SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 127



Di Malam yang sunyi itu, menjadi saksi pembantaian kaum penyembah setan Cungkring dengan cara yang sangat sadis.Halaman yang luas dan asri, berubah menjadi lautan darah,mayat bergelimpangan dimana-mana.


Gandi terjelopoh ke tanah, tubuhnya perlahan-lahan berubah menjadi manusia biasa berkulit pucat.Ia meringkuk, tubuhnya bergetar, seperti tengah menangis meratapi nasib.


Nicta yang sedari tadi menenggelamkan kepalanya dibalik punggung sang kekasih,karena tak kuasa melihat pembantaian mengerikan .Mengangkat wajahnya perlahan saat mendengar isak tangisan.


Sang Dewi perlahan menghampiri,ia menggotong tubuh Gandi menggunakan kuku runcingnya.Lalu dibawanya pergi menghilang di kegelapan malam.


"Mau dibawa kemana dia?"Tanya Nicta.


"Pengambilan jiwa,karena wanita itu sudah melakukan perjanjian dengan setan.Jadi dia harus menunaikan janji nya"Ratu Blorong menjelaskan.


"Sekarang kalian pulang lah....Yas... hati-hati dalam bertindak, hormati peraturan alam kami"Ratu Blorong memberi peringatan.


"Maafkan aku"ungkap Yas.


"Hem"Ratu Blorong menganggukkan kepalanya, setelah menurunkan kedua manusia itu ke tanah.Ratu Blorong bergerak pergi.


Nicta menatap sayu mayat-mayat yang bergelimpangan, hampir saja dia rebah jika tak ada Yas di sampingnya.Tungkai kakinya lemas menyaksikan kengerian ini.


"Mereka memuja syetan karena takut miskin"Yas berkomentar.


"Apa enaknya menjadi kaya,jika tak ada cinta didalamnya.Seperti hidupku,harta bukan lah masalah.Tapi aku harus kehilangan Ibuku, dimusuhi oleh Ibu dan saudara tiriku.Serta kurang kasih sayang dari seorang Ayah"


Yas merengkuh bahu Nicta dengan hangat.Nicta menundukkan kepalanya, ia sedih jika mengenang semuanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam sudah menunjukkan jam 9,tapi wali kelas XI belum juga datang.Anak-anak sudah pada ricuh dengan aktivitas mereka sendiri.Nicta sibuk mencorat-coret buku tulis nya,Yas yang merasa kepo menghampiri.


"Gambar apa sih?"


Nicta mendongak, hampir saja mereka ciuman karena wajah Yas tepat di atas kepala Nicta.Yas tersenyum tipis,karena Nicta sedang melukis wajahnya.Lukisan yang hampir sempurna meskipun hanya memakai pensil.


Daun pintu terbuka,wali kelas muncul di sebaliknya.Ia tidak sendiri,ada seorang anak gadis bersamanya,dia juga memakai syal dileher sama seperti Yas.Yas kembali duduk ke tempat semula.


"Anak-anak perkenalkan ini anak baru, pindahan dari Kota Samarinda"seru Bu guru.


"Silahkan perkenalkan dirimu"sambung nya lagi.


"Hay ....namaku Ayu.."


"Hay ayu..."seru para murid lelaki kompak kecuali Yas.


"Kamu bisa duduk di sana"Bu guru menunjuk kan sebuah kursi kosong di ujung kelas.Ayu mengangguk,ia pun melangkah ke kursi yang dimaksud Bu guru.Sekilas ia melihat Yas yang menatap ke arah nya.Ayu melemparkan senyuman.


Nicta yang juga tengah memperhatikan Ayu mengikuti ke arah mana senyuman itu.


"Ih..."Nicta memukul lengan Yas, membuat pria itu terkejut.


"Apa?"


"Lihat apa kamu?"


"Lihat cewek lah..."jawab Yas santai.


"IIIIHHHH"Nicta memukul Yas lagi dengan gemas.Yang dipukul hanya senyam-senyum.


Saat pelajaran berlangsung,Nicta sekilas melihat Ayu berdiri,berjalan menghampiri Mario(Mario duduk tepat di depan Yas).Entah apa yang ia bicarakan dengan Mario? keduanya bertatapan begitu lekat,Mario mengangguk pelan.Lalu ia bangkit, membawa tasnya berjalan ke meja Ayu.Ternyata mereka tukeran tempat duduk.Kini Ayu duduk di depan Yas.Gadis itu membalikkan badannya, tersenyum manis kepada pria yang menarik perhatian nya.


"Nama kamu siapa?"tanya Ayu begitu ramah, tangannya terulur .Yas Mengangkat tangan hendak menyambut uluran tangan itu.Tapi Nicta keburu menyambut uluran tangan dari Ayu.


"Aku Nicta .. pacarnya Yas..."


Ayu mengernyitkan keningnya,ia seperti kurang suka dengan tindakan Nicta yang main serobot aja.


"Sayang...kamu duduk di sana boleh?"pinta Nicta kepada Yas untuk bertukar tempat duduk.


"Kenapa??aku sudah nyaman duduk di sini"balas Yas.Nicta kesal,ia pun langsung duduk di pangkuan Yas.


"Ya udah kita duduk seperti ini saja..."ketusnya.


Ayu semakin tidak suka dengan sikap Nicta,ia membalikkan tubuhnya menghadap ke depan.


"Sayang... jangan gini dong,punyaku tergencet nih.Mana tegang lagi"bisik Yas.Nicta menyelipkan tangannya, mencubit paha Yas.


"Nicta...kenapa duduk disitu?"seru Bu guru,Ayu melirik dengan ekor matanya disertai senyuman miring melihat Nicta ditegur Bu guru.


"Anu Bu...ada ulat...gatel banget"Nicta menjawab.


"Jangan banyak alasan, cepat duduk ke tempat duduk mu"


Ayu semakin senang,Nicta merenggut kesal.Ia bangkit,tak rela rasanya jika harus membiarkan Yas duduk dekat dengan Ayu.


Tapi tiba-tiba Yas bangun dari duduknya,ia duduk di kursi Nicta.


"Duduklah disitu"ucapnya,Nicta tersenyum tipis.Ia pun duduk sesuai keinginannya.Seketika senyum Ayu langsung hilang.


*


Saat Nicta dan Yas makan di kantin berdua...Yas baru menyadari jika dompetnya tertinggal di tasnya.


"Aku ke kelas dulu ya,,, dompet ku tertinggal"


"Ah nggak apa-apa,aku yang bayar"


"Jangan...kamu tunggu disini dulu"Yas bangkit meninggalkan Nicta untuk mengambil dompetnya yang tertinggal.


Setelah mengambil dompetnya,Yas buru-buru ingin kembali tapi di ambang pintu ia berpapasan dengan Ayu.


"Eh mau kemana?"tanya Ayu.


"Ke kantin.."jawab Yas singkat.


"Tunggu!!!"Ayu dengan cepat menghentikan langkah Yas.


"Bisa kita bicara sebentar ?"


"Bicara apa?"


"Emmm aku masih belum punya teman disini, karena masih baru.Denger-denger kamu siswa terbaik di sekolah,bisa nggak aku minta nomor telepon mu?Nanti kalau aku mengalami kesulitan dalam pelajaran kan bisa nanyak-nanyak sama kamu"


"Emmm banyak kok yang lebih baik dari aku,kamu tanya-tanya saja sama anak-anak.Aku tidak seperti yang mereka ceritakan "jawab Yas.


"Ohya???kau terlalu merendahkan diri "


"Nggak...itu kenyataannya..Ya udah aku pergi dulu "


"Tunggu!!"


Lagi-lagi Ayu menahan langkah Yas yang keburu untuk menemui Nicta.


"Kau... memakai syal dileher,sama seperti aku..."Ayu tersenyum tidak melanjutkan kalimatnya.


"Oh ini"Yas memegang syalnya.


"Ini...tanda..."


"Tanda apa?"


"Tanda dari pacar ku,bahwa aku miliknya"


Raut wajah Ayu langsung berubah mendengar jawaban Yas.


Tiba-tiba Nicta sudah berdiri di luar kelas,ia terdiam menatap Yas dan Ayu yang asyik mengobrol.Apalagi situasi nya hanya ada mereka berdua di dalam kelas.Meskipun dalam kondisi pintu tidak tertutup.


Yas bisa menangkap kecemburuan di mata Nicta,ia segera menghampiri gadisnya.


"Sayang...kamu kok disini ??"


"Kenapa kalau aku disini ??"


"Aku kan mau kesana...bayarin makanan kita"


"Keburu mati Keselek kalau aku nungguin kamu yang asyik ngobrol sama ulat bulu ini"ketus Nicta sengit.Ayu hanya senyam-senyum saja.


"Sayang...kamu salah paham??"


"Salahnya dimana?"Bantah Nicta.