SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 34



"Misalkan dia diculik ?tidak mungkin penculik itu akan membawanya kesini...secara pasti si penculik itu tahu identitas korbannya.Dan misalkan dia selingkuh ?maaf sebelumnya Dok...Dia tidak mungkin santai duduk di ruang tunggu tanpa ada rasa khawatir dan cemas"


"Seperti penilaian saya tadi...dia tidak kenal tempat ini"


Seruni dan Reyhan saling berpandangan satu sama lain.


"Untuk memastikannya,aku akan lihat di CCTV"


Reyhan gegas pergi menuju ruang komunikasi yang merangkap menjadi tempat komputer yang tersambung dengan seluruh CCTV di Rumah Sakit ini.


Ia melihat posisi camera yang langsung tertuju ke ruang tunggu.Pupil mata Reyhan melebar,Yah!!itu benar istrinya.Namun begitu melihat sosok Dokter yang berjalan bersama Uzma ,Reyhan memicingkan matanya.


"Kakak kenal Dokter itu?"tanya Seruni .Reyhan menggeleng...


"Aku akan cek di kursi mana dia duduk "ucap Reyhan tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar komputer.Ia membuka hasil rekaman CCTV dari Aula utama.Matanya dengan jeli melihat para Dokter yang di undang di setiap kursi.


"Dia duduk di kursi 17,Dek tolong cek di daftar tamu siapa yang duduk di kursi 17"


Seruni mengangguk,ia pun menggunakan ponselnya untuk mengecek data para tamu.


"Dokter Steven Adi Nugroho,dia Dokter spesialis anak.Tinggal di Kota Ciamis,dan membuka praktek klinik sendiri disana"Seruni membaca data tentang Dokter Steven.


"Cari alamat kliniknya dan juga alamat rumahnya.Aku kesana sekarang "


"Aku ikut Kak"


Reyhan mengangguk setuju.


*


*


"Kemana gadis itu Ma..."Aldo celingukan mencari Seruni.


"Kamu sih tadi suruh berangkat duluan nggak mau,biar Mama yang bicara sama Riya'"Keluh Ny.Rindiani.


"Yah Aldo malu Ma,kan belum kenal"


"Mangkanya kenalan"


"Terus bagaimana dengan pertunangan aku dengan Riya Ma?"tanya Aldo bingung.


"Kamu tenang saja,itu urusan Mama.Kalau kamu sudah bisa mendapatkan hati gadis itu, masalah Riya Mama yang akan urus "tanggap Ny, Rindiani santai, Aldo mengangguk setuju.


*


*


Uzma mengelus perutnya yang sejak keluar dari rumah sakit itu jadi terasa mules dan bayi dalam perutnya seperti lebih aktif.


"Kenapa?"Tanya Steven yang tengah mengemudi.


"Mules,,,dan gerak terus"jawab Uzma pendek.


"Apa kita istirahat dulu?wajahmu pucat loh"


"Ah tidak usah,,,aku masih bisa tahan, dipercepat saja laju mobilnya.Aku ingin istirahat di rumah"


Steven mengangguk setuju dengan permintaan wanita yang duduk di sebelahnya itu.


___


Setibanya di rumah, Steven mendapati Uzma sudah tertidur pulas.Ia merasa tak tega untuk membangunkannya.Jadi pria itu berinisiatif untuk menggendong Uzma untuk berbaring di kamarnya.


Dengan penuh kehati-hatian, Steven menggendong wanita itu.Meskipun tengah berbadan dua,Steven tak merasa wanita itu sangatlah berat.


"Stev..."


Baru saja tiba di ruang tamu,suara Caroline sudah menyambut kedatangannya.Gadis itu terperangah melihat Steven menggendong wanita lain.Rasa cemburu langsung merayu hatinya untuk marah.


"Jangan berisik!!!"


Tapi belum saja Caroline mengungkapkan kemarahannya,ia sudah dilarang untuk bicara.


"Aku akan kembali,kau diam disitu"Sambung Steven dengan Suara yang mendalam, Caroline pun patuh.Ia tidak mungkin semakin membuat pria yang ingin dirayunya bertambah marah lagi.


Tak butuh waktu lama, Steven benar-benar keluar menemui Caroline.


"Darimana saja kamu Stev??aku sudah lama menunggu mu disini"


Steven duduk tidak segera menjawab.


"Ada apa lagi kamu datang kesini ?"Steven sama sekali tidak menghiraukan pertanyaan Caroline.


"Apakah aku harus punya alasan jika ingin datang ??Dari dulu aku selalu datang sesuka hatiku tanpa perlu sebuah alasan "


"Itu dulu... sekarang ?kita bukan yang dulu lagi"


Steven tersenyum getir


"Apakah pengkhianatanmu itu adalah kesalahan biasa Car?setahu ku dulu saat Papamu diam-diam menikah lagi ?Mamamu menggila sampai akan membunuh simpanan Papamu.Apa kamu lupa??bukankah kamu selalu menangis dalam pelukan ku bila mengingat kejadian itu ?Dan malah turut membuat rencana untuk menyakiti wanita itu "


"Cukup Stev!! Hentikan!!!"Caroline menutup kedua telinganya,ia merasa panas mendengar semua itu.


"Kenapa ???Kau meradang ??hah"Steven mengangkat sebelah bibirnya.


"Baiklah jika memang hubungan kita tidak bisa lagi diperbaiki,,aku menyerah.Tapi jangan sampai kamu menyesal Stev"Caroline bangkit,ia merasa sudah sangat dipermalukan oleh Steven.


"Pergilah "Dengan santainya Steven menunjuk ke arah pintu masuk.Caroline menghentakkan kakinya lalu mendengus pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


KLINIK PERMATA IBU.


Reyhan memarkirkan mobilnya,ia turun bersamaan dengan Seruni adiknya.Jantungnya berdegup kencang,ia ingin segera menemui istri tercintanya.


"Ada yang bisa saya bantu Pak?"tanya perawat yang menjaga meja resepsionis.


"Dokter Steven ada?"


"Ada Pak... kebetulan beliau baru saja datang.Tapi beliau masih ada pasien,anda bisa menunggu terlebih dahulu"


Reyhan mengangguk setuju,ia mengajak Seruni untuk duduk di kursi tunggu.


15 menit kemudian,nama Reyhan dipanggil.Pria itu pun bangkit hampir bersamaan dengan adiknya.Lalu keduanya masuk ke dalam ruangan yang ditunjukkan oleh seorang perawat.


Steven tengah merapikan peralatan medisnya saat Reyhan dan Seruni masuk ke ruangan Dokter muda itu.


"Silahkan..."Kalimat Steven menggantung saat menyadari siapa yang datang.


"Dokter Reyhan ??Anda Dokter Reyhan kan?"


Reyhan mengangguk disertai senyuman.


"Subhanallah... mimpi apa saya semalam, silahkan duduk Dok... silahkan "Steven terlihat teruja dengan kedatangan Reyhan ,kedua Kakak beradik itu pun duduk di depan meja kerja sang Dokter.


"Baru tadi pagi saya bisa melihat anda secara langsung,dan sekarang tiba-tiba anda mengunjungi saya ke klinik ini.Apa ada hal yang sangat mustahak?"


Reyhan menatap adiknya sebelum menjawab pertanyaan dari Dokter Steven.Seruni tersenyum disertai anggukan kecil.


"Emmmm tadi... Dokter datang ke rumah sakit bersama siapa ?"


Steven tercengang,ia menatap wajah dua tamunya itu bergantian dan berhenti di wajah manis yang menatapnya penuh selidik.


"Kenapa ya Dok?Apa teman saya melakukan kesalahan ?"


"Tidak...saya hanya ingin tahu siapa dia?Dan apa hubungan Dokter dengan wanita itu ?"


"Dan saya harap Dokter bicara dengan jujur "Seruni menambahkan dengan sorot mata yang tajam,namun hal itu justru membuat Steven mengulum senyum.


"Dia saya temukan di tepi sungai"


DEGH!!


Detak jantung Reyhan seakan terhenti,air matanya mengembun.


"Dibungkus dalam karung "


Dada Reyhan semakin sesak ,Seruni yang bisa memahami langsung menggenggam tangan Kakaknya.Reyhan mendongak menatap langit ruangan itu.Air matanya sudah merembes keluar.


"Tapi Alhamdulillah dia masih hidup"


"Sekarang dia dimana -?"Reyhan sudah tidak sabar untuk menemui istrinya.


"Di rumah...tapi...."Steven menggantung kalimatnya.


"Tapi apa-an?"potong Seruni sengit, Steven tersenyum lagi.


"Kok malah senyam-senyum sih"Seruni mulai jengkel.


"Sabar dulu Non"jawab Steven sengaja semakin memancing emosi si gadis.


"Kau bilang sabar ??Kakakku sudah lama mencari istrinya yang hilang,tapi kamu malah diam saja tidak mengantar dia pulang"


"Bagaimana aku mengantarnya pulang Non?kalau dia sendiri tidak ingat namanya siapa?"


Reyhan tercengang...


"Maksud Dokter ??"


"Dia hilang ingatan Dok"jawab Steven menjelaskan.