SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 55



Seruni kaget dan langsung terjaga begitu memori otaknya teringat akan si bayi.Setelah melihat bayi itu ternyata baik-baik saja dan menatap ke arahnya dengan senyuman tanpa dosa.Membuat Seruni mengelus dada...


"Ternyata kamu nggak kenapa-kenapa sayang"


Seruni mengusap pipi gebu bayi itu.Steven mengeliat,ia terlihat sangat kecapean sekali.


"Sayang...apa kamu tidak tidur ?"tanyanya dengan suara serak.


"Baru saja bangun sayang...."jawab Seruni .


"Kamu ke kantor hari ini ?"


Seruni menjawab dengan anggukan.


"Bayinya gimana??"


"Aku bawa aja sayang,toh dia nggak rewel cuma nggak suka tidur aja anaknya kayak bayi lain"


"Kamu yakin?"


"Ya mau gimana lagi sayang,di Kantor udah nggak ada yang bisa diandalkan selain Pak Purwakarta . Nandar kan udah balik ke Singapura "


"Iya juga sih...mau aku bawa ke Klinik,disana masih ada Uzma "


"Iya udah nggak apa-apa "Seruni semakin meyakinkan.Akhirnya Steven menyetujui.


*


*


Seruni mendorong stroller dan disematkannya dicelah dinding dan meja kerjanya.Agar ia bisa terus memantau si bayi dengan tenang.


Ia juga meminta seorang OB untuk stand by di ruangan nya untuk selalu membuatkan susu untuk si Bayi.


"Kamu baik-baik ya disini, aunty mau kerja dulu"


Si bayi tersenyum merespon.


"Eh kamu senyum Ma aunty ? idiiiiih makin gemes deh"Seruni mencubit pipi gebu si bayi penuh kegemasan.


Seruni tersenyum,lalu ia pun memulai pekerjaannya.


Tak berapa lama kemudian,OB yang diminta oleh Seruni datang.Ia segera melakukan tugasnya menjaga si bayi .


Awalnya Seruni tidak mencurigai apapun,ia terus fokus pada pekerjaannya.Ia tidak tahu jika OB yang diperintahkan oleh nya untuk stand by di ruangannya adalah jelmaan Ummi Kalsum.


Yah penyihir itu tahu akan kembalinya Uzma atas pemberitahuan dari Livia . Begitu Livia merasa terancam,hanya dengan menghubungi Ummi Kalsum lah ia bisa merasa tenang.


Ummi Kalsum tahu jika dua jimat itu sekarang berada dalam tubuh bayi Uzma .Dia berpikir itu akan jauh lebih mudah baginya untuk merebutnya.


Wanita itu tersenyum penuh misteri melihat bayi Uzma sekarang berada dalam kuasanya.Si bayi membulat kan matanya, Disaat perlahan Ummi Kalsum membuka bedong yang membungkus tubuhnya.Bayi Uzma melepaskan dot dari mulutnya, lalu menyemburkan ludahnya.


Semburan itu membanjiri wajah Ummi Kalsum.Penyihir itu menarik nafas dalam-dalam menahan amarah.Ia harus sabar, karena ia tidak boleh mengundang perhatian Seruni yang tengah sibuk bekerja.


"Tak apa sayang,hanya ludah.Itu tidak akan membunuh ku"gumam Ummi Kalsum,ia melanjutkan pekerjaannya membuka bedong bayi Uzma .


(Dengan tangan yang masih terbalut bedong,bayi Uzma diam-diam menarik burung kecilnya keluar dari bungkus Pampers nya)


Jadi saat seluruh bedong terbuka,CESSSSSSSS Air kencing langsung memancut keluar dengan bebas.Dan lagi-lagi membasahi wajah si penyihir.


HEEE


Bayi mungil itu tersengeh, Ummi Kalsum hanya mampu memejamkan matanya.Dan meredam amarah nya.


"Eh??Kak...kamu dikencingi"Seruni terperangah melihat hal itu.Ia ingin tertawa tapi kasian dengan si OB.


Ummi Kalsum terpaksa mengukir senyum,


"Dedek kok gitu sih??"Seruni mengambil Bayi Uzma dan menggendongnya.


"Ya udah Kakak cuci muka dulu aja ya...Dedek biar aku yang jaga"


Ummi Kalsum mengangguk,ia pun bangkit Dan berlari kecil keluar ruangan.


"Kok bedongnya dibuka ?"Seruni bertanya pada dirinya sendiri,ia meletakkan bayi Uzma ke atas sofa.Lalu mengecek Pampers nya,


"Nggak dia nggak PUP,terus kenapa Kakak itu buka bedongnya ?"


Seruni tidak bisa memahami,lalu ia pun membungkus kembali tubuh si bayi dengan bedong.


"Barusan uncle Steve kirim chat ke aunty, katanya mama udah boleh pulang . Mungkin nanti dedek ketemu deh sama mama. Tapi sebentar aja ya... Nanti mama jatuh sakit lagi Kalau lama-lama ketemu sama Dedek "Seruni bicara sendiri sambil sibuk membungkus tubuh Bayi Uzma .


Aaaa eeee aaaaa


Hanya itu saja suara yang keluar dari mulut mungil si Bayi.


"Iya sayang...kamu pasti seneng Kan?"seolah-olah paham,Seruni menjawab ocehan si bayi.


Tak berapa lama,Ummi Kalsum sudah kembali ke ruangan Seruni .


"Nggak apa-apa Buk"jawab Ummi Kalsum santun.


He he


Si Bayi tertawa..


"Eh kok bahagia banget sih...udah nggak sabar ya ketemu sama Mama"Seruni mencium Bayi Uzma .


"Emang Mamanya kemana Buk?"Tanya Ummi Kalsum akting.Seruni meletakkan kembali Bayi Uzma ke stroller.


"Dia di rumah sakit,koma habis melahirkan"jawab Seruni .


"Ooohhh...Apa tidak sebaiknya bayar baby sitter saja Buk?Biar Ibu bisa fokus bekerja "


"Kakakku udah urus semuanya Kak"


Ummi Kalsum manggut-manggut,ia menciptakan ide dalam benaknya.


*


*


Saat waktu makan siang,Reyhan dan istrinya datang ke tempat Seruni bekerja.Steven juga ikut serta,ia mencium kening istrinya saat mereka bersua.Sedangkan Uzma dan Reyhan langsung menggendong bayi nya.


"Siapa yg bantuin jaga Bayinya Dek?"tanya Uzma .


"Ada ... OB disini Kak...tadi dia dikencingi..kasihan sekali "


"Apa??terus gimana ??"tanya Uzma terlihat panik.


"Ya mau gimana lagi,,untung sih dia ngerti "


Uzma menganggukkan kepalanya.


"Ohya kita belum kasih nama anak ini Loh"sergah Reyhan .


"Iya...mau dikasih nama siapa sayang?"Uzma begitu antusias.


"Emmmm Muhammad Ilyas... panggilan kecilnya Yas"


"Ooooooo unyu unyu Yas..."Uzma menciumi Putranya,tapi tiba-tiba ia lemas terduduk ke sofa.


"Sayang..."Pekik Reyhan .Seruni sigap mengambil Yas dari gendongan Ibunya.


"Kak cepat bawa pergi Kak Uzma ,"titah Seruni .Reyhan mengangguk,ia pun segera menggendong tubuh istrinya menjauh dari sisi Putranya.


"Kasian Kak Uzma "Gumam Seruni , Steven menganggukkan kepalanya.


*


*


Ummi Kalsum kembali ke ruangan Seruni setelah istirahat.


"Buk...tadi saya lihat ada perempuan digotong keluar sini.Siapa dia Buk?"Ummi Kalsum bertanya.


"Dia itu Ibunya Yas Kak..."


"Loh kenapa dia?"


"Masih belum sehat"Jawab Seruni tak jujur.


"Kak tolong jaga Yas dulu ya,aku mau ke toilet "pamit Seruni .


"Iya Buk..."


Seruni tersenyum menatap Yas,lalu melangkah keluar.Ummi Kalsum berseringai licik.Ia pikir ini saat yang tepat untuk mengeluarkan Jimat pengasihan pengantin dari tubuh Yas.


Setelah membaca mantra, ummi KALSUM mengitari tubuh Yas dengan tangannya.Ia meniup Yas dari atas kepala sampai ujung kaki.


Sinar kuning keemasan terpancar keluar,dan perlahan Jimat pengasihan pengantin keluar dari tubuh Yas.


Ummi Kalsum tersenyum senang, akhirnya yang ia nantikan akan tercapai.Dengan tangan gemetar,Ummi Kalsum hendak mengambil Jimat tersebut.


TUK


Yas melemparkan DOT susunya tepat mengenai jidat si Penyihir.Ummi Kalsum meringis, tangannya menggosok keningnya yang Sakit.


Saat itulah,tangan mungil Yas meraih Jimat itu lalu dimasukkan kembali ke dalam bedongnya.


"Itu punya ku setan kecil"umpat Ummi Kalsum berang.Ia segera membuka bedong Yas dengan kasar.


"Kak..."


Seruni terperangah melihat bagaimana Ummi Kalsum membuka paksa bedong yang dipakai oleh Yas.