SERUNI

SERUNI
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 30



Steven membuka pintu kamar Almarhum kedua orangtuanya yang tak terkunci.Tapi dia tidak menemukan sosok Uzma didalam sana.Alis tebal pria itu bertaut,ia masuk ke dalam untuk memastikan keberadaan perempuan itu.Rupanya Uzma tengah berdiri di balkon menatap alam bebas.


"Apa kamu suka kamar ini?"


Uzma menoleh saat mendengar suara,ia melihat pria itu tersenyum dan berdiri di sampingnya.


"Ini kamar orang tuaku,dan disini, ditempat kamu berdiri.Adalah tempat favoritnya"


"Apa kamu suka kamar ini ?"sekali lagi Steven bertanya.Uzma tetap bungkam...


"Apa kamu mengingat sesuatu jika melihat alam bebas ?"Steven tidak putus asa.Wanita itu tertunduk ia memejamkan matanya erat.


"Sepertinya dia berusaha mengingat sesuatu,tapi tidak bisa"


"Sudahlah jangan dipaksakan "Steven memegang pundak Uzma , wanita itu refleks menarik diri seolah memberi jarak diantara mereka.Steven pun paham, ia menarik tangannya.


"Kalau kamu lapar,kamu tinggal minta sama pembantu ku.Se frustasi apapun dirimu,jangan sampai telat makan.Kasihan anakmu"


Uzma menatap perutnya yang sedikit berisi,ia membelai nya lembut.


"Aku pergi dulu "


Steven berlalu pergi,ia tahu ia tidak akan mendapatkan jawaban apapun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hay sayang..."Aldo langsung ngeloyor masuk ke ruang kerja Caroline,dan tanpa canggung langsung mengecup kening gadis itu.Namun Caroline mengelak malah mengusap kening bekas kecupan pacar gelapnya itu.


"Eh kenapa ??kok gitu ?"


"Steven tahu tentang perselingkuhan kita"jawab Caroline menjelaskan.


"Ohya??bagus dong"


Caroline mengangkat wajahnya menatap wajah Aldo yang tanpa merasa bersalah.


"Bagus katamu??"


"Iya sayang... berarti kita tidak perlu lagi harus sembunyi-sembunyi menjalin hubungan ini"Aldo benar-benar terlihat tidak masalah.Ia dengan santai menghempaskan tubuhnya di kursi yang berhadapan dengan Caroline.


"Kamu sadar apa yang kamu katakan Al?Kamu pikir aku akan dengan senang hati kehilangan Steven ??Tidak Al...aku sangat mencintai Stev,dan selamanya aku akan tetap mencintai dia"


"Hahahahaha Car...Car...kamu sadar nggak sih kalau kamu sudah menodai cinta itu dengan perselingkuhan ?"


Wajah Caroline langsung merah padam,


"Aku akan minta maaf kepada Steven dengan sepenuh hati,aku yakin dia akan memaafkan aku.Dan kami akan kembali seperti semula lagi "tandas Caroline yakin.


"Hah ....ha...ha..hahahahahahaha..."Tawa Aldo semakin menyudutkan Caroline.


"Kamu yakin sekali sayang...Yah mungkin dia akan memaafkan mu,tapi kalau kembali ?apa kamu yakin bahwa Stev bisa menerima kamu yang sudah ku perawani?"


Caroline sudah tidak tahan lagi,ia bangkit dan...


PLAK


"Jaga mulutmu Al..."


Aldo masih tersenyum sinis sambil memegang pipinya yang sedikit perih.


"Apa yang aku katakan itu fakta sayang...Kamu masih perawan saat pertama kali kita bercumbu "


PLAK


"Bajin9an kau Al...aku menyesal telah terperdaya oleh rayuan mu"


Aldo tetap stay cool,dia tersenyum..senyum penuh kemenangan.Inilah yang dia harapkan, kehancuran Steven.Sepupunya yang merupakan ahli waris sah dari mendiang Neneknya.


"Sesalmu sudah terlambat sayang....lebih baik kita lanjutkan saja hubungan kita.Aku sangat mencintaimu Car,Hanya aku yang akan menerima mu"


"TIDAK !!Aku tidak mau kehilangan Stev..aku mencintai nya,dan aku sama sekali tidak pernah mencintai mu"tegas Caroline.


Hati Aldo sakit,tapi ia tetap tersenyum meskipun kelat.


"Baiklah...jika kamu memaksa,tapi ku pastikan Steven takkan mau kembali padamu lagi.Seharusnya kamu tahu karakter Stev,dia paling benci dengan sebuah pengkhianatan"


"Kita lihat saja nanti, sekarang kamu cepat keluar dari ruangan ku!"


"Kamu mengusir ku?"


Caroline menatap tajam melawan Tatapan Aldo yang menjengkelkan baginya.


*


*


"Mama .."Aldo kaget melihat Ibunya,Ny.Rindiani tengah duduk bersilang kaki di kursi kebesaran Aldo Saputra Direktur utama PT CEMPAKA SENTOSA.


"Sejak kapan Mama ada disini ?"Tanya Aldo yang duduk berhadapan dengan sang ibu.


"Baru saja... dari mana kamu?kenapa kau biarkan ruangan mu kosong ?"


"Aldo habis menemui Caroline Mam"


"Hemmmm"Ny.Rindiani manggut-manggut


"Apakah desas-desus itu benar adanya ?"


"Desas-desus apa Mam?"


"Kamu dengan Caroline "


Aldo tersenyum.


"Iya Mam...dan saat ini Steven sudah tahu akan hal ini"


"Apakah tujuanmu adalah menyakiti Stev ?"


"Yah... Setidaknya ada yang bisa Aldo rebut darinya.Meskipun pada akhirnya Caroline menyesalinya Mam"


"Tidak mengapa,asal kamu sudah mencapai tujuan mu.Dan sekarang tinggalkan Caroline"


"Tapi Mam, jujur aku mencintai Caroline"


"Cinta bisa membusuk oleh peredaran waktu Al...kamu harus ikuti kemauan Mama.Lagi pula,dia hanya gadis murahan yang beruntung dilahirkan dari keluarga berada"


"Tapi jika semua terungkap, apakah akan berpengaruh kepada posisi ku Ma?Secara keluarga Caroline adalah pemegang saham terbesar kedua di perusahaan ini"


"Itu tidak akan berpengaruh apapun sayang,jika kamu bisa menikah dengan pewaris dari MITRA MEDICAL "


"Apa Mama sudah tahu siapa pewaris Mitra Medical ?"


Ny.Rindiani mengangguk disertai senyuman percaya diri.


"Putri dari Dokter Harun,Dahriya Danawiyah"


Aldo mengernyitkan keningnya.


"Bukankah setahu Aldo pewaris Mitra Medical adalah seorang Dokter Mam... Seorang Dokter ahli bedah muda yang sangat tampan"


Ny.Rindiani mencebikkan bibirnya


"Mama sudah bertemu langsung dengan Dokter Harun, dialah ketua eksekutif Rumah Sakit besar itu.Jadi mungkin kabar itu hanya gosip saja"


Aldo manggut-manggut pelan,ia berusaha mengingat kejadian hampir dua tahun yang lalu.Disaat rapat pemegang saham berkumpul untuk pengangkatan dirinya sebagai Direktur utama.


Dokter Harun turut hadir disana,tapi saat penandatanganan.Ia menyerahkan surat lampiran kepada seorang pemuda tampan.Dan pemuda itu menandatangani lembaran kertas itu.


Menurut para pemegang saham, pemuda itulah ahli waris dari RUMAH SAKIT MITRA MEDICAL.


"Al..."


"Iya Mam"


"Kok melamun ??"


"Emmmm Aldo mengingat saat rapat pemegang saham itu Mam...Aldo jadi kurang yakin kalau Dokter Harun adalah ahli waris dari Mitra Medical"


"Kau tahu apa? sudahlah... masalah Mitra Medical itu jadi urusan Mama.Yang penting kamu siap tanpa masalah dengan Caroline "


Ny.Rindiani bangkit,Aldo mengangguk ragu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Caroline begitu semangat dengan rencananya.Ia ingin minta maaf kepada Steven dan sengaja membawakan cumi bakar bumbu Padang kesukaan pria itu.


Caroline berharap Steven akan bersedia memaafkan dirinya dan menerima dia kembali.Caroline juga berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan lagi mengkhianati pria yang dia cintai.


Namun apa yang dia lihat membuat hati Caroline hancur.Steven begitu perhatian menyuapi wanita asing itu.Dan yang bertambah menyakitkan adalah kecuekan Steven saat ia tahu akan kedatangan Caroline.