu sudah meninggal"Seruni baru ingat tentang orang tua Lyli.


"Apa??!!!"Lyli kaget bukan main.


"Kok kamu baru bilang Seruni"Tambah Roy.


"Saya baru ingat Tuan,karena yang saya pikirkan dari tadi adalah gimana caranya membuka tembok ini dan menyelamatkan mereka"


"Kamu serius Mama udah meninggal?"Lyli ingin memastikan.Seruni mengiyakan,Lyli menutup mulutnya.Ia rebah dalam pelukan Qodir yang sigap disisinya.Gadis itu menangis sejadi-jadinya.


Tak berapa lama kemudian,polisi datang ke TKP.Roy menjelaskan semua duduk perkaranya,ditambah dengan keterangan Seruni sebagai saksi mata.Para Polisi itu menggunakan anjing pelacak untuk menemukan tombol yang bisa membuka tembok itu.Tapi nihil....


"Bom aja Pak"Celutuk Seruni tiba-tiba.