
"Aku tidak mau putus tunangan denganmu!!"
Ba'im menatap Khumaira yang melawan tatapannya.
"Aku ..aku sangat mencintaimu.. sungguh!!! mungkin semuanya terlihat sebuah kebohongan bagimu... tapi tentang perasaanku ?itu benar Tuan Muda, aku benar-benar mencintaimu"
"Mai ini bukan hanya tentang sebuah perasaan,tapi lebih kepada sebuah kejujuran.Kau sudah menyakiti aku dengan semua kebohongan mu"
Air mata mengambang di sudut netra gadis itu.Ia tertunduk menyembunyikan tangisnya.
"Apa karena Nayla ??"
Ba'im terhenyak dengan pertanyaan kHumairah.
"Apa karena tuan muda masih mencintai Nayla?? benar bukan? Tuan muda tidak pernah mencintaiku bukan ??Tuan Muda melamarku hanya untuk mencari tahu tentang kematian Nayla??Tebakan ku benar bukan??"
"Lalu apa itu semua bukan kebohongan ??Aku tahu tapi aku meyakinkan hatiku bahwa Tuan Muda benar-benar mencintai ku.Tapi kenapa sekarang Tuan Muda tidak bisa berpura-pura untuk tidak tahu apa-apa ??"
"kHumairah..."Ba'im meletakkan tangannya di pundak gadis itu.
"Aku tidak bisa berkata lebih banyak lagi, keputusan ku sudah final.Ku harap kamu bisa mengerti "
Ba'im melangkah pergi begitu saja meninggalkan Khumaira yang beberapa kali menyerukan namanya.Namun tak diindahkan.
Tubuh Khumairah lemas tak bertenaga,ia terduduk di tempat semula.Air matanya mengalir bebas membasahi pipinya.
"Bagaimana nanti aku menghadapi teman-temanku yang mengecamku? bagaimana aku menghadapi semua tanggapan-tanggapan miring terhadapku? Aku harus bagaimana? aku tidak sanggup jika harus menghadapi sendirian... aku tidak sanggup”
kHumairah bangkit dari duduknya,ia berlari kuat menuju pintu gerbang utama yayasan Darul Islam. Sebelum ia melangkah pergi, ia menoleh ke belakang .Di tatapnya halaman luas yang terbentang,dimana berdiri kokoh bangunan-bangunan asrama putra dan putri.Dan juga Musholla yang dijadikan tempat beribadah secara bersama-sama.Hati Khumaira berdenyut sakit,namun ia tak kuasa untuk menghadapi hujatan-hujatan teman-temannya nanti.Hingga akhirnya ia memutuskan untuk lari dari yayasan tersebut.Dan kembali ke tempat tinggalnya.
___
kHumairah baru saja turun dari sepeda motor ojek , setelah membayar ongkos,ia berjalan perlahan memasuki pekarangan rumahnya.Lebih tepatnya rumah milik Nayla , warisan dari orang tuanya.
"Assalamualaikum Pak...Buk .."seru Khumairah.Ia ingin langsung membuka pintu namun terkunci.Terlihat tirai jendela bergerak,wajah ibunya muncul meskipun samar.
CEKLEK..
Daun pintu rumahnya terbuka lebar.
"Mai???"
"Buk..."Khumaira berhambur memeluk Ibunya disertai Isak tangis.
"Eh???kamu kenapa nak?? datang-datang langsung nangis??kamu pulang sama siapa?"Bu Raudah membelai rambut anaknya penuh kasih.
"Aku pulang sendiri Bu, tunanganku meminta memutuskan hubungan dengan ku bu. Aku sakit hati Bu aku tak terima"
Perlahan Khumaira melepaskan pelukannya.
"Bapak kemana Buk??Aku mau minta bantuan Bapak agar Tuan Muda kembali lagi padaku"
Bu Raudah tak menjawab,raut wajahnya terlihat gurat kesedihan.
"Buk??Bapak kemana?kenapa Ibu malah diam sih??"
"Emmm Bapak mu ada...dia ada di dalam "Bu Raudah menunjuk ke arah dalam rumahnya.Khumaira bergegas masuk mencari sang Ayah.
"Pak...Bapak... Khumaira pulang Pak .."Serunya sembari berlari kecil.Ia menerobos masuk ke kamar orang tuanya.Sontak kaki Khumaira seperti membatu begitu melihat sang Ayah .
Pak Ramli menyembunyikan dirinya di bawah kolong tempat tidur.Sesaat kemudian ia merambat keluar seperti takut akan sesuatu yang muncul dibawah kolong.Lalu ia merambat lagi dengan cepat masuk ke kolong dengan kepala yang ditutup oleh lengannya.
"Ampunnn...ampuuunnnnn"Lolongnya menghiba.Pak Ramli menangis seperti anak kecil yang takut di pukul jika melakukan kesalahan.
"Bapakmu jadi gila setelah ia pulang dari rumah Ki Darma,ia sangat ketakutan"Bu Raudah muncul dari balik badan Khumaira.Gadis itu tak kuasa menahan sedih melihat kondisi Ayah tercintanya.
"Memangnya apa yang terjadi dengan Ki Darma Buk??"
"Kabarnya dia mati dengan tubuh yang tercabik-cabik.Seperti habis dimangsa harimau "
"Apa??"
Bu Raudah menghela nafas panjang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sepertiga malam, seperti biasa.Ba'im menunggu kedatangan hantu Nayla.Ia duduk di ayunan yang berada di tepi taman rumahnya.Sejak Kujang tidak suka dengan kehadiran Nayla ,sejak saat itu hantu Nayla hanya bisa berdiri di taman.Tidak mengunjungi Ba'im di kamarnya lagi.
Hembusan angin dingin menyapa dari balik punggung pria itu.Ba'im menoleh,ia langsung tersenyum ketika mendapati sosok Nayla sudah berada di belakangnya.
Namun tidak dengan Nayla ,ia terlihat murung dengan wajah pucat yang ditekuk.
"Eh???kenapa ni??kok datang-datang manyun"Goda Ba'im .
"Aku harus pergi Tuan..."jawab Nayla sendu.
"Pergi kemana ??"
"Ke alamku"
Ba'im terdiam, dadanya terasa sesak mendengar hal itu.
"Kenapa??"
"Keinginan ku sudah terwujud Tuan...nama baikku kini sudah kembali.Terima kasih..."jawab Nayla .
"Tak bisa kah kau menungguku ??"
Nayla tersenyum tipis.
"Aku akan menunggu Tuan Di pintu syurga...jika Tuan tak menemukan ku disana? berarti aku masih mampir ke Neraka "
Ba'im tak bisa menahan untuk tidak tersenyum mendengar celotehan Nayla . Celotehan yang dulu selalu ia dengar saat mereka bersama semasa masih sekolah.
"Baiklah...kau pergilah dengan tenang.Tak kan lama lagi, insyaallah kita akan segera bertemu"
"Maksud Tuan???"
Ba'im hanya tersenyum menanggapi keterkejutan Nayla .
"Jangan bilang Tuan akan melakukan hal yang dibenci Allah"
"Kau pun melakukannya juga bukan??"
"Aku menyesal Tuan...dan sesal itu sudah terlambat.Sekarang aku hanya berharap Rahman dan Rahimnya Allah atas jiwaku.Agar IA bisa mengampuni ku"Nayla tertunduk pilu.
"Aku akan selesai mendoakan mu Nayla ,agar Allah mengampuni dosa-dosa mu"Ba'im mengikrarkan janji.
"Tapi bagaimana Tuan mendoakan ku?jika Tuan sendiri melakukan kebodohan yang sama dengan ku"
Ba'im tersenyum disertai gelengan kepala.
"Aku tidak akan melakukan itu Nay..tapi...aku sendiri mungkin sudah bernasib dengan umur yang pendek "
"Maksud Tuan...??"
"Sejak Di Kairo,aku menghidap penyakit LEOKIMIA"
"Apa???apa keluarga Tuan tahu itu??"
Ba'im menggeleng lemah.
"Jika mereka tahu,mereka pasti akan mengorbankan diri untuk menyembuhkan diriku.Aku sudah berusaha untuk mencari pendonor sumsum tulang belakang,tapi itu bukan hal yang mudah.Hanya keluargaku yang kemungkinan cocok "
"Dan Tuan tidak memberi tahu mereka ??"
"Sejak tahu kamu sudah tiada,aku sama sekali tidak berharap untuk sembuh Nay...Jika kita tidak berjodoh di dunia??maka biarlah kita menjadi halal dengan mengucapkan janji di bawah 'Arys"
Nayla tersenyum namun kedua netranya menangis.
"Jangan menangis... pergilah dengan tenang sayang..."
Tangan kanan Ba'im terangkat ingin mengusap pipi Nayla ,namun belum tersentuh,,,wujud Nayla sudah mulai memudar.Dan hilang tak berbekas.Hati pria itu terenyuh sakit melihat kepergian kekasih hatinya.Ia memejamkan matanya, berusaha menguatkan diri sendiri.
"Tunggu aku Nay... Tunggu aku..."Gumamnya dengan gemuruh sesak di dadanya.